• Tidak ada hasil yang ditemukan

i OPTIMALISASI MANAJEMEN MASJID PADA MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA MATARAM SEBAGAI LEMBAGA DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "i OPTIMALISASI MANAJEMEN MASJID PADA MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA MATARAM SEBAGAI LEMBAGA DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM TESIS"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

OPTIMALISASI MANAJEMEN MASJID

PADA MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA MATARAM SEBAGAI LEMBAGA DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM

TESIS

Oleh : M. TAHIR NIM: 180403023

PROGRAM STUDI MAHASISWA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2022

(2)

OPTIMALISASI MANAJEMEN MASJID

PADA MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA MATARAM SEBAGAI LEMBAGA DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM

TESIS

Pembimbing,

Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag. /Pembimbing I Dr. Jumarim, M.HI. /Pembimbing II

OLEH:

M. TAHIR NIM : 180403023

Tesis ini Diajukan Untuk Memenuhi sebagai persyaratan untuk mendapat gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam (M.Pd)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2022

(3)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Tesis Oleh: M.Tahir, NIM: 180403023 Optimalisasi Manajemen Masjid Pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram Sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam, telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.

Disetujui Pada Tanggal:...

Pembimbing I, Pembimbing II,

Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag. Dr. Jumarim, M.HI.

NIP:197712262005011004 NIP:197612312005501006

(4)

NOTA DINAS PEMBIMBING

Kepada Yth.

Direktur Pascasarjana UIN Mataram di-

Mataram

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi terhadap penulis dengan judul:

“Optimalisasi Manajemen Masjid Pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam” yang ditulis oleh saudara M.

Tahir. NIM:180403023, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascasarjana UIN Mataram.

Saya berpendapat bahwa tesis tersebut sudah dapat diajukan ke dalam sidang ujian tesis.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Mataram, 2022

Pembimbing I,

Prof. Dr .H. Adi Fadli. M.Ag . NIP:197712262005011004

(5)

NOTA DINAS PEMBIMBING

Kepada Yth.

Direktur Pascasarjana UIN Mataram di-

Mataram

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi terhadap penulis dengan judul:

“Optimalisasi Manajemen Masjid Pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam” yang ditulis oleh saudara M.

Tahir. NIM:180403023, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascasarjana UIN Mataram.

Saya berpendapat bahwa tesis tersebut sudah dapat diajukan ke dalam sidang ujian tesis.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Mataram, 2022

Pembimbing II,

Dr. Jumarim, M.HI.

NIP:197612312005501006

(6)
(7)

SERTIFIKAT

(8)

ABSTRAK

OPTIMALISASI MANAJEMEN MASJID PADA MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA MATARAM SEBAGAI LEMBAGA DAKWAH

DAN PENDIDIKAN ISLAM

M. Tahir NIM: 180403023

Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram merupakan Masjid yang memiliki peran multifungsi. Hal ini dapat dilihat dari peran Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai pusat ibadah, dakwah, dan juga pendidikan. Sebagai pusat ibadah Masjid ini terbuka bagi warga sekitar dan umum untuk Sholat Wajib, Sholah Sunnah maupun I‟tikaf. Adapun perannya sebagai pusat dakwah, Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram dipusatkan sebagai tempat kajian rutin yang dilaksanakan setiap ba‟da Sholat Subuh dan Ba‟da Sholat Maghrib. Sementara perannya sebagai pusat pendidikan formal dan non formal diwujudkan dengan didirikannya Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dan Taman Pendidikan Al Qur‟an (TPA). Selain itu Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram juga menjadi pusat kegiatan sosial seperti pembagian sembako gratis, membagikan daging Qurban, serta menyediakan buka puasa gratis di Bulan Ramadhan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menjadikan pegurus Masjid sebagai sumber utama yang data-datanya digali mengginakan metode Observasi, wawancara dan dokumentasi. Penggalian data erat dengan rumusan masalah penelitian yaitu (1) Bagaimana peran Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata sebagai pusat dakwah dan Pendidikan Islam, (2) Bagaimana manajemen Masjid pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai pusat dakwah dan Pendidikan Islam.

Penelitian ini menemukan bahwa Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram masih tetap berperan sebagai Masjid multifungsi yakni sebagai pusat peribadatan, pusat dakwah dan kajian pusat Pendidikan formal dan non formal serta berkembang menjadi pusat kegiatan bakti sosial lainnya. Optimalisasi keseluruhan peran masjid dilaksanakan dengan mengoptimalkan keseluruhan fungsi manajemen mencakup planning atau perencanaan, actuating atau pelaksanaan, organizing atau pengorganisiasian dan controlling atau evaluasi

Kata Kunci : Manajemen Masjid, Lembaga Dakwah, Pendidikan Islam

(9)

ABSTRACT

OPTIMIZING THE MANAGEMENT OF AISYAH ISLAMIC CENTER AL- HUNAFA LAWATA MATARAM MOSQUE AS AN ISLAMIC DA’WAH AND

EDUCATION INSTITUTION

M. TAHIR ID: 180403023

The mosque of Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram has a multifunctional role, such as a center of worship, da'wah, and education. As a worship center, it is open to local residents and the public for both obligatory and recommended prayers and i'tikaf. Also, it is a da'wah center where it is used for routine studies carried out after dawn and dusk prayers. Additionally, its role as a center for formal and non-formal education was accomplished through the establishment of the Religious High School (MAK) and the Qur'an Education Park (TPA). In addition, this place is a center of social activities like the distribution of nine main food and qurban meat as well as providing free iftar in Ramadan.

This study is qualitative where the mosque administrators are the main data sources gathered using observation, interviews, and documentation. Data mining is closely related to the formulation of research problems which is how the role and management of the mosque as a center of da'wah and education.

The study found that the mosque remains a multifunctional place as a center of worship, da'wah, and formal and non-formal education and has developed as social service activities. The overall optimization of the mosque‟s role is carried out by optimizing all management functions including planning, actuating or implementing, organizing, and evaluating as well.

Keywords: Management of Mosque, Da'wah Institutions, Islamic Education

(10)

ةيملاسالإ ةيبرتلاو ةوعدلا ةسسؤمك مارثام اثاولا ءافنحلا دجسم ةيملاسالإ زكرم يف دجاسلما ةرادإ نيسحث

رهاط محمد

:ليجستلا مقر 320301081

صلختسم ثحبلا

للاخ ًم كلذ تظحلام ًكمٍو .فئاظىلا ددعخم زود هل دجسم ىه ماسجام اجاولا ءافىحلا دجسم تُملاسالإ صكسم

د ss دجسلما اره ،ةدابعلل صكسمك .مُلعخلا كلركو ةىعدلاو ةدابعلل صكسمك ماسجام اجاولا ءافىحلا دجسم تُملاسالإ صكسم زو

سفلا ةلاصلل زىهمجلاو نيُلحلما ناكسلل حىخفم صكسم نإف ،ةىعدلا صكسمك هزود ًع امأ .فاكخعالاو تىسلا ةلاصو تُض

.بسغلما ةلاصو حبصلا ةلاص دعب لك يف مخج يتلا تُيُجوسلا تسازدلل ناكمك صكسمخً ماسجام اجاولا ءافىحلا دجسم تُملاسالإ

ُلاعلا تسزدم ءاشوإ للاخ ًم ققحج دق يمسسلا ريغو يمسسلا مُلعخلا صكسمك هزود نأ نيح يف ( تُيًدلا ت

KAM تقًدحو )

( نآسقلا مُلعح APA

تطشولأل اصكسم اضًأ ماسجام اجاولا ءافىحلا دجسم تُملاسالإ صكسم دعٌ ،كلذ ىلإ تفاضلإاب .)

.ناضمز يف يواجلما زاطفالإ مًدقجو ،يحاضالأ مىحل عَشىجو ،تُهاجلما تُئارغلا داىلما عَشىج لثم تُعامخحالا اُعىه اجهىم ثحبلا اره مدخخسٌ

هجاهاُب جاسخخسا مخً يرلا ي سِئسلا زدصلما دحاسلما سًدم لعح للاخ ًم

قُثىخلاو تلباقلماو تظحلالما تقٍسط مادخخساب ثحبلا تلكشمب اقُثو اطابجزا ثاهاُبلا ًع بُقىخلا طخبسً .

(يهو ، 1 تُفُك )

( ،تُملاسالإ تُبرتلاو ةىعدلل صكسمك اجاولا ءافىحلا دجسم تُملاسالإ صكسم زود 2

فُك ) تُملاسالإ صكسم يف دحاسلما ةزادإ تُ

.تُملاسالإ تُبرتلاو ةىعدلا صكسمك ماسجام اجاولا ءافىحلا دجسم يأ ،فئاظىلا ددعخم دجسمك ازود مودً ماسجام اجاولا ءافىحلا دجسم تُملاسالإ صكسم نأ ثحبلا اره دحو

و ،ةىعدلا صكسمو ،ةدابعلا صكسمك مسسلا ريغ وأ يمسسلا مُلعخلا تسازد صكسم

ي تمدخلا تطشولأ اصكسم حبصُل زىطجو .

،طُطخخلا كلذ يف امب تماعلا ةزادالإ تفُظو نيسحج للاخ ًم دجسملل زودالأ عُمح نيسحج مج .يسخالأ تُعامخحالا

.مُُقخلا وأ ،مُظىخلاوأ ،رُفىخلاوأ

تاملكلا

.ةيملاسالإ ةيبرتلا ،ةوعدلاةسسؤلما ،دجاسلما ةرادإ :ةيحاتفلما

(11)

Motto

ٌَْى َٗ َحبَم َّضىا َٚتآ َٗ َح َلََّصىا ًَبَقَأ َٗ ِش ِخ ْٟا ًِ َْْ٘ٞىا َٗ ِ َّللَّبِث ٍََِآ ٍَِْ ِ َّاللَّ َذ ِجبَسٍَ ُشَُْؼَٝ بَََِّّإ َِِٝذَتَُْْٖىا ٍَِِ اُُّ٘٘نَٝ َُأ َلِئَٰىُٗأ َٰٚسَؼَف ۖ َ َّاللَّ َّلَِّإ َصْخَٝ

“Sesungguhnya yang memakmurkan Masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan Sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk

orang-orang yang mendapat petunjuk.1”

(QS. At- Taubah: 18)

1 Departemen Agama RI Al Qur’an Al-Karim dan Terjemahan Edisi Keluarga (Surabaya, PT Halim Publishing

& Distributing, 2013)

(12)

PERSEMBAHAN

Karya Tulis ini kupersembahkan untuk:

Kedua Orang Tua ku (H. Akarim dan Hj. Hadijah)

Yang tidak pernah lelah mendukung dan mendo’akanku serta selalu mencurahkan kasih sayangnya.Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan dan keberkahan untuk Keduanya..Aamiin

Istriku tercinta (Lisa Harsyiah, S.Pd. M.Si)

Terima kasih tak terhingga atas do’a serta motivasi yang selalu dipanjatkan untuk ku sehingga bisa berada di titik ini serta berhasil meraih gelar Magister Pendidikan di UIN Mataram. You’re the best Beiby

Teman-teman Magister Pendidikan Islam UIN Mataram angkatan 2018

Terima kasih atas persaudaraan, solidaritas, dan gelak tawa selama masa perkuliahan.

Untuk almamaterku Magister Pendidikan Islam UIN Mataram Sukses dan Jaya selalu untuk Almamaterku!!!

(13)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil‟ alamiin, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas izin dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tesis dengan Judul:

”Optimalisasi Manajemen Masjid Pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam” sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Magister Pendidikan Islam pada Program Pascasarjana UniversitasIslam Negeri Mataram. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW yang menjadi suri tauladan bagi umat Islam.

Penulisan Tesis ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karenanya, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag. selaku pembimbing I, yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan arahan, bimbingan, motivasi dan dukungan dengan penuh kesabaran dalam penyusunan Tesis ini.

2. Bapak Dr. Jumarim, M.HI. selaku pembimbing II, yang senantiasa memberikan bimbingan, masukan dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan Tesis ini.

3. Dr. Muhammad Thohri, M.Pd. dan Dr. Yudin Citradin, M.Pd. sebagai Ketua dan Sekretaris Prodi MPI Program Magister Pascasarjana UIN Mataram

(14)

PEDOMAN TRANSLITERASI

b = ة t = د ts = ث j = ج h = ح kh = ر d = د dh = ر r = س

z = ص s = ط sh = ش s = ظ d = ض t = ط dz = ظ ع = „ gh = ؽ

f = ف q = ق k = ك l = ه m = ً n = ُ h = ٓ w = ٗ y = ٛ

Short : a = ´ ; I =

ِِ

; u =

ُِ

Long : ã = آ ; ĩ = ي ; ū = و Diphthong : ay = ي ا ; aw = و أ

(15)

DAFTAR ISI

COVER... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING I... iv

NOTA DINAS PEMBIMBING II ... v

PENGESAHAN PENGUJI ... vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vii

SERTIFIKAT ... viii

ABSTRAK ... ix

MOTTO... xii

PERSEMBAHAN ... xiii

KATA PENGANTAR ... xiv

PEDOMAN TRANSLITERASI ... xv

DAFTAR ISI... xvi

DAFTAR TABEL ... xviii

DAFTAR GAMBAR ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian... 5

D. Ruang Lingkup dan Setting penelitian ... 6

E. Penelitian terdahulu yang Relevan ... 6

F. Kerangka Teori ... 11

G. Metode Penelitian ... 35

H. Sistematika Pembahasan ... 42

BAB II MULTI FUNGSI MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA ... 43

A. Profil Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata... 43

1. Sejarah Berdirinya Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata dan Lembaga Pendidikannya... 43

(16)

2. Sarana dan Prasarana Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata 48

B. Peran Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata ... 50

1. Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Sebagai Pusat Ibadah ... 50

2. Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Sebagai Pusat Dakwah ... 53

3. Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Sebagai Pusat Pendidikan ... 55

C. Peran Para Pihak dalam Mewujudkan Multifungsi Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata ... 57

BAB III MANAJEMEN MASJID AISYAH ISLAMIC CENTER AL-HUNAFA LAWATA DALAM MULTIFUNGSI ... 59

A. Kelembagaan Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata dalam Menjalankan Multifungsinya ... 59

B. Manajemen Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata dalam Menjalankan Multifungsinya ... 62

a. Planning ... 62

b. Organizing ... 64

c. Actuating... 67

d. Controlling ... 71

BAB IV PENUTUP... 75

A. Kesimpulan ... 75

B. Implikasi Teoritik ... 76

C. Saran... 77

DAFTAR PUSTAKA ... 78

LAMPIRAN ... 80

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 89

(17)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 ... 49 Tabel 3.1 ... 66

(18)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 ... 46

Gambar 2.2 ... 47

Gambar 2.3 ... 48

Gambar 3.1 ... 60

Gambar 3.2 ... 68

Gambar 3.3 ... 69

Gambar 3.4 ... 70

Gambar 3.5 ... 71

(19)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Lombok adalah salah satu pulau yang ada di Indonesia yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok dikenal dengan julukan pulau seribu Masjid dikarenakan pulau ini memiliki ribuan Masjid. Menurut Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia terdapat 3.419 Masjid Jami, 57 Masjid besar, 352 Masjid di tempat publik, 7 Masjid bersejarah, 3 Masjid Agung, dan 1 Masjid Raya yang tersebar dalam 54 Kecamatan. Data ini menunjukan bahwa lebih 3.000 Masjid yang tersebar di Pulau seluas 5.435 kilometer persegi itu2. Mataram adalah kota yang berada di Pulau Lombok sekaligus Ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak Masjid. Menurut Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia terdapat 258 Masjid Jami, 3 Masjid di tempat publik, 1 Masjid Raya yang tersebar di 6 Kecamatan di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB)3.

Masjid merupakan salah satu tempat yang sangat mulia dikalangan umat Islam dalam meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Salah satu Masjid yang ada di wilayah Kota Mataram Nusa Tenggara Barat ( NTB) ialah Masjid Aisyah Islamic Center Al- Hunafa Lawata Mataram. Masjid ini berdiri pada tahun 2001 dan berlokasi di Jalan

2 System informasi masjid” diktorat urusan agama islam dan pembinaan syariah direktoral jenderal bimbingan masyarakat islam kementrian agama republic Indonesia” Di Akses Pada 23 maret 2021 di https

https://simas.kemenag.go.id/page/search/masjid/18/278/0/4/.

3Sistem informasi Masjid” diktorat urusan agama Islam dan pembinaan syariah direktoral jenderal bimbingan masyarakat islam kementrian agama republic Indonesia” Di Akses Pada 23 maret 2021 https://simas.kemenag.go.id/page/search/masjid/18/285/0/5/?p=4

(20)

Soromandi Kelurahan Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 83114. Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram merupakan Masjid, yang sering digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti kajian kitab kuning, belajar membaca Al- Qur‟an (Tahfidz), dan lain sebagainya. Pembangunan Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram dipelopori oleh tiga orang tokoh masyarakat. Pertama Abdurahman Hijam, Kedua Kholid Bawazir dan Ketiga yaitu Umar. Mereka inilah yang pertama mempelopori membangun Masjid bersama Ustadz Fauzi.

Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram didirikan di bawah yayasan Al-Hunafa. Yayasan Al-Hunafa dalam menggembangkan kegiatannya terpusat dalam dua kegiatan utama yaitu dakwah dan kegiatan pendidikan. Hal ini direalisasikan dengan selalu digunakannya Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram untuk Syi‟ar dakwah. Pada tahun 2002 atau setahun setelah Masjid ini dibangun kemudian dibuka lembaga pendidikan baru dengan nama MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Abu Hurairah. Siswa MAK Abu Hurairah pada tahun pertama berjumlah 30 orang dan untuk semua siswa tahun pertama ini diberikan fasilitas sekolah gratis. Pada tahun kedua barulah siswa yang bersekolah di MAK Abu Hurairah dipungut biaya. Selain sekolah formal di bawah naungan Kementerian Agama yaitu MAK Abu Hurairah, di Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram terdapat juga pendidikan nonformal yaitu TPA (Taman Pendidikan Al Qur‟an). TPA ini dilaksanakan setelah selasai sholat Ashar sampai jam setengah enam di ajarkan oleh guru- guru tahfidz. Kegiatan TPA ini muridnya adalah anak- anak warga sekitar Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram yang terdiri dari masyarakat dari Gomong, Dasan Agung, Lawata dan Karang Anyar, bahkan ada yang dari Kekalik. Berdasarkan informasi yang diperoleh murid TPA di

(21)

Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram terbanyak berasal dari desa Karang Anyar4.

Pada MAK Abu Hurairah yang bertindak sebagai Mudir pertama adalah Ustadz Abdurrahim. Beliau adalah tokoh agama yang sekarang sudah menjadi doktor di Jakarta dan sudah mempunyai lembaga pendidikan yang besar. Ustadz Abdurrahim bersama Ustadz Fauzi adalah pengelola MAK Abu Hurairah dimana Ustadz Fauzi bertindak sebagai pengajar sedangkan Ustadz Abdurrahim bertindak sebagai Mudir sekaligus menjadi Kepala Sekolah. Sekolah ini terus berkembang dengan cukup pesat sampai pada tahun 2005 didirikanlah SMP Putri Abu Hurairah. Berselang 2 tahun kemudian yaitu tahun 2007 didirikan pula SMA putri Abu Hurairah bersama SD Putri Abu Hurairah. Pada tahun 2010 atau 3 tahun setelah SD Putri Abu Hurairah berdiri kemudian dibangunlah SMP Putra Abu Hurairah Mataram. Akibat perkembangan yang sangat pesat ini maka sekolah-sekolah ini kemudian dipindahkan ke Jalan Majapahit No. 54B Kelurahan Kekalik Jaya Kecamatan Sekarbela Kota Mataram kecuali SMA Putra Abu Hurairah yang tetap berada satu lokasi dengan Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram.

Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sampai sekarang tetap digunakan sebagai pusat dakwah. Setiap hari selalu dilaksanakan kajian kitab kuning sampai pada saat ini. Setelah beberapa sekolah pindah ke jalan Majapahit, Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram digunakan untuk lembaga pendidikan Full Day yaitu SMP Full Day dan SMA Full Day. Lembaga-lembaga Pendidikan Full Day tersebutlah yang sekarang ini memanfaatkan Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram.

Selain sebagai tempat dilaksanakanny kajian kitab kuning Masjid Aisyah

4Wawancara Ust. Muhammad Sidik, Mataram 18 Oktober 2020.

(22)

Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram juga selalu dipakai untuk kajian dengan mendatangkan Ustadz-ustadz dari luar Pulau Lombok seperti Pulau Jawa dan lainnya serta melaksanakan Tablig Akbar. Adapun jadwal kajian rutin keagamaan untuk Ustadz Jamaluddin Lc., Ustadz Johan Saputra, S.P. M.H.I. Ustadz Mufti, Lc., Ustadz Lalu M. Sulistiono, S.P., Ustadz David Ikhsan, Lc., M.H., Ustadz Akhmad Firdaus, Lc., Ustadz Safaruddin , Lc., M.H., dan Ustadz Zakariya, Lc5.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat disimpulkan bahwa peran Masjid Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram bukan hanya sebagai tempat untuk Sholat bagi umat Islam di sekitar Masjid tersebut tetapi juga digunakan sebagai tempat kajian rutin keagamaan atau lembaga dakwah serta sarana pendidikan baik pendidikan formal dan nonformal. Agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar maka diperlukan pengelolaan atau manajemen yang matang. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian mengenai

“Optimalisasi Manajemen Masjid pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana peran Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata sebagai pusat dakwah dan Pendidikan Islam ?

2. Bagaimana manajemen Masjid pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai pusat dakwah dan Pendidikan Islam ?

5Wawancara Awal dengan Pengurus Masjid Aisyah Lawata, pada tanggal 18 Oktober 2020 pukul: 10.00 WITA. Di Masjid Aisyah Lawata Mataram.

(23)

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Seluruh aktivitas manusia berorientasi pada tujuan karena tujuan berfungsi untuk pengembangan sistem kerja di samping sebagai pembangkit semangat kerja.

Demikian juga halnya dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sesuaikan dengan dua rumusan masalah di atas yaitu sebagai berikut.

a. Mengetahui peran Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata sebagai pusat dakwah dan Pendidikan Islam.

b. Mengetahui manajemen masjid pada masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata sebagai pusat dakwah dan Pendidikan Islam.

Adapun manfaatnya baik secara praktis maupun teoritis adalah sebagai berikut.

1. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

1) Sebagai tambahan wawasan terhadap manajemen masjid kaitannya dengan lembaga dakwah dan pendidikan Islam.

2) Sebagai dasar acuan dalam penelitian pendidikan pada aspek yang berkelanjutan dengan upaya pengembangan khas dari model sistem pendidikan Islam.

b. Bagi Lembaga

1) Hasil penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan yang menghendaki pendidikan serupa dan sebagai bahan awal untuk penelitian- penelitian selanjutnya.

2) Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukkan dan acuan mengenai manajemen masjid sembagai lembaga dakwah dan pendidikan Islam.

(24)

3) Bisa dijadikan sebagai role model dalam kajian-kajian berikutnya khususnya terkait dengan pengelolaan manajemen masjid menurut lembaga dakwah dan pendidikan Islam.

2. Manfaat Teoritis

Kiranya penelitian ini akan bisa mengajak masyarakat untuk berkonstribusi serta memberikan pengetahuan tentang Manajemen Masjid pada Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam, serta mampu memberikan deskripsi baru terkait dengan upaya pengembangan teori- teori kontekstual dalam upaya kemajuan manajemen Masjid.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Dengan melihat kondisi dan situasi manajemen Masjid yang berada di jalan Soromandi, Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram ini, penulis sangat tertarik untuk meneliti manajemen Masjid sebagai lembaga dakwah dan pendidikan Islam. Hal ini dikarenakan peran Masjid ini yang digunakan sebagai pusat ibadah, kegiatan dakwah secara rutin dan penyelenggaraan pendidikan formal.

E. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Telaah Telaah pustaka ini adalah upaya untuk mencari atau memadukan penelitian ini dengan penelitian yang terdahulu yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, yang penelitian tersebut bertopik senada dengan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menjelaskan bahwa penelitian yang akan dilakukan tujuannya untuk menegaskan kebaruan, kepentingan bagi pengembangan penelitian keilmuan terkait.

1. Penelitian pertama dilakukan oleh Nurul Jannah, yang termuat dalam jurnal UIN. Sumatra utara, dengan judul penelitian.“Revitalisasi peran masjid di era

(25)

modern”6.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami transformasi peranan masjid serta menawarkan revitalisasi peranan masjid di era modern,“masalah Penelian” Hasil dari analisis penelitian menunjukkan bahwa peranan dan fungsi masjid telah terjadi perubahan dan pergeseran dari masa ke masa. Masjid di era modern, masih belum dirasakan kehadirannya oleh masyarakat muslim, dikarenakan pelaksanaan fungsi dan peranan masjid belum maksimal. “Perbedaan” penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami transformasi peranan masjid serta menawarkan revitalisasi peranan masjid di era modern seperti fungsi dan peranan ibadah. Pendidikakn, ekonomi, sosial, politik, kesehatan dan tekhnologi. “Persamaan penelitian”

adalah revitalisasi fungsi dan peranan masjid, seperti fungsi dan peranan ibadah, pendidikan,dan dakwah.

2. Penelitian kedua dilakukan oleh Ari Saputra dan Bayu Mitra Adhytama Kusuma, dengan penelitian yang berjudul. “Revitalisasi Masjid Dalam Dialektika Pelayanan Umat dan Kawasan Perekonomian Rakyat” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara terperinci mengenai peranan masjid yang terdiri dari empat poin yaitu ibadah, sosial kemasyarakatan, pendidikan dan ekonomi umat. “Masalah penelitian” pada penelitian tersebut menyatakan bahwa pada umumnya masjid di indonesia masih menjalankan fungsi pada poin pertama yaitu ibadah. “Perbedaan penelitian” Masjid Muttaqien telah mampu menjalankan ketiga fungsi dasar lainnya. Pada fungsi sosial kemasyarakatan, masjid Muttaqien Beringharjo Yogyakarta menyediakan pelayanan sosial seperti penyediaaan pelayanan kesehatan rutin murah, menciptakan lapangan pekerjaan, serta pemenuhan

6Nurul Jannah, “Analytica Islamica, Vol. 5, No. 1, 2016: 125-148. UIN. Sumatra Utara.

(26)

kebutuhan jamaah berbasis gender seperti penyediaan ruang sahabat ibu dan anak atau ruang laktasi. Pada fungsi pendidikan, masjid Muttaqien menyediakan layanan pendidikan gratis guna memperluas pengetahuan jamaah dan menyediakan perpustakaan dalam rangka gerakan literasi dan meningkatkan minat bacaan masyarakat. Pada fungsi pembangunan ekonomi umat, masjid Muttaqien mengerahkan semua potensi umat melalui zakat, infaq, sadaqah dan wakaf. “Persamaan Penelitain” sama sama mengkaji tentang fungsi masjid sebagai tempat pendidikan, dan ibadah.

3. Penelitian ketiga dilakukan oleh, M.Abdzar D, dengan penelitan yang berjudul

“Revitalisasi Peran Masjid Sebagai Basis Dan Media Dakwah Kontemporer”7.

“Masalah penelitian” Di masa sekarang ini, dapat diamati fungsi masjid yang dulu multifunction itu masih banyak yang difungsikan sebatas pada rutinitas ibadah seperti shalat berjamaah (misalnya shalat Jum'at dan Ramadhan) saja, sedangkan fungsi horisontalistik (hablun minannas) terlihat masih sangat kurang. tidak saja sebatas sebagai tempat ibadah-ibadah khusus semata, tetapi juga telah difungsikan pada urusan-urusan keduniaan yang di antaranya diorientasikan pada pembinaan sumber daya umat. Perbedaan penelitian Masjid-masjid saat ini masih banyak yang terjebak pada memposisikan diri sebagai masjid yang bercorak "vertikalistik and sich", yaitu masjid yang hanya difungsikan untuk menyelenggarakan rutinitas-rutinitas ibadah mahdhah semata. “Persamaannya” Aktivitas dakwah pada dasarnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sarana yang ada, termasuk di dalamnya memanfaatkan masjid sebagai sarana dakwah. Sejak masa Rasulullah SAW masjid Beberapa alternatif penguatan tersebut dijalankan, dengan tetap

7 M. Abdzar D, “Revitalisasi Peran Masjid Sebagai Basis Dan Media Dakwah kontemporel”,Jurnal Dakwah Tabligh, Vol. 13, No. 1 ( Juni 2012 ) : 109 – 121. IAIN. Samarinda

(27)

memperhatikan kekuatan, peluang, hambatan, dan ancaman dari problem- problem yang dihadapi telah dimanfaatkan sedemikian rupa sebagai sarana kegiatan dakwah. Masjid, maka revitalisasi peran masjid sebagai basis gerakkan dakwah dapat terwujud dengan nyata. Agar masjid tidak kehilangan peran dan fungsinya, maka di sarnping sebagai tempat ibadah, masjid juga harus dapat difungsikan sebagai tempat penyebaran ilmu pengetahuan, pusat kebudayaan, kegiatan sosial, ekonomi, politik, seni, dakwan dan pendidikan.

4. Penelitian ke empat dilakukan oleh, Muhammad Zaidin Nur, dengan judul penelitian “Efektivitas Manajemen Masjid Sebagai Sarana Pendidikan di Masjid Al-Musannif Kabupaten Deli Serdang”8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dari Masjid Al-Musannif, apa saja bentuk program kegiatan Masjid Al-Musannif sebagai sarana pendidikan Agama, siapa saja yang terlibat dalam manajemen Masjid Al-Musannif dalam Pendidikan Agama, apa saja faktor pendukung dalam melaksanakan program manajemen masjid sebagai sarana pendidikan, dan apa saja faktor penghambat dalam melaksanakan program manajemen masjid sebagai sarana pendidikan.

Masalah penelitian. Namun sekarang sangat disayangkan masjid sebagai salah satu lembaga yang sangat potensial justru kondisinya sepi dari aktivitas selain shalat lima waktu. Selain itu, dalam hal pengelolaan masjid masalah yang sering muncul adalah rendahnya SDM pengelola masjid dan problem rekruitmen pengurus masjid, di satu sisi ada rekruitmen pengurus masjid yang didominasi oleh generasi muda, namun diisi lain ada yang didominasi oleh generasi tua. Hal ini menandakan bahwa masjid sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu sebagai pusat ibadah dan kebudayaan. Bahkan

8Muhammad Zaidin Nur, Jurnal Manajemen Pendidikan dan Keislaman: HIJRI: Vol. 8. No. 2. Juni – Desember 2019.

(28)

kebanyakan masjid hanya menjalankan salah satu fungsinya saja, yaitu sebagai tempat beribadah. Hasil penelitian: persamaan penelitian Fungsi masjid sebagai Amalan Dakwah yaitu kegiatan dakwah seperti pengajian rutin dan tausyiah, sebagai Amalan Taklim wa Taklum yaitu sebagai tempat belajar dan mengajar (pendidikan). seperti maghrib mengaji, sebagai Amalan Dzikir dan Ibadah yaitu menjadi pusat amalan dzikir dan ibadah seperti sholat lima waktu satu hari semalam, dan sebagai Amalan Hikmat yaitu melayani masyarakat. Perbedaan penelitian melihat efektivitas manajemen masjid sebagai sarana pendidikan di masjid al-musannif.

5. Penelitian kelima dilakukan oleh, Rahma Fitriana, dengan penelitian yang berjudul “Manajemen Masjid At-Taqwa Banjarmasin” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan untuk bantuan kemanusiaan serta khusus untuk masjid. Berdasarkan hal tersebut maka manajemen Masjid At- Taqwa Banjarmasin, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen Masjid At-Taqwa Banjarmasin. masalah penelitian banyaknya kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid At-Taqwa Banjarmasin dengan penceramah yang berbeda dan kajian yang berbeda setiap malam, serta beberapa program sosial. Perbedaan penelitian Dengan adanya kotak amal yang terdiri dari kotak zakat, santunan anak yatim piatu, fakir miskin dan dilakukan penelitian tentang bagaimana fungsi manajemen di Masjid At-Taqwa Banjarmasin. Persamaan penelitian penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen di Masjid At Taqwa Banjarmasin sudah berjalan sesuai dengan perencanaan yang terdiri dari perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang, pengorganisasiannya juga sudah membuat struktur organisasi serta pembagian wewenang dan

(29)

tugasnya, pengarahan seperti adanya motivasi adanya komunikasi yang baik dan terakhir pengendalian yakni dengan memperbaiki kesalahan atau kelemahan yang terjadi. Faktor pendukung pelaksanaan manajemen Masjid At-Taqwa Banjarmasin berupa adanya fasilitas yang memadai di Masjid At- Taqwa Banjarmasin serta adanya respon yang baik dari masyarakat sekitar Banjarmasin terhadap Masjid At-Taqwa Banjarmasin.

Dengan demikian dari beberapa kajian terdahulu menggambarkan beberapa model- model dalam penerapan manajemen masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram di Dasan Agung baru, kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun hal yang menjadi pembeda penulis dengan kajian terdahulu adalah fokus pada aspek manjerial yang digunakan di masjid serta didukung dengan hal-hal penting yang dapat di jadikan faktor pendukung yaitu Optimalisasi Manajemen Masjid pada Masjid Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam yang digunakan dalam upaya pengembangan Manajemen Masjid.

F. Kerangka Teori a. Masjid

1. Pengertian Masjid

Secara etimologis kata Masjid berasal dari bahasa Arab sajadah- yasjudu- sujudan- masjidan yang artinya(tempat sujut)9. Sedangkan pengertian Masjid secara istilah adalah “tempat sujud”, yaitu tempat umat Islam mengerjakan Shalat, dzikir kepada Allah SWT dan untuk hal-hal yang berhuibungan dengan dakwah Islamiyah.

Masjid secara umum sering kali diidentikkan dengan tempat Sholat bagi mereka yang

9Fokkus Babinrohis, Pusat ICMI Orsat Cempaka Pituh Yayasan Kado Anak Muslim: Pedoman Manajemen Masjid 4.

(30)

mengaku Islam sebagai agamanya. Menurut Aidh bin Abdullah Al-Qorni, “Masjid adalah tempat untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri di antara kaum muslimin, karena saat di dalam Masjid mereka dapat mengetahui informasi tentang saudaranya yang absen atau tidak hadir, apakah mereka dalam kesusahan atau yang lainnya, dengan demikian maka akan timbul rasa tolong menolong sehingga dapat mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh ikatan kasih sayang antar jamaah Masjid dan kaum mukminin10. Sedangkan Syaikh Sayid Sabiq dalam bukunya Fiqhus Sunnah mengartikan bahwa Masjid sebagaimana Allah telah mengkhususkan kepada umat ini yaitu menjadikan bumi dalam keadaan suci dan sebagai Masjid, di mana saja seorang muslim telah sampai pada waktu Shalat, Shalatlah di mana saja ia berada atau mendapatinya11.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Masjid diartikan sebagai rumah atau bangunan tempat bersembahyang umat Islam. Arti ini memang terlalu sempit dan kurang begitu jelas maknanya, sebab kalau hanya tempat yang dipakai untuk sembahyang umat Islam, tentunya bisa Mushalla, Langgar dan sebagainya yang bisa digunakan untuk sembahyang umat Islam. Menurut Sidi Gazalba, Masjid secara harfiah adalah tempat sembahyang tetapi dalam bahasa Arab berati tempat sujud karena berasal dari kata sajadah sebagai tempat sujud. Masjid memiliki makna lebih luas, bukan sekedar gedung sebab dimanapun umat Islam bisa melaksanakan sujud atau penghambaan kepada Allah SWT.

Maka sujud dalam pengertian lahir berarti gerakkan dan sujud dalam pengertian batin adalah pengabdian, maka pengabdian memang akan lebih luas maknanya dibanding sekedar tempat sujud. Sehingga Masjid sebagai salah satu

10Aidh bin Abdullah Al-Qorni, Memakmurkan Masjid; Langkah Maju Kebangkitan Islam, (Jakarta: Pustaka Al- Sofwa, 2005), 44.

11Ayub dkk, Manajemen Masjid, (Gema Insani Press, 1996), 1.

(31)

tempat sujud juga bisa memiliki makna lebih luas bukan sekedar tempat sembahyang saja sebagaimana kebanyak umat Islam memahami dan mempersepsi pada saat ini.

2. Fungsi Masjid

Masjid adalah tempat ibadah umat Islam yang memiliki banyak fungsi bukan hanya sekedar menjadi tempat ibadah, tapi juga beberapa fungsi lain yang membuat bangunan ini menjadi istimewa. “Masjid juga merupakan tempat yang paling banyak dikumandangkan nama Allah melalui adzan, qamat, tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, dan ucapan lain yang dianjurkan dibaca di masjid sebagai bagian dari lafadz yang berkaitan dengan pengagungan Asma Allah”. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur‟an dalam Surah (QS. An- Nur: 36-37).

ٌغَْٞث َلَّ َٗ ٌح َسبَجِت ٌِِْْٖٖٞيُت َّلَّ ٌهبَج ِس ]٦٣[ ِهبَص ْٟا َٗ ُِّٗذُغْىبِث بَِْٖٞف َُٔى ُخِّجَسُٝ َُُْٔسا بَِْٖٞف َشَمْزُٝ َٗ َغَف ْشُت َُْأ ُ َّاللَّ َُِرَأ ٍد ُُْ٘ٞث ِٜف ]٦٣[ ُسبَصْثَ ْلْا َٗ ُة ُْ٘يُقْىا ِِْٔٞف ُتَّيَقَتَت بًٍ َْ٘ٝ َُ ْ٘ ُفبَخَٝ ِحبَم َّضىا ءبَتِْٝإ َٗ ِح َلََّصىا ًِبَقِإ َٗ ِّﷲا ِشْمِر َِػ Artinya:“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”(QS. An-Nur 36-37)12.

Sedangkan menurut Moh. E. Ayyub yang mengemukakan sembilan peran dan fungsi masjid, yaitu:

a) Masjid merupakan tempat kaum muslimin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

b) Masjid adalah tempat kaum muslimin beri‟tikaf, membersihkan diri, menggembleng bathin untuk membina kesadaran dan mendapatkan pengalaman

12Asep Yudi Suhendra, Kementrian Agama Republik Indonesia: Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahannya Edisi Keluarga ( Surabaya: Halim, 2013), 354-355.

(32)

batin/keagamaan sehingga selalu terpelihara keseimbangan jiwa dan raga serta keutuhan kepribadian.

c) Masjid adalah tempat bermusyawarah kaum muslimin guna memecahkan persoalan-persoalan yang timbul dalam masyarakat.

d) Masjid adalah tempat kaum muslimin berkonsultasi mengajukan kesulitan- kesulitan, meminta bantuan dan pertolongan.

e) Masjid adalah tempat membina keutuhan ikatan jamaah dan kegotong-royongan di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

f) Masjid dengan majelis ta‟limnya merupakan wahana untuk meningkatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan muslimin.

g) Masjid merupakan tempat pembinaan dan pengembangan kader-kader pimpinan umat.

h) Masjid tempat mengumpulkan dana,menyimpan, dan membagikannya.

i) Masjid tempat melaksanakan pengaturan dan supervise sosial13.

Secara terminologis maka masjid mengandung makna sebagai tempat pusat dari segala kebajikan kepada Allah SWT. Di dalamnya terdapat dua bentuk kebajikan yaitu kebajikan yang dikemas dalam bentuk ibadah khusus, seperti shalat fardhu, baik secara sendirian maupun berjamaah, dan kebajikan yang dikemas dalam bentuk amaliyah sehari-hari untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan sesama jama‟ah. Menurut M. Qurasy Shihab Masjid merupakan bangunan tempat shalat kaum muslimin, tetapi karena akar katanya mengandung makna tunduk dan patuh maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah semata. Masjid juga sebagai tempat ibadah dan pendidikan dalam arti luas. Fungsi dan peran Masjid pada intinya adalah sebagai tempat membina

13Muhammad Zaidin Nur, Efektivitas Manajemen Masjid Sebagai Sarana Pendidikan Di Masjid Al-Musannif Kabupaten Deli Serdang, di akses pada 6 Desember 2020

http://repository.uinsu.ac.id/6593/1/SKRIPSI%20WORD.pdf.

(33)

sumber daya manusia. Sejarah menunjukkan bahwa mengingat betapa pentingnya masjid untuk membina masyarakat ini, maka ketika Nabi Muhammad ﷺ hijrah dari Makkah ke Madinah, yang dibangun pertama kali adalah sebuah Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Quba.

b. Manajemen

1. Pengertian Manajemen

Menurut pendapat Malayu S.P secara sederhana pengertian manajemen adalah mengatur, mengurus dan mengelola. Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur, mengurus, atau mengelola14. Ricky W. Griffin mendifinisikan manajemen sebagai sebuah proses prencanaan, pengoordinasikan, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sedangkan efesien berarti tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi dan sesuai dengan jadwal15.

Sedangkan menurut Taylor G .Terry, manajemen merupakan proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan`, pengorganisasian, penggerakkan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya16.

Menurut James A.S. Stoner mendifinisikan manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya, agar mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan. Sedangkan menururut Ramayulis.

Menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan hakikat manajemen adalah Al- Tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) terdapat dalam Al-Qur‟an seperti firman Allah SWT.

14 Saefullah, manajemen pendidikan islam, ( Banndung: Pustaka Setia, 2003), 1

15Undang Ahmad Kamaludin dan Muhammad A lfian, Etika Manajemen Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2010), 27.

16 Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam, ( Banndung: Pustaka Setia, 2003), 1.

(34)

]٥[ َُ ُّْٗذُؼَت بََّ ٍِّ ٍخََْس َﻒْى َا ُٓ ُساَذْق ٍِ َُبَم ًٍ َْ٘ٝ ِْٜف َِْٔٞىِإ ُج ُشْؼَٝ ٌَُّث َض ْسَ ْلْا َٚىِإ ِءٓبَََّسىا َِ ٍِ َش ٍَْ ْلْا ُشِّثَذُٝ

Artinya: ”Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”(QS. As-Sajdah:5)17.

Menurut Amirullah Haris Budiono manajemen adalah mengacu pada pada suatu proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efektif dan efesien melalui orang lain. Efektif berarti semua unsur sumber daya yang dimiliki oleh suatu organisasi dapat diberdayakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sementara efesien bererti pekerjaan yang telah ditentukan manejer dapat dilakukan dan diselesaikana oleh para pekerja sesuai dengan anggaran.

Kondisi tersebut akan dicapai apabila organisasi melakukan kegiatan koordinasi18. Menurut T. Hani Handoko manajemen adalah mencakup fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan, dan pengawasan. Artinya dalam mengelola berbagai unsur sumber daya, organisasi perlu menerapkan berbagai kegiatan seperti perencanaan berbagai kegiatan yang akan dilakukan serta tujuan yang ingin dicapai, penyusunan secara terstruktur atas sejumlah pekerja yang digunakan pengarahan dan pengawasan terhadap kegiatan para pekerja. Penerapan fungsi-fungsi tersebut bisa mendukung organisasi untuk mencapai tujuannya.

Dari segi Etimologi, kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata to manage yang sinonimnya antara lain to hand berarti mengurus, to control berarti memeriksa, to guide berarti memimpin atau membimbing19. jadi apabila dilihat dari asal katanya manajemen berarti mengurus, mengendalikan, memimpin atau membimbing.

17Asep Yudi Suhendra, Kementrian Agama Republik Indonesia: Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahannya Edisi Keluarga ( Surabaya: Halim, 2013), 415.

18Karyanto, dasar-dasar manejemen: teori, definisi dan konsep (Yogyakarta: andi offset 2016), 2.

19 Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam, ( Bandung: Pustaka Setia, 2003), 1.

(35)

Namun bila mempelajari literatur manajemen maka akan tampak bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:

a) Manajemen sebagai suatu proses

b) Manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen.

c) Manajemen sebagai suatu seni dan sebagai suatu ilmu.

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses,“Proses adalah suatu cara yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan.”Memberi batasan manajemen sebagai suatu proses karena semua manajer apapun keterampilannya atau keahliannya, terlibat dalam kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan mereka. Aspek-aspek tersebut dikemukakan oleh Stoner sebagai berikut,“manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian upaya anggota organisasi dan proses penggunaan semua sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Dalam buku Encyclopedi of the Sosial Science, manajemen adalah proses, di mana pelaksanaan dari suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Dari beberapa definisi tersebut dapat disederhanakan bahwa manajemen adalah kegiatan melalui orang-orang lain berlandaskan ilmu dan seni untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan dari definisi- definisi tersebut dapat diteliti adanya 3 unsur yaitu:

a) Adanya tujuan tertentu

b) Adanya kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.

c) Adanya orang-orang.

Dari berbagai macam definisi yang sebenarnya masih banyak, namun yang lebih penting dan memberikan gambaran tentang proses pelaksanaan manajemen, dirumuskan oleh G.R.Terry yang dikutip oleh Zaini Muchtarom bahwa “Manajemen

(36)

ialah proses yang khas terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang telah ditetapkan dengan menggunakan tenaga manusia dan sumber daya lainnya”20.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektifitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain setiap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Dalam arti singular (tunggal) disebut manajer, aktivitas manajemen adalah kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh setiap manajer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen itu adalah suatu seni atau ilmu. Mary Parker Foollet mendefinisikan manajemen sebagai “seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”21, Mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan oleh para manajer.

Manajemen sebagai seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan fenomena-fenomena, gejala-gejala, kejadian-kejadian dan keadaan, untuk memberikan penjelasan-penjelasan.

2. Fungsi Manajemen

Manajemen bisa berarti fungsi, peranan maupun keterampilan manajemen sebagai fungsi meliputi usaha perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan. Telah banyak orang mendefinisikan tentang manajemen sebagai fungsi akan tetapi penulis mencoba untuk merumuskan sebagai suatu usaha merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi kegiatan dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara

20 Saefullah, manajemen pendidikan islam, ( Banndung: Pustaka Setia, 2003), 1.

21 Saefullah, manajemen pendidikan islam, ( Banndung: Pustaka Setia, 2003), 2.

(37)

efisien dan efektif. Manajer dalam melakukan pekerjaannya harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, yang dinamakan fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari:

a. Planning (Perencanaan)

Perencanaan adalah untuk menentukan tujuan- tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu. Perencanaan juga merupakan pemilihan menghubungkan fakta, menggunakan asumsi-asumsi tentang masa depan dan membuat visualisasi dan perumusan kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perencanaan dapat menjawab di muka tentang siapa saja, kenapa, di mana, mengapa, dan bagaimana tindakan-tindakan di masa depan dapat dilaksanakan.

b. Organizing (Organisasi)

Organisasi merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsinya beserta penetapannya dengan cara- cara yang tepat mengenai orang-orangnya (Staffing), yang harus menduduki fungsi-fungsi itu berikut penentuannya dengan tepat tentang hubungan wewenang dan tanggung jawab. Jadi pengorganisasian dilakukan demi untuk pelaksanaan kerja dari pada perencanaan, yakni penting demi adanya pembagian kerja setepat-tepatnya.

c. Actuating (Penggerakan)

Penggerakan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan usaha, cara, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien, efektif, dan ekonomis. Menerima pendapat yang mengatakan bahwa manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur administrasi dan manajemen berarti mengakui pula bahwa fungsi penggerakan merupakan fungsi manajerial yang teramat penting karena

(38)

secara langsung berkaitan dengan manusia, segala jenis kepentingan dan kebutuhannya. Menurut Arifin Abdul Rahman, penggerakan merupakan kegiatan manajemen untuk membuat orang lain suka dan dapat bekerja. Kemampuan atau seni untuk menggerakkan orang lain itu disebut kepemimpinan atau leadership. George Terry memberikan definisi pengertian penggerakkan ini sebagai tindakan untuk mengusahakan agar semua kelompok suka berusaha untuk mencapai sasaran agar sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.

Adapun langkah-langkah penggerakan diantaranya yaitu:

1. Memberi Motivasi 2. Pembimbingan 3. Menjalani Hubungan

4. Penyelenggaraan Komunikasi

5. Pengembangan atau peningkatan pelaksana

Dari beberapa definisi di atas, pengertian penggerakan dapat disimpulkan bahwa penggerakan adalah suatu fungsi atau tekhnik yang mendorong untuk bergerak agar anggota organisasi bekerja untuk mencapai maksud-maksud tertentu dengan efektif dan efisien.

d. Controlling (pengawasan)

Pengawasan merupakan proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai fungsi organik, pengawasan.

merupakan salah satu tugas mutlak diselenggarakan oleh semua orang yang menduduki jabatan menajerial, mulai dari manajer puncak hingga para manajer rendah yang secara langsung mengendalikan kegiatan- kegiatan tekhnis yang diselenggarakan oleh semua petugas operasional.

(39)

Semua ilmuan manajemen sepakat bahwa pengawasan mempunyai kaitan langsung dengan seluruh proses administrasi dan manajemen, pengawasan berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai, dilaksanakan berdasarkan strategi dasar organisasi yang telah dirumuskan dan ditetapkan Serta dirinci menjadi program dan rencana kerja. Artinya, seorang manajer tidak akan mengamati penyelenggaraan kegiatan operasional dan mengukur hasil kegiata yang dicapai oleh para bawahannya tanpa adanya rencana.

Pengawasan akan berjalan dengan lancar apabila proses dasar pengawasan diketahui dan ditaati, yang dimaksud dengan proses dasar itu adalah:

a. Penentuan standar hasil kerja 1) Pengukuran hasil pekerjaan

2) Koreksi terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi.

Penentuan standar hasil kerja, standar hasil pekerjaan merupakan hal yang amat penting ditentukan, karena terhadap standar itulah hasil pekerjaan yang dihadapkan dan diuji.

b. Pengukuran prestasi kerja terdiri dari dua jenis yaitu yang relatif mudah dan yang sukar. Ada berbagai prestasi kerja yang relatif mudah diukur karena standar yang harus dipenuhi bersifat konkret, pengukuran yang relatif mudah biasanya berlaku bagi prestasi kerja yang hasilnya konkret dan pekerjaan yang dilakukan pun biasanya bersifat tekhnis. Yang kedua adalah pengukuran yang relatif sukar dilakukan karena standar yang harus dipenuhi tidak selalu dapat dinyatakan secara konkret. Misalnya jumlah keputusan yang diambil seorang pengambil keputusan tidak identik dengan efektivitas kepemimpinan seseorang.

Dari kesimpulan di atas bahwa fungsi manajemen yang telah dikemukakan

(40)

sebelumnya menjadi jelas bahwa manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan secara berantai antara yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan atau dari proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan merupakan satu siklus yang bergerak berkelanjutan hingga mencapai tujuan yang diinginkan.

c. Dakwah Dalam Islam 1. Pengertian dakwah

Ditinjau dari segi etimologis atau bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da'a-yad'u-da'watan, artinya mengajak, menyeru, memanggi22. Menurut warson munawwir, menyebutkan bahwa dakwah artinya adalah memanggil ( to call ), mengundang ( to invite ), mengajak ( to summon ), menyeru ( to propose ), mendorong ( to urgen ), dan memohon ( to pray ).

Dakwah dalam pengertian tersebut, dapat dijumpai dalam ayat-ayat Al- Qur‟an anatara lain:

ُءبَطَٝ ٍَِ ِٛذَْٖٝ َٗ ًِ َلََّسىا ِساَد َٰٚىِإ ُ٘ػْذَٝ ُ َّاللَّ َٗ

ٌٍِٞقَتْسٍُّ ٍطا َش ِص َٰٚىِإ

Artinya : “Allah menyeru ( manusia) ke Darussalam ( surga ) dan menunjuki orang yang dikehendaki-nya kepada jalan yang lurus ( islam )” ( Qs. Yunus 25 )

ُ٘سِث اُ٘تْأَف بَِّذْجَػ َٰٚيَػ بَْْى َّضَّ بٍََِّّ ٍتْٝ َس ِٜف ٌُْتُْم ُِإ َٗ

ٌُْتُْم ُِإ ِ َّاللَّ ُُِٗد ٍِِّ ٌُمَءاَذَُٖض اُ٘ػْدا َٗ ِِٔيْثٍِّ ِ ٍِّ ٍح َس

َِِٞقِدبَص Artinya: dan jika kamu ( tetap) dalam keraguan tentang Al- Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba kami ( Muhammad ), buatlah 31 surah saja yang semisal Al- Qur’an itu dan panggillah penolong-penolong selain allah, jika kamu orang-orang yang benar”. ( Qs. Al-Baqarah 23 )

Secara termonologis/ istilah Dakwah dapat didefinisikan oleh banyak tokoh

22 Samsul Munir Amin. Ilmu Dakwah, (Jakarta: Amzah, 2013), hal. 1.

(41)

dengan berbagai pengertian ( ta‟rif) antara lain:

a. Menurut prof. H. M. Thoha Yahya Omar

Dakwah adalah mengajak umat manusia dengan hikmah ke-bijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya23.

b. Menurut Syekh Ali Mahfudz sebagaimana juga dikutip oleh Moh. Ali Aziz dari kitab hidayatul mursyidin dinyatakan bahwa dakwah adalah mengajak ( mendorong ) manusia untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk , menyeru mereka berbuat kebijakan dan melarang mereka dari perbuatan munkar agar mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat24.

c. Menurut Masdar Helmy

Dakwah adalah mengajak dan mengerakkan manusia agar menaati ajaran- ajaran Allah ( Islam ) termaksud amr ma’ur nahi munkar untuk bias memperoleh ke bahagiaan di dunia dan akhirat25.

d. Menurut H. M. Arifin, M.Ed.

Dakwah mengandung pengertian sebagai suatu ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebgainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain, baik secara individu maupun secara kelompok, agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap pengahayatan, serta pengalaman terhadap ajaran agama sebagai massage yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya unsur- unsur paksaan26.

Adapun tujuan utama dakwah sebagaimana telah dirumuskan ketika memberikan pengertian tentang dakwah adalah menjadikan manusia berada dalam

23 Toha yahya omar. Islam dan dakwah , Jakarta Zakia Islam Press. 2004. hal 67.

24 Moh. Ali aziz, ilmu dakwah Jakarta, Kencana 2004, hal. 5.

25 Moh. Ali aziz, Ilmu Dan Dakwah, Jakarta kencana. 2004. hal 6.

26 Fathu Bahri An-Nabiri, meniti jalan dakwah bekal para perjuangan para da’i, Jakarta Amzah, 2008 hal 21.

(42)

jalan Allah agar terwujudnya kebahagiaan di dunia dan di akhirat yang diridhoi oleh Allah Swt. Hal itu merupakan suatu nilai hasil yang diharapkan dapat dicapai oleh keseluruhan usaha dakwah, baik yang dilakukan dalam bentuk tabligh, amar makruf nahi munkar, maupun melalui dakwah bil hal atau melalui gerakan dakwah lainnya27.

Tujuan dakwah yang dilakukan oleh setiap Rasul Allah dari zaman ke zaman senantiasa sama, yakni mengajak manusia kepada Allah, tidak ada tujuan yang lain.mereka mengajak umatnya agar menyembah hanya kepada Allah dan menjauhi ilah selain Allah28 Sebagaimana firman Allah dalam surat al-A'raf ayat 59 tentang Nabi Nuh as. mengajak umatnya menyembah Allah:29

ِْ ٍِّ ٌُنَى بٍَ َ َّاللَّ اُٗذُجْػا ًِ َْ٘ق بَٝ َهبَقَف ِٔ ٍِ َْ٘ق َٰٚىِإ بًدُّ٘ بَْْيَس ْسَأ ْذَقَى ٌٍٞ ِظَػ ًٍ َْ٘ٝ َةاَزَػ ٌُْنَْٞيَػ ُفبَخَأ ِِّّٜإ ُٓ ُشَْٞغ ٍَٰٔىِإ

Artinaya:"Sungguh, kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. (QS. Al-A'raf: 59)

Menurut Wahidin Saputra tujuan dakwah dibagi dua, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek yang dimaksud adalah agar manusia mematuhi ajaran Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan keseharian, sehingga tercipta manusia yang berakhlak mulia, dan tercapainya individu yang baik, keluarga yang sakinah komunitas yang tangguh, masyarakat yang madani dan pada akhirnya akan membentuk bangsa yang sejahtera. Adapun tujuan dakwah dalam jangka panjang adalah untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, makmur dan diridhoi Allah 30.

27 Umdatul Hasanah, Ilmu dan Filsafat Dakwah, (Serang: Fseipress, 2013), hal. 23.

28 Cahyadi Takariawan, Prinsip-prinsip Dakwah, (Yogyakarta: 'Izzan Pustaka, 2005), hal. 21.

29 Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya. hal. 158

30 Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada 2011), hal. 59.

(43)

2. Metode Dakwah

Metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da'i (komunikator) kepada mad'u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih sayang31. Berbagai pendapatan da'wah bil lisan, da'wah bil qolam (dakwah melalui tulisan, media cetak) maupun da'wah bil hal (dakwah dengan amal nyata, keteladanan) perlu dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan tuntutan

modernitas. Aplikasi metode dakwah tidak cukup mempergunakan metode tradisional, melainkan perlu diterapkan penggunaan metode yang sesuai dengan situasi dan kondisi jaman di era sekarang32.Pada umumnya metode dakwah merujuk pada surat An-Nahl ayat 125:

َج َٗ ۖ ِخََْسَذْىا ِخَظِػ ََْْ٘ىا َٗ ِخََْن ِذْىبِث َلِّث َس ِوِٞجَس َٰٚىِإ ُعْدا َّوَض ََِِث ٌَُيْػَأ َُٕ٘ َلَّث َس َُِّإ ۚ َُِس ْدَأ َِٜٕ ِٜتَّىبِث ٌُْٖىِدب

َِِٝذَتَُْْٖىبِث ٌَُيْػَأ َُٕ٘ َٗ ۖ ِِٔيِٞجَس َِػ Artinya:“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”.

(QS. An-Nahl: 125)33

Dalam ayat ini, metode dakwah ada tiga, yaitu: bi al hikmah; mau'izatul hasanah; dan mujadalah billati hiya ahsan. Secara garis besar ada tiga pokok metode dakwah, yaitu34:

3. Bi al-Hikmah, yaitu berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kodisi sasaran dakwah dengan menitikberatkan pada kemampuan mereka, sehingga di dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam selanjutnya, mereka

31 M. Munir, Metode Dakwah, hal. 7

32 Samsul Munir Amin, Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam, (Jakarta: Amzah 2008), hal. 27

33 Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya. hal. 281

34 M. Munir dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah, (Jakarta: Kencana, 2006), hal. 34.

(44)

tidak lagi merasa terpaksa atau keberatan

4. Mau'izatul Hasanah, yaitu berdakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau menyampaikan ajaran-ajaran Islam dengan rasa kasih sayang,

sehingga nasihat dan ajaran Islam yang disampaikan itu dapat menyentuh hati mereka.

5. Mujadalah Billati Hiya Ahsan, yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran dan membantah dengan cara yang sebaikbaiknya dengan tidak memberikan tekanan-tekanan yang memberatkan pada komunitas yang menjadi sasaran dakwah.

Menurut Moh. Ali Aziz metode dakwah terdiri dari:

a) Metode Ceramah

Metode ceramah atau muhadlarah atau pidato telah dipakai oleh semua Rasul Allah dalam menyampaikan ajaran Allah dan metode ini paling sering digunakan oleh para pendakwah sekalipun alat komunikasi modern telah tersedia35.

b) Metode Diskusi

Diskusi sebagai metode dakwah adalah bertukar pikiran tentang suatu masalah keagamaan sebagai pesan dakwah antar beberapa orang dalam tempat tertentu. Dalam diskusi, pasti ada dialog yang tidak hanya sekedar bertanya, tetapi juga memberikan sanggahan atau usulan. Diskusi dapat dilakukan dengan komunikasi tatap muka, ataupun komunikasi

kelompok36. c) Metode Konseling

Metode konseling merupakan wawancara secara individual dan tatap

35 Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, hal. 359

36 Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, hal. 368

Gambar

Tabel 2.1 ...........................................................................................................
Gambar 2.1  Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram  Gambar 2.1  merupakan  dokumentasi  dari  Masjid  Aisyah Islamic Center   Al-Hunafa  Lawata  Mataram  yang  diambil  dari  depan  Masjid  ini  mempunyai  2  lantai  dimana  lantai  1  digun
Gambar 2.2  Lantai 1 Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram  Gambar 2.2 merupakan dokumentasi Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa  Lawata  Mataram  yang  diambil  pada  lantai  1
Gambar 2.3 Lantai 2 Masjid Aisyah Islamic Center Al-Hunafa Lawata Mataram  Gambar  2.3  merupakan  dokumentasi  Masjid  Aisyah  Islamic  Center   Al-Hunafa  Lawata  Mataram  yang  diambil  pada  lantai  2
+5

Referensi

Dokumen terkait