• Tidak ada hasil yang ditemukan

pandangan ekonomi islam terhadap penjualan plat

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pandangan ekonomi islam terhadap penjualan plat"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana posisi Ekonomi Islam terkait penjualan plat nomor kendaraan bermotor tidak resmi di Kota Bengkulu.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian Terdahulu

Permasalahan dalam tugas akhir ini adalah bagaimana pelaksanaan kontrak jual beli plat nomor kendaraan bermotor di Yogyakarta. Persamaan dengan penulis adalah sama-sama membahas masalah jual beli plat nomor kendaraan bermotor, kemudian dengan metode penelitian kualitatif. 13Muhammad Agus Taufik Y, Tesis: “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Plat Nomor Kendaraan Bermotor di Yogyakarta” (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2015), hlm.

Kemiripan dengan penulis sama-sama membahas masalah jual beli plat nomor sepeda motor palsu kemudian metode penelitian kualitatif. Bedanya dengan penulis adalah penulis membahas jual beli plat nomor kendaraan yang menyebabkan dealer.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisi Data

Data primer adalah data yang dibuat oleh peneliti dengan tujuan khusus untuk memecahkan masalah yang sedang ditangani. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan selain memecahkan masalah yang dihadapi. Data yang telah direduksi dengan demikian akan memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data.

Operasionalisasi dari teknik analisis data ini adalah dengan menelusuri data yang diperoleh, ditulis dalam bentuk laporan data yang detail.Hasil ringkasan dan pemilahan data berdasarkan konsep satuan, tema dan kategori tertentu akan memberikan gambaran hasil yang lebih tajam. pengamatan serta untuk memudahkan peneliti untuk mengambil data yang diizinkan sebelumnya juga diperlukan. Operasionalisasi tampilan data (representasi data) dengan cara data yang diperoleh dikategorikan menurut pokok bahasan dan dibuat dalam bentuk matriks untuk melihat pola hubungan satu data dengan data lainnya.

KAJIAN TEORI

Pengertian Jual Beli

Menurut Ibn Qudamah yang dipetik oleh Rahmad Syafei, maksud jual beli ialah pertukaran harta milik bersama. Menurut Hasbi ash-Shiddieqy, jual beli ialah akad yang terdiri daripada pertukaran harta tanah dengan hartanah lain, sehingga berlaku pertukaran dengan pemilikan tetap. Menurut Sayid Sabiq, maksud jual beli bermaksud "harta yang ditukar dengan hartanah atas dasar suka sama suka". 31.

Jual beli adalah interaksi sosial antar manusia berdasarkan rukun dan syarat yang telah ditentukan. Pada hakekatnya jual beli adalah suatu perjanjian untuk menukar barang atau benda yang mempunyai manfaat bagi pemakainya, kedua belah pihak telah menyepakati perjanjian yang dibuatnya. Jual beli adalah kegiatan menukar barang dengan barang lain dengan cara tertentu.

Jual beli sendiri, yaitu: menukarkan barang dengan barang dengan uang dengan melepaskan hak milik dari seorang kepada orang lain atas dasar kesepakatan bersama. Dari beberapa pengertian di atas dapat dipahami bahwa jual beli adalah suatu perjanjian untuk mempertukarkan benda atau barang yang mempunyai nilai dengan senang hati antara kedua belah pihak dimana seorang penjual menyerahkan barangnya kepada pembeli sesuai dengan kesepakatan bersama.

Rukun dan Syarat Jual Beli

Menurut ulama Hanafi, prinsip jual beli adalah ijab kabul iaitu menunjukkan pertukaran barang dengan persetujuan baik dengan perkataan mahupun perbuatan. Menurut jumhur ulama, rukun jual beli itu ada empat iaitu: Penjual (ba'i) Pembeli (mustari) Ijab qabul (sighat) Objek jual beli (Ma'qus alaih) 35. Menurut Hanafiyah, ia hanyalah kesanggupan kedua-dua pihak untuk menjual.

Sedangkan menurut jumhur ulama rukun jual beli ada empat yaitu: penjual, pembeli, sigat (ijab dan qabul) dan ma'qud 'alayh (objek akad). 1) Perjanjian (Konsensus Qabul). Ijab qabul berupa perkataan atau berupa perbuatan yaitu saling memberi (menyampaikan barang dan menerima uang). Dari penjelasan di atas, jelas bahwa ada tiga pilar dalam bisnis jual beli, yaitu penjual dan penjual.

37Diah Ayu Wulandari, Rukun Fiqh Muamalah dan Syarat Jual Beli Dalam Islam, SMA Islam Negeri (Stain) Won Siwo Metro. 2016), h 7. pembeli, barang yang dijual dan kurs sebagai alat jual beli dan ijab qabul atau penyerahan 38. Secara terminologi, syarat berarti segala sesuatu yang bergantung pada adanya suatu hukum dengan adanya yang demikian, dan tidak adanya sesuatu juga tidak menimbulkan hukum, tetapi adanya sesuatu tidak serta merta berarti memiliki hukum. sebagai berikut :.

Agar jual beli dapat dilakukan secara sah dan memberikan akibat yang wajar, terlebih dahulu harus dipenuhi beberapa syarat. 39 Siti Mujiatun, “Jual Beli Dalam Perspektif Islam: Salam dan Istisna”, No. 40 Muhammad Aniq, Tesis: “Analisis pendapat Imam Syafi'i tentang jual beli barang yang tidak ada di negaranya”. Ini adalah jenis jual beli dengan cara menjual barang yang kriterianya dinyatakan dengan jelas dalam kepemilikannya, dibayar di muka, yaitu dibayar di muka.

Macam-macam Jual Beli

54 Dani Andrean Rusmana, Tesis: “Kajian Hukum Islam Terhadap Jual Beli Plat Nomor Kendaraan Palsu” Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2018), h. Dalam penelitian ini penulis hanya fokus pada kios yang menjual plat nomor tidak resmi, total ada 5 kios dari Jalan Sutoyo hingga Jalan S. Kehadiran penjual plat nomor memudahkan konsumen untuk mendapatkan plat nomornya.

Proses pemesanan terjadi antara penjual plat nomor dan konsumen plat nomor dengan tatap muka. 62 Vanny Eka Putri, Skripsi Diploma: “Pembuatan Plat Nomor Kendaraan Palsu, Ditinjau dari Perspektif Sosiologi Hukum Islam” (Padang: UIN Imam Bonjol, 2018), hlm. Seputar apa penyebab penjualan plat nomor kendaraan bermotor tidak resmi yang terjadi di Kelurahan Ratu Agung Tanah Patah Kota Bengkulu.

Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa penjual plat nomor memiliki keuntungan dalam bisnis ini. Dealer plat nomor memudahkan konsumen untuk mendapatkan plat nomor yang diinginkan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya produksi plat nomor kendaraan bermotor tidak resmi yaitu faktor peluang, faktor tidak terbayarnya pajak dan faktor kelalaian.

Pandangan ekonomi Islam terhadap penjualan plat nomor kendaraan bermotor tidak resmi tidak sesuai dengan etika Islam karena proses jual beli plat nomor kendaraan bermotor tidak resmi tidak sah. Agus, Muhammad, Taufik. “Revisi hukum Islam terhadap jual beli plat nomor kendaraan bermotor di Yogyakarta.” Yogyakarta: Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum. Andrean, Dani, Rusmana. "Revisi hukum Islam terhadap jual beli plat nomor palsu." Lampung: Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Perspektif Ekonomi Islam Terhadap Jual Beli Plat Nomor Kendaraan Bermotor Di Kota Makassar.” Makassar: Skripsi, UIN Alauddin Makassar. Pembuatan Plat Nomor Kendaraan Palsu Perspektif Sosiologi Hukum Islam.” Padang: Skripsi, UIN Imam Bonjol, 2018.

Perilaku Penjual Dalam Islam

Perilaku Pembeli Dalam Islam

Ekonomi Islam tidak hanya berbicara tentang kepuasan materi secara fisik saja, tetapi juga berbicara cukup luas tentang kepuasan materi yang bersifat abstrak, yaitu kepuasan yang lebih berkaitan dengan kedudukan manusia sebagai hamba Allah SWT. Adi Warman Karim dalam bukunya Islamic Microeconomics berpendapat bahwa perilaku rasional memiliki dua pengertian, yaitu pertama, metode, “tindakan yang dipilih berdasarkan pemikiran yang beralasan daripada kebiasaan, prasangka, atau emosi” (tindakan yang dipilih berdasarkan pemikiran yang beralasan). pikiran, bukan berdasarkan kebiasaan, prasangka, atau emosi), dan kedua, maknanya, “tindakan yang benar-benar berhasil mencapai tujuan yang dicapai”.

Plat Nomor Kendaraan Bermotor

  • Pengertian Plat Nomor
  • Macam-Macam Plat Nomor
  • Daftar Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
  • Ketentuan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
  • Undang-Undang Tentang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor

Kendaraan bermotor di kawasan perdagangan bebas (free trade zone) yang dibebaskan dari bea masuk (sesuai peraturan menteri keuangan, kendaraan bermotor ini tidak boleh dibawa/dimutilasi ke wilayah Indonesia lainnya): warna dasar hijau dengan warna hitam menulis. Undang-Undang Tentang Plat Nomor Kendaraan Bermotor Dalam hal plat nomor kendaraan, pada dasarnya setiap plat nomor kendaraan, pada dasarnya setiap kendaraan bermotor yang dikemudikan di jalan raya, wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Terkait Nomor Kendaraan Bermotor (MVN) juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 68:57.

Surat Tanda Nomor sebagaimana dimaksud pada alinea pertama memuat keterangan tentang kendaraan bermotor, identitas pemilik, nomor induk kendaraan bermotor, dan masa berlaku. (1) Penandaan nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku. Selain Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 dapat diterbitkan Nomor Kendaraan Bermotor khusus dan/atau Nomor Kendaraan Bermotor yang dirahasiakan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai STNK dan STNK diatur dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berdasarkan pasal di atas dapat dipahami bahwa setiap kendaraan bermotor yang akan dikemudikan di jalan raya harus dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) memuat unsur data yang berkaitan dengan kendaraan bermotor.

Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak mempunyai pelat nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 alinea pertama, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak lima ratus ribu rupiah). Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak mempunyai nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) bulan atau pidana denda paling banyak. sebesar Rp. . ribu rupiah). 60Sundari, Skripsi: “Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Terhadap Jual Beli Plat Nomor Kendaraan Bermotor Pada Sistem Perpanjangan Ganjil Genap di Jakarta” Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2019), h.

Tanah Patah Kota Bengkulu

  • Letak dan Kondisi Geografis
  • Luas dan Batas Wilayah

Gambaran Umum Objek Penelitian

Kehadiran jasa penjualan plat nomor kendaraan ini sangat membantu konsumen yang ingin mendapatkan plat nomor kendaraan bermotor, proses pembuatan plat nomor kendaraan bermotor sangat sederhana, pembuatan plat nomor ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam saja, pembuatan surat izin kendaraan piring yang dipesan oleh konsumen selesai.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pandangan Ekonomi Islam Tentang Penjualan Plat Kendaraan

PENUTUP

Saran

Bagi pembuat plat nomor kendaraan, aturan dan undang-undang yang berlaku menjadi patokan saat melayani pembeli.Jika tidak bisa mengelak dari perintah pelanggan untuk memasukkan plat nomor, tidak ada salahnya pembuat plat nomor bekerja sama dengan polisi. Pemilik kendaraan bermotor diharapkan menjadi warga negara yang baik dan mematuhi hukum yang ada di Indonesia. Angkita, Richa, Mulyawisdawati, “Jual Beli „Model Inah di Lembaga Keuangan Syariah: Tinjauan Konsep, Perundang-undangan dan Implementasi.

Aniq, Muhammad “Analisis Pendapat Imam Al-Syafi’i Tentang Jual Beli Barang Yang Tidak Ada” Semarang: Skripsi, IAIN Wali Songo Semarang. Budianto, Aris. “Review Pengenalan Plat Nomor Otomatis dengan Studi Kasus Indonesia”, Jurnal Informatika.No.

Referensi

Dokumen terkait

Facing kampas kopling Paku keling/ rivet Disc plate Plat kopling Clutch Hub Torsion spring dumper Untuk mendapatkan penekanan yang kuat saat bergesekan, sehingga saat