• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pabrik Etanol Kelompok 6

N/A
N/A
Chou Chou

Academic year: 2023

Membagikan "Pabrik Etanol Kelompok 6"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PABRIK ETANO L

Industri Kimia Organik

(2)

Edtillya Rizca Ok

.

5008201034

Ardian M Putra

5008201038

Widaningsih

5008201136

Muh. Zainal A.L

5008201184

kelompok 6

PIK Kelas E

(3)

Perusahaan

Manfaat

Bahan Baku

Variasi

Sifat

Unit Proses Unit

Operasi Diagram

Proses Singkat Bahan

Bakar

Video

Sumber

Kelompok 6

(4)

Perusahaan Internasional

Big River Resources Amerika Serikat

Archer Daniels Midland Co.-Decatur

Amerika Serikat

Perusahaan Internasional

Perusahaan

Etanol

(5)

Perusahaan Nasional

Perusahaan Etanol

PT. Molindo Raya Industrial Jl.

Sumberwaras No.

255, Malang, Jawa Timur

Indo Acidatama Tbk., PT Graha Kencana Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI

Jakarta

Indolampung Distillery, PT [Lampung Branch]

Jl. Sumatra Kode C,

Bandar Lampung

(6)

Manfaat

Manfaat

e t a n o l

 Campuran Kosmetik

 Tambahan produk rumah tangga

 Penyedap rasa makanan

 Bahan bakar

 Bahan sterilisasi

 Campuran obat

(7)

LIGNOSELULOSA

-

Lignin - Selulosa

- Hemiselulosa

Sumber : limbah industri pertanian, perkebunan, dan kehutanan

MOLASE (TETES TEBU)

Sumber : Produk sampingan dari industri gula

Bahan

Baku

(8)

Sifat dan Karakteristik Bahan Baku

Molasses (tetes tebu) adalah hasil samping yang berasal dari pembuatan gula tebu (Saccharum officinarum).

Diperkirakan untuk setiap ton tebu akan menghasilkan sekitar 5,67 % tetes tebu.

Melimpahnya molasses di Indonesia

dapat dimaanfaatkan sebagai bahan

baku ethanol. berbentuk kental, warna

cokelat. Molasses didapatkan dari hasil

pemisahan dengan kristal gula pada

pengolahan gula tebu.

(9)

Variasi Produk Ethanol

Kelompok 6

‘PT Molindo Raya Industrial’

 Etanol Teknis  Etanol Prima

 Etanol Absolut

(10)

Process Flow Diagram

(11)

Kelompok 6

Unit Proses :

 Sakarifikasi/Hidrolisis

mengencerkan molasses dengan air proses, agar biomass tidak mati

 Fermentasi

Penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme bakteri dari tangki propagasi dalam proses ini akan dihasilkan etanol dengan kadar 6-10%

Pemurnian/ Dehidrasi

Proses membuang molekul air dari senyawa proses

penyaringan, distilasi dan adsorpsi untuk menghasilkan etanol kadar tinggi.

(12)

Unit Operasi :

(13)

Diagram

Diagram alir proses konversi bahan lignoselulosa menjadi etanol (Cardona dan Sanchez 2007).

Kelompok 6

Keterangan:

S : Selulosa

H : Hemiselulosa L : Lignin P : Pentosa

I : Inhibitor

CF : Co-fermentation SSF : Simultaneous

saccharification and fermentation SSCF : Simultaneous

saccharification and co- fermentation CBP : Consolidated

bioprocessing

Biomassa (S+H+L)

   

Perlakuan pendahuluan Fraksi Padatan

(S+L)

Fraksi Cariran (P+I) Detoksifikasi Produk

Selulase Selulase

Hidrolisis Selulosa Glukosa & Lignin Khamir

Fermentasi Heksosa Etanol

&

Lignin

Pentosa

Fermentas i Pentosa

Khamir

Etanol CO

2 CO2

Distilasi

Lignin Etanol (94%) Dehidras i

Limbah Cair Penanganan Limbah Cair

Etanol (99,50%) SS

F

CBP

SSC F C F

(14)

Proses Singkat

Propagasi

Merupakan proses awal dalam pembuatan ethanol. Dalam tahap propagasi ini, molasses akan  melalui proses dilusi serta penambahan Urea dan NPK sebagai nutisi.

Kemudian dilakukan inokulasi yeast (ragi)   Saccharomyces Cerevisiae. 

Kebutuhan hara tersebut adalah sebagai berikut:

a. Urea sebanyak 0.5% dari kadar gula dalam larutan fermentasi.

b. NPK sebanyak 0.1% dari kadar gula dalam larutan fermentasi.

Fermentasi (P : 1 atm T : 30

o

C)

Dalam tahap ini membutuhkan waktu beberapa jam untuk proses respirasi anaerobik.  Gula yang terkandung akan diproses menjadi ethanol, karbondioksida dan komponen kimia lainnya.

Kelompok 6

(15)

Proses Singkat

Fermentasi (P : 1 atm T : 30 o C)

Etanol untuk kegunaan konsumsi manusia (seperti minuman beralkohol) dan kegunaan bahan bakar diproduksi dengan cara fermentasi. Spesies ragi tertentu (misalnya Saccharomyces cerevisiae) mencerna gula dan menghasilkan etanol dan karbon dioksida:

C6H12O6 → 2 CH3CH2OH + 2 CO2

Proses membiakkan ragi untuk mendapatkan alkohol disebut sebagai fermentasi.

Konsentrasi etanol yang tinggi akan beracun bagi ragi. Pada jenis ragi yang paling toleran terhadap etanol, ragi tersebut hanya dapat bertahan pada lingkungan 15% etanol berdasarkan volume

Untuk menghasilkan etanol dari bahan-bahan pati, misalnya serealia, pati tersebut haruslah diubah terlebih dahulu menjadi gula. Dalam pembuatan bir, ini dapat dilakukan dengan merendam biji gandum dalam air dan membiarkannya berkecambah. Biji gandum yang baru berkecambah tersebut akan menghasilkan enzim amilase. Biji kecambah gandum ditumbuk, dan amilase yang ada akan mengubah pati menjadi gula.

Untuk etanol bahan bakar, hidrolisis pati menjadi glukosa dapat dilakukan dengan lebih cepat menggunakan asam sulfat encer, menambahkan fungi penghasil amilase, atapun kombinasi dua cara tersebut

Kelompok 6

(16)

Proses Singkat

Evaporasi

Setelah proses fermentasi selesai cairan akan dialirkan ke evaporator dengan 4 stage (tahap). Pada evaporator tersebut senyawa ethanol akan menguap dan dialirkan ke kolom

distilasi. Pada evaporator dipanaskan dan suhunya dipertahankan antara 79 – 81oC. Pada suhu ini etanol sudah menguap, tetapi air tidak menguap. Uap etanol dialirkan ke distilator. Bioetanol akan keluar dari pipa pengeluaran distilator.

Distilasi

Proses distilasi dilakukan untuk memisahkan ethanol dari komponen kimia lainnya yang menjadi impurities (pengotor) berdasarkan titik didihnya, sampai kadar ethanol mencapai 90- 92%.

Dehidrasi

Setelah kadar mencapai 90-92%, akan dilakukan proses akhir dengan menghilangkan kadar air atau disebut dengan dehidrasi hingga kadar ethanol mencapai 99.5%.

Kelompok 6

(17)

Bahan Bakar dan Energi yang digunakan

Pada produksi etanol, bahan bakar digunakan pada generator dan boiler. Bahan

bakar yang digunakan untuk generator adalah solar (Industrial Diesel Oil) yang diperoleh dari PT Pertamina, Cilacap. Sedangkan bahan bakar yang dipakai pada boiler adalah Fuel Oil grade 4. Kemudian untuk energi yang digunakan adalah energi listrik ->Listrik

berfungsi sebagai alat penggerak dari berbagai perlatan proses produksi dan sebagai penerangan. Kebutuhan listrik di pabrik bioetanol dari molase ini diperoleh dari PLN dan generator pabrik.

Kelompok 6

(18)

https://www.youtube.com/watch?v=lXnUCPPTDO c&list=PLlNV0s0ZCmvvs10dmcCJ2gomxq_C_ZyME&

index=5

Nih link videonya, nonton bareng yuk!!

Kelompok 6

(19)

Sumber

Dinda,Graziela dan Hidayati,Nur.2017. “Pabrik Bioetanol Dari Molase Melalui Fermentasi Dengan Pemurnian Distilasi Dan Adsorpsi”.Surabaya.Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Purnama,Okki. 2012. “Produksi Etanol Berbahan Baku Molase Di Pt Molindo Raya Industrial Lawang, Jawa Timur”.Surabaya. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Sebayang, Firman (5 Juli 2006). "Pembuatan etanol dari molase secara fermentasi menggunakan sel Saccharomyces cerevisiae yang terimobilisasi pada kalsium alginat". Jurnal Teknologi Proses.

Departemen Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sumatra Utara: 68–74. ISSN 1412-7814.

Hermiati, E. 2010. Pemanfaatan Biomassa Lignoselulosa Ampas Tebu untuk Produksi Bioetanol.

Bogor. Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Sebayang, F. 2006. Pembuatan Etanol dari Molase Secara Fermentasi Menggunakan Sel Saccharomyces Cerevisiae yang Termobilisasi pada Kalsium Alginat. Jurnal Teknologi Proses.

Departemen Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara.

   

Kelompok 6

(20)

T E R I M A

K A S I H

Referensi

Dokumen terkait

Proses pembuatan monosodium glutamat dari molasses dengan menggunakan proses fermentasi menggunakan bakteri Micrococcus glutamicus... Bakteri Micrococcus glutamicus dapat

Fermentasi adalah suatu aktifivitas mikroorganisme terhadap senyawa molekul organik komplek seperti protein, karbohidrat, dan lemak yang mengubah senyawa-senyawa tersebut

Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari penguraian bahan bahan organik oleh mikroorganisme dengan metode fermentasi secara anaerob (tanpa oksigen).. Bahan organik

Fermentasi bertujuan untuk menghilangkan senyawa lendir yang tersisa dari kulit tanduk dan merupakan proses penguraian senyawa-senyawa yang terdapat dilapisan lendir dengan

Fermentasi bertujuan untuk menghilangkan senyawa lendir yang tersisa dari kulit tanduk dan merupakan proses penguraian senyawa-senyawa yang terdapat dilapisan lendir

II.4 Fermentasi anaerobik Penguraian senyawa organik seperti karbohidrat, lemak dan protein yang terdapat dalam limbah cair dengan proses anaerobik akan menghasilkan biogas

Pengaruh Lama Fermentasi dan Berat Ragi Roti Terhadap Kadar Bioetanol Dari Proses Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis Selulosa Jerami Padi Dengan HCl 30%.. Universitas

Pengaruh Konsentrasi Asam Dan Waktu Pada Proses Hidrolisis Dan Fermentasi Pembuatan Proses Hidrolisis Dan Fermentasi Pembuatan Bioetanol Dari Alang-Alang.. Teknologi Fermentas,