Tidak semua kitab kuning yang dipelajari merupakan kitab h}adi>de, namun sampai pada KH. Khatam al-Nubuwwah adalah tanda kenabian, stempel atau stempel yang terletak di punggung antara kedua bahu Nabi Muhammad 7 Meterai ini merupakan salah satu keabsahan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Syamsuddin menggunakan lambang Khātam al-Nubuwwah yang kemudian ditempel di dinding ruangan agar sewaktu-waktu dapat dilihatnya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis membuat tesis dengan tajuk: KEFAHAMAN PELAJAR TERHADAP KEUTAMAAN KHA
Penulis sejauh ini belum menemukan penelitian yang menunjukkan bahwa Kha>tam al-Nubuwwah mengandung tulisan. Hal ini menjadi kesempatan bagi peneliti untuk memaparkan berbagai penelitian yaitu pemahaman santri terhadap keutamaan Khatam al-Nubuwwah khususnya di Pondok Pesantren KH. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, data primer dari penelitian ini adalah pemahaman santri KH.
Pemilihan lokasi ini dikarenakan belum adanya penelitian yang memaparkan permasalahan terkait pemahaman keutamaan Khatam al-Nubuwwah.
Sistematika Pembahasan
28 H{adi>th, yang dalam pengertian al-Jadid lebih menjurus kepada sabda Nabi Muh}ammad SAW. Dalam merumuskan definisi, Ibn al-Subki tidak memasukkan taqrir sebagai sebahagian daripada rumusan h}adi>th. Jelaslah daripada beberapa takrifan di atas bahawa h}adi>th bermaksud apa-apa yang dirujuk (dishubkan) kepada Rasulullah SAW.
Maka al-Tirmisi memberikan batasan bahawa h}adi>th tidak terhad kepada apa yang disandarkan kepada Rasulullah SAW. Yang dimaksud dengan matnu' al-h}adi>th ialah percakapan (kalam) atau materi yang disampaikan dengan sanad yang terakhir. Sanad adalah jalan yang dapat menghubungkan matnu' al-h}adi>th dengan nabi utama kita Muhammad SAW.
Ha{adi'th ahwali adalah hadis yang berupa hal-hal yang berkaitan dengan ciri-ciri fisik dan kepribadian Nabi. Sedangkan menurut Mahmud al-T{ahhan, pengertian h}adi>th mutawatir lafd}i adalah h}adi>th yang mutawatir baik pengucapan maupun maknanya. Dari definisi di atas terlihat bahwa kriteria yang ditetapkan dalam hadis ini sangat ketat.
Menurut hadis Mahmud al-T{ahhan, hadis ahad tidak memenuhi syarat hadis mutawatir. Sehingga secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu sifat yang luhur dan kuat, yang langka atau langka. Perbedaan ini tentu saja didasarkan pada terpenuhi atau tidaknya ketentuan mengenai kualitas hadis tersebut.
Sedangkan Ibnu Hajar mengartikannya sebagai hadis yang sanadnya ada orang yang sendirian di sanadnya. Artinya tidak ada orang lain yang menyampaikan hadis tersebut kecuali dia. Hadis itulah yang dapat dipahami berasal bukan dari hadis s}ahi>h melainkan hadis hasan li d}atihi.
H{adi>th H{asan adalah h}adi>th yang telah memenuhi syarat h}adi>th s}ahi>h. Maknanya adalah hadis yang berasal dari beberapa sahabat yang berbeda, namun maknanya sama.
زحا
Kha>tam dalam pengertian ini bermaksud tidak ada Nabi lain yang akan datang untuk menghapuskan agama Islam dan mereka yang bukan dari kalangan umatnya. Artinya: "Diceritakan kepada kami, Abu > Bakr bin Abi > Syaibah, menceritakan kepada kami "Ubaidullah dari 'Isra>'il dari Sima> sesungguhnya dia mendengar Ja>bir bin Samurah, dia berkata: "Rambut Rasulullah SAW Dan aku melihat seekor kha>tam di atas bahunya, kira-kira sebesar telur burung merpati.
Dari perbedaan arti kata Kha>tam di atas dapat disimpulkan bahwa kata Kha>tam tidak hanya mempunyai satu arti saja, melainkan ada empat arti, yaitu akhirnya: pemimpin, cincin dan meterai, tanda atau stempel. Jadi dari segala arti Kha>tam al-Nubuwwah jika diartikan bisa saja Nabi terakhir, pemimpin para Nabi, cincin Nabi dan Penutup Nabi. Apalagi dalam penelitian ini penulis fokus pada makna yang terakhir, yaitu Kha>tam al-Nubuwwah, artinya meterai nabi, atau tanda kenabian.
Maksudnya: "Bercerita kepada kami Abdurah}man bin Yu>nus berkata, memberitahu kami H{a>tim nin 'Isma>'i>l dari al-Ja'd, aku mendengar al-Sa>'ib bin Yazi> Dia. berkata : Bibiki pergi bersamaku menghadap Rasulullah. Anak saudaraku sedang sakit. Maka dia mengusap kepalaku, lalu dia memohon selawat untukku. Kemudian dia berwuduk dan aku meminum air wuduknya. Aku berdiri di belakangnya dan Aku melihat kha>tam di antara bahunya seperti telur burung merpati." Maksudnya: "Muhammad bin al-Mutsana memberitahu kami, Muh}ammad bin Ja'far memberitahu kami, Syubah memberitahu kami dari Sima>k, aku mendengar Jabir bin Samurah berkata. : “Saya melihat kha>tam di belakang Rasulullah SAW .
Aku datang kepada Rasulullah dan aku bertanya kepadanya: Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku kha>tam itu, lalu Rasulullah menjawab: Masukkan tanganmu, maka aku memasukkan tanganku ke dalam sarung pedang Rasulullah, lalu aku menyentuhnya dan melihat kha>tam pada bahagian bahu Rasulullah seperti telur, maka Rasulullah tidak menghalangku dan sesungguhnya aku menyaksikannya dan Rasul memanggilku dan aku mengambil sarung pedangnya tertutup." Mengenai bentuk dan sifat kha>tam al-Nubuwwah memetik daripada beberapa hadis di atas, terdapat perbezaan lafaz. Wahai kaum muslimin," seru Rasulullah SAW, "Sesungguhnya aku adalah seorang nabi sekaligus penasihat bagi kamu.
Ketika Sayyidah Fatimah bertanya siapa yang datang, Bilal menjawab, "Saya Bilal, saya berniat mengambil cambuk Rasulullah SAW." "Bilal, kenapa ayah perlukan sebat?" tanya Fatimah RA. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui di mana kamu berdua berada," sabda Rasulullah. Sahabat Ali Karamallah wajhah segera bangun dan berseru kepada Ukashah, "Ukashah, dalam hidupku aku selalu menemani Rasulullah saw. dia. . Selanjutnya, Rasulullah memandang Ukashah yang diam mendengar segala pembelaan para sahabat dan keluarga Nabi saw.
Ya Rasulullah, ketika cambukmu mencambukku saat itu, aku tidak mengenakan pakaian apa pun.” Tanpa kata lain, Rasulullah S.A.A. Halo Ukashah, kamu telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan derajat yang tinggi karena kamu akan berteman dengan Rasulullah SAW.