i
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA BAGIK POLAK KECAMATAN
LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Oleh:
Lidya Restu 180202050
JURUSAN HUKUM KELUARGA ISLAM FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM
2021
ii
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA BAGIK POLAK KECAMATAN
LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Skripsi
diajukan kepada Universitas Agama Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Hukum
Oleh:
Lidya Restu 180202050
JURUSAN HUKUM KELUARGA ISLAM FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM
2021
v
vi
viii
ix MOTTO
ْم ُك َ
ل َقَل َخ ْنَا ٖٓ هِتٰي ٰا ْنِمَو ًة َّد َو َّم ْم ُكَنْيَب َلَع َج َو اَهْي َ
لِا آْٖوُن ُك ْسَت ِّ
ِل ا ًجا َو ْزَا ْمُك ِسُفْنَا ْنِِّم َن ْوُر َّك َفَتَّي ٍمْو َق ِّ
ِل ٍتٰي ٰ َلَ َكِلٰذ ْيِف َّنِاۗ ًةَمْحَرَّو
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung
dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Qs, Ar-rum : 21
x
PERSEMBAHAN
Dengan rasa syukur dan bahagia skripsi ini ku persembahkan untuk:
1. Kedua orang tua yang saya hormati, mami dan bapak yang telah memberikan do’a dan dukungan yang tak terhingga sehingga saya mampu berada di titik ini.
2. Fatimah Azzahra Faqihatunnisa, yang selalu menjadi semangat untuk bertahan sampai saat ini.
3. Kepada adik-adik dan kakak-kakak ku, serta semua keluarga yang telah memberikan do’a dan dukungan.
4. Kepada sahabatku, Geng Osah, Ijo Lumut, Hairunisa, Farhan Shodiq, Luluk Arianti, untuk teman-teman HKI B angkatan 2018, untuk sahabat seperjuangan Pramuka di Ambalan Darul Qur’an dan Kwarran Labuapi dan teman-temanku lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terimakasih banyak atas semua do’a dan dukungan sampai saat ini.
5. Last but not least i wanna thank me,i wanna thank me for believing in me, i wanna thank me for doing all this hard work, i wanna thank me for having no days off, i wanna thank me for never quitting, for just being me at all times.
xi
PEDOMAN TRANSLITERASI
ARAB LATIN ARAB LATIN ARAB LATIN ARAB LATIN
ا
a/’د
dض
dhك
kب
bذ
dzط
Thل
lت
tر
rظ
Zhم
mث
tsز
zع
‘ن
nج
jس
sغ
Ghو
wح
hش
syف
Fه
hخ
khص
shق
Qئ
yxii
KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat beserta salam tak henti kita ucapkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita ke jalan yang benar untuk mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat, juga untuk keluarga, sahabat dan semua pengikutnya. Aamiin.
Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
“Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karenanya, melalui kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. Selaku dosen wali kelas HKI B angkatan 2018.
2. Bapak Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. Sebagai Pembimbing I dan Ibu Darmini, M.H. sebagai Pembimbing II yang dengan sabar dan ikhlas serta memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetail terus menerus, dan tanpa bosan di tengah kesibukannya sehingga skripsi ini bisa selesai.
3. Hj. Ani Wafiroh, M.Ag. Sebagai ketua jurusan Hukum Kelurga Islam (HKI).
4. Dr. Moh. Asyiq Amrullah, M.Ag. Selaku Dekan Fakultas Syariah.
5. Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. Selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi peneliti untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.
xiii
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah UIN Mataram yang telah banyak memberikan bimbingan selama peneliti melaksanakan studi di UIN Mataram.
7. Teman-teman seperjuangan di program studi Hukum Keluarga Islam kelas B angkatan 2018.
Semoga segala kebaikan dari berbagai pihak tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah Swt, dan semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Aamiin.
Mataram, 14 Desember 2021 Penulis,
Lidya Restu
xiv DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN LOGO. ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
NOTA DINAS PEMBIMBING ... v
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI... vii
HALAMAN MOTTO ... viii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix
PEDOMAN TRANSLITERASI ... x
KATA PENGANTAR ... xi
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR LAMPIRAN... xvi
ABSTRAK ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah... 3
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ... 4
D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian ... 4
E. Telaah Pustaka ... 5
xv
F. Kerangka Teori ... 9
G. Metode Penelitian ... 23
H. Sistematika Pembahasan... 28
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 30
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian... 30
B. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. ... 37
BAB III ANALISIS DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA BAGIK POLAK KECAMATANLABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT ... 53
A. Faktor Yang Mempengaruhi Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat... ... 53
B. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap keharmonisan Rumah Tangga Di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. ... 63
BAB IV PENUTUP ... 75
A. Kesimpulan ... 75
B. Saran ... 76
Daftar Pustaka ... 77
LAMPIRAN...82
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Desa Bagik Polak Tabel 2.2. Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Desa Bagik Polak Tabel 2.3. Pendidikan Masyarakat Desa Bagik Polak
Tabel 2.4. Pekerjaan Masyarakat Desa Bagik Polak Tabel 2.5. Kependudukan Masyarakat Desa Bagik Polak Tabel 2.6. Angka Perceraian Tahun 2017-2021
xvii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kartu Konsultasi Skripsi
Lampiran 2 Pedoman Wawancara
Lampiran 3 Surat Balasan Izin Penelitian Lampiran 4 Foto Dokumentasi Penelitian Lampiran 5 Daftar Riwayat Hidup
xviii
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA BAGIK POLAK KECAMATAN
LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Oleh:
Lidya Restu 180202050 ABSTRAK
Setelah kebijakan PSBB di masa pandemi Covid-19 diberlakukan dan masyarakat berdiam diri di rumah tentu bagi beberapa orang dan keluarga hal tersebut merupakan kegiatan yang menyenangkan karena rumah merupakan tempat seseorang dapat merasa aman, namun tidak sama bagi beberapa keluarga, karena mereka tinggal bersama sepanjang hari bersama pasangan atau keluarga yang terkadang terjadi konflik dan kekerasan dalam rumah tangga yang tidak terkontrol dan juga dapat memicu stres pada keluarga yang mempengaruhi stabilitas rumah tangga. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus adalah bagaimana faktor yang mempengaruhi dampak pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga, serta bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menemukan kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga yaitu pemahaman dan penerapan agama di dalam keluarga, melemahnya ekonomi keluarga, terlalu sering bersama, jarang bersama, serta komunikasi dan musyawarah
xix
di dalam keluarga, dan dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat yaitu berupa ekonomi keluarga yang tidak stabil, stres, cekcok atau berselisih paham, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, dan semakin harmonisnya keluarga di tengah pandemi covid-19.
Kata Kunci: Dampak Pandemi Covid-19, Keharmonisan Rumah Tangga.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Keharmonisan keluarga merupakan harapan dari setiap pasangan suami istri yang melangsungkan pernikahan.
Keharmonisan keluarga ialah keadaan dimana tercapainya kebahagiaan dan kebersamaan setiap anggota dalam suatu keluarga dan sedikit sekali atau jarang terjadi konflik sehingga terbentuklah keluarga yang tenteram dan bahagia.1
Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang rukun, bahagia, penuh cinta kasih serta jarang terjadi konflik dalam keluarga tersebut. Keharmonisan rumah tangga Merupakan terciptanya keluarga yang di dasarkan pada cinta kasih dan mampu mengelola kehidupan dengan penuh keseimbangam (fisik, mental, emosional, dam spiritual).2 Keluarga yang harmonis akan tercipta jika suami dan istri taat dalam beragama, bertanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban masing-masing, saling menghormati, saling menghargai, saling mencintai, saling pemaaf, saling bekerja sama, serta saling menjaga komunikasi.
Sebulan setelah World Health Organization (WHO) menyatakan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai pandemi, Presiden Joko Widodo menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional melalui keputusan Presiden Nomor.13 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (covid-19)3
Covid-19 merupakan fenomena wabah yang melanda seluruh dunia hingga membawa dampak yang luas terhadap berbagai segmen kehidupan, terutama di ranah domestik yang
1 Asrizal, Kafa’ah: Bingkai Keharmonisan Rumah Tangga, (Yogyakarta:
Lembaga Ladang Kata: 2015), hlm.51-52.
2 www.Sarjanaku.com, Pengertian Keharmonisan Rumah Tangga, Diakses pada tanggal 6 Juli 2021, pukul 14.15 WITA.
3 Sulis Winurini, Bencana Covid-19: Stresor bagi Pasangan Suami Istri di Indonesia, (Jurnal Masalah Masalah Sosial:2020), hlm.186.
2
salah satunya ekonomi keluarga. Sebagai upaya pencegahan pandemi Covid-19, muncul konsep social distancing,4 work from home, dan lockdown yang dalam penerapan di Indonesia dikenal dengan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).
Berbagai efek mulai bermunculan dari adanya penyebaran virus ini sehingga menyebabkan kondisi Pandemic global Covid- 19. Semua negara diperhadapkan pada kondisi dimana masyarakatnya terjangkit sehingga hampir semua aspek kehidupan manusia pun mengalami perubahan dari berbagai sektor yang terganggu akibat adanya virus ini, salah satunya adalah sektor domestik terutama ekonomi keluarga.5
PSBB sendiri ternyata memiliki dampak terhadap kerugian ekonomi nasional, hal ini dirasakan pula dampaknya oleh masyarakat berpenghasilan rendah, sebagai akibatnya menurun pula pendapatan ekonomi keluarga, hal ini secara langsung maupun tidak langsung telah membawa dampak terhadap meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tidak jarang berujung pada perceraian.6 Di samping sektor ekonomi keluarga yang terganggu, pandemi covid-19 juga membawa pengaruh yang cukup kuat terhadap ketentraman keluarga akibat dari lamanya berdiam diri di dalam rumah yang dapat memicu stress, konflik, KDRT, atau bahkan sebaliknya, dikarenakan terlalu sering bertemu ikatan keluarga semakin menjadi harmonis.
Setelah kebijakan PSBB diberlakukan dan masyarakat berdiam diri di rumah tentu bagi beberapa orang dan keluarga hal tersebut merupakan kegiatan yang menyenangkan karena rumah merupakan tempat seseorang dapat merasa aman, namun bagi beberapa orang dan keluarga lainnya tidak, karena mereka tinggal
4 Rabi'ah Awaliah, dan Wahyudin Darmalaksana, Perceraian Akibat Dampak Covid-19 Perspektif Hukum Islam dan Perundang-undangan, (Khazanah Hukum:
2021). Vol. 3 No. 2A.
5 Peter Garlan Sina, Ekonomi Rumah Tangga Di Era Pandemi Covid-19, ( Universitas Kristen Artha Wacana Kupang: Fakultas Ekonomi, 2020), Vol 12. No.
2.
6 Rabi'ah Awaliah, dan Wahyudin Darmalaksana, Perceraian Akibat Dampak Covid-19 Perspektif Hukum Islam dan Perundang-undangan, (Khazanah Hukum:
2021), Vol.3 No.2.
3
bersama sepanjang hari bersama pasangan atau keluarga yang terkadang terjadi konflik dan kekerasan dalam rumah tangga yang tidak terkontrol dan juga dapat memicu stres pada keluarga yang mempengaruhi stabilitas rumah tangga.
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, menurut Siti Supiani selaku pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), di jelaskan pasangan di dusun Karang Bucu, Desa Bagik Polak terdapat 15 (lima belas) keluarga yang mendapat dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga dan 7 (tujuh) keluarga diantaranya telah bersedia untuk diwawancara, yang diantara pasangan ini terdapat 1 pasangan yang telah bercerai, terdapat pasangan yang mengalami cekcok, dan konflik lainnya.7
Selain konflik yang berujung perceraian, pasangan suami istri di tengah pandemi covid-19 juga terdapat keluarga yang tidak mengalami konflik dan tidak mendapat dampak positif atau dapat dikatakan biasa-biasa saja, di sisi lain ada juga keluarga yang tidak mengalami konflik melainkan semakin menjadi keluarga yang harmonis, akibat dari pandemi Covid-19 yang menjadikan beberapa pasangan memperbaiki komunikasi dan hubungan yang sebelumnya renggang menjadi lebih harmonis dengan diberlakukannya Work From Home.
Melihat fenomena di lapangan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan mengenai Dampak Pandemi Covid- 19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana faktor yang mempengaruhi keharmonisan rumah tangga di tengah pandemi Covid-19 di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat?
7 Siti Supiani, Wawancara, Bagek Polak: tanggal 28 Juni 2021.
4
2. Bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat?
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana faktor yang mempengaruhi dampak pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Adapun manfaat dalam pelaksanaan penelitian ini adalah:
1. Secara Teoritis: Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum tentang dampak pandemi Covid- 19. Terutama yang berkaitan dengan Dampak Pandemi Covid- 19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
2. Secara Praktis: Dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian 1. Ruang lingkup
Adapun ruang lingkup dari penelitian ini terbatas hanya pada keluarga yang berada di Dusun Karang Bucu Daye dan Dusun Karang Kebon Desa Bagik Polak yang berkaitan dengan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi,
5
Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2020 sampai dengan 2021
2. Setting Penelitian
Setting penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Barat, dengan fokus lokasi di Desa Bagik Polak. Dengan alasan bahwa di Desa Bagik Polak banyak warga yang berlatar belakang dari jenis pekerjaan yang beragam dan terdampak covid-19 yang menarik untuk dikaji dikarenakan dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak tidak hanya dari segi hal yang negatif namun juga positif yang menarik untuk dilakukan penelitian, terlebih lagi tempatnya yang strategis dan ekonomis membuat peneliti bisa mengunjungi setiap waktu, sehingga peneliti bisa mendapatkan data yang lebih akurat.
E. Telaah Pustaka
Untuk mendukung pembahasan yang lebih mendalam mengenai permasalahan di atas, maka penyusun berusaha melakukan kajian pustaka atau karya-karya yang mempunyai hubungan terhadap permasalahan yang akan dikaji.
1. Imas Hasanah, Skripsi, Dampak Perkawinan Di Bawah Umur Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Persepektif Hukum Islam (Study Pada Masyarakat Desa Srimenganten, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus). 8
Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti yaitu sama-sama menggunakan penelitian lapangan, dengan jenis kualitatif, dan menitik beratkan topik utamanya adalah dampak dari suatu fenomena terhadap keharmonisan rumah tangga. Letak perbedaannya yaitu, fenomena yang diteliti pada penelitian ini terkait dampak dari perkawinan di bawah umur, sedangkan penelitian peneliti meneliti fenomena terkait
8 Imas Hasanah, Dampak Perkawinan Di Bawah Umur Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Persepektif Hukum Islam (Study Pada Masyarakat Desa Srimenganten, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus), (Lampung:2020).
6
dampak dari covid-19, penelitian ini berlokasi di Desa Srimenganten, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus dan hanya berfokus dampak perkawinan di bawah umur terhadap keharmonisan rumah tangga, sedangkan penelitian peneliti berlokasi di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dan berfokus kepada dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga.
2. Zuhir Al Muntasi, Skripsi, Dampak istri yang bekerja terhadap keharmonisan rumah tangga (Studi Kasus Kelurahan Durian Luncuk).9
Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti adalah sama-sama menggunakan penelitian lapangan, dengan jenis kualitatif, dan sama-sama berfokus pada dampak suatu fenomena terhadap keharmonisan rumah tangga.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian peneliti yaitu, penelitian ini hanya berfokus kepada dampak istri yang bekerja terhadap keharmonisan rumah tangga, sedangkan penelitian peneliti berfokus pada dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
3. Artikel yang dibuat oleh Rabi’ah Awaliah, dan Wahyudin Darmalaksana, dengan judul “Perceraian Akibat Dampak Covid-19 Perspektif Hukum Islam Dan Perundang- Undangan”10, kesimpulan dari jurnal tersebut bahwa pandemi covid-19 yang melanda dunia tentu memiliki dampak negatif terutama bagi perekonomian keluaga yang berakibat pada konflik bahkan dapat berakhir dengan perceraian. Pembahasan tersebut berkaitan dengan penulisan skripsi ini, namun fokus penelitian yang dilakukan peneliti adalah tentang dampak
9 Zuhir Al Muntasi, Dampak istri yang bekerja terhadap keharmonisan rumah tangga (Studi Kasus Kelurahan Durian Luncuk), (Jambi:2019)
10 Rabi'ah Awaliah, dan Wahyudin Darmalaksana, Perceraian Akibat Dampak Covid-19 Perspektif Hukum Islam dan Perundang-undangan, (Khazanah Hukum:
2021). Vol. 3 No. 2A.
7
pandemi covid-19 dalam hal yang negatif bahkan juga positif bagi keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
4. Artikel yang dibuat oleh Sulis Winurini yang berjudul
“Bencana Covid-19: Stresor Bagi Pasangan Suami Istri Di Indonesia”11, kesimpulan dari artikel jurnal tersebut adalah Covid-19 terbukti membuat pasangan di Indonesia menjadi stress, namun demikian sebagian besar dari mereka tetap berupaya mempertahankan pernikahan dengan menjaga keharmonisan rumah tangga di masa pandemicovid-19.
Pembahasan tersebut berkaitan dengan penulisan skripsi ini, namun fokus penelitian yang dilakukan peneliti lebih luas lagi mengenai dampak pandemi covid-19 dalam hal yang negatif bahkan juga positif bagi keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
5. Artikel yang dibuat oleh Peter Garlan Sina yang berjudul
“Ekonomi Rumah Tangga Di Era Pandemi Covid-19”12, kesimpulan dari jurnal tersebut adalah pandemi covid-19 mengakibatkan perekonomian Indonesia melambat hingga menurun yang juga berakibat bagi ekonomi sektor rumah tangga yang mengalami penurunan tajam dalam pendapatan rumah tangga karena banyak terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), yang dimana kebijakan yang diberikan pemerintah belum dapat menyelesaikan masalah ekonomi sektor rumah tangga. Pembahasan tersebut berkaitan dengan penelitian ini dimana faktor ekonomi di tengah pandemi Covid-19 merupakan pengaruh yang cukup besar terhadap keharmonisan rumah tangga di masa pandemi covid-19.
6. Arikel yang dibuat oleh Theresia Vania Radhitya, Nunung Nurwati, dan Maulana Irfan, yang berjudul “Dampak Pandemi
11 Sulis Winurini, Bencana Covid-19: Stresor bagi Pasangan Suami Istri di Indonesia, (Jurnal Masalah Masalah Sosial:2020)
12 Peter Garlan Sina, Ekonomi Rumah Tangga Di Era Pandemi Covid-19, ( Universitas Kristen Artha Wacana Kupang: Fakultas Ekonomi, 2020), Vol 12. No.
2.
8
Covid-19 Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga”13, kesimpulan dari jurnal tersebut adalah adanya pandemi covid- 19 sangat berpengaruh dalam masalah mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang dimana penyebabnya dipicu karena adanya work from home, dan karantina di rumah secara mandiri, yang memicu stress, masalah ekonomi yang menurun yang berakhir pada konflik dan kekerasan dalam rumah tangga. Pembahasan tersebut berkaitan dengan penelitian ini, namun fokus penelitian yang dilakukan peneliti adalah tentang dampak pandemi covid-19 dalam hal yang negatif bahkan juga positif bagi keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
7. Artikel yang dibuat oleh Salsabila Risky Ramdhani dan Nunung Nurwati yang berjudul “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Angka Perceraian”14, kesimpulan dari jurnal tersebut adalah adanya pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap konflik keluarga yang berujung perceraian yang cenderung disebabkan oleh faktor ekonomi, ketidakseimbangan aktivitas dan waktu bersama, berubah pola komunikasi serta faktor usia dalam membina rumah tangga.
Pembahasan tersebut berkaitan dengan penelitian ini yang dimana stress, perceraian, dan konflik lainnya merupakan dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga, namun fokus penelitian yang dilakukan peneliti tidak hanya tentang dampak pandemi covid-19 dalam hal yang negatif akan tetapi juga dari segi dampak yang positif bagi keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
13 Theresia Vania Radhitya, Nunung Nurwati, dan Maulana Irfan. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga, (Universitas Pajajaran: Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2020), Vol. 2 No. 2
14 Salsabila Rizky Ramdhani dan Nunung Nurwati, Dampak Pandemi Covid- 19 Terhadap Angka Perceraian, (Universitas Padjajaran: Jurnal Pengabdian dan Penelitian Kepada Masyarakat, 2021), Vol.2 No.1
9 F. Kerangka Teori
1. Perkawinan
a. Pengertian Perkawinan
Secara bahasa, asal kata nikah adalah na-ka-ha berarti indamma (bergabung), jama’a wata’un (hubungan kelamin), ‘aqdum (perjanjian). Secara terminologi nikah diartikan dengan: Akad atau perjanjian yang mengandung maksud membolehkan hubungan kelamin dengan menggunakan kata nakah atau zawaja.15
Menurut UU No.1 Tahun 1974 Pasal 1, perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.16
Kompilasi Hukum Islam menyatakan bahwa perkawinan adalah akad yang sangat kuat atau mitsaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah17
Menurut hukum Islam, terdapat beberapa definisi diantaranya adalah:18
1) Perkawinan menurut syara’ yaitu akad yang ditetapkan syara’ membolehkan untuk bersenang-senang antara laki-laki dan perempuan dan menghalalkan bersenang- senangnya perempuan dengan laki-laki.
2) Abu Ahya Zakariyya Al-Anshary mendefinisikan nikah menurut istilah syara’
ialah akad yang mengandung ketentuan hukum
15 Departemen Agama RI, Tafsir Al-Qur’an Tematik: Membangun Keluarga Harmonis, (Badan Litbang dan Diklat Lajnah Pentashihan Muhaf Al-Qur’an), hlm.30.
16 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
17 Departemen AgamaR.I, 2001, Kompilasi Hukum Islam Di Indonesia.
hlm.14.
18 Ibid, hlm.8.
10
kebolehan hubungan seksual dengan lafaz nikah atau dengan kata-kata yang semakna dengannya.
3) Menurut Zakiah Daradjat, perkawinan adalah akad yang memberikan faedah hukum kebolehan mengadakan hubungan keluarga (suami-istri) antara pria dan wanita dan mengadakan tolong menolong dan memberi batasan hak bagi pemiliknya serta pemenuhan kewajiban bagi masing-masing
Berdasarkan beberapa definisi perkawinan di atas dapat ditarik kseimpulan bahwasannya perkawinan mengandung aspek akibat hukum dari perkawinan yaitu saling mendapatkan hak dan kewajiban serta bertujuan mengadakan hubungan yang saling tolong menolong dengan tujuan mengharap keridhaan Allah SWT.
b. Tujuan Perkawinan
Tujuan dari pernikahan menurut hukum Islam ialah memelihara generasi, memelihara gen manusia, dan masing-masing suami istri mendapatkan ketenangan jiwa karena kecintaan dan kasih sayangnya dapat disalurkan.
Demikian juga pasangan suami istri dapat melampiaskan kecintaan dan kasih sayangnya selayaknya sebagai suami istri.19
Kompilasi Hukum Islam Pasal 3 menjelaskan bahwasannya tujuan dari perkawinan adalah untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah (tentram, cinta dan kasih sayang).20
Dapat dirumuskan tentang tujuan perkawinan yang ada pada undang-undang sejalan dengan ajaran Islam yaitu untuk membentuk keluarga yang bahagia, tentram,
19 Abdul Aziz Muhammad Azzam, dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, Fiqih Munakahat Khitbah, Nikah,Dan Talaq, (Jakarta:Amzah,2015), hlm.36
20 Ibid, hlm.51
11
cinta dan kasih sayang yang diisi dengan pemenuhan hak serta kewajiban antara suami dan istri.
2. Keharmonisan Keluarga a. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Keluarga adalah dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan perkawinan dan kekeluargaan yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan menciptakan dan mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan sosial anggota.21
Menurut psikologi, keluarga bisa diartikan sebagai dua orang yang berjanji hidup bersama yang memiliki komitmen atas dasar cinta, menjalankan tugas dan fungsi yang saling terkait karena sebuah ikatan batin, atau hubungan perkawinan yang kemudian melahirkan ikatan sedarah, terdapat pula nilai kesepahaman, watak, kepribadian yang satu sama lain saling mempengaruhi walaupun terdapat keragaman, menganut ketentuan norma, adat, nilai yang diyakini dalam membatasi keluarga dan yang bukan keluarga.22
b. Fungsi Keluarga
Menurut Ahmadi, keluarga memiliki beberapa fungsi dasar, diantaranya sebagai berikut:
1) Fungsi afektif, yaitu fungsi keluarga yang utama adalah untuk mempersiapkan anggota keluarganya dalam berhubungan dengan orang lain.
2) Fungsi sosialisasi, adalah fungsi mengembangkan dan sebagaitempat melatih anak untuk berkehidupan
21 Narwoko dan Suyatno, Sosiologi teks dan terapan, (Jakarta: Kencana Media Grup,2004), hlm.36.
22 Mufidah, Psikologi Keluarga Islam Berwawasan Gender, (Yogyakarta:UIN Maliki Press, 2014), hlm.34.
12
sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berinteraksi diluar rumah.
3) Fungsi reproduksi, adalah fungsi keluarga untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
4) Fungsi ekonomi, adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu dalam meningkatkan penghasilan dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga.
5) Fungsi pemeliharaan kesehatan, yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi.
6) Fungsi keagamaan, yaitu keluarga yang berfungsi untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.23
c. Pengertian Keharmonisan Keluarga
Suatu rumah tangga tentunya menginginkan rumah tangga yang harmonis. “Keharmonisan” berasal dari kata
“harmonis”yaitu bersangkut paut dengan (mengenai) harmoni; seia sekata. “Keharmonisan” berarti keadaan
harmonis keselarasan dan keserasian.24 Sedangkan “Keluarga” adalah kelompok sosial
terkecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Ciri utama keluarga harmonis adalah adanya relasi yang sehat antar-anggotanya sehingga dapat menjadi sumber hiburan, inspirasi, dorongan berkreasi untuk kesejahteraan diri, keluarga, masyarakat, dan umat manusia pada umumnya.25
23 Ahmadi, Psikologi Sosial, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm.47.
24 Departemen Pendidikan Nasional,Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2008), hlm.484.
25 Departemen Agama RI, Tafsir Al-Qur’an Tematik:Membangun Keluarga Harmonis, (Badan Litbang dan Diklat Lajnah Pentashihan Muhaf Al-Qur’an), hlm.2.
13
Keluarga harmonis terbentuk berkat upaya semua anggota keluarga yang saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam satu keluarga (rumah tangga).
Dalam keluarga harmonis yang terbina bukannya tanpa problem atau tantangan-tantangan. Jika terjadi problem mereka selalu berusaha mencari penyelesaian dan menyelesaikan dengan cara-cara yang lebih familiar, manusiawi, dan demokratis.26
Dalam UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 31 ayat (1) dikatakan bahwa hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat , dalam pasal 33 juga disebutkan bahwa suami isteri wajib saling cinta mencintai, hormat menghormati, setia dan memberi bantuan lahir bathin yang satu kepada yang lain.
Berdasarkan definisi di atas dapat diketahui bahwa keharmonisan keluarga adalah dapat tercapainya keadaan harmonis atau serasi dalam suatu keluarga, terlaksananya hak dan kewajiban antara suami dan isteri dengan baik yang berinteraksi dengan cara yang familiar, manusiawi dan demokratis.
d. Aspek-Aspek Keharmonisan Keluarga
Kartono menjelaskan bahwa aspek-aspek keharmonisan keluarga seperti adanya hubungan atau komunikasi yang hangat antar sesama anggota keluarga, adanya kasih sayang yang tulus, dan adanya rasa saling pengertian terhadap sesama anggota keluarga.27
26 Mufidah, Psikologi Keluarga Islam Berwawasan Gender, (Yogyakarta: UIN Malang Press, 2008), hlm 73.
27 Kartono, Sosiologi, (Surakarta: Pustaka Cakra Surakarta, 2004), hlm.48.
14
Ada empat hal yang harus diperhatikan agar komunikasi efektif dalam keluarga dapat terlaksana dengan baik antara lain:28
1) Respek, maksudnya komunikasi di dalam keluarga harus di awali dengan rasa saling menghargai.
Dengan adanya rasa saling menghargai akan menghadirkan rasa kesan atau timbal balik dari pasangan. Pasangan suami istri, atau orang tua dengan anak yang melakukan komunikasi yang di awali dengan adanya respek maka akan terjalin komunikasi yang baik dalam keluarga dan menghasilkan sesuatu yang sesuai harapan dari komunikasi tersebut.
2) Jelas, dalam menyempaikan pendapat atau pesan itu harus jelas sehingga bisa dipahami makna dari apa yang ingin dikomunikasikan dan harus terbuka serta adanya transparansi satu sama lain.
3) Empati, yaitu kemampuan memposisikan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain. Seperti pasangan suami dan istri atau orang tua dan anak yang tidak saling menuntut lebih dari kemapuan pasangan atau anaknya.
4) Rendah hati, artinya dalam suatu komunikasi harus saling dibangun dengan rasa saling menghargai, lemah lembut, tidak disertai rasa sombong satu sama lain, dan penuh pengendalian diri.
Kesimpulannya bahwa untuk menjalin komunikasi yang efektif dalam keluarga baik antara pasangan suami dan istri, orang tua dengan anak, harus dibangun dengan cara yang baik seperti di atas agar menghasilkan komunikasi yang efektif dan efisien dan tidak menyakiti atau memberatkan antara satu sama lain guna membangun keharmonisan dalam rumah tangga.
28 Rahmawati, dan Muragmi Gazali, Pola Komunikasi Dalam Keluarga.
(Kendari: Institut Islam Negeri Kendari, 2018), hlm. 170-171 Vol.11 No. 2
15
Setidaknya ada enam aspek yang harus diperhatikan untuk menciptakan keluarga yang harmonis yaitu sebagi berikut:
1) Kehidupan beragama dalam keluarga 2) Mempunyai waktu untuk bersama
3) Mempunyai pola komunikasi yang baik bagi sesama anggota keluarga (ayah-ibu-anak)
4) Saling menghargai satu dengan lainnya
5) Masing-Masing anggota keluarga merasa terikat dalam ikatan keluarga sebagai kelompok
6) Bila terjadi suatu permasalahan dalam keluarga mampu diselesaikan secara positif dan kontruktif.29
Berdasarkan enam aspek di atas, setiap aspek yang satu dengan yang lainnya berkaitan erat dalam menentukan keharmonisan dalam berumah tangga.
e. Faktor Penentu Keharmonisan Keluarga
Rumah tangga yang harmonis akan tercapai jika pasangan suami istri dapat mengetahui dan menjalankan faktor-faktor yang dapat mendukung keharmonisah dalam rumah tangga yang terdiri dari faktor utama dan faktor pendukung sebagai berikut:30
1) Faktor Utama
a) Terpenuhinya kebutuhan lahiriyah
Terpenuhinya kebutuhan lahiriyah berkaitan dengan pemenuhan hak dan kewajiban suami istri dalam kehidupan berumah tangga. Hal itu berkaitan dengan kewajiban suami menafkahi keluarga dan kewajiban istri melayani suami, dan mengurus anak.
Dalam kehidupan berumah tangga, seringkali menjadi penyebab terjadinya konflik dalam keluarga adalah tingkat sosial ekonomi yang rendah, hal ini mengakibatkan banyak masalah yang terjadi dan
29 Asrizal, Kafa’ah: Bingkai Keharmonisan Rumah Tangga, (Yogyakarta:
Lembaga Ladang Kata, 2015), hlm.51-51.
30 Ibid, hlm. 55-60.
16
menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Banyaknya masalah yang dihadapi keluarga ini akan berpengaruh kepada perkembangan mental anak disebabkan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan ditemukan oleh anak dirumah, yang akan mempengaruhi si anak ketika bergaul dengan lingkungan sosialnya. 31
b) Terpenuhinya kebutuhan bathiniyah
Terpenuhinya kebutuhan bathiniyah yaitu terpenuhinya kebutuhan biologis yang dimaksud adalah kebutuhan seksual antara suami dan istri, kebutuhan bathiniyah lainnya juga berupa sikap lemah lembut, pasangan suami istri dianjurkan bersikap lemah lembut satu sama lain dan tidak boleh saling menyakiti satu sama lain baik secara lisan maupun secara kekerasan fisik.32
c) Terpenuhinya kebutuhan spritual
Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan akan pendidikan dan ilmu agama. Terpenuhinya kebutuhan pendidikan ini terkait dengan tingginya tingkat pendidikan seseorang akan menambah pengetahuannya tentang cara menciptakan keluarga yang harmonis. Sedangkan terpenuhinya kebutuhan ilmu agama dapat terlihat dari seringnya mengikuti pengajian atau mendengarkan ceramah tentang keluarga sehingga sering mendapatkan siraman rohani yang dapat mendekatkan diri pada Allah sehingga tercipta kesadaran dalam bertindak yang baik dan buruk dalam kehidupan berumah tangga.33
31 Gunarsa, Psikologi Praktis:Anak, Remaja dan Keluarga, (Jakarta: BPK Gunung Mulia,2000) hlm.57.
32Eka Dewi, Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Keharmonisan Keluarga Dan Pola Asuh Anak Di Desa Sukaraja Tiga, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, (Lampung Timur: IAIN Metro, 2017), hlm.12.
33Asrizal, Kafa’ah: Bingkai Keharmonisan Rumah Tangga, (Yogyakarta:
Lembaga Ladang Kata, 2015), hlm.55-58.
17 2) Faktor Pendukung
Faktor-faktor pendukung dalam terwujudnya keluarga yang harmonis yaitu sebagai berikut:
a) Memanggil Pasangan dengan sebutan yang paling disenangi
b) Mengetahui kesenangan pasangannya
c) Bersabar dan saling menasihati dengan baik ketika pasangan melakukan hal-hal yang tidak disenangi d) Hendaknya suami menjadi teladan bagi keluarga e) Saling pengertian, saling memahami, saling
mempercayai, dan saling menghormati.
f) Selalu bermusyawarah atau berkomunikasi ketika ada suatu kesulitan atau permasalahan.
g) Dapat mengusahakan sumber kehidupan yang layak untuk keluarga.
f. Indikator Keharmonisan Keluarga
Keluarga yang harmonis merupakan keluarga yang damai, tenang, tentram, nyaman, aman, sejuk, penuh cinta kasih serta sayang. Keluarga yang saling menerima, mengertu, memberi, dan mebutuhkan. Keluarga yang saling menasehati, melindungi, saling berbaik sangka, dan memaafkan.
Menurut Mushoffah suatu keluarga dikatakan keluarga harmonis apabila mencakup kriteria antara lain:34
1) Fondasi agama keluarga yang kuat, selalu menyadari bahwa agama sebagai suatu hal yang penting dalam menunjang keharmonisan dalam rumah tangga, karena kedekatan dengan sang pencipta akan membentuk kepribadian yang baik dan dapat memperoleh ketenangan jiwa, emosi, cinta dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan beragama dalam keluarga, dari segi keimanan kepada
34 Eny Fatimatuszuhro Pahlawati, Pengaruh Keharmonisan Keluarga Terhadap Sikap Sosial Anak, (Universitas Darul ‘Ulum Jombang: Fakultas Agama Islam, 2019), Vol. 4 No. 2.
18
Allah murni taat kepada ajaran Allah serta Rasul- Nya, cinta kepada Rasulullah dengan mengamalkan misi yang diembannya, mempercayai kitab- kitab Allah serta Al- Qur’ an, mengimani qadla serta qadar, dari segi ibadah sanggup melakukan ibadah wajib serta sunnah, dari segi pengetahuan agama mempunyai semangat untuk menekuni, memahami serta memperdalam ajaran Islam.
2) Pendidikan keluarga, berupa memberi motivasi terhadap pendidikan untuk tiap anggota keluarga, membudayakan gemar membaca, mendorong kanak- kanak untuk melanjutkan serta menuntaskan sekolahnya.
3) Kesehatan keluarga, menggemari berolahraga sehingga tidak gampang sakit, memperoleh imunisasi pokok, kondisi area rumah mencakup kriteria area rumah sehat, dapat menunjang keharmonisan dalam rumah tangga.
4) Pengelolaan ekonomi yang baik, hampir sebagian besar waktu keluarga dewasa ini dipergunakan untuk mencari nafkah, guna memenuhi kebutuhan pokok serta pengeluaran tidak melebihi pendapatan. Suami serta istri memiliki pendapatan yang cukup mengingat faktor ekonomi merupakan bagian penting dalam keluarga, kemampuan mengusahakan, mengatur dan mengelola ekonomi dengan baik dapat menunjang terjalinnya hubungan yang harmonis dalam rumah tangga.
5) Ikatan sosial keluarga yang harmonis, ikatan suami istri yang saling menyayangi, mencintai, saling menolong, menghormati, mempercayai, saling terbuka serta bermusyawarah apabila memiliki permasalahan serta saling mempunyai jiwa pemaaf.
Komunikasi yang baik, merupakan pilar utama dalam membina hubungan bekeluarga, dengan tetap
19
terjaganya komunikasi yang baik, saling terbuka, saling empati, saling menghargai, saling mendukung dan saling berpendapat dengan cara yang demokratis dalam setiap masalah dan pengambilan keputusan maka hubungan keluarga dapat terus terjaga harmonis meski dihadang konflik.
6) Kerja sama, keluarga yang harmonis adalah keluarga yang memiliki rasa kerja sama yang baik, dimana setiap anggota keluarga melaksankan relasi yang saling memberi tempat untuk berpendapat dan bersama-sama dalam mengelola pekerjaan rumah tangga dengan kerja sama yang baik.
3. Manajemen Konflik Dalam Rumah Tangga Perspektif Hukum Keluarga Islam
Manajemen konflik rumah tangga merupakan upaya yang direncanakan, diorganisasikan dan dilakukan sebagai usaha untuk mengakhiri konflik, yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak yang terlibat konflik dalamhal ini suami dan istri ataupun melalui bantuan pihak ketiga untuk mencari solusi penyelesaian terhadap masalah yang sedang dihadapi.35
Thomas dan Kilmann sebagaimana dikutip oleh Wirawan menjabarkan beberapa pola manajemen konflik yang sering diterapkan, diantaranya sebagai berikut:36
a. Kompetisi, kompetisi cenderung asertif dan tidak kooperatif, dan berbasis kekuasaan, yang dimana kompetisi dapat berarti mempertahankan hak-hak dan posisi yang diyakini benar atau dapat dikatakan hanya sekedar mencoba untuk menang.
b. Akomodasi, akomodasi cenderung tidak asertif tetapi kooperatif. Ketika berakomodasi seseorang mengabaikan
35 Rama Dhini Permasari Johar, dan Hamda Sulfinadia, Manajemen Konflik Sebagai Upaya Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga, (Studi Kasus di Desa Lempur Tengah Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, (Universitas Islam Negeri Imam Bonjol: Journal Al-Ahkam, 2020), Vol.11 No. 1, Hlm.38
36 Wirawan, Konflik dan Manajemen Konflik, (Jakarta: Salemba Humanika, 2010), hlm. 140
20
kebutuhannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
c. Kompromi, kompromi berarti berada di tengah-tengah baik asertif maupun kooperatif. Ketika berkompromi seseorang memiliki tujuan untuk menemukan solusi yang bijaksana dan dapat diterima yang sebagian dapat memuaskan kedua belah pihak.
d. Penghindaran, pola manajemen konflik yang satu ini tidak asertif dan tidak kooperatif, ketika menghindari suatu masalah, seseorang tidak segera menyelesaikan urusannya maupun urusan orang lain, atau dapat dikatakan cenderung tidak memedulikan konflik yang terjadi.
e. Kolaborasi, mencakup asertifdan kooperatif, ketika berkolaborasi kedua belah pihak mengusahakan agar kepentingan sendiri dan orang lain dapat terpenuhi sehingga ditemukan solusi yang memuaskan bagi keduanya.
Dalam penyelesaian konflik rumah tangga terdapat kaidah ushul fiqh yang menyatakan bahwa:
ِح ِلَص َ ْلْا ِبْلَج ْنِم ىَلْوَأ ِد ِساَفَْلْا ُءْرَد
(Menolak kerusakan lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan)
Kaidah di atas berlaku dalam segala permasalahan yang di dalamnya terdapat percampuran antara maslahah dan mafsadah. Jika maslahah dan mafsadah, maka yang lebih diutamakan adalah menolak mafsadah. Di samping itu jika konflik yang terjadi di dalam keluarga seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang jika tidak bisa didamaikan maka demi menjaga kemaslahatan umum dan mencegah kerusakan, maka disyariatkan berbagai bentuk solusi baik dari segi perceraian juga hukuman guna mencegah bahaya sosial maupun bahaya individual dengan cara yang mungkin dapat menghilangkan bahaya bagi pihak korban
21
ataupun menghapus pengaruh yang ditimbulkan dalam bentuk hukuman yang sesuai.37
4. Pandemi Covid-1 a. Pengertian Pandemi
Dalam istilah kesehatan, pandemi dimaknai sebagai terjadinya wabah suatu penyakit yang menyerang banyak korban, secara bersamaan di berbagai negara.
Menurut World Health Organization (WHO) pandemi adalah skala penyebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia, tetapi tidak memiliki sangkut paut dengan perubahan pada karakteristik penyakitnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandemi diartikan sebagai wabang yang berjangkit secara bersamaan dimana-mana meliputi daerah geografis yang luas. Dalam pengertian yang klasik, pandemi adalah sebuah epidemi yang menyebar ke beberapa negara atau wilayah dunia.38
b. Covid-19
Virus corona atau dikenal juga dengan nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus baru yang menginfeksi sistem pernapasan orang yang terjangkit, virus ini umumnya dikenal sebagai Covid-19. Corona Virus Disease 2019 ini awal penyebarannya terjadi di kota Wuhan, China pada penghujung tahun 2019. Virus ini menyebar dengan sangat masit sehingga hampir semua negara melaporkan penemuan kasus Covid-19, tidak terkecuali di negara Indonesia yang kasus pertamanya terjadi di awal bulan Maret 2020 hingga kini kasusnya
37 Nashr Farid Muhammad Washil dan Abdul Aziz Muhammad Azzam,
“Qawa’id Fiqhiyyah”, (Jakarta: Amzah, 2016), hlm. 20-21
38 Aris Tristanto, Perceraian Di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Ilmu Sosial, (Universitas Andalas: Jurnal Sosio Informa,2020), hlm.297 Vol 6 No.
3
22
terus melonjak.39 Sehingga pemerintah mengambil kebijakan dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 berup PSBB, dan PPKM.
1) PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)
PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat jumlah kasus dan kematian Covid-19 meningkat pesat. Diantaranya yaitu peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya dan aspek lainnya.
2) PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)
PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat terutama untuk mengurangi kerumunan dalam rangka menekan jumlah penularan Covid-19. Pemberlakuan PPKM darurat telah berjalan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021.
Beberapa aturan yang di terapkan pemerintah selama PPKM yaitu pemberlakuan WFH (Work From Home) maksimal 100% untuk sektor non esensial, untuk sektor esensial maksimal 75% untuk daerah dengan zona merah, dan maksimal 50% di zona lainnya, pemberlakuan sekolah daring,tempat ibadah 50%, pembatasan jam oprasional beberapa sektor dan lainnya.40
39 Idah Wahidah, DKK, Pandemik Covid-19: Analisis Perencanaan Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Berbagai Upaya Pencegahan, (Bandung:
Jurnal Manajemen dan Organisasi UIN Sunan Gunung Djati: 2020) Vol.11 No.3.
40www.Detik.Com, PSBB, PPKM Mikro, dan Lockdown Bedanya Apasih?, diakses pada 22 Juni 2021 pukul 16.05 WITA.
23 G. Metode Penelitian
1. Pendekatan penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode atau jenis penelitian yang bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data- data deskriptif yaitu kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang yang perilaku yang dapat diamati. Di dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan tentang Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti yang dimaksudkan di sini adalah agar mendapatkan data yang valid maka peneliti melakukan secara langsung ke lokasi penelitian di Desa Bagik Polak.
Kehadiran peneliti sifatnya wajib di lapangan karena dalam penelitian kualitatif peneliti adalah faktor utama dalam mengumpulkan data serta data yang diperoleh semakin akurat dan valid bahwa keberadaan yang diteliti benar-benar ada.
Dengan peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian maka bisa mengetahui gambaran tentang Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
3. Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini berdasarkan pada paparan data sebelumnya yakni sebuah prasurvey yang dilakukan dan diamati peneliti adalah di Desa Bagek Polak. Adapun alasan memilih lokasi ini antara lain: Karena di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat peneliti menemukan banyak warga atau keluarga yang berlatar belakang dari jenis pekerjaan yang beragam dan terdampak covid-19 yang menarik untuk dikaji dikarenkan dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak tidak hanya dari segi hal yang negatif namun juga positif yang menarik untuk dilakukan penelitian, terlebih lagi tempatnya yang strategis dan ekonomis membuat
24
peneliti bisa mengunjungi setiap waktu, sehingga peneliti bisa mendapatkan data yang lebih akurat.
4. Sumber dan Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua macam yaitu data primer dan data sekunder.
Adapun sumber data dari penelitian ini meliputi:41 a. Data Primer
Merupakan data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti.42 Data primer ini diperoleh dari wawancara bersama pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bagik Polak, Panitera Pengadilan Agama Giri Menang, serta keluarga terdampak covid-19 sebanyak 15 (lima belas) keluarga yang mendapat dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan keluarga dan 7 (tujuh) keluarga diantaranya bersedia diwawancara, di antaranya adalah keluarga dengan latar belakang perkawinan di bawah umur dan ekonomi terdampak covid-19, keluarga dari tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber kedua berupa buku, jurnal, arsip Desa Bagik Polak, arsip Pengadilan Agama Giri Menang, serta beberapa literatur yang relevan lainnya. Data sekunder sebagai data tambahan untuk menguatkan dan akan dikorelasikan dengan data primer. Data sekunder akan membantu dalam menemukan bukti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian dengan baik.
5. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mempermudah peneliti dalam memperoleh dan menganalisa data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
41 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), hlm.172.
42 Bagong Suyanto Sutinah, Metode Peneltian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan, (Jakarta: Kencana, 2007), hlm. 55.
25 a. Metode Observasi
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematik. Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra penglihatan serta dibantu dengan panca indra lainnya.
Dalam observasi ini peneliti mengamati dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga.
b. Metode Wawancara (interview)
Metode ini merupakan suatu proses tanya jawab secara lisan. Dimana, dua orang atau lebih berhadapan langsung dengan orang yang diwawancarai serta saling melihat, dan mendengar secara langsung pertanyaan dan jawaban. Jenis wawancara yang peneliti terapkan adalah wawancara terstruktur dan mendalam yaitu wawancara suatu wawancara tanpa alternatif pilihan jawaban dan dilakukan untuk mendalami informasi dari seorang informan yang dapat dilakukan berulang kali antara pewawancara dengan informan namun tidak untuk mengulangi pertanyaan yang sama melainkan untuk mendalami dan mengonfirmasi informasi.43 Adapun orang- orang yang diwawancarai oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu, 7 (tujuh) keluarga terdampak pandemi covid-19 di Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
c. Metode Dokumentasi
Merupakan teknik pengumpulan data dengan melalui data-data dokumenter berupa catatan, transkip, buku-buku, surat kabar, majalah, agenda ataupun jurnal yang dapat memberikan informasi tentang objek yang akan diteliti. 44 Dokumentasi ini juga dapat berbentuk tulisan,
43 Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015), hlm. 136
44 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, (Bandung:
Alfabeta, 2015), hlm.240.
26
gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.45 Pelaksanaan metode ini juga dengan mengadakan pencatatan baik berupa arsip-arsip atau dokumentasi maupun keterangan yang berhubungan dengan gambaran umum lokasi penelitian yaitu Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
6. Teknik Analisa Data
Berdasarkan hasil pengumpulan data, selanjutnya diikuti dengan analisis melalui analisis data yang sangat beraneka ragam dan berjumlah banyak didapatkan menjadi keterangan empiris yang ringkas dan mudah di mengerti.
Analisis data dalam penelitian ini merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara memilih atau memilah data yang penting dan yang akan ditelaah, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh peneliti.46 Analisis data merupakan proses penyusunan data agar dapat di interpretasi. Analisis data secara sistematis dapat dilakukan dengan tiga langkah secara bersamaan, yaitu : a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan bagian dari analisis.
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrak, dan perubahan data kasar yang didapat dari catatan-catatan tertentu di lapangan.
b. Penyajian Data
Alur selanjutnya yang penting dalam kegiatan analisis dalam penelitian kualitatif adalah penyajian data, yaitu kumpulan informasi terstruktur yang memberi kemungkinan untuk pengambilan tindakan melalui data yang disajikan, kita dapat memahami apa yang sedang
45 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, ( Bandung: Alfabeta, 2007), hlm.82
46 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hlm.217.
27
terjadi dan tindakan apa yang harus dilakukan, atas pemahaman yang didapat dari data tersebut.
c. Menarik Kesimpulan
Penarikan kesimpulan yaitu suatu kegiatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Makna yang muncul harus selalu diuji kebenaran dan kesesuaian melalui proses pemeriksaan keabsahan data sehingga validitasnya terjamin.
Dari penjelasan di atas, di dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan, peneliti melengkapi dan mengklasifikasikan serta menyederhanakan data-data yang diperoleh di lapangan baik data yang diperoleh melalui observasi, wawancara maupun dokumentasi, kemudian peneliti memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan data yang telah di analisis.
7. Keabsahan Data
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan. Ada beberapa teknik yang digunakan oleh peneliti dalam memeriksa keabsahannya:
a. Meningkatkan Ketekunan
Artinya melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkelanjutan. Dengan cara tersebut maka keabsahan data dan urutan peristiwa dapat direkam secara pasti dan sistematis.
b. Triangulasi
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan bentuk lain selain data untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data yang diperoleh. Teknik triangulasi terbagi atas dua macam yaitu sebagai berikut:
1) Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan data hasil wawancara dengan hasil observasi, data hasil observasi yang satu dengan hasil
28
observasi yang lain, dan membandingkan hasil wawancara dengan hasil wawancara yang lain.
2) Triangulasi Metode
Triangulasi metode dilakukan dengan berbagai teknik pengumpulan data yang diajukan untuk memperoleh informasi yang serupa. Triangulasi metode dilakukan secara bersama saat kegiatan wawancara dengan responden yang ada di lokasi penelitian.
c. Pembahasan dengan Teman Sejawat
Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil penelitian dengan cara diskusi dengan teman sejawat, dosen pembimbing atau dengan seseorang yang ahli. Dengan cara demikian, peneliti berusaha mencari kelemahan taksiran yang kurang jelas, keraguan terhadap data yang ditemukan.
d. Kecukupan Referensi
Sebagai pengumpulan data peneliti berusaha mengumpulkan data yang peneliti peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Referensi yang digunakan adalah bahan dokumentasi, hasil catatan lapangan yang tersimpan dan rekaman wawancara. Dengan referensi ini penelitian dapat dicek kembali data-data dan informasi yang ada di lapangan oleh peneliti.
H. Sistematika Pembahasan
BAB I. Merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari beberapa sub bab meliputi, Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian, Telaah Pustaka, Kerangka Teori, Metode Penelitian, dan Sistematika Pembahasan.
BAB II, Memaparkan tentang temuan data selama penelitian. Bab ini meliputi: paparan data dan temuan tentang dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
BAB III adalah penelitian yang berisi tentang penjelasan penyajian analisis data yakni tentang analisis terhadap dampak
29
pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
BAB IV, yakni bab penutup yang berisi tentang kesimpulan saran-saran. Dalam bab ini peneliti membuat kesimpulan atas masalah yang telah dibahas dan mengemukakan saran dan solusi pada permasalahan tersebut.
30 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Desa Bagik Polak47
Desa Bagik Polak adalah bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Barat dan merupakan salah satu dari 12 (dua belas) desa di Kecamatan Labuapi. Desa Bagik Polak menurut arti kata yaitu Asam Patah yang berasal dari kata bagik yang berarti asam dan polak yang berarti patah, maka bagik polak bearti asam patah.
Kata bagik polak diambil dari sebuah kisah di masa itu ada seorang penari joget yang terkenal sangat cantik yang menjadi kerumunan masyarakat pada masa itu, setiap melakukan pentas masyarakat berduyun-duyun untuk menyaksikan tarian, dengan tariannya membuat penonton banyak menaiki pohon asam, mengingat masa itu pohon yang paling banyak di tanam adalah pohon asam, banyak penonton menaiki pohon asam dan terkesima menonton pentas joget sampai lupa diri berada di atas pohon asam dan akhirnya banyak penonton yang jatuh dari atas ranting pohon asam, itulah sekilas kisah kecil Desa Bagik Polak.
Perjalanan Desa Bagik Polak selama kurang lebih 113 tahun telah mengalami pergantian kepemimpinan, yaitu sebanyak 9 kali pergantian kepala desa. Berikut ditampilkan data kepemimpinan dari masa kemasa:
Tabel 2.1. Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Desa Bagik Polak
No. Nama Kepala Desa Masa Jabatan
1 Amaq Nusali Tahun 1908-1913
47 Arsip Profil Desa Bagik Polak, Dikutip 7 Oktober 2021
31
2 Amaq Hadijah Tahun 1914-1918
3 H. Usman Tahun 1919-1925
4 H. Makmun Tahun 1926-1938
5 H. Husni Tahun 1939-1942
6 Amak Nawiah Tahun 1943-1966
7 H. Musleh Tahun 1967-1977
8 Sahirudin Tahun 1978-1995
9 Hayat Tahun 1996-2001
10 Ibrahim Tahun 2002-2013
11 Amir Amraen Putra Tahun 2013-S/D Sekarang
2. Letak Geografis Desa Bagik Polak48
Desa Bagik Polak merupakan salah satu dari 12 desa yang terdapat di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat dengan luas wilayah 1.950/KM. Desa Bagik Polak terdiri dari 7 dusun yaitu:
a. Dusun Karang Bucu Lauq b. Dusun Karang Bucu Daye c. Dusun Karang Bucu Bat d. Dusun Rerot
e. Dusun Karang Kebon Tmur f. Dusun Karang Kebon Bat g. Dusun Enjak
48 Ibid