Perkembangan digitalisasi di dunia bisnis secara signifikan mempengaruhi bagaimana perilaku bisnis sekarang ini. Kinerja sangat menentukan apakah mereka akan tetap bisa bertahan dalam lingkungan bisnis yang sangat dinamis atau tidak, perusahaan harus selalu berusaha mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. Banyak perusahaan baik di negara berkembang maupun negara maju selalu mencari cara untuk mempertahankan kinerja perusahaan, karena bagi mereka kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada kinerja yang dicapai.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%. Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia secara umum belum memahami dengan baik karakteristik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal, padahal literasi keuangan merupakan keterampilan yang penting dalam rangka pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan individu, perlindungan konsumen, dan peningkatan inklusi keuangan. Penelitian mengenai pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.
Tingkat literasi keuangan yang rendah di antara orang-orang di seluruh dunia telah menyebabkan kegagalan bisnis, sejalan dengan penelitian (Desiyanti & Kassim, 2020; Nur Hamidah et al., 2020; Trianto et al., 2021; Wahyono & Hutahayan, 2021) yang mengungkapkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja. Akan tetapi tidak sejalan dengan penelitian (Chatterjee & Das, 2016) bahwa keterampilan teknis terlihat memiliki dampak negatif terhadap keberhasilan bisnis.
Akses keuangan melalui perbankan memungkinkan penghematan biaya pada individu atau organisasi, oleh karena itu diharapkan seseorang memiliki akses mudah pada produ atau layanan yang disediakan oleh perbankan. Penelitian (Marcelin et al., 2022; Trianto et al., 2021) menyatakan bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal tersebut tidak sejalan dengan penelitian (Bhattacharyya & Khan, 2021) yang menyatakan bahwa inklusi keuangan berpengaruh negatif dengan kinerja perusahaan.
Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukan hasil yang tidak konsisten yang menyebabkan timbulnya gap riset. Dasar literasi keuangan bukan hanya didasarkan pada tiga aspek literasi keuangan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, melainkan meliputi pula aspek sikap dan perilaku. Pada kenyataannya literasi keuangan sangat berkaitan erat
dengan inklusi keuangan sehingga perlu adanya keselarasan dan kesinambungan antara kegiatan literasi keuangan dan inklusi keuangan. Pencapaian strategi literasi dan inklusi keuangan lebih efisien dilakukan secara bersama-sama sehingga tujuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan dapat dicapai. Berdasar uraian fenomena dan riset gap, penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk melengkapi kesenjangan yang ada.
Tabel penelitian terdahulu
Peneliti dan Tahun Variabel Metode Hasil
1 Wahyono &
Hutahayan (2021)
Variabel Independen:
Literasi keuangan Variabel Dependen:
Kinerja dan inovasi UMKM
Path analysis menggunakan GSCA
Hasil penelitian mengkonfirmasi pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan inovasi UMKM kreatif di Jawa Tengah. Hal ini berimplikasi bahwa dengan literasi keuangan yang baik diharapkan
UMKM mampu mengambil
keputusan manajemen dan keuangan yang tepat untuk meningkatkan kinerja dan inovasi.
2 Desiyanti &
Kassim (2020)
Variabel Independen:
Literasi keuangan Variabel Dependen:
Kinerja bisnis
Variabel Moderating:
Religiusitas
Structural equation model (SEM), berdasarkan partial least square (PLS)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan mempengaruhi kinerja bisnis, religiusitas mempengaruhi kinerja bisnis dan religiusitas memperkuat hubungan antara literasi keuangan dan kinerja bisnis
3 Marcelin et al., (2022)
Variabel Independen:
Inklusi keuangan, kepemilikan bank Variabel Dependen:
Kinerja ekonomi
Penaksir panel dinamis GMM sistem
Penggunaan dan akses ke layanan dan produk keuangan, termasuk ketersediaan ATM dan rekening deposan, berdampak positif terhadap kinerja ekonomi. Untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian, inklusi keuangan
dan kepemilikan bank
membutuhkan kualitas institusi yang minimal.
4 Nur Hamidah et al., (2020)
Variabel Independen:
Literasi keuangan, financial technology dan modal intelektual Variabel Dependen:
Kinerja UMKM
Regresi linear berganda
Hasil penelitian ini literasi keuangan, fintech dan modal intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Depok.
5 Trianto et al., (2021)
Variabel Independen:
Literasi Keuangan Syariah, Inklusi Keuangan Syariah Variabel Dependen:
Kinerja Bisnis
Pendekatan SEM-GeSCA
Hasil ini memberikan informasi bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan syariah memberikan variabel penting bagi
perkembangan perusahaan. Kajian ini mengandung implikasi bahwa para pelaku usaha di klaster kuliner harus terus meningkatkan literasi keuangan syariah dan inklusi keuangan syariah agar dapat tercipta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Bhattacharyya, A., & Khan, M. (2021). Financial inclusion, corporate social responsibility and firm performance – analysis of interactive relationship. Meditari Accountancy Research.
https://doi.org/10.1108/MEDAR-12-2020-1121
Chatterjee, N., & Das, N. (2016). A Study on the Impact of Key Entrepreneurial Skills on Business Success of Indian Micro-entrepreneurs: A Case of Jharkhand Region. Global Business Review, 17(1), 226–237. https://doi.org/10.1177/0972150915610729
Desiyanti, R., & Kassim, A. A. (2020). Financial Literacy on Business Performance : The Moderating Effect of Religiosity Among SMEs In Sumatera, Indonesia. International Journal of Academic Research in Accounting Finance and Management Sciences, 10, No.2(January 2021), 87–99. https://doi.org/10.6007/IJARAFMS/v10-i2/7371
Marcelin, I., Egbendewe, A. Y. G., Oloufade, D. K., & Sun, W. (2022). Financial inclusion, bank ownership, and economy performance: Evidence from developing countries.
Finance Research Letters, 46(March), 102322. https://doi.org/10.1016/j.frl.2021.102322
Nur Hamidah, Rida Prihatni, & IGKA Ulupui. (2020). The Effect Of Financial Literacy, Fintech (Financial Technology) and Intellectual Capital On The Performance Of MSMEs In Depok City, West Java. Journal of Sosial Science, 1(4), 152–158.
https://doi.org/10.46799/jsss.v1i4.53
Trianto, B., Barus, E. E., & Sabiu, T. T. (2021). Relationship Between Islamic Financial Literacy , Islamic Financial Inclusion And Business Performance : Evidence From Culinary Cluster Of Creative Economy. Ikonomika, 6(1), 19–3.
https://doi.org/10.24042/febi.v6i1.7946
Wahyono, & Hutahayan, B. (2021). The relationships between market orientation, learning orientation, financial literacy, on the knowledge competence, innovation, and performance of small and medium textile industries in Java and Bali. Asia Pacific Management Review, 26(1), 39–46. https://doi.org/10.1016/j.apmrv.2020.07.001