• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang Sumatera Utara

N/A
N/A
nurul khairiyah

Academic year: 2023

Membagikan "Belajar tentang Sumatera Utara"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Luas wilayah Sumatera Utara mencapai 18.298.123 ha (182.981,23 km2) yang terdiri dari luas daratan 7.298.123 km2 dan luas lautan 11.000.000 km2. Luas daratan Sumut sekitar 3,82 persen dari luas Indonesia dengan jumlah pulau sebanyak 206. Berdasarkan kondisi letak dan kondisi alam, Sumatera Utara dibagi dalam 3 kelompok kawasan yaitu Pantai Barat, Dataran Tinggi dan Pantai Timur. Wilayah timur relatif datar, bagian tengah bergelombang dan berbukit sedangkan bagian barat merupakan dataran bergelombang. Terdapat Danau Toba yang luasnya mencapai 112.920 ha atau 1,57 persen dari total luas wilayah Sumut. Kabupaten yang memiliki ketinggian paling tinggi di atas permukaan laut adalah Kab. Toba Samosir yakni sekitar 900-2.000 meter di atas permukaan laut (MDPL). Provinsi Sumatera Utara termasuk daerah beriklim tropis.

(2)

Tari Serampang XII

Tari Serampang XII adalah salah satu tari tradisional Sumatra Utara yang menitikberatkan pada perpaduan gerak Melayu Deli dengan dua belas macam gerakan yang dimiliki.

Pencipta tari Serampang XII ialah Guru Sauti. Beliau lahir pada tahun 1903 di Pantai Cermin, Sumatera Timur, lokasi kini berada di Pesisir Timur Provinsi Sumatra Utara dan masuk dalam wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Ayah serta Ibu Guru Sauti bernama Tateh dan Asmah.

Sebelum dikenal dengan nama Tari Serampang XII, dahulunya tarian ini dikenal dengan Tari Pulau Sari.

Pada mulanya, tarian tradisional ini diiringi musik yang berjudul Pulau Sari. Sehingga, penamaan awal tarian mengikuti judul lagu yakni tari Pulau Sari. Selanjutnya, nama Pulau Sari kurang begitu tepat karena tarian ini

(3)

bertempo cepat. Biasanya, nama tarian yang diawali kata “pulau” bertempo rumba, seperti tari Pulau Kampai dan tari Pulau Putri. Dengan demikian, Tari Pulau Sari lebih tepat dinamakan dengan Tari Serampang XII. Pengubahan nama ini terjadi antara tahun 1950 dan 1960. Nama dua belas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang.

Dalam tari tradisional Serampang XII para penari memakai kostum busana adat melayu pesisir pantai timur Sumatra. Seperti penari pria yang memakai kemeja dan celana panjang, memakai peci dan kain pinggang sepanjang hingga lututnya. Sedangkan penari wanita memakai kemeja lengan panjang dan kain yang menutupi pinggang hingga mata kaki. Warna kostum busana para penari mengandung unsur bewarna cerah seperti merah, biru muda, pink.

Musik pengiring untuk tari Serampang XII memakai alat-alat musik seperti akordeon, kecapi dan rebana.

Seiring dengan perkembangan zaman, musik pengiring tari tradisional bertambah seperti orgen, piano hingga bisa digantikan berupa rekaman suara agar lebih praktis.

Zafran Ibrahim Al-Qohirie

IV ABS

Referensi

Dokumen terkait

Demam Tari Kejang dimanfaatkan untuk mendongkrak Tari Tradisional Jaipongan (dari Jawa Barat) dengan meng- olaborasi kannya menjadi "Tari Brikpong". Gerakan

Persembahan ini terdiri dari kombinasi 3 lagu rampai tradisional iaitu lagu melayu asli Damak, Selendang Mak Inang dan Joget Pokok Pisang yang mempamerkan gerak geri tari melayu yang

Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran seni tari melayu tradisional dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil

Pokok-pokok Adat Istiadat Dalam Perkawinan Melayu Medan: Penerbit Yayasan Karya Budaya Nasional.. Butir butir sejarah suku Melayu pesisir Sumatra Timur

Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran seni tari melayu tradisional dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil

Ragam gerak maupun Pola lantai diatas merupakan gerakan yang terdapat dalam Pertunjukan Tari Persembahan Lembaga Adat Melayu di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau

dilengkapi dengan kopiah, kain samping yang terbuat dari kain tenunan

Revolusi Sosial Sumatera Timur adalah gerakan sosial di Sumatra Timur oleh rakyat terhadap penguasa kesultanan Melayu yang mencapai puncaknya pada bulan Maret 1946.. Revolusi ini