PENDAHULUAN
Latar Belakang
Latsar CPNS merupakan pendidikan dan pelatihan pada Masa Prajabatan yang diselenggarakan secara terpadu untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, kepribadian unggul dan bertanggung jawab serta memantapkan profesionalisme dan kompetensi bidang. CPNS yang telah mengikuti pelatihan CPNS diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS yang bermoral dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya. Dalam kegiatan Latsar CPNS terdapat kegiatan aktualisasi, yaitu kegiatan aktualisasi untuk penyelesaian permasalahan yang dirancang pada saat penyusunan draft aktualisasi. Dalam kegiatan aktualisasi ini, peserta Latsar CPNS tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan inti saja, namun juga diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS yang bermoral dan beretika, dapat menjadikannya suatu kebiasaan (habituation).
Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan pemutakhiran ini adalah: “Sistem pembuatan penerimaan dinas belum efektif dan efisien di Kecamatan Kutoarjo”. Penyusunan kwitansi resmi yang efektif, efisien dan sesuai peraturan merupakan hal yang penting bagi Pembantu Bendahara Pengeluaran dan bagi Verifikator Keuangan karena jika proses pembuatan kwitansi resmi tidak efektif dan efisien maka resiko terjadinya kesalahan dalam kwitansi resmi akan semakin besar. tinggi, dan akan sulit memverifikasi kelengkapan bukti surat pertanggungjawaban, termasuk kuitansi resmi. Berdasarkan fakta tersebut, penulis ingin mendalami permasalahan “Sistem penyusunan kwitansi resmi yang belum efektif dan efisien.
Desa Kutoarjo” dan mencoba menciptakan sistem pembuatan faktur resmi dengan menyusun SOP pembuatan faktur resmi, menyusun sistem pembuatan faktur resmi “SITANAS”. Maka melalui inovasi tersebut penulis melakukan pembaharuan dengan judul “Optimasi Sistem Penerimaan Faktur Dinas Menggunakan Microsoft Access di Desa Kutoarjo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo”.
Tujuan
TINJAUAN PUSTAKA
- Profil Kelurahan Kutoarjo
- Nilai-Nilai Dasar PNS
- Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya
- Landasan Teori
Pelayanan Publik adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Kompetensi merupakan gambaran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan jabatan (Pasal 1 PermenpanRB Nomor 38 Tahun 2017), dan kompetensi merupakan faktor penting dalam mewujudkan pegawai yang profesional dan berdaya saing. Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan secara khusus terkait dengan ranah teknis jabatan.
Kompetensi manajemen adalah pengetahuan, keterampilan dan/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi sosial budaya, merupakan pengetahuan, keterampilan dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk baik dari segi agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai moral, perasaan. dan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan untuk mencapai hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan jabatannya. Adaptasi adalah kemampuan untuk mengubah diri sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan itu.
Untuk mewujudkan Smart Governance sesuai peraturan perundang-undangan, maka sebagai ASN harus menerapkan Manajemen ASN dan ASN Cerdas sesuai kedudukan dan peran pejabat. Jabatan PNS sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan tertentu, diangkat menjadi pegawai tetap ASN oleh PNS dalam rangka pengembangan PNS untuk mengisi jabatan publik dan mempunyai tanda pengenal pegawai nasional. nomor. satu.
HASIL AKTUALISASI
Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Melakukan konsultasi dan perizinan dengan pendamping dan KPA mengenai rencana penyusunan sistem penerimaan invoice resmi. Melakukan konsultasi dengan pembimbing dan izin dari KPA mengenai rencana petunjuk teknis penerapan sistem pembuatan faktur dinas. Melakukan konsultasi dengan pembimbing dan izin dari KPA mengenai rencana bimbingan teknis penerapan sistem pembuatan faktur dinas “SITANAS”.
Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) penerimaan tagihan utilitas. Konsultasi dengan pendamping dan izin dari KPA. 2 Mengembangkan sistem pembuatan invoice resmi “SITANAS” dengan menggunakan aplikasi Microsoft Access. Melakukan konsultasi dan izin dari mentor.
Pembahasan Hasil Kegiatan Aktualisasi
Luaran dari tahap kegiatan ini adalah kajian terhadap peraturan bupati tentang format kwitansi resmi dan ketersediaan bahan SOP pembuatan kwitansi resmi, dan dapat dilihat pada Gambar 5.10. Luaran dari tahapan kegiatan ini adalah tersedianya rancangan SOP pembuatan kwitansi resmi, dan dapat dilihat pada Gambar 5.11. Luaran dari tahapan kegiatan ini adalah tersedianya rancangan SOP pembuatan kuitansi resmi yang telah direvisi sesuai hasil konsultasi dan dapat dilihat pada Gambar 5.12.
Dan tahapan kegiatan ini mencerminkan Manajemen ASN terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku ASN dalam pelaksanaannya. Luaran dari tahapan kegiatan ini adalah tersedianya SOP pembuatan kwitansi resmi yang telah dilegalisir, dan dapat dilihat pada Gambar 5.13. Sosialisasi SOP pembuatan kwitansi resmi telah dilakukan pada tanggal 3 Juni 2022 kepada asisten bendahara pengeluaran dan PPTK, tahapan kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 5.9.
Keluaran dari tahapan kegiatan ini adalah evaluasi pelaksanaan SOP pembuatan kuitansi dinas, keluaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.14. Keluaran dari tahap kegiatan ini adalah tersedianya sistem pembuatan kuitansi resmi pada aplikasi Microsoft Access, dengan keluaran terlihat pada Gambar 5.23. Keluaran dari tahap kegiatan ini adalah perbaikan sistem pembuatan penerimaan dinas, dengan bukti keluarannya dapat dilihat pada Gambar 5.24.
Tahap kegiatan ini akan selesai pada tanggal 20 Juni 2022, bukti pelaksanaan tahap kegiatan dapat dilihat pada Gambar 5.20. Hasil dari tahap kegiatan ini adalah pengujian sistem pembuatan invoice resmi pada aplikasi Microsoft Access. Hasil dari tahap kegiatan ini adalah pelaporan hasil persiapan sistem penerimaan pelayanan kepada pendamping.
Keluaran dari tahap kegiatan ini adalah asisten bendahara pengeluaran dapat menggunakan sistem penerimaan pelayanan “SITANAS”, dan keluaran berita acara dapat dilihat pada Gambar 5.33. Luaran tahap kegiatan ini adalah pelaporan hasil bimbingan teknis sistem penerimaan pelayanan “SITANAS” kepada pendamping. Luaran dari tahap kegiatan ini adalah tersedianya rancangan perjanjian integritas, dan buktinya dapat dilihat pada Gambar 5.39.
Konsultasi dengan mentor dan KPA dilakukan pada tanggal 30 Juni 2022. Pelaksanaan tahapan kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 5.37. Tahapan kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2022, bukti pelaksanaan tahapan kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 5.38.
Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
Tahapan pemberian nasihat dan otorisasi kepada pendamping dan KPA mengenai rencana penyusunan sistem pembuatan kuitansi resmi.
Manfaat Hasil Aktualisasi
Rancangan Tindak Lanjut Aktualisasi
PENUTUP
Kesimpulan
Pada masa aktualisasi kegiatan, dilakukan kajian mendalam mengenai permasalahan “sistem pembuatan akta resmi yang belum efisien dan berhasil di Kecamatan Kutoarjo” namun penulis tidak menemukan penyebab lain yang menjadi pemicu munculnya kegiatan tersebut. dari masalahnya. Meningkatkan komitmen peningkatan kecepatan dan ketepatan pembuatan sertifikat resmi sesuai SOP. Dengan tersedianya SOP pembuatan sertifikat dinas, para ASN dapat bekerja lebih cermat dan disiplin sesuai dengan visi desa Kutoarjo yaitu “Menuju masyarakat desa Kutoarjo yang lebih sukses melalui pembangunan partisipatif dan kearifan lokal dengan dukungan tenaga profesional. birokrasi” dan misi desa Kutoarjo yaitu “Meningkatkan profesionalisme birokrasi dengan efisiensi pelayanan publik untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
Dengan tersedianya sistem pembuatan kwitansi resmi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembuatan kwitansi resmi dan berkontribusi sejalan dengan Visi Desa Kutoarjo yaitu 'Menuju masyarakat Desa Kutoarjo yang lebih sejahtera melalui pembangunan partisipatif dan kearifan lokal. dengan dukungan birokrasi yang profesional” dan Misi Desa Kutoarjo yaitu. Adanya Pakta Integritas diharapkan mampu meningkatkan pola kerja ASN sejalan dengan Visi Desa Kutoarjo yaitu “Menuju masyarakat Desa Kutoarjo yang lebih sejahtera melalui pembangunan partisipatif dan kearifan lokal dengan dukungan birokrasi yang profesional” dan Misi Desa Kutoarjo yaitu “Meningkatkan profesionalisme birokrasi melalui efektivitas pelayanan publik menuju pemerintahan yang baik.
Dengan tersedianya SOP pembuatan kuitansi dinas, maka ASN dapat bekerja lebih cermat dan disiplin, sejalan dengan nilai-nilai budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo yaitu akuntabilitas dan profesionalisme. Dengan tersedianya sistem pembuatan tanda terima dinas diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap efektivitas pembuatan tanda terima dinas sejalan dengan nilai-nilai budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo yaitu akuntabilitas dan profesionalisme. Dengan tersedianya Pakta Integritas diharapkan dapat memperbaiki pola kerja ASN sejalan dengan nilai-nilai budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo yaitu tanggung jawab dan profesionalisme sehingga dapat lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya. tugas dan posisi.
Manfaat bagi ASN di Kecamatan Kutoarjo khususnya tenaga keuangan 1) Dengan adanya kegiatan aktualisasi dalam penyelesaian permasalahan maka penerimaan tagihan dinas dapat terlaksana sesuai petunjuk dan prosedur. Dengan adanya kegiatan pemutakhiran dalam rangka penyelesaian permasalahan tersebut, membantu tercapainya visi dan misi Desa Kutoarjo, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Kutoarjo d. Dengan teraktualisasinya kegiatan dalam rangka penyelesaian permasalahan tersebut maka dapat membantu proses kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat terealisasi sesuai rencana.
Melakukan upgrade database pada sistem pembuatan resi layanan “SITANAS” pada aplikasi Microsoft Access yang sudah ada dan beradaptasi dengan perubahan anggaran.
Saran