SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Dosen Pengampu Bapak Winarno,S.Pd. M.Pd
Disusun oleh:
Nur Fadillah K7517049 PAP B 2017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2019
1. Apa itu SDLC (Siystem Development Life Circle )
System Development Life Circle (SDLC) merupakan suatu pendekatan yang memiliki tahap atau bertahap unuk melakukan analisa dan membangun suatu rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang lebih spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall &
Kendall,2006).
Metode SDLC adalah metode yang menggunakan pendekatan sistem yang disebut pendekatan air terjun ( waterfall approach ) dimana setiap tahapan sistem akan dikerjakan secara berurut menurun dari perencanaan, analisa, desain, implementasi, dan perawatan ( AjiSupriyanto,2005:272)
Jadi SDLC (Systems Development Life Cycle ) adalah siklus hidup pengembangan system. Dalam rekayasa system dan rekayasa perangkat lunak, SDLC merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut untuk proses pengembangannya. Siklus hidup pengembangan system merupakan proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informal berbasis komputer. SDLC dilakukan dengan pendekatan sistem secara teratur dan dilakukan secara top-down, oleh karenanya sering disebut pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem
Dalam pengelolaan tingkat kompleksitas, sejumlah model SDLC telah dibuat, seperti model Waterfall, Spiral, Agile, Rapid Prototyping, Incremental, dan stabilitas- sinkronisasi. Maksud dari proses SDLC adalah untuk membantu menghasilkan produk yang hemat biaya, efektif dan berkualitas tinggi.
2. Tahapan-tahapan dalam SDLC
a. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
Perencanaan sistem merupakan tahap paling awal yang memberikan pedoman dalam melakukan langkah selanjutnya. Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan.
Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai 2 tahun dan perencanaan jangka panjang meliputi periode sampai dengan 5 tahun. Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staff perencanaan sistem,
bila tidak ada dapat juga dilakukan oleh departemen sistem. Proses Perencanaan Sistem dapat dikelompokkan dalam 3 proses utama yaitu :
a). Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staff perencana sistem.
b). Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh komite pengarah.
c). Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan dan dilakukan oleh analis sistem.
b. Analisis Sistem (System Analysis)
Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.
Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah- langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terperinci. Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah- langkah dasar yang harus dilakukan oleh Analis Sistem yaitu : (a). Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah, mengindentifikasikan penyebab masalah, mengidentifikasikan titik keputusan, mengidentifikasikan personil-personil kunci.
(b). Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada, menentukan jenis penelitian, merencanakan jadwal penelitian, mengatur jadwal wawancara, mengatur jadwal observasi, mengatur jadwal pengambilan sampel, membuat penugasan penelitian, membuat agenda wawancara, mengumpulkan hasil penelitian.
(c). Analyze, yaitu menganalis sistem, menganalisis kelemahan sistem; menganalisis
kebutuhan Informasi pemakai / manajemen.
(d). Report, yaitu membuat laporan hasil analisis yang tujuan untuk memberi laporan bahwa analisis telah selesai dilakukan, meluruskan kesalahan-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen, meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen,
meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.
c. Perancangan Sistem (System Design)
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut.
Tahap ini disebut dengan perancangan sistem (system design ). Tahap perancangan yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi. Sistem ini mempunyai tujuan utama yaitu untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem; untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tahap perancangan sistem merupakan tahap penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Untuk sistem berbasis komputer biasanya dalam rancangan ada spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Adapun langkah-langkah dalam tahap perancangan sistem ini meliputi : a) Menyiapkan rancangan sistem yang terinci : analis bekerja sama dengan pemakai
dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang telah dijelaskan dalam modul teknis. Penggambaran dilakukan dari yang besar dan secara bertahap secara rinci dengan pendekatan top-down dan ini biasanya dilakukan untuk rancangan terstruktur (structured design).
b) Mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem : analis harus mengidentifikasikan konfigurasi (bukan merek atau model) peralatan komputer yang akan memberikan hasil terbaik bagi sistem untuk menyelesaikan pemrosesan.
c) Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem : analis bekerja bersama manajer mengevaluasi berbagai alternatif dan dipilih yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.
d) Memilih konfigurasi yang terbaik : analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dengan menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah dianalisis kemudian direkomendasikan kepada manajer untuk disetujui. Persetujuan dilakukan oleh Komite pengarah SIM.
e) Menyetujui usulan penerapan : analisis menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan dan biayanya.
f) Menyetujui atau menolak penerapan sistem: jika keuntungan dari sistem melebihi biayanya, penerapan akan disetujui.
d. Pengembangan Sistem (System Development)
Pengembangan sistem adalah tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan.
Mengubah perancangan ke sistem informasi yang kompleks dan bagaimana mendapatkan dan melakukan penginstalan lingkungan sistem yang diharapkan;
membuat basis data dan menyiapkan standar prosedur pada saat pengujian, menyiapkan dokumen atau file coding, testing, compile, repair dan cleaning program.
e.
Pengujian sistem (system examiner)Fase kelima melibatkan integrasi sistem dan pengujian sistem (program dan prosedur) yang biasanya dilakukan oleh profesional Quality Assurance (QA) untuk menentukan apakah desain yang diusulkan memenuhi set awal tujuan bisnis.
Pengujian dapat diulangi, khususnya untuk memeriksa kesalahan, bug, dan interoperabilitas. Pengujian ini akan dilakukan sampai pengguna akhir menemukan itu dapat diterima. Bagian lain dari fase ini adalah verifikasi dan validasi, yang keduanya akan membantu memastikan keberhasilan penyelesaian program.
f.
Implementasi dan pemeliharaan sistem (System Implementation and maintenance) Setelah dianalisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan dipilih. Tiba saatnya sistem untuk diimplementasikan. Tahap implementasi system merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi.Implementasi sistem merupakan kegiatan untuk memperoleh dan mengintegrasikan sumberdaya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Adapun langkah-langkah dalam tahap ini meliputi :
a) Merencanakan penerapan: sebelum sistem baru digunakan, manajer dan spesialis informasi memahami dengan baik pekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem.
b) Mengumumkan penerapan: proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama seperti penelitian sistem. Tujuannya untuk menginformasikan pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama pegawai.
c) Mendapatkan sumberdaya perangkat keras: rancangan sistem disediakan bagi para pemasok berbagai jenis peralatan komputer yang terdapat pada konfigurasi yang disetujui. Setiap pemasok diberikan request for proposal (RFP).
d) Mendapatkan sumberdaya perangkat lunak: dapat membuat sendiri oleh programmer dari dokumen yang disiapkan analis sistem atau menggunakan perangkat lunak aplikasi jadi (prewritten application soft ware).
e) Menyiapkan database: DBA bertanggungjawab untuk semua kegiatanyang berhubungan dengan data, dan ini mencakup persiapan database.
f) Menyiapkan fasilitas fisik: fasilitas di sini adalah lantai yang ditinggikan, pengendalian suhu ruangan dan kelembaban khusus, keamanan, peralatan pendeteksi api dan pemadam kebakaran, dsb.
g) Mendidik peserta dan pemakai: baik peserta (operator pemasukan data, pegawai coding, dan administrasi) dan pemakai harus dididik tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan sebaiknya setelah siklus hidup dimulai, tepat sebelum bahan- bahan yang dipelajari mulai diterapkan.
h) Masuk ke sistem baru: proses menggantikan sistem lama ke sistem baru disebut cutover. Ada 4 pendekatan dasar: percontohan (pilot project), serentak, bertahap, dan paralel.
3. Penerapan sistem informasi baru ( Migrasi )
Migrasi data adalah proses mentransfer data antara penyimpanan jenis, format, atau sistem komputer. Migrasi data biasanya dilakukan secara pemrograman untuk mencapai migrasi otomatis, membebaskan sumber daya manusia dari tugas-tugas membosankan.
Hal ini diperlukan saat organisasi atau individu mengubah sistem komputer atau upgrade
ke sistem baru, atau ketika sistem menggabungkan (seperti ketika organisasi-organisasi yang menggunakan mereka mengalami penggabungan / pengambilalihan). Untuk mencapai prosedur migrasi data yang efektif, data pada sistem lama yang dipetakan ke sistem baru menyediakan desain untuk ekstraksi data dan loading data. Desain berkaitan dengan format data ke format lama sistem baru dan persyaratan. program migrasi data mungkin melibatkan berbagai tahapan tapi minimal mencakup ekstraksi data dimana data dibaca dari sistem lama dan memasukkan data dimana data ditulis ke sistem baru.
Jika keputusan telah dibuat untuk memberikan masukan file spesifikasi yang ditetapkan untuk memasukkan data ke sistem target, ini memungkinkan langkah validasi data beban-pra ” untuk diletakkan di tempat, menyela E standar (T) L proses. Seperti proses validasi data dapat dirancang untuk menginterogasi data yang akan pindah, untuk memastikan bahwa memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dari lingkungan target, dan spesifikasi file input. Strategi alternatif untuk memiliki di-validasi data terbang yang terjadi pada titik beban, yang dapat dirancang untuk melaporkan kesalahan penolakan beban sebagai beban berlangsung. Namun, dalam hal yang diekstraksi dan ditransformasikan unsur data sangat ‘terintegrasi’ dengan satu sama lain, dan keberadaan semua data diekstraksi dalam sistem target sangat penting untuk fungsi sistem, strategi ini bisa merusak, dan bukan efek dengan mudah diukur.
Setelah loading ke dalam sistem baru, hasilnya dikenakan verifikasi data untuk menentukan apakah data akurat diterjemahkan, lengkap, dan mendukung proses dalam sistem yang baru. Selama verifikasi, mungkin ada kebutuhan untuk menjalankan paralel dari kedua sistem untuk mengidentifikasi kesenjangan dan daerah mencegah hilangnya data yang salah. Otomatis dan manual pembersihan data umumnya dilakukan dalam migrasi untuk meningkatkan kualitas data, menghilangkan informasi yang berlebihan atau usang, dan sesuai dengan persyaratan sistem baru. Fase migrasi data (desain, ekstraksi, pembersihan, beban, verifikasi) untuk aplikasi yang sedang hingga kompleksitas tinggi biasanya diulang beberapa kali sebelum sistem baru digunakan
Jenis – jenis penerapan sistem informasi baru / migrasi yaitu a) Layanan Migrasi Data AWS Cloud.
Layanan transfer data yang dibuat oleh AWS mencakup banyak metode yang membantu memigrasi data denagn lebih efektif. Metode ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu:
Transfer data online dan penyimpanan cloud
Migrasi data offline ke Amazon S3.
b) Migrating Storage
TI meimgrasikan data selama penyegaran teknologi penyimpanan. Sasaran penyegaran teknologi adalah kinerja yang lebih cepat dan penskalaan dinamis bersama dengan fitur manajemen data yang ditingkatkan.
c) Migrating Databases
Memigrasi database dapat berarti berpindah antar platform, seperti on-premise ke cloud atau memigrasikan data dari satu database ke yang baru.
d) Migrating Applications
Migrasi aplikasi dapat berarti memindahkan data dalam suatu aplikasi, seperti bergeser dari MS Office lokal ke Office 365 di cloud. Ini juga dapat berarti mengganti satu aplikasi dengan yang berbeda, seperti pindah dari satu perangkat lunak akuntansi ke platform akuntansi baru dari vendor yang berbeda.
Kelebihan dan kekurangan sistem informasi baru a. Kelebihan
Skalabilitas
Skalabilitas cloud adalah salah satu aset utamanya. Jika data cadangan dan arsip menggunakan penyimpanan dalam jumlah besar, maka cloud dapat memberikan skalabilitas yang hemat biaya dengan penyediaan dinamis.
Manfaat yang sama berlaku untuk volume besar data aplikasi aktif, seperti video dan game.
Biaya lebih rendah
Komputasi awan dapat mengurangi biaya operasional dengan beralih ke model berlangganan. Perusahaan juga menghabiskan lebih sedikit modal untuk membeli peralatan penyimpanan baru, dan TI menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengelola penyimpanan ditempat, Akan tetapi perlu diperhatikan biaya penyimpanan cloud, sebab menyimpan data di atas ambang batas kapasitas dasar menjadi sangat mahal, dan pengambilan data secara berkala disertai dengan biaya yang signifikan.
Membebaskan beberapa tugas manajemen
TI menghabiskan waktu secara signifikan, menyeimbangkan muatan, dan merencanakan kapasitas untuk data yang disimpan. TI mempertahankan tanggung jawab atas data berbasis cloud, tetapi dapat melakukan off-load tugas-tugas seperti penyediaan penyimpanan, pemecahan masalah,dan meningkatkan alat inteligen penyimpanan.
b.
Kekurangan Masalah kepatuhan dan perlindungan data
Apabila telah memigrasi data ke cloud, pada akhirnya akan dipertanggung jawabkan untuk sebagai bukti kepatuhan, dan bertanggung jawab untuk melindungi data dalam jangka panjang, idealnya memindahkan ke arsip yang dapat dicari untuk perlindungan dan kepatuhan.
Teknologi eksklusif
Jika kita menggunakan teknologi eksklusif di tempat seperti kepatuhan WORM, maka perlu melihat vendor pihak ke3 untuk memasok fitur di cloud.