ANALISIS TARI SERAMPANG DUA BELAS DENGAN MENGGUNAKAN MULTI TAGGING (SISTEM REGISTER JAMAK)
OLEH :
GRACE BANJARNAHOR 220903048
ASISTEN PENDATA OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN
Sumber : https://medan.kompas.com/read/2022/08/25/144701878/tari-serampang-dua-belas-gerakan-pola-lantai-properti-iringan-dan-maknanya?
page=all#google_vignette
Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal akan keberagaman suku bangsa serta budayanya. Salah satu suku bangsa yang terdapat di Sumatera Utara yaitu Suku Melayu Deli. Sebagai suku asli di Sumatera Utara, sebagian besar penduduk Suku Melayu Deli tinggal di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang (Manesah & Suryanto, 2022). Sauti, seorang seniman terkenal yang menciptakan "Sembilan Bagian Tari Tradisional Melayu", menciptakan tarian etnis Melayu Deli (Hamdani, 2020).
Tari Serampang Dua Belas mengisahkan proses membangun cinta suci pasangan pemuda-pemudi sejak pandangan pertama yang diakhiri dengan akad nikah dan peresmian perkawinan, persetujuan orang tua dan keluarga (Sinar 2011:86). Dari setiap rangkaian gerak tari menunjukkan falsafah, nilai, dan norma dari Suku Melayu mrnujukkan bagaimana hubungan
antara dua remaja yang saling jatuh cinta. Salah satu tarian Melayu dari Sumatra Timur berentak cepat, dengan kecepatan dua kali lipat dari musik pengiring Pulau Dua, juga menunjukkan hasrat remaja yang menggebu-gebu.
Tarian Serampang Dua Belas memiliki 139 pesan moral kepada generasi muda Melayu, bahkan bagi Bangsa Indonesia mengenai cara atau etika mencari jodoh dan penghargaan kepada restu orang tua, etika dalam berteman dan hidup berdampingan dengan keluarga besar. Nilai- nilai luhur budaya sebagai salah satu cerminan dan identitas daerah Sumatera Utara.
Pembentukan identitas sosial ini menjadikan seni dan budaya sebagai tanda bahwa kebudayaan dari sebuah suku bangsa yang maju akan terus dipelihara dan berkembang sesuai dengan jaman tanpa menghilangkan jadi diri atau unsur asli dari seni tersebut atau pemiliknya.
Untuk pola lantai pada tari serampang XII, pola yang digunakan adalah pola horizontal, di mana para penari yang berpasangan saling berhadapan dalam melakukan gerakan. Dalam tarian serampang XII, juga memakai properti yaitu memakai kostum busana adat melayu khas wilayah pesisir pantai timur Pulau Sumatera. Penari pria memakai kemeja dan celana panjang yang dilengkapi dengan memakai peci dan kain pinggang sepanjang lutut. Penari wanita memakai baju melayu lengan panjang serta rok panjang hingga mata kaki yang dilengkapi hiasan bunga di kepala dan kain yang menutupi pinggang. Keduanya juga membawa properti tari berupa sapu tangan yang digunakan untuk melengkapi gerak tari. Biasanya iringan tari serampang XII memakai alat-alat musik seperti akordeon, kecapi dan rebana. Namun saat ini iringan tari berkembang seiring berkembangnya zaman tidak selalu menghadirkan para pemain musik pengiring, namun diganti menggunakan musik dari youtube lalu dihubungkan ke speaker ataupun dalam bentuk elektronik lainnya.
Dari gambar diatas kita dapat melihat bagaimana Tari Serampang Dua Belas dilakukan.
Kita bisa melihat tarian tersebut dilakukan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan.
Berikut adalah makna gerakan Tari Serampang Dua Belas:
1. Gerak Tari Permulaan: Menggambarkan pertemuan pertama antara pria dan wanita.
2. Gerak Tari Berjalan: Menunjukkan tumbuhnya rasa cinta namun masih ada keraguan.
3. Gerak Tari Pusing: Mencerminkan perasaan cinta yang membuncah.
4. Gerak Tari Gila: Menggambarkan mabuk cinta.
5. Gerak Tari Sipat: Menunjukkan respon positif dari wanita terhadap pria.
6. Gerak Tari Goncat-goncet: Menandakan bahwa pria telah menerima sinyal dari wanita.
7. Gerak Tari Sebelah Kaki: Menyiratkan kepastian perasaan antara keduanya.
8. Gerak Tari Langkah Tiga: Menggambarkan keputusan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
9. Gerak Tari Melonjak: Simbol menunggu restu dari orang tua.
10. Gerak Tari Datang Mendatangi: Menyiratkan proses pinangan.
11. Gerak Tari Rupa: Menggambarkan pengantaran mempelai ke pelaminan.
12. Gerak Tari Sapu Tangan: Simbol penyatuan kedua pasangan dalam pernikahan
Tari Serampang Dua Belas termasuk salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada November 2014. Objek pemajuan kebudayaan di Indonesia merujuk pada elemen-elemen budaya yang menjadi fokus dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, terdapat sepuluh objek yang diakui, yaitu:
1. Tradisi Lisan: Tuturan yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk cerita rakyat, dongeng, dan pantun.
2. Manuskrip: Naskah yang memiliki nilai budaya dan sejarah, seperti serat dan babad.
3. Adat Istiadat: Kebiasaan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
4. Ritus: Upacara atau kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan nilai tertentu, seperti perayaan kelahiran atau perkawinan.
5. Pengetahuan Tradisional: Ide dan gagasan masyarakat yang berakar dari pengalaman interaksi dengan lingkungan.
6. Teknologi Tradisional: Sarana dan keterampilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti alat pertanian.
7. Seni: Ekspresi artistik dalam berbagai bentuk, termasuk seni pertunjukan dan seni rupa.
8. Bahasa: Sarana komunikasi yang mencakup bahasa lisan, tulisan, dan isyarat.
9. Permainan Rakyat: Permainan tradisional yang bertujuan untuk hiburan, seperti kelereng dan congklak.
10. Olahraga Tradisional: Aktivitas fisik yang diwariskan secara turun-temurun, seperti bela diri dan permainan lokal
Oleh karena itu, pada tari Serampang Dua Belas akan dibuat ke dalam sistem register jamak (multitagging). Sistem multitagging, atau sistem register jamak, adalah pendekatan dalam penggolongan unsur-unsur kebudayaan yang memungkinkan satu unsur untuk dikategorikan dalam lebih dari satu jenis objek pemajuan kebudayaan. Sistem ini diadopsi dalam konteks pemajuan kebudayaan di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Serampang Dua Belas merupakan :
1. Bagian dari adat istiadat, karena sudah menjadi kebiasaan pada masyarakat Suku Melayu dan memiliki nilai-nilai moral seperti nilai kesopanan dan nilai estetis. Tari Serampang Dua Belas juga sudah diwariskan secara turun-temurun.
2. Bagian dari seni, karena aktivitas yang dilakukan adalah menggerakkan tubuh secara dinamis dan mengandung dimensi artistik. Tari Serampang Dua Belas sering ditampilkan pada acara-acara penting, oleh karena itu Tari Serampang Dua Belas menjadi seni pertunjukan.
3. Bagian dari ritus, karena Tari Serampang Dua Belas sering ditampilkan pada upacara pernikahan maupun upacara penyambutan kehormatan.
4. Bagian dari pengetahuan tradisional, karena tarian ini diciptakan oleh seorang seniman bernama Sauti. Awalnya, tarian ini bernama tari Pulau Sari yang diciptakan oleh seorang seniman bernama Sauti. Nama tersebut diberikan lantaran lagu yang dipakai sebagai pengiring tarian berjudul "Pulau Sari". Sauti terus memperkenalkan tari Pulau Sari kepada murid-muridnya. Akhirnya, di tahun 1950-1960-an, nama itu diubah menjadi tari Serampang Dua Belas dan sampai sekarang tarian Serampang Dua Belas terus diwariskan dari generasi ke generasi.
KESIMPULAN
Dengan sistem multitagging, Tari Serampang Dua Belas tidak hanya dilihat sebagai seni pertunjukan saja melainkan dapat menjadi bagian dari adat istiadat, ritus dan pengetahuan
tradisional. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan dengan sistem multitagging, tidak hanya Tari Serampang Dua Belas saja yang dapat dikategorikan kedalam beberapa objek pemajuan kebudayaan melainkan seluruh Warisan Budaya Tak Benda maupun Warisan Budaya Benda dapat dikelompokkan atau digolongkan ke dalam setiap objek pemajuan kebudayaan.