09 Desember 2023
198
OBSERVASI RIVIEW JURNAL PENELITIAN VARIAN MATERIAL BAJA KARBON
Yoga Mauliza*
1, Mhd. Dwi Adi Putra
2, Feryy Suhada
3, Fitri Khoiriah Harahap
4, Ardika Candra Winata
51,2,3,4,5
Mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al-Azhar, Jl. Pintu Air IV No. 214, Kwala Bekala, Medan, Sumatera Utara
email: *
1234
5Abstrak
3.7% dari 1.950,5 juta ton baja mentah yang diproduksi di seluruh dunia pada tahun 2021 digunakan dalam industri manufaktur dan otomotif. Ketika banyak baja digunakan dalam produksi, kualitas berbagai komponen mesin dan mesin kendaraan bermotor akan menurun, dan kualitas material juga akan menurun seiring dengan perubahan sifat mekaniknya. Baja karbon rendah juga termasuk dalam kategori baja yang dapat diproses dengan permesinan dan digunakan secara umum. Seiring kemajuan dalam teknologi pertambangan, baja menjadi bahan utama yang paling banyak digunakan dalam bidang industri. Hampir setiap konstruksi memerlukan baja, alat berat baja juga sangat penting. Dalam kasus bucket excavator, abrasi, benturan, dan reaksi kimia menyebabkan baja aus dan korosi, yang memerlukan waktu dan biaya penggantian. Setelah mendapatkan jurnal telah dicari, kemudian meriview satu-persatu jurnal yg telah didapat. Dari beberapa jurnal yang telah didapat, studi riview jurnal tentang penelitian varian baja karbon menghasilkan data-data, informasi-informasi dan metode- metode yang sangat banyak dan berbeda mengenai semua varian baja karbon. Logam yang umum digunakan, baja memiliki komposisi karbon. Paduan besi (Fe), karbon (C), silikon (Si), mangan (Mn), pospor (P), dan sulfur (S) adalah komponen umum baja karbon. Hasil review menunjukkan bahwa banyak penelitian tentang baja karbon terkonsentrasi pada analisis, kekuatan, struktur, laju korosi, dan berbagai hal lainnya.
Kata kunci : Riview jurnal, Penelitian, Baja karbon
PENDAHULUAN
Ada 3,7% dari total 1.950,5 juta ton baja mentah yang diproduksi di seluruh dunia digunakan dalam industri manufaktur dan otomotif pada tahun 2021.
Banyak baja akan menyebabkan kualitas berbagai komponen mesin yang digunakan dalam produksi dan mesin kendaraan bermotor menurun. Kualitas material menurun ketika sifat mekaniknya berubah.
Baja karbon rendah juga termasuk dalam kategori baja yang dapat diproses dengan permesinan dan digunakan secara umum.
Baja karbon rendah memiliki nilai
kekerasannya yang rendah sebagai kelemahan utamanya. Deformasi, keausan, rompal, dan pecah adalah jenis kegagalan yang paling umum yang dialami oleh baja ini. Permukaannya dikeringkan, yang meningkatkan kekuatan baja.
(Purnama Sari 2022). Baja merupakan material rekayasa yang tersusun dari unsur dasar besi (Fe), dan kandungan karbonnya membedakannya dari material lainnya.
Baja memiliki kandungan karbon yang
rendah, kurang dari 2% unsurnya, yang
menentukan kekerasannya. Oleh karena
itu, terdapat proses perlakuan panas yang
09 Desember 2023
199 digunakan untuk meningkatkan kandungan karbon pada baja tertentu.Untuk meningkatkan ketahanan benda terhadap keausan dan keuletan yang diperlukan, beberapa komponen elemen mesin kadang-kadang membutuhkan sifat permukaan yang keras dan tahan aus, sedangkan inti atau bagian dalam tetap lunak dan ulet. (Rizki et al. 2022). Seiring kemajuan dalam teknologi pertambangan, baja menjadi bahan utama yang biasanya digunakan oleh sektor bisnis. Karena hampir semua konstruksi membutuhkannya, alat berat yang terbuat dari baja sangat penting. Perusahaan pertambangan sering mengeluh tentang ketahanan baja terhadap aus dan korosi karena gesekan dan reaksi kimia antara perkakas atau komponen dengan material.
Untuk bucket excavator, benturan, abrasi, dan reaksi kimia dapat menyebabkan baja aus dan korosi, yang memerlukan waktu dan biaya penggantian.(Sari and Nashrullah 2021)
Gambar 1. (Sumber Goggle Trend) Diagram tentang minat Baja Karbon
Lima Tahun Terakhir
METODE PENELITIAN
Untuk mencari data dari jurnal, buku, dan website, gunakan kata kunci seperti "Kekerasan dan ketahanan korosi pada Baja Karbon" saat mencari di situs internet. Untuk mencari data jurnal dari beberapa situs, seperti Google Scholar, Directory of Open Access Journals (DOAJ), ResearchGate, Academia.edu, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), dan Public Library of Science. Setelah mendapatkan jurnal yang telah dicari, kemudian meriview satu- persatu jurnal yg telah didapat.
Tabel 1. Hasil Riview Jurnal
NO JUDUL JURNAL HASIL PENELITAN TUJUAN PENELITIAN PENULIS
1. Analisis Daya Uji Tarik dan Kekerasan Reaksi Pengelasan Baja Karbon Tinggi (Aisi 1070) Pada Las Tig (Gas Tungsten Inert) Dengan Variasi Arus 120, 130, dan 140
Ampere
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dan kekuatan tarik baja karbon tinggi (AISI 1070) dipengaruhi oleh perubahan arus pada
las TIG.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan Baja karbon (Aisi 1070), yang
memiliki kekuatan tarik dan kekerasan yang tinggi, dilas menggunakan metode Tungsten Inert Gas (TIG) dengan arus las
120, 130, dan 140 ampere.
(Ikhsan 2022)
2. Pengaruh Inhibitor Alami Dari Biji Nangka Terhadap Laju Korosi
Baja Karbon Tinggi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji nangka efektif menghambat korosi baja
karbon tinggi. Kisaran efisiensi penghambatan pada waktu perendaman yang
berbeda adalah 72,81%~89,47%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji
nangka berpotensi sebagai inhibitor korosi pada baja karbon tinggi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak biji nangka sebagai inhibitor korosi pada baja karbon
tinggi. Tujuan spesifiknya antara lain menentukan pengaruh waktu perendaman
terhadap laju korosi, mengevaluasi efektivitas ekstrak dalam menghambat korosi, dan menentukan jenis korosi yang terjadi dengan ada dan tidaknya inhibitor.
(Devi and Anjani 2023)
3. Perubahan media pendingin mempengaruhi perlakuan panas terhadap kekerasan dan struktur
mikro baja karbon rendah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dan struktur mikro baja sangat dipengaruhi
oleh media pendinginan yang digunakan selama perlakuan panas baja karbon rendah.
Air hujan dan cairan pendinginan radiator memiliki kekerasan baja ringan tertinggi, dengan nilai kekerasan 39 HRC, dengan struktur mikro terdiri dari martensit yang sangat keras. Media pendinginan udara
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh variasi media pendingin terhadap kekerasan dan struktur
mikro baja karbon rendah selama perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan media pendingin yang optimal untuk mencapai sifat mekanik yang diinginkan pada baja karbon rendah.
(Prayogi and Suhardiman
2019)
09 Desember 2023
200
memiliki kekerasan yang lebih rendah, dengan nilai kekerasan sekitar 14 HRC, dengan struktur mikro terdiri dari martensit yang
sangat keras.
4. Investigasi tentang laju korosi atmosferik baja karbon profil segiempat yang rendah di wilayah
industri medan
Hasilnya menunjukkan bahwa, dengan rata-rata di bawah 1 mpy, laju korosi atmosferik baja
karbon profil persegi rendah di Kawasan Industri Medan dapat dianggap aman untuk kebutuhan konstruksi di wilayah tersebut dan
sekitarnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju korosi pada baja karbon
dengan profil persegi yang rendah yang digunakan di Kawasan Industri Medan.
Selain itu, penelitian ini akan memeriksa apakah baja tersebut memenuhi persyaratan konstruksi yang berlaku di daerah tersebut. Spesimen diekspos di lima lokasi industri selama enam bulan. Standar
ASTM digunakan untuk menghitung tingkat korosi.
(Affandi et al.
2020)
5. Analisa Pengaruh Kampuh Pengelasan
Smaw Pada Penyambungan Baja Karbon Rendah Dan Karbon Sedang Terhadap
Uji Ketangguhan
Hasil ini menunjukkan bahwa variasi kampuh pengelasan SMAW memengaruhi kekuatan ketangguhan las pada baja karbon rendah dan karbon sedang. Kelompok kampuh V tunggal menyerap energi paling banyak, dengan rata- rata 256 Joule dan 3,21 Joule/mm2. Kelompok
kampuh V dan tirus ganda juga mengalami patah getas. Oleh karena itu, memilih kampuh
pengelasan yang tepat sangat penting untuk memastikan ketangguhan las yang optimal pada baja karbon rendah dan karbon sedang.
Tujuan penelitian Alur las mempengaruhi ketangguhan sambungan baja karbon rendah dan karbon sedang. Energi yang diserap dan jenis patahan spesimen yang dilas dipengaruhi oleh variasi alur pengelasan (V tunggal, bevel tunggal, dan bevel ganda). Studi ini menyelidiki desain alur pengelasan terbaik dengan tujuan meningkatkan kekuatan dan ketangguhan
sambungan las.
(Siddiq et al.
2021)
6. Pengaruh Holding Time dan Variasi Media Quenching Terhadap Nilai Kekerasan Baja Karbon Rendah ST42
Pada Proses Pengkarbonan Padat Menggunakan Arang Batok Biji Pala (Myristica Fagrans)
Hasil pengujian pada baja ST 42 menunjukkan bahwa kekerasan media air rata-rata 113,5 HRB selama satu jam, 117,45 HRB selama dua
jam, dan 120,75 HRB selama tiga jam.
Tujuan Penelitian ini menyelidiki cara carburizing dapat meningkatkan sifat mekanis dan fisik baja karbon rendah ST
42. Selain itu, penelitian ini menyelidiki bagaimana waktu tahan dan media quenching memengaruhi kekerasan baja
karbon rendah ST 42.
(Kristofol Waas 2020)
7. Polaritas dan Media Pendingin Mempengaruhi Nilai Kekerasan Permukaaan
Baja Karbon Rendah
Hasilnya menunjukkan bahwa polaritas DC+
menghasilkan kekerasan yang lebih tinggi untuk semua sampel yang diuji. Nilai Water
Heating 405,92 VHN, Oil Heating 374,02 VHN dan Heating 323,38 VHN tidak
dibandingkan dengan polaritas DC.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media pendingin
dan polaritas mempengaruhi nilai kekerasan permukaan hardfacing baja
karbon rendah.
(Ferry Budhi Susetyo(1), Ahmad Kholil(2)
2019)
8. Manipulasi Sifat MEkanik Dan Struktur Mikro Pada Baja Karbon
Menengah Dengan Metode Isothermal
Annealing
Hasil uji kekerasan benda uji tanpa perlakuan dan benda uji yang diberi perlakuan pada suhu
austenitisasi 830°C menunjukkan nilai kekerasan pada benda uji tanpa perlakuan
mencapai 90,36 HRB, sedangkan nilai kekerasan pada benda uji yang diberi perlakuan
mencapai 89,88 HRB..
Tujuan dari penelitian ini untuk memanipulasi sifat mekanik dan struktur mikro pada baja karbon menengah dengan
metode isothermal annealing.
(Valianta and Hardan 2022)
9. Pengaruh Media Pendingin Kekentalan Oli Mesran SAE 40 dan
SAE 20W-50 Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Bending Baja Karbon
Rendah
Hasil penelitian ini tentang bagaimana Viskositas oli mesran pada pengelasan SMAW
berpengaruh terhadap kuat lentur baja ringan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan oli Mesran SAE 20W-50 sebagai
media pendingin pada pengelasan SMAW dapat meningkatkan kelenturan sambungan las
baja karbon rendah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh viskositas media pendingin oli Mesran terhadap kuat lentur
baja ringan pada pengelasan busur elektroda.
(Muh Thohirin1),
Wisna Ningsih1),
Ambar Pambudi1)
2022)
10. Kekerasan, Efek, dan Struktur Mikro Baja 0.074 persen Karbon Pasca Quenching
Penghangat
Hasilnya menunjukkan bahwa semua sampel lebih keras dibandingkan dengan sampel tanpa perlakuan panas. Pada uji kekerasan dan efek,
sampel dengan waktu retensi tercepat mempunyai nilai efek terkecil, dan sampel dengan waktu retensi terlama memiliki nilai efek terbesar. Berdasarkan hasil pengamatan
mikroskop optik fotomikrograf, tidak ditemukan retakan sebelum dan sesudah perlakuan panas. Studi lain menunjukkan bahwa metode sirkulasi air meningkatkan
kekerasan baja ringan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat mekanik dan struktur mikro baja ringan mempengaruhi pemanasan media pendingin pendingin dan perubahan waktu penyimpanan selama pemanasan tungku. Baja diberi perlakuan
panas pada suhu 1000°C dan disimpan antara 10 dan 30 menit. Kemudian
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan media pendingin.
(Basori 2022)
09 Desember 2023
201
11. Analisis Sifat Baja Karbon ST 37 Terhadap
Variasi Arus dan Sudut Kampuh SMAW yang
Kuat
Hasilnya menunjukkan bahwa sifat mekanik sambungan las dari berbagai jenis baja sangat dipengaruhi oleh variasi parameter sambungan
las. Karena kerusakan meningkatkan kekerasan, kegagalan getas memerlukan perawatan panas tambahan. Selain itu, nilai arus yang lebih tinggi menunjukkan nilai kuat
tarik, sementara nilai arus yang lebih rendah biasanya disebabkan oleh pembentukan cacat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data tentang kekuatan tarik, kekerasan, dan daerah posisi putus las SMAW pada material baja ST 37 yang
memiliki variasi arus yang signifikan dan sudut kampuh yang signifikan.
(Dibyo Setiawan1*,
Sutrimo2, Gugun Nugraha3, Hanni
Maksum Ardi4 2023)
12. Pengaruh Gerakan Elektroda Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Pada Baja Karbon Rendah
Struktur mikro baja karbon rendah ST 41, yang merupakan hasil utama penelitian laboratorium
ini, menunjukkan hasil patah yang menyebabkan kerapuhan dan efek posisi pengelasan terhadap kuat tarik. Nilai tarik tertinggi adalah 450,6 MPa pada titik 1G dengan pergerakan elektroda zigzag, dan 447,1
MPa pada titik 3G dengan pergerakan elektroda spiral.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gerak elektroda
mempengaruhi pengelasan SMAW, kekuatan tarik dan struktur mikro baja
ringan ST 41.
(Lesmana et al.
2023)
13. Pengaruh Pelapisan Zinc Pada Baja Karbon
Rendah Dengan Galvanisasi Panas Dip Terhadap Laju Korosi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pelapisan hot dip galvanizing dengan material
zinc dapat memperlambat laju korosi baja ST41. Laju korosi paling lambat atau paling rendah dalam penelitian ini terjadi pada variasi waktu celup 11 menit dengan nilai 0,0312 mpy.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sesuai dengan data yang didapatkan oleh peneliti dan dianalisis untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan hasil penelitian.
Tujun penelitian ini dapat disimpulkan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan zinc dengan proses hot dip galvanizing pada baja karbon rendah
terhadap laju korosi.
(Mohammad Nasihul Adlim,
Unung Lesmanah 2023)
14. Sifat Mekanik Baja Karbon dengan Elektroda
E 6013 dan Pengaruh Krom pada Sambungan
Las.
Hasil ini menjelaskan hasil penelitian tentang hubungan antara sambungan las krom dan sifat
mekanik baja karbon pada elektroda E 6013.
Penelitian menemukan bahwa menambah krom ke Kekerasan sambungan las baja karbon
rendah meningkat dan kekuatan tarik sambungan. Hasil tersebut juga menunjukkan
tegangan tarik maksimum dan elastisitas las krom. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang hasil penelitian, silakan berikan
pertanyaan atau topik yang lebih khusus.
Tujuan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan krom pada proses
Shielded Metal Arc Welding SMAW dengan kekuatan tarik yang rendah, nilai kekerasan yang rendah, dan struktur makro
sambungan baja karbon yang rendah dengan elektroda E 6013.
(Syaripuddin, Alamsyah, and Budhi Susetyo
2021)
15. Analisis Kekuatan Las Lapisan Ceramic Selama
Pengelasan Fcaw Pada Baja Karbon A36
Hasil penelitian Uji tarik dilakukan sesuai standar ASTM E8 untuk mempelajari pengaruh
arus pada spesimen baja karbon A36 berpunggung keramik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus yang berbeda mempunyai pengaruh pengelasan yang signifikan pada material baja karbon A36 berpunggung keramik. Hal ini diwakili oleh nilai kekuatan luluh dan kekuatan tarik. Nilai
kekuatan luluh tertinggi 510,2 MPa dan terendah 463,4 MPa. Nilai tarik tertinggi 597,1
MPa dan terendah 506,3 MPa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dua variabel atau
lebih berkorelasi satu sama lain dan mengevaluasi kekuatan punggung las keramik. pada pengelasan FCAW material
baja karbon A36. Penelitian bertujuan untuk memberikan hasil pengelasan sempurna yang memenuhi standar yang
dipersyaratkan.
(Rachmawan 2023)
16. Analisis Pengaruh Temperatur, Waktu, Dan
Kuat Arus Proses Elektroplating Terhadap
Kuat Tekuk Dan Kekerasan Pada Baja
Karbon Rendah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik, kekuatan lentur, dan kekerasan pelat baja
karbon yang rendah berkorelasi dengan peningkatan suhu, waktu, dan arus listrik selama proses pelapisan listrik. Bahan yang dilapisi krom dan nikel memiliki kekerasan tertinggi 100 VHN pada kuat arus 6 A, kekerasan terendah 89,33 VHN pada kuat arus
6 A, suhu 50 °C, dan waktu 5 jam.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter proses elektroplating seperti suhu, waktu, dan arus
mempengaruhi kuat tarik, kuat lentur, dan kekerasan pelat baja ringan yang dilapisi krom atau nikel. Tujuan lain dari penelitian
ini adalah untuk memberikan gambaran tentang sifat-sifat baja ringan dan dampaknya terhadap proses pelapisan listrik untuk mendukung pengembangan
industri skala kecil.
(Rasyad and Budiarto 2018)
17. Proses Karburasi Pelat Baja Karbon Rendah
MEnggunakan Nanokarbon Dan Kitosan Sebagai Coupling Agent
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memasukkan nanokarbon ke permukaan
sampel yang terbuat dari kitosan tidak menghasilkan karbon yang dibutuhkan karena karbon tidak didifusikan ke dalam permukaan baja karbon rendah dan kitosan tidak berfungsi sebagai lapisan perantara antara nanokarbon
dan baja karbon rendah.
Tujuan ini menguji kemampuan nanokarbon sebagai sumber karbon dan
kitosan sebagai pengikat dalam proses karburasi pada pelat baja karbon rendah.
Mereka juga mencoba menentukan apakah lapisan nanokarbon dengan perantara
kitosan memungkinkan penambahan elemen karbon ke dalam sampel.
(Nuhgraha 2019)
09 Desember 2023
202
18. Pengaruh Kecepatan Potong Terhadap Perubahan Temperatur Pahat Dan Keausan Pahat
Bubut Pada Proses Pembubutan Baja Karbon sedang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan putaran spindel mesin bubut sangat memengaruhi suhu pahat dan keausan pahat selama proses pembubutan baja karbon sedang.
Semakin tinggi kecepatan putaran spindel, semakin tinggi suhu yang dihasilkan pada pahat bubut, dan kecepatan putaran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan pahat aus lebih cepat. Akibatnya, rekomendasi untuk
kecepatan putaran spindel harus dibuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kecepatan putaran spindel mesin bubut memengaruhi perubahan suhu
pahat dan keausan pahat selama proses pembubutan baja karbon sedang. Selain itu, penelitian ini akan mengusulkan kecepatan
putaran spindel yang ideal untuk mengurangi keausan pahat selama proses
pembubutan baja karbon sedang.
(Angga Zeptiawan Sastal1, Yuspian Gunawan2 2018)
19. Analisis Korosi Retak Tegangan pada Pipa Baja
Karbon dalam Larutan Asam dan Sweet Gas
Hasil mikrostruktur menunjukkan fasa ferrit dan pearlite dalam material S40C sebelum proses pengobatan panas. Menurut penelitian,
ukuran butir seragam, dengan pearlit yang paling umum. Pearlit, dengan area putih di fase
ferit dan area hitam di pearlit, lebih keras daripada ferit.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengobatan panas dengan metode quenching-tempering berdampak
pada kekerasan baja karbon S40C pada dies progresif, serta untuk mengurangi pergantian kunci bagian yang singkat pada
dies progresif.
(Syafei et al.
2018)
20. Investigasi Pengaruh Heat Treatment Terhadap
Kekerasan Baja Karbon S40C Pada Progressive
Dies
Studi tersebut menunjukkan bahwa pengobatan panas dengan tempurung dapat meningkatkan
kekerasan baja S40C sambil mengurangi pergantian kunci bagian pendek pada dies yang
berkembang. Pengujian mikrostruktur menunjukkan bahwa sebelum proses heat treatment, material S40C memiliki fasa pearlite
dan ferrit; setelah proses heat treatment, fasanya berubah menjadi ferrit, austenit, martensit, dan pearlit. Austenit juga dapat diubah menjadi martensit yang lebih keras melalui proses quenching-tempering. Studi ini menggunakan suhu pemanasan antara 200 dan 300 derajat Celcius; temuan menunjukkan
bahwa suhu pemanasan yang lebih tinggi menunjukkan kestabilan fasa martensit yang
lebih rendah.
Bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengobatan panas dengan metode quenching-tempering berdampak pada kekerasan baja karbon S40C pada dies progresif. Selain itu, penelitian ini juga mencoba mengetahui apakah proses pengobatan panas dapat meningkatkan kekerasan dan keuletan material baja S40C
sambil mengurangi jumlah penguncian kunci bagian pendek yang diperlukan pada
dies progresif. Diharapkan penelitian ini akan membantu industri manufaktur meningkatkan kualitas dan efisiensi
produksi.
(Afiana, Chamim, and
Nurhidayat 2022)
HASIL DAN PEMBAHASAN Dari beberapa jurnal yang telah didapat, studi riview jurnal tentang penelitian varian baja karbon
menghasilkan data-data, Informasi dan teknik yang sangat berbeda untuk setiap varian baja karbon.
KESIMPULAN
Paduan besi (Fe), karbon (C), silikon (Si), mangan (Mn), pospor (P), dan sulfur (S) adalah jenis logam yang sering digunakan yang dikenal sebagai baja karbon.. Riview ini dilakukan untuk mengetahui semua tentang apa saja penelitian-penelitian tentang baja karbon.
Berdasarkan hasil dari riview yang kami lakukan, bahwa baja karbon banyak dilakukan penelitian mengenai analisis, kekuatan, struktur, dan laju korosi baja karbon dan masih banyak lagi pembahasan mengenai baja karbon.
DAFTAR PUSTAKA
[1] "Investigasi Laju Korosi Atmosferik Baja Karbon Rendah Profil Segiempat Di Kawasan Industri Medan", Jurnal Teknologika 10 (1): 1–4, 2020, oleh Affandi, Iqbal Tanjung, Arya Rudi Nasution, Syarizal Fonna, dan Syaiful
Huzni. Sumber:
https://www.jurnal.wastukancana.ac.i d/index.php/teknologika/article/view/
31/22.
[2] Afiana, Nurul, Moch Chamim, and Akhlis Rahman Sari Nurhidayat.
2022. “INVESTIGASI PENGARUH
HEAT TREATMENT TERHADAP
KEKERASAN BAJA KARBON
09 Desember 2023
203 S40C PADA PROGRESSIVE DIES.”
Jurnal Foundry 5 (1): 19–24.
http://www.e-
journal.polmanceper.ac.id/index.php/
Foundry/article/view/47.
[3] Angga Zeptiawan Sastal, Yuspian Gunawan, dan Budiman Sudia melakukan penelitian. "PENGARUH
KECEPATAN POTONG
TERHADAP PERUBAHAN
TEMPERATUR PAHAT DAN KEAUSAN PAHAT BUBUT PADA PROSES PEMBUBUTAN BAJA KARBON SEDANG", Enthalpy 3 (1): 1–11, diakses di http://karyailmiah.uho.ac.id/karya_il miah/Yuspian/15.PENGARUH_KEC EPATAN_POTONG.
[4] Basori, Agung Iswandi. 2022.
“Fenomena Kekerasan, Efek, dan Struktur Mikro Baja 0.074 Wt.%
Karbon Pasca Pemanasan Penghangat Kekerasan,” 7: 35–41.
[5] Devi, Andi, and Sri Anjani. 2023.
“Pengaruh Inhibitor Alami Dari Biji Nangka Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Tinggi” 10: 1–15.
https://doi.org/10.24252/jft.v10i1.285 48.
[6] Kristofol Waas, Victor Danny Waas.
2020. “PENGARUH HOLDING TIME DAN VARIASI MEDIA QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN BAJA KARBON RENDAH ST 42 PADA PROSES
PENGKARBONAN PADAT
MENGGUNAKAN ARANG
BATOK BIJI PALA (MYRISTICA FAGRANS).” Jurnal Simetrik 10 (1):
269–78.
https://doi.org/10.31959/js.v10i1.361.
[7] Lesmana, Benny, Yusuf Rizal Fauzi, Ryan Dinata, and Robby Cahyadi.
2023. “Pengaruh Gerakan Elektroda
Pada Pengelasan Smaw Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Pada Baja Karbon Rendah.” Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, Dan Otomotif 1 (2): 54–60.
https://jurnal.poliwangi.ac.id/index.p hp/jinggo/article/view/54/48.
[8] Mohammad Nasihul Adlim, Unung Lesmanah, Mochammad Basjir. 2023.
Pelapisan zinc pada baja karbon mengurangi tingkat korosi. Jurnal Teknik Mesin 18: 70–76.
https://jim.unisma.ac.id/index.php/jts /article/view/19784/14733.
[9] Muh Thohirin1), Wisna Ningsih1), Ambar Pambudi1), Ahmad Junaidi.
2022. DAMPAK MEDIA
PENGELASAN KEKENTALAN OLI MESRAN SAE 20, SAE 40, DAN SAE 20W-50 PADA
PENGELASAN SMAW
TERHADAP KEKUATAN
BENDING BAJA KARBON
RENDAH.
[10] Nuhgraha, Y A. 2019. “Proses Karburasi Pelat Baja Karbon Rendah Menggunakan Nanokarbon Dan Kitosan Sebagai Coupling Agent.”
Jurnal TEDC, 1–5.
http://ejournal.poltektedc.ac.id/index.
php/tedc/article/download/234/179.
[11] Prayogi, Agung, and Suhardiman.
2019. “Analisa Pengaruh Variasi Media Pendingin Pada Perlakuan Panas Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro Baja Karbon Rendah ( Effect of Cooling Media Variations on Heat Treatment on Hardness and Micro Carbon Structure of Low Carbon Steel ).” Jurnal Polimesin 17 (2): 29–36. http://e- jurnal.pnl.ac.id/polimesin/article/vie w/1024/1129.
[12] Rachmawan, Muhammad Alfi. 2023.
09 Desember 2023
204
“ Kekuatan Las Backing Ceramic Mempengaruhi Material Baja Karbon A36 Selama Pengelasan Fcaw (2).
[13] Rasyad, Abdul, and Budiarto Budiarto. 2018. “Analisis Pengaruh Temperatur, Waktu, Dan Kuat Arus Proses Elektroplating Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk Dan Kekerasan Pada Baja Karbon Rendah.” Jurnal Rekayasa Mesin 9
(3): 173–82.
https://doi.org/10.21776/ub.jrm.2018.
009.03.4.
[14] Rizki, Muhammad Aulia, Muhammad Razi, Mahasiswa Prodi, Sarjana Terapan, Teknologi Rekayasa, Dosen Jurusan, Teknik Mesin, and Politeknik Negeri. 2022. “Pengaruh Proses Pack Carburizing Dengan Variasi Temparatur Dan Karbon Aktif Terhadap Kekerasan Permukaan Baja Aisi 1020” 6 (2): 63–67.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30 811/jmst.v6i2.3323.
[15] Sari, Yunita, and Akmal Nashrullah.
2021. “KEKERASAN DAN KETAHANAN KOROSI LAPISAN KERAS DI ATAS PERMUKAAN BAJA KARBON.” Jurnal Konversi Energi Dan Manufaktur 7: 1–7.
https://doi.org/https://doi.org/10.2100 9/JKEM.7.1.1.
[16] Siddiq, Muhammad, Nurdin Nurdin, Ismi Amalia, and Al Fathier. 2021.
“Analisa Pengaruh Kampuh
Pengelasan Smaw Pada Penyambungan Baja Karbon Rendah Dan Karbon Sedang Terhadap Uji Ketangguhan.” Jurnal Mesin Sains
Terapan 5 (1): 31.
https://doi.org/10.30811/jmst.v5i1.21 41.
[17] Syafei, Nendi Suhendi, Darmawan Hidayat, Bernard Y. Tumbelaka, and Liu Kin Men. 2018. “Analisis Korosi Retak Tegangan Pada Pipa Baja Karbon Dalam Larutan Asam Dan Sweet Gas.” Jurnal Teknologi Rekayasa 3 (1): 137.
https://doi.org/10.31544/jtera.v3.i1.2 018.137-144.
[18] Syaripuddin, Setyo Firman Alamsyah, and Ferry Budhi Susetyo.
2021. "Pengaruh Krom Pada Sambungan Las Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon Dengan Elektroda E 6013". Jurnal Asiimetrik:
Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi 3 (1): 9–16.
[19] Valianta, Sasut Analar, and Su Hardan. 2022. “MANIPULASI
SIFAT MEKANIK DAN
STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON MENENGAH DENGAN
METODE ISOTHERMAL
ANNEALING.” Jurnal Desiminasi
Teknologi 10 (2).
https://doi.org/10.52333/destek.v10i2
.941.