AKUNTANSI KONSOLIDASIAN - Per 31 Maret 2007 dan 2006 serta untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut. Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. Pada tanggal 14 Februari 1990, perseroan mendapat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pasar Modal (Bapepam) berdasarkan suratnya No.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tanggal 9 April 1990. Perseroan mencatatkan saham Penawaran Umum Terbatas I di BEJ dan BES pada tanggal 19 Juli 2000.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Harga pokok penjualan dari saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi sisa laba (rugi) bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dikurangi jumlah saham yang dibeli kembali pada tahun yang bersangkutan. Laba (rugi) per saham dilusian dihitung dengan membagi laba (rugi) dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dikurangi modal saham yang diperoleh kembali, ditambah rata-rata tertimbang jumlah saham dari seluruh saham yang berpotensi dilutif.
ANAK PERUSAHAAN
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan didebit atau dikreditkan pada laporan laba rugi konsolidasi, kecuali pajak tangguhan yang didebit atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Piutang dan liabilitas pajak tangguhan disajikan dalam neraca, kecuali piutang dan liabilitas pajak tangguhan berbagai entitas, dengan cara saling hapus sesuai dengan penyajian taksiran piutang dan liabilitas pajak.
Segmen geografis adalah suatu komponen suatu perusahaan yang dapat dibedakan dalam produksi suatu produk atau jasa pada suatu lingkungan ekonomi (wilayah) tertentu, dan komponen tersebut mempunyai risiko dan manfaat yang berbeda dengan risiko dan manfaat komponen yang beroperasi pada lingkungan ekonomi lainnya. (wilayah). Aset dan liabilitas yang terbagi dalam satu atau lebih segmen dialokasikan pada setiap segmen jika dan hanya jika pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan pada segmen tersebut. Berdasarkan akta jual beli saham EMC tanggal 28/4/2006 yang disahkan dengan akta notaris no. 133 tanggal 16 Mei 2006 dari Dr.
Berdasarkan Perjanjian Pembelian Saham dan Keputusan Pemegang Saham EMC tanggal 28 Desember 2006, pemegang saham EMC menyetujui penjualan 1 lembar saham EMC MII kepada Perusahaan. Pada tanggal 30 Desember 2002, MP, anak perusahaan yang didirikan di Singapura melalui likuidatornya, Hamish Alexander Christie, telah terdaftar di Registrar of Companies and Businesses, Singapura untuk dilikuidasi. Berdasarkan laporan likuidator MP oleh Hamish Alexander Christie disebutkan bahwa pada tanggal 17 Februari 2006 proses likuidasi telah selesai dengan pengembalian uang tunai sebesar SGD 1.873,76.
Irawan Soerodjo, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham MSTI, menyetujui pembubaran MSTI efektif tanggal 10 Maret 2006.
KAS DAN SETARA KAS
EFEK-EFEK
PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA
Manajemen Perusahaan dan anak perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang usaha pihak ketiga adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat piutang tak tertagih.
PERSEDIAAN
UANG MUKA PEMBELIAN
INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI
AKTIVA TETAP
Peralatan yang disewakan terdiri dari perangkat keras dan perlengkapan komputer dengan masa sewa 1 sampai dengan 4 tahun. Aset tetap diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing AS untuk tahun 2007 dan AS untuk tahun 2006. Menurut manajemen Perusahaan dan anak perusahaan, nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian atas tanaman tetap tersebut. aset yang diasuransikan.
Manajemen perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa nilai akuntansi seluruh aset tetap masih lebih rendah dibandingkan nilai yang dapat diperoleh kembali sehingga tidak perlu memperhitungkan penurunan nilai aset tersebut.
AKTIVA LAIN-LAIN
HUTANG BANK
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit No. 76 tanggal 24 Mei 2006 yang diaktakan oleh Mellyani Noor Sandra, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja (demand loan) dengan jumlah maksimum sebesar US$ 5.000.000. Persediaan berupa produk merek Epson dengan nilai jaminan di AS sebagaimana tercantum dalam Trust Guarantee No. 105, yang diaktakan dengan akta notaris Mellyani Nor Sandra, S.H., Notaris di Jakarta, MII memperoleh fasilitas pinjaman dengan pinjaman maksimal US$ 5.000.000.
Pada tanggal 27 Oktober 2013, berdasarkan akta notaris Mellyani Noor Sandra S.H., notaris di Jakarta, MEB memperoleh fasilitas pinjaman dengan jumlah maksimum sebesar US$ 1.800.000. Pada tanggal 23 Oktober 2013, MEB memperoleh fasilitas pinjaman tetap dengan jumlah maksimum sebesar US$5.250.000. Tingkat bunga sebesar 7,75% per tahun dan dijamin dengan Letter of Comfort dari Perseroan, jaminan dari piutang usaha MII dan MEB.
Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit tanggal 31 Mei 2004 No. 34, yang diaktakan oleh Endang Betty Budiyanti S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan telah memperoleh pinjaman modal kerja dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar AS$4.000.000. Pada tanggal 27 Desember 2005, MEB memperoleh pinjaman dalam bentuk fasilitas surat promes langsung dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar US$815.000 (setara dengan Rp). Pada tanggal 14 Desember 2005, MII memperoleh tambahan fasilitas pinjaman dari BII berupa Term Loan Facility (PB) 3 (Catatan 19) dan Prompt Promissory Note (PPL) dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar AS$1.000.000.
Fasilitas PPL ini dikenakan tingkat bunga mengambang sebesar SIBOR satu bulan ditambah 4% per tahun.
HUTANG USAHA
Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8% per tahun dan pembayaran pokoknya jatuh tempo setiap bulan dari bulan Juni 2006 sampai dengan Mei 2007. Pinjaman ini dijamin dengan surat konfirmasi perusahaan, piutang usaha dan persediaan MEB (Catatan 6 dan 7).
HUTANG PAJAK
BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
HUTANG BANK JANGKA PANJANG
Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 30 Juni 2006 no. 105, yang diaktakan dengan akta notaris oleh Mellyani Noor Sandra S.H., notaris di Jakarta, MII menerima pinjaman non-revolving (term loan) dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar 3,000,000 USD. Fasilitas pedoman MII (project finance) berupa fasilitas pinjaman berjangka dan fasilitas pinjaman tetap dengan jumlah maksimum USD 2.000.000. MII telah menggunakan fasilitas term loan (PB) 1 sebesar USD 370,000 dan term loan (PB) 2 sebesar US$ serta telah menandatangani akta khusus pengakuan utang tersebut sebagaimana tercantum dalam akta no.
Berdasarkan surat konfirmasi kredit tanggal 14 Desember 2005, MII memperoleh fasilitas pinjaman berjangka (PB) 3 dan surat promes segera (PPL) 3 dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar AS$1.000.000. Fasilitas PB 1 dikenakan tingkat bunga sebesar 7% per tahun untuk jangka waktu September 2003 sampai dengan Juni 2006, dengan pokok dan bunga dibayar setiap bulan. Fasilitas PB 2 dikenakan tingkat bunga sebesar 7% per tahun untuk jangka waktu Maret 2004 sampai Maret 2006. Pokok dan bunga harus dibayar setiap bulan.
Pinjaman PB 3 dikenakan tingkat bunga sebesar 8% per tahun dengan jangka waktu 14 Desember 2005 sampai dengan Juni 2008. Peralatan yang dipasang oleh MII didasarkan pada perjanjian kontrak dengan pihak ketiga sebagaimana diatur dalam perjanjian (catatan 10).
HAK MINORITAS
MODAL SAHAM
TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH
UANG MUKA MODAL DISETOR
DIVIDEN DAN CADANGAN UMUM
OPSI PEMILIKAN SAHAM OLEH KARYAWAN
Kelompok A adalah seluruh pegawai perusahaan dan anak perusahaan (kecuali eksekutif) yang telah bekerja berturut-turut lebih dari 12 bulan sejak tanggal 1 November 2000. Kelompok B pada Tahap I adalah para eksekutif dan karyawan kunci yang telah bekerja berturut-turut lebih dari 12 bulan. mulai 1 November 2000. Grup B II.
Grup B di III. Menjadi tidak berlaku pada tanggal 26 Juni 2003. Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa pada tanggal 7 Juni 2001 yang dikukuhkan dengan akta notaris Fathiah Helmi, S.H., no.
29 tanggal 27 September 2001 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui untuk menyesuaikan jumlah hak opsi ESOP menjadi sebanyak-banyaknya hak opsi sehubungan dengan pembagian saham bonus pada tahun 2001 dan jangka waktu pelaksanaannya. melaksanakan opsi dari semula 3 tahun menjadi 15 tahun. Jumlah hak opsi yang tersedia untuk dilaksanakan Hak opsi di atas telah disesuaikan dengan pembagian saham bonus pada tahun 2001. 53 “Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham”, Perseroan wajib mencatat biaya kompensasi yang ditentukan berdasarkan kewajaran. nilai hak opsi pada tanggal pemberian opsi.
Perkiraan jangka waktu opsi 8,5 tahun/tahun 9,5 tahun/tahun Berdasarkan asumsi di atas, biaya kompensasi tahunan setelah memperhitungkan hak opsi yang dibatalkan adalah masing-masing Rp dan Rp untuk tahun 2006 dan 2005.
PENJUALAN DAN BEBAN POKOK PENJUALAN
BEBAN USAHA
PENGHASILAN BUNGA Pendapatan bunga dari
BEBAN BUNGA Beban bunga dari
PAJAK PENGHASILAN Beban (manfaat) pajak terdiri dari
Pada tahun 2006, perusahaan dan anak perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dan Surat Ketetapan Kurang Bayar Pajak (SKPKB). Pajak penghasilan yang lebih dibayar, yang tidak dapat dikembalikan, dan pajak penghasilan yang kurang dibayar menurut surat ketetapan yang diterima sebesar Rp, didebet pada laporan laba rugi konsolidasi. Pada tahun 2005, MII mengajukan pengaduan ke Direktorat Jenderal Pajak mengenai Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar No.
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
Pada tanggal neraca, Perseroan tidak mempunyai saham biasa yang berpotensi dilutif akibat hak opsi saham, karena harga pelaksanaan hak opsi saham lebih tinggi dari rata-rata nilai wajar per saham. saham pada periode yang relevan.
KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA
SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat Hubungan Istimewa
INFORMASI SEGMEN Segmen Usaha
AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2007 dan 2006, kurs konversi yang digunakan oleh Perusahaan dan anak perusahaannya adalah sebagai berikut:.
PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING
Penunjukan Perseroan dan anak perusahaan sebagai distributor berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun, dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan antara Perseroan dan anak perusahaan serta pemasok. Perjanjian ini antara lain mengatur bahwa harga jual produk tersebut ditentukan berdasarkan daftar harga yang diberikan oleh pemasok. Pada tanggal 9 Desember 1999, Perusahaan menandatangani Perjanjian (Perjanjian) Lisensi Pengguna Akhir Perorangan Perangkat Lunak R/3 dengan SAP Aktiengesellchaft (SAP), sebuah perusahaan yang berbasis di Jerman, yang memberikan Perusahaan lisensi non-eksklusif untuk menggunakan R/3 Perangkat Lunak di Indonesia dan negara lain sesuai dengan perjanjian sebelumnya melalui perjanjian tertulis antara kedua pihak, sebagaimana dijelaskan dalam perjanjian.
Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu tidak terbatas sepanjang kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengubah isi Perjanjian. Sebagai imbalannya, Perusahaan diharuskan membayar jasa lisensi perangkat lunak dan jasa konsultasi untuk tahun 2006 dan 2005. Pada tanggal 23 Desember 1999, Perusahaan mengadakan perjanjian jasa profesional (Perjanjian) dengan PT SAP Asia (SAP), sebuah perusahaan berbasis di Indonesia, dimana perusahaan memperoleh konsultasi perangkat lunak dan layanan profesional dari SAP untuk mendukung instalasi dan implementasi perangkat lunak di Asia.
IKATAN
PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI