Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 1 HUBUNGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN KINERJA PEGAWAI DI
BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) KOTA BANJARMASIN By:
Chairil Ripani, NPM.16110018,2020, Dr. Murdiansyah Herman Pebimbing I, Lieta Dwi Novianti Pembimbing II
Ilmu Komunikasi, 70201, FISIP, UNISKA MAB, NPM 16110018 Ilmu Komunikasi, 70201, FISIP, UNISKA MAB, NIDN 1109127301
Ilmu Komunikasi, 70201, FISIP, UNISKA MAB, 1126117402
Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin ABSTRAK
CHAIRIL RIPANI. NPM. 16110018. Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai Di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi organisasi (KO) dan kinerja pegawai (KG) di BNN Kota Banjarmasin, selain itu untuk mengetahui hubungan antara komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai (KG) di BNNK Banjarmasin. Metode yang digunakan ialah pendekatan penelitian kuantitatif atau instrumen penelitiankoesioner yang dianalisis dengan Chi Square Goodness Of Fit dan Korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi organisasi pegawai di BNNK Banjarmasin berkategori sangat baik. Sedangkan kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin berkategori sangat baik. Selain itu bahkan tidak terdapat hubungan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin.
Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Kinerja Pegawai
PENDAHULUAN
Sumber daya terdapat di organisasi salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber daya (SD) terdapat di organisasi bisa dengan kelompokan menjadi dua macam, yakni: sumber daya non manusia (non-human resource) yang mencakup modal, mesin, teknologi, bahan” material dan human resource SDM (Hamali, 2016:24).
Diantara sumber daya yang dimaksud, sumber daya yang penting adalah sumber daya manusia (SDM). Tanpa sumber daya manusia (SDM), sumber daya lainnya menganggur (idle) dan kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan yang diharapkan organisasi.
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 2 Dalam sebuah organisasi tentunya human resource atau pegawai memerlukan adanya komunikasi yang baik antara sesama pegawai maupun sama atasanya.
Komunikasi berperan penting bagi kelancaran dan keberhasilan suatu organisasi.
Komunikasi dalam suatu organisasi merupakan hal utama yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai tujuan organisasi.
Komunikasi menurul Carl I. Hovland dalam Roudhonah (2019:22) adalah proses dimana seseoorang (komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang-lambang dalam bentuk kata-kata) untuk merubah tingkah laku orang” lain.
Komunikasi antara pegawai dengan atasan, atasan dengan pegawai maupun pegawai sesama pegawai yang berjalan dengan baik, hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja pegawai. Menurut Putu Sunarcaya (2008), komunikasi organisasi merupakan salah satu faktor yang dapat digunakan untuk menigkatkan kinerja pegawai.
Kinerja pegawai sangat penting untuk organisasi karena keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja itu sendiri. Menurut Wibowo (2016:7)
mengemukakan bahwa yang di maksud dengan kinerja adalah hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi (strategic organization), kepuasan konsumen (customer satisfaction) dan memberikan kontribusi pada ekonomi (contribute to the economy). Sedangkan Hamali (2016:98) mengatakan bahwa kinerja merupakan tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang di capai dari pekerjaan tersebut.
Komunikasi organisasi dengan kinerja tampaknya memiliki hubungan hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian dari Arif Sehfudin (2011) menyatakan bahwa adanya pengaruh atau gangguan komunikasi organisasi (KO) terhadap kinerja karyawan (KK) di PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Semarang. Selain itu pada hasil penelitian Agus B Haryanto (2010) menyatakan bahwa komunikasi sangatlah berpengaruh positif dan
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 3 signifikan terhadap kinerja pegawai Pegawai Dinas Pendidikan Kab. Sukoharjo (jawa tengah). Serta Lili Wahyuni (2009) dalam hasil penelitiannya menemukan bahwa Ada pengaruh yang signifikan antara komunikasi organisasi terhadap kinerja Karyawan Bagian Akuntansi.
BNN merupakan lembaga yang vertikal yang memiliki perwakilan di daerah yang disebut Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin merupakan perwakilan BNN yang berlokasi di Jl. P. Hidayatullah Kel. Banua Anyar Kec. Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Dengan peraturan Kota Banjarmasin No.28 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja pelaksana harian Badan Narkotika Kota (BNK) Banjarmasin..
Pelaksana harian BNK tersebut merupakan unsur penunjang yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada ketua BNK Banjarmasin (wakil walikota Banjarmasin) dan mempunyai tugas pokok memberikan dukungan teknis, administratif, dan operasional yang menangani masalah P4GN, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.
Berdasarkan temuan penulis ada beberapa fenomena yang terjadi pada saat peneliti melakukan observasi di Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin seperti masih kurangnya komunikasi yang efektif antara beberapa pegawai hal ini dapat terlihat dalam pemberian tugas yang diberikan atasan, pegawai lama tidak berperan aktif dalam hal ini untuk memberikan masukan kepada pegawai yang sifatnya masih baru. Dapat dilihat dari jarangnya pegawai bertukar fikiran/berdiskusi mengenai pekerjaan. Penyelesaian pekerjaan yang kurang lancar karena kurangnya team work atau kerja tim diantara mereka. Serta terdapat pada situasi dimana kesempatan pegawai berkomunikasi dengan atasan yang terbatas sehingga berdampak terhadap pada ketidak lancaran intensitas komunikasi dua arah atau berakibat terhadap penyelesaian pekerjaan.
TINJAUAN PUSTAKA 1. Komunikasi Organisasi
Definisi komunikasi Organisasi (KO) menurut Zelko dan Dance dalam Muhammad (2007) yaitu komunikasi eksternal dan komunikasi internal saling tergantung satu sama lain untuk suatu sistem. Sedangkan Rohim (2009) mengyatakan bahwa yang dimaksud dengan komunikasi organisasi adalah pemberian makna atas apa yang sudah terjadi,
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 4 bagaimana proses interaksi mereka yang terlibat dan proses tejadinya perilaku suatu pengorganisasian.
Arus komunikasi organisasi yang terdiri dari komunikasi dari atas ke bawah (downward communication), komunikasi dari bawah ke atas (upward communication), dan komunikasi horisontal (horizontal communication) selanjutnya akan dijadikan indikator dalam mengukur komunikasi organisasi pegawai di BNNK Banjarmasin
2. Kinerja
Kinerja merupakan tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut (Hamali, 2016:98). Menurut Sinambela (2016:480) mengemukakan bahwa kinerja merupakan pelaksanaan suatu pekerjaan dan penyempurnaan pekerjaan tersebut sesuai dengan tanggung jawabnya sehingga mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan Fahmi (2016:176) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi tersebut bersifat profiet oriented dan non oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu.
Untuk mengukur variabel kinerja dalam penelitian ini, maka digunakan indikator- indikator, sebagai berikut: 1) Quality (Kualitas kerja), 2) Quantity (Kuantitas kerja), 3) Timeliness (Ketepatan waktu), 4) Cost efectiveness (Efektivitas biaya), 5) Need for supervisior (Perlu untuk pengawasan) dan 6) Interpersonal impact
3. Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja
Pada penelitian ini, hal yang perlu dijadikan acuan yaitu fokus penelitian terdahulu, maka dari itu peneliti mencari hal-hal terkait dengan hubungan komunikasi organisasi dengan kinerja, yang mana peneliti melakukan langkah kajian terhadap beberapa hasil penelitian berupa jurnal-jurnal melalui internet. Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu tersebut menunjukan hasil bahwa variabel komunikasi organisasi memiliki hubungan dengan kinerja seperti hasil penelitian dari Arif Sehfudin (2011), Lili Wahyuni (2009), Agus Budhi Haryanto (2010) dan M. Kiswanto (2010) yang menyatakan bahwa adanya pengaruh antara variabel Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja
4. Kerangka Berfikir
Gambar 2.2. Kerangka Pemikiran Penelitian
Komunikasi Interpersonal (X) sebagai variabel independen (variabel bebas) mempengaruhi variabel dependen (variabel terikat) Kinerja (Y).
5. Hipotesis
Hubungan KomunikasiOrganisasil dengan Kinerja
H1: Tidak terdapat hubungan antara Komunikasi Organisasi dengan Kinerja pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin
METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini penulis memilih jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey.
KOMUNIKASI ORGANISASI
(X)
KINERJA (Y)
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 5 2. Tipe Penelitian
Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan assosiatif.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin, dengan objek mencakup hubungan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin.
4. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin yang berjumlah 32 orang. Dalam penelitian ini hanya sebagian populasi yang diambil untuk dijadikan sampel. Untuk jumlah sampel dikarenakan jumlah populasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin relative kecil, maka digunakan teknik simple jenuh dimana penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yakni sejumlah 32 orang sebagai responden penelitian.
5. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin, khususnya data primer maka dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan dengan kuesioner (angket).
6. Analisa Data
Untuk menjawab rumusan masalah pertama maupun kedua, sekaligus menjawab hipotesis Komunikasi Organisasi dan Kinerja pegawai dalam penelitian ini menggunakan rumus Chi Square Goodness Of Fit. Sedangkan untuk menjawab rumusan masalah ketiga mengenai hubungan variabel Komunikasi Organisasi dengan variabel Kinerja digunakan statistik Korelasi Pearson.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Komunikasi Interpersonal Pegawai
2. Tabel 4.19. Komunikasi Organisasi Pegawai
No. Keterangan F %
1.
2.
3.
4.
5.
Sangat Baik Baik
Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
9 4 8 9 2
28,1 12,5 25,0 28,1 6,3
Jumlah 32 100,0
3. Sumber: Analisa Data Primer 2020
Dari Tabel 4.19., Komunikasi Organisasi lebih banyak pada kategori Sangat Baik yaitu 28,1% dari 32 jumlah pegawai.
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 6 4. Kinerja Pegawai
5. Tabel 4.20. Kinerja Pegawai
No. Keterangan F %
1.
2.
3.
4.
5.
Sangat Baik Baik
Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
13 8 5 4 2
40,6 25,0 15,6 12,5 6,3
Jumlah 32 100,0
6. Sumber: Analisa Data Primer 2020
Dari Tabel 4.20., kinerja pegawai lebih banyak pada kategori sangat baik yaitu 40,6% dari 32 jumlah pegawai.
7. Hubungan Komunikasi Interpersonal dengan Kinerja Pegawai Tabel 4.21. Hubungan Komunikasi Organisasi (X) dengan Kinerja (Y)
Correlations
X Y
X Pearson Correlation 1 ,101*
Sig. (2-tailed) ,581
N 32 32
Y Pearson Correlation ,101* 1
Sig. (2-tailed) ,581
N 32 32
**. Correlation is significant at the 0.05
Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai korelasi antara komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai mempunyai nilai korelasi 0,101 dan nilai probabilitas 0,581. Berdasarkan nilai korelasi 0,101 menunjukan terdapat hubungan atau korelasi antara komunikasi organisasi dengan kinerja, korelasi tersebut mempunyai sifat hubungan Sangat Rendah.
Hasil probabilitas menunjukan bahwa 0,581 < 0,05, hal ini menunjukan bahwa H1 ditolak, dengan demikian hipotesis H0 yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin. Jadi dapat disimpulkan bahwa apabila komunikasi organisasi pegawai membaik maka tidak serta merta kinerja pegawai akan ikut membaik, demikian pula sebaliknya bila komunikasi organisasi pegawai kurang baik maka tidak serta merta kinerja pegawai akan ikut kurang baik. Hasil analisis peneliti ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arif Sehfudin (2011), Lili Wahyuni (2009), Agus Budhi Haryanto (2010) dan M.
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 7 Kiswanto (2010) yang menyatakan bahwa komunikasi organisasi memiliki hubungan dengan kinerja
PENUTUP 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis tentang hubungan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Komunikasi organisasi pegawai di BNNK Banjarmasin , Hal ini menunjukan bahwa komunikasi organisasi pegawai di Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin Sangat Baik..
2) Kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin, dengan ini menunjukan bahwa kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin sangat baik.
3) Hubungan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai menunjukan terdapat hubungan atau korelasi antara komunikasi organisasi dengan kinerja, korelasi tersebut mempunyai sifat hubungan Sangat Rendah. hal ini menunjukan bahwa H1 ditolak, dengan demikian hipotesis H0 yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai di BNNK Banjarmasin. Jadi dapat disimpulkan bahwa apabila komunikasi organisasi pegawai membaik maka tidak serta merta kinerja pegawai akan ikut membaik, demikian pula sebaliknya bila komunikasi organisasi pegawai kurang baik maka tidak serta merta kinerja pegawai akan ikut kurang baik.
2. Saran
Dari kesimpulan yang telah dikemukakan berdasarkan hasil analisis yang diperoleh maka ada beberapa saran-saran yang perlu dijadikan pertimbangan yaitu:
1) Berdasarkan hasil analisis tingkatan komunikasi organisasi pegawai termasuk pada kategori Sangat Baik. Hal ini menandakan masih ada pegawai di Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin yang komunikasi organisasinya sangat baik ini. Maka di harapkan hendaklah Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin terus meningkatkan komunikasi organisasi pegawainya.
2) Berdasarkan hasil analisis tingkatan kinerja pegawai ialah pada kategori Sangat Baik.
Hal ini menandakan pegawai saat berkinerja sangat optimal dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaannya. Oleh karena itu, diharapkan Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin terus meningkatkan kinerja pegawainya dan alangkah baiknya lagi agar mengoptimalkan terus kinerja pegawai.
3) Dengan tidak adanya hubungan antara komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai, hendaknya semua pegawai di Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin harusterus meningkatkan komunikasi organisasi yaitu sangat baik dengan atasan maupun sesama rekan kerja dalam menjalankan tugas atau pekerjaan, agar tercapainya hasil kerja atau kinerja yang sangatlah optimal.
DAFTAR PUSTAKA 1. Buku :
Hamali, Arif Y. 2016. Pemahaman Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
CAPS (Center foor Academic Publishing Service).
Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Pegawai di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin 8 Muhammad, A. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Akasara.
Robbins, Stephen P. 2006. Prilaku Organisasi. Jakarta: Kelompok Gramedia.
Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Roudhonah. 2019. Ilmu Komunikasi. Depok
Sugiyono. 2012.134. Metode Penelitian ALFABETA Pendidikan Bandung
Silalahi, Ulber. 2011. Asas” Manajemen. Refika Aditama Bandung.
Torang, Syamsir. 2014. Manajemen & Organisasi Manajemen (Perilaku, Struktur, Budaya & Perubahan Organisasi). Bandung: ALFABETA.
Widodo, Suparno E. 2015. Manajemen Pengembangan SDM. PUSTAKA PELAJAR Yogyakarta
Skripsi dan Tesis
Sehfudin, Arif. 2011. Mempengaruh Antara Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja pegawa Pada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Semarang. Skripsi. Semarang
Sunarcaya, P. 2008. Analisis Fakto”r yang pengaruhii kinerja pegawai di lingkungan Dinas kesehatan Kabupaten Alor NTT. Tesis MM. Jakarta : UT.