BAB 1 PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
1. Pendekatan penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode atau jenis penelitian yang bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data- data deskriptif yaitu kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang yang perilaku yang dapat diamati. Di dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan tentang Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti yang dimaksudkan di sini adalah agar mendapatkan data yang valid maka peneliti melakukan secara langsung ke lokasi penelitian di Desa Bagik Polak.
Kehadiran peneliti sifatnya wajib di lapangan karena dalam penelitian kualitatif peneliti adalah faktor utama dalam mengumpulkan data serta data yang diperoleh semakin akurat dan valid bahwa keberadaan yang diteliti benar-benar ada.
Dengan peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian maka bisa mengetahui gambaran tentang Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
3. Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini berdasarkan pada paparan data sebelumnya yakni sebuah prasurvey yang dilakukan dan diamati peneliti adalah di Desa Bagek Polak. Adapun alasan memilih lokasi ini antara lain: Karena di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat peneliti menemukan banyak warga atau keluarga yang berlatar belakang dari jenis pekerjaan yang beragam dan terdampak covid-19 yang menarik untuk dikaji dikarenkan dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga di Desa Bagik Polak tidak hanya dari segi hal yang negatif namun juga positif yang menarik untuk dilakukan penelitian, terlebih lagi tempatnya yang strategis dan ekonomis membuat
24
peneliti bisa mengunjungi setiap waktu, sehingga peneliti bisa mendapatkan data yang lebih akurat.
4. Sumber dan Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua macam yaitu data primer dan data sekunder.
Adapun sumber data dari penelitian ini meliputi:41 a. Data Primer
Merupakan data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti.42 Data primer ini diperoleh dari wawancara bersama pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bagik Polak, Panitera Pengadilan Agama Giri Menang, serta keluarga terdampak covid-19 sebanyak 15 (lima belas) keluarga yang mendapat dampak dari pandemi covid-19 terhadap keharmonisan keluarga dan 7 (tujuh) keluarga diantaranya bersedia diwawancara, di antaranya adalah keluarga dengan latar belakang perkawinan di bawah umur dan ekonomi terdampak covid-19, keluarga dari tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber kedua berupa buku, jurnal, arsip Desa Bagik Polak, arsip Pengadilan Agama Giri Menang, serta beberapa literatur yang relevan lainnya. Data sekunder sebagai data tambahan untuk menguatkan dan akan dikorelasikan dengan data primer. Data sekunder akan membantu dalam menemukan bukti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian dengan baik.
5. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mempermudah peneliti dalam memperoleh dan menganalisa data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
41 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), hlm.172.
42 Bagong Suyanto Sutinah, Metode Peneltian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan, (Jakarta: Kencana, 2007), hlm. 55.
25 a. Metode Observasi
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematik. Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra penglihatan serta dibantu dengan panca indra lainnya.
Dalam observasi ini peneliti mengamati dampak pandemi covid-19 terhadap keharmonisan rumah tangga.
b. Metode Wawancara (interview)
Metode ini merupakan suatu proses tanya jawab secara lisan. Dimana, dua orang atau lebih berhadapan langsung dengan orang yang diwawancarai serta saling melihat, dan mendengar secara langsung pertanyaan dan jawaban. Jenis wawancara yang peneliti terapkan adalah wawancara terstruktur dan mendalam yaitu wawancara suatu wawancara tanpa alternatif pilihan jawaban dan dilakukan untuk mendalami informasi dari seorang informan yang dapat dilakukan berulang kali antara pewawancara dengan informan namun tidak untuk mengulangi pertanyaan yang sama melainkan untuk mendalami dan mengonfirmasi informasi.43 Adapun orang- orang yang diwawancarai oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu, 7 (tujuh) keluarga terdampak pandemi covid-19 di Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
c. Metode Dokumentasi
Merupakan teknik pengumpulan data dengan melalui data-data dokumenter berupa catatan, transkip, buku-buku, surat kabar, majalah, agenda ataupun jurnal yang dapat memberikan informasi tentang objek yang akan diteliti. 44 Dokumentasi ini juga dapat berbentuk tulisan,
43 Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015), hlm. 136
44 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, (Bandung:
Alfabeta, 2015), hlm.240.
26
gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.45 Pelaksanaan metode ini juga dengan mengadakan pencatatan baik berupa arsip-arsip atau dokumentasi maupun keterangan yang berhubungan dengan gambaran umum lokasi penelitian yaitu Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
6. Teknik Analisa Data
Berdasarkan hasil pengumpulan data, selanjutnya diikuti dengan analisis melalui analisis data yang sangat beraneka ragam dan berjumlah banyak didapatkan menjadi keterangan empiris yang ringkas dan mudah di mengerti.
Analisis data dalam penelitian ini merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara memilih atau memilah data yang penting dan yang akan ditelaah, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh peneliti.46 Analisis data merupakan proses penyusunan data agar dapat di interpretasi. Analisis data secara sistematis dapat dilakukan dengan tiga langkah secara bersamaan, yaitu : a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan bagian dari analisis.
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrak, dan perubahan data kasar yang didapat dari catatan-catatan tertentu di lapangan.
b. Penyajian Data
Alur selanjutnya yang penting dalam kegiatan analisis dalam penelitian kualitatif adalah penyajian data, yaitu kumpulan informasi terstruktur yang memberi kemungkinan untuk pengambilan tindakan melalui data yang disajikan, kita dapat memahami apa yang sedang
45 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, ( Bandung: Alfabeta, 2007), hlm.82
46 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hlm.217.
27
terjadi dan tindakan apa yang harus dilakukan, atas pemahaman yang didapat dari data tersebut.
c. Menarik Kesimpulan
Penarikan kesimpulan yaitu suatu kegiatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Makna yang muncul harus selalu diuji kebenaran dan kesesuaian melalui proses pemeriksaan keabsahan data sehingga validitasnya terjamin.
Dari penjelasan di atas, di dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan, peneliti melengkapi dan mengklasifikasikan serta menyederhanakan data-data yang diperoleh di lapangan baik data yang diperoleh melalui observasi, wawancara maupun dokumentasi, kemudian peneliti memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan data yang telah di analisis.
7. Keabsahan Data
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan. Ada beberapa teknik yang digunakan oleh peneliti dalam memeriksa keabsahannya:
a. Meningkatkan Ketekunan
Artinya melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkelanjutan. Dengan cara tersebut maka keabsahan data dan urutan peristiwa dapat direkam secara pasti dan sistematis.
b. Triangulasi
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan bentuk lain selain data untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data yang diperoleh. Teknik triangulasi terbagi atas dua macam yaitu sebagai berikut:
1) Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan data hasil wawancara dengan hasil observasi, data hasil observasi yang satu dengan hasil
28
observasi yang lain, dan membandingkan hasil wawancara dengan hasil wawancara yang lain.
2) Triangulasi Metode
Triangulasi metode dilakukan dengan berbagai teknik pengumpulan data yang diajukan untuk memperoleh informasi yang serupa. Triangulasi metode dilakukan secara bersama saat kegiatan wawancara dengan responden yang ada di lokasi penelitian.
c. Pembahasan dengan Teman Sejawat
Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil penelitian dengan cara diskusi dengan teman sejawat, dosen pembimbing atau dengan seseorang yang ahli. Dengan cara demikian, peneliti berusaha mencari kelemahan taksiran yang kurang jelas, keraguan terhadap data yang ditemukan.
d. Kecukupan Referensi
Sebagai pengumpulan data peneliti berusaha mengumpulkan data yang peneliti peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Referensi yang digunakan adalah bahan dokumentasi, hasil catatan lapangan yang tersimpan dan rekaman wawancara. Dengan referensi ini penelitian dapat dicek kembali data-data dan informasi yang ada di lapangan oleh peneliti.