• Tidak ada hasil yang ditemukan

PADANG KOTA TUA - Repository UNP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PADANG KOTA TUA - Repository UNP"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menginventarisasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang berkaitan dengan daya tarik wisata Padang Kota Tua dan sekitarnya: (2) untuk menciptakan jalan pengembangan bagi Padang Kota Tua dan sekitarnya sebagai sebuah oui “pariwisata berwawasan lingkungan. Sumbar sesuai potensi dan kondisi wisatanya telah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata (DTw) di Indonesia. Bahkan terkadang kita menganggap pariwisata Sumbar masih demikian sehingga sikap tersebut harus ada. telah ditempuh dalam mengukuhkan eksistensi Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata di Indonesia bagian barat (Jamrah, A. Z00Z).

Kemudian potensi Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata sangat tinggi dibandingkan daerah lapis kedua lainnya, karena pendapatan daerah tidak hanya berasal dari hotel, tetapi juga dari pajak minuman keras, penjualan tiket masuk tempat wisata, restoran, bandara Tabing, pelabuhan Teluk Bayur. , dan yang tak kalah penting...nya adalah daya tarik Padang sebagai ibu kota provinsi Sumarera Barat dengan sebutan Kota Lamar Kota Tua merupakan kawasan tertua di Padang dan dahulu kala Kota Lama Padang merupakan kota metropolitan yang banyak dihuni oleh warga negara asing. Kecamatan Muara di Kota Padang dulunya merupakan sebuah pelabuhan kecil tempat berlabuhnya kapal-kapal kargo kerajaan Belanda. Tindakan diperlukan untuk wisatawan individu. Saat ini, masih banyak taksi dengan oknum pengemudi yang memperlakukan wisatawan sebagai rejeki nomplok. Bukan hal yang aneh bagi sebagian besar pengemudi taksi untuk memanfaatkan peluang dalam situasi sulit.” Upaya dewan kota sendiri untuk melestarikan kawasan ini.

Hampir seluruh tempat wisata di Sumbar tidak dikelola secara profesional sehingga potensi yang sangat besar tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan dimonetisasi secara efektif. Selain itu, Departemen Pariwisata (1999) menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan asing dan Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam tiga tahun terakhir, rata-rata -4o%, sedangkan kunjungan wisatawan domestik mengalami penurunan sebesar -6,7 tahun. Sumatera, khususnya Kota Padang Daram yang sedang menghadapi situasi dan kondisi yang kurang menguntungkan, saat ini perlu dicari upaya yang dapat dilakukan untuk pembangunan massal. 2' Bagaimana mengembangkan daya tarik wisata Kota Tua dan sekitarnya sebagai daya tarik wisata yang beragam secara ekologis.

Menginventarisasi kekuatan, kelemahan dan peluang. peluang), dan tantangan (perlakuan) terkait daya tarik wisata Padang Kota Tua dan sekitarnya.

Tabel  l.  Proyeksi Kunjungan  Wisatawan  Sumatera  Barat 1996  -20t0
Tabel l. Proyeksi Kunjungan Wisatawan Sumatera Barat 1996 -20t0

Kegunaan penelitian

Jika ada yang meyakini bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan memadukan pendekatan sosio-ekonomi dan lingkungan hidup, maka konsep ini akan menghasilkan pembangunan yang bersifat tiga dimensi. Artinya tujuan ekonomi, tujuan sosial dan tujuan menjaga kelestarian lingkungan hidup mempunyai kedudukan yang seimbang seperti yang telah dijelaskan (Kuswartojo, 2002).

TIGA DIMENSI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN INDOMESIA

Kerangka Konseptual

Dalam pengembangan pariwisata daerah khususnya objek dan daya tarik wisata di Sumatera Barat harus mengacu pada perencanaan yang didasarkan pada potensi yang dimiliki masing-masing objek wisata, sehingga wisatawan tidak hanya memanfaatkan Bandara Tabing dan Pelabuhan Teluk Bayur hanya sebagai persinggahan saja tanpa harus menginap. Padang. Untuk Kota Padang Masih banyak daya tarik wisata yang perlu ditingkatkan antara lain: l) Objek wisata Taman Siti Nurbaya yang terletak di puncak Gunung Padang pada ketinggian 400 meter diatas permukaan laut. Marah Rusli, 2) Objek wisata Pantai Air Manis terletak di sebelah selatan kota Padang dengan pemandangan yang indah, konon dari sinilah asal mula kisah Malin Kundang anak durhaka, 3) Objek wisata Pulau Pisang merupakan objek wisata bahari yang terletak 3 mil dari daratan, dikelola oleh PT. anak anjing ISLAN. dengan fasilitas Bar, Resroran & Conage, 4) objek wisata panorama di Sitinjau Laut. 20. yang terletak antara perjalanan Padang – Solok yaitu pada ketinggian 1.000 meter dengan udara pegunungan yang segar dan sejuk, 5) objek wisata Taman Nirwana terletak di tepi pantai 13 km dari kota Padang yang menarik dengan pantai yang landai dan berpasir putih, 6) Atraksi Objek wisata Carolina didirikan pada tahun 1981.

Nama Carolina diambil dari nama benteng tungeal Zainal Zen 7) Objek wisata Pantai Padang merupakan tempat rekreasi bagi warga kota Padang dan wisatawan wisata pada umumnya. Objek wisata Pantai Pasir Jambak ini letaknya bersebelahan dengan Uara Padang, sangat indah karena pasirnya yang putih dan pantainya yang landai. I i ) Objek Wisata Per::andian Lubuk Minrurun.. m::merupakan tempat rekreasi yang terletak di tepi sungai yang airnya jernih.

KETERPADUAN OBJEK WISATA PADANG KOTA TUA DENGAN OBJEK WISATA DISEKITARI\TYA

INTEGRASI OBYEK WISATA KOTA TUA PADANG DENGAN OBYEK PARIWISATA DI DAERAH\TYA. Untuk mengintegrasikan obyek-obyek wisata tersebut ke dalam suatu kawasan wisata, diperlukan lembaga khusus yang menangani tata cara dan teknis kegiatan konservasi sehingga dapat terjalin sinergitas antar kelompok pelaku konservasi, khususnya: l) pemilik bangunan dan warga sekitar kawasan wisata. , (2) pemodal dan investor, (3) kelompok profesional seperti perencana kota, arsitek, sejarawan.

BAB III

METODOLOGI

Untuk kesiapsiagaan yang memadai, hal ini berarti setidaknya memenuhi langkah-langkah kesiapsiagaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, yang dinyatakan dalam kekuatan faktor-faktor yang diklasifikasikan sebagai internal atau kemampuan faktor-faktor tersebut. Sementara itu, terindikasi tingkat kesiapsiagaan yang kurang memadai, yaitu. bahwa hal tersebut tidak memenuhi tujuan kesiapsiagaan, sebagai kelemahan faktor yan,q.

INTEREN

Keluaran

BAB IV

HASIL PENELITTAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Penempatan pertama mereka ialah menduduki padang pasir di sebelah kiri Batang Arau iaitu kawasan sekitar Seberang Padang. Bandar Padang Lama pada asalnya adalah sebuah kampung kecil di tebing Batang Arau yang dipanggil "Kampung Batuang" (Kampung Batang) iaitu di antara Aur Duri dan Seberang Padang. Menurut catatan Belanda, kawasan Kota padang Lama pada asalnya didiami oleh nelayan, pembuat garam dan pedagang yang berasal dari pedalaman kerajaan Minangkabau.

Wilayah perantauan Minangkabau yang asli adalah Kubung Tigo Baleh atau Solok. Masyarakat adat yang mempunyai tempat khusus pada masa penjajahan Belanda adalah masyarakat yang menyambut kedatangan Belanda ketika pertama kali datang ke pesisir Padang dan masyarakat yang berjasa membantu Belanda. berperang melawan Aceh.. Kayo Kaciak pada tanggal 18 Agustus 1667. Panglima ini sangat terkenal dan banyak digandrungi Belanda pada saat itu. Kelompok yang berjasa pada pemerintahan Belanda ini menganggap dirinya sebagai “Bangsawan Kota Padang, yang mempunyai hak istimewa dan berbeda dengan penduduk pribumi lainnya.

Pada abad ke-19, sistem pemerintahan kota Padang yang semula berada di bawah pengaruh Penghulu diubah oleh Belanda menjadi sistem pemerintahan l7ijk. Kelompok lain yang juga mendapat tempat khusus pada masa pemerintahan kolonial Belanda adalah para pangeran ll'ijk yang jumlahnya g. Keputusan ini mengakibatkan dimulainya proses berulang-ulang di pihak mereka dan permintaan pengembalian hak istimewa dan.

Hasir Anarisis swor pengembangan

Tantangan bagi objek wisata Padang Kota Tua adalah mulai mempromosikan pariwisata dengan “sistem kantong” di 13 kawasan wisata besar di Kota Padang dan program Gerakan Bersama Mengubah Perilaku Masyarakat. Padan Kota Tua dan Larangan Wisata Sekita – banyak tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya. Dinas Informasi dan Komunikasi mengkoordinasikan lembaga swadaya masyarakat dan media/pers untuk berperan aktif dalam pemberitaan dan periklanan/promosi fasilitas dan acara wisata.

Perkeretaapian dan ASDp memberikan nasehat dan pelatihan kepada supir taksi dan traverser mengenai etika profesi, kemampuan bahasa Inggris dan pemahaman pariwisata serta pengetahuan tentang tempat wisata. Kota Padang mempunyai budaya yang beragam, alam, laut dan pantai yang indah dan asri. Padang Pariaman dapat menjadi pemicu dan memastikan kota Padang tidak hanya menjadi kawasan pusat wisata internasional.

Perkembangan pariwisata di Kota Padang terhambat oleh sosial budaya yaitu masyarakat menganggap dunia pariwisata identik dengan kehidupan bebas tanpa batas.

Strategi II Memanfaatkan Kekuatan Untuk Meraih Peluangdunia/mancanegara

Strategi III

Alternatif Langkah Pemecahan Persoalan

Berdasarkan analisis SWOT di atas dapat ditemukan langkah-langkah pemecahan masalah yang merupakan tindakan untuk mengatasi signifikansi kelemahan dan/atau ancaman sehingga menjadi kekuatan dan/atau peluang, yaitu dengan cara. Respon pemerintah kota dalam menjaga kawasan Batang Arau adalah dengan mengeluarkan beberapa kebijakan penting dalam hal tata ruang dan perencanaan bangunan, sehingga terdapat pengelompokan tipe bangunan yang akan direvitalisasi menjadi tipe (A.B dan C) sebanyak 74 bangunan di 3 kawasan. (Pasar Malintang, Pasar Gadang dan Pasar Mudik yang bersejarah) di kota Padang. Untuk itu perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat sebagai pemilik bangunan tua tentang pentingnya upaya perlindungan bangunan bersejarah melalui media massa, seminar.

Membuat lahan parkir, jalur pejalan kaki, rest area, rest room dan ruang terbuka hijau di pinggir Batang Arau.

MODEL PENGEMBANGAN PARJWISATA BERWAWASAN LINGKUNGAN (Ecotourism) PADANG KOTA TUA

Fungsi (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) LpM dimasukkan dalam program pariwisata untuk bertanggung jawab mengelola, mengembangkan dan

Fungsi masyarakat terhadap objek wisata Padang Kota Tua dan sekitarnya didasarkan pada persepsi dan perannya, dan.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Pemberdayaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang berfungsi mengembangkan, mengelola dan melestarikan objek wisata melalui program

KEPUSTAKAAN

Gambar

Tabel  l.  Proyeksi Kunjungan  Wisatawan  Sumatera  Barat 1996  -20t0
Gambar  1.  Tiga  Dimensi  Kebijakan  Pembangunan  Indonesia Gambar  2. Keterpaduan  Objek  Wisara  Padang  Kota Tua  dengan
Tabel  l.  Proyeksi  Kunjungan  wisatawan  Sumatera  Barat  1996  -  z0r0

Referensi

Dokumen terkait

Theo Kojiran, một cuốn sách cổ ghi lại nhiều hoạt động thương mại của Nhật Bản thời Edo, thì thuyền buôn của Ayutthaya đã đến Nhật Bản 6 lần 8 Tên tiếng Anh là Vereenigde