• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan PPL - Repository UNUGHA Cilacap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Panduan PPL - Repository UNUGHA Cilacap"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

PPL FKIP UNUGHA merupakan salah satu mata kuliah wajib di setiap program studi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman empiris di bidangnya dan sarana untuk membekali mahasiswa dalam dunia kerja sesuai bidang keahliannya. PPL FKIP UNUGHA dirancang sedemikian rupa mengacu pada seluruh perkuliahan praktik bidang profesi yang merupakan learning outcome suatu program studi individual. Melakukan PPL FKIP UNUCHA memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan hal-hal seperti; pemanfaatan praktik pengajaran, praktik bimbingan siswa, layanan inti, layanan peminatan dan perencanaan peminatan individu, layanan responsif dan dukungan sistem, serta praktik pengelolaan sekolah/madrasah pada program studi di bawah FKIP UNUGHA.

PPL FKIP UNUGHA meliputi: praktikum bidang keahlian program studi, dan program pengembangan lainnya untuk menunjang kegiatan PPL berdasarkan studi pendahuluan di lokasi praktikum. PPL FKIP UNUGHA Cilacap merupakan bagian integral dari kurikulum di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap. Pembekalan PPL FKIP UNUGHA merupakan proses pembekalan teknis pelaksanaan PPL di setiap lokasi yang telah ditentukan.

Kepada mahasiswa peserta PPL FKIP UNUGHA agar mempunyai tingkat kesiapan yang tinggi dalam mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya. Tujuan pemberian PPL FKIP UNUGHA adalah agar mahasiswa mempunyai kemampuan teknis terkait hal-hal yang harus dilakukan selama PPL, di tempat yang telah ditentukan masing-masing.

PRAKTIKUM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) ILMU PENDIDIKAN (FKIP)

PRAKTIKUM PRODI PGSD 1. Program Pembelajaran

  • Administrasi Pengelolaan Sekolah/Madrasah a. Pengertian
  • Bimbingan Kesulitan belajar a. Pengertian
  • Penyusunan Laporan Akhir PPL PRODI PGSD Laporan akhir PPL prodi PGSD disusun secara kelompok
  • Warna sampul PGSD Biru Muda
  • Warna sampul Hijau

Kajian manajemen sekolah/madrasah merupakan bagian integral dari kegiatan PPL berupa pengenalan berbagai aspek manajemen sekolah atau madrasah. Praktek layanan bimbingan dan konseling belajar siswa merupakan upaya untuk mengenali, memahami, dan mendiagnosis siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan cara mengidentifikasi, mendiagnosis, memperkirakan, dan memberikan pertimbangan pemecahan masalah. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling bagi siswa bertujuan untuk mengetahui latar belakang pribadi siswa yang mengalami kesulitan belajar, faktor penyebabnya, dan menentukan kemungkinan solusinya, baik dari segi pencegahan maupun pengobatannya.

Siswa yang berada di bawah garis rata-rata umum diidentifikasi memiliki ketidakmampuan belajar. Analisis dokumenter data siswa meliputi jati diri, riwayat pendidikan, prestasi akademik, keluarga, minat, bakat, cita-cita, kecerdasan, kepribadian, lingkungan sosial, hobi, kesehatan, dll. Penyusunan laporan akhir PPL prodi PGSD Laporan akhir PPL prodi PGSD disusun secara berkelompok Laporan akhir PPL prodi PGSD disusun secara berkelompok dan individual, berbagi informasi kepada kelompok berikutnya.

Berisi tentang gambaran umum tentang informasi dan kegiatan yang dilakukan siswa sehubungan dengan penyelenggaraan pengelolaan pembelajaran mulai dari kurikulum, administrasi pengajaran, bimbingan dan konseling kesulitan belajar, dan tugas tambahan lainnya. Dicetak dan dijilid sebanyak 2 (dua) rangkap, satu untuk sekolah/madrasah tempat LPP diselenggarakan dan diserahkan kepada panitia pelaksana LPP untuk ditanggapi sidang LPP yang akan dilaksanakan kemudian.

Praktikum prodi BK

  • Program Layanan Bimbingan Konseling a. Pengertian
  • Administrasi Pengelolaan Sekolah/Madrasah a. Pengertian
  • Penyusunan Laporan Akhir PPL Prodi BK
  • Warna sampul Biru Telor Asin

Penilaian terhadap kebutuhan atau permasalahan siswa, mengenai ciri-ciri siswa, seperti aspek fisik (kesehatan dan fungsi), kecerdasan, motif belajar, sikap dan kebiasaan belajar, minat (pekerjaan, jurusan, olah raga, seni dan agama), masalah yang dialami, dan kepribadian; atau tugas perkembangan, sebagai dasar pemberian layanan bimbingan dan konseling. Langkah-langkah penilaian: a) mengidentifikasi data yang diperlukan untuk persiapan program; b) memilih alat pengukuran kebutuhan; c) mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menafsirkan data yang dihasilkan dari penilaian kebutuhan. Pemahaman kebutuhan dan karakteristik perkembangan peserta didik sebagai titik tolak layanan bimbingan dan konseling hendaknya bersifat komprehensif dan mencakup berbagai aspek internal dan eksternal peserta didik/konseling. Untuk itu layanan bimbingan dan konseling harus didasarkan pada hasil penilaian yang utuh mengenai kebutuhan dan karakteristik perkembangan dalam berbagai aspek.

Dalam layanan bimbingan dan konseling, standar kompetensi tersebut dikenal dengan Standar Kompetensi Kemandirian Siswa (SICS). Aspek-aspek pengembangan dalam SKKSPD tersebut kemudian menjadi rumusan kompetensi yang menjadi acuan guru BK/BK dalam penyusunan rencana pelaksanaan berbagai kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Rumusan kompetensi dikembangkan secara lebih rinci dalam tugas-tugas perkembangan yang ingin dicapai oleh peserta didik/konselor pada berbagai tingkat perolehan tujuan yaitu rekognisi, akomodasi dan tindakan.

Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi pengembangan pribadi, sosial, pembelajaran, dan karir. Materi layanan bimbingan klasik disajikan secara proporsional sesuai hasil penilaian kebutuhan 4 (empat) bidang layanan bimbingan dan konseling. Keempat komponen program bimbingan dan konseling inilah yang menjadi fokus siswa dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling PPL di sekolah.

Pelayanan inti adalah pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik/konselor dalam pengembangan keterampilan, pengetahuan dan sikap pribadi, sosial, pembelajaran dan karir. Pelayanan penjurusan dan perencanaan perorangan adalah proses pemberian bantuan kepada seluruh mahasiswa/konselor dalam membuat dan melaksanakan rencana pribadi, sosial, pembelajaran, dan karir. Pelayanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta didik/konselor yang mempunyai kebutuhan dan permasalahan yang memerlukan bantuan segera.

Sehubungan dengan tujuan program bimbingan dan konseling di atas, maka isi layanan responsif adalah sebagai berikut; Dukungan sistem merupakan bagian dari layanan dan kegiatan manajemen, alur kerja infrastruktur dan pengembangan profesional bimbingan dan konseling guru atau pengawas yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa. Kegiatan yang dilakukan pada sistem pendukung antara lain; 1) administrasi, meliputi pelaksanaan dan tindak lanjut kegiatan pengkajian, kunjungan rumah, penyusunan dan pelaporan program bimbingan dan konseling, pelaksanaan evaluasi dan pengurusan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta kegiatan lebih lanjut dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling. pengajaran di sekolah dan pengembangan bimbingan dan nasehat profesi penasehat. 2) Kegiatan administrasi bimbingan dan nasehat, meliputi: perencanaan pelayanan dan kegiatan, pelaksanaan pelayanan dan kegiatan serta evaluasi pelaporan pelayanan dan kegiatan.

Mempelajari penataan penggunaan prasarana dan sarana kelembagaan yang meliputi: musala/masjid, laboratorium, layanan bimbingan dan konseling, layanan perpustakaan, peralatan mesin, alat peraga belajar, alat peraga pembelajaran keterampilan, olah raga, dan lain-lain. Berisi tentang gambaran umum informasi dan kegiatan yang dilakukan mahasiswa terkait dengan penyelenggaraan manajemen bimbingan dan konseling meliputi: Praktek Pelayanan Dasar, Praktek Pelayanan Spesialisasi dan Perencanaan Perorangan, Praktek Pelayanan Responsif, dan sistem Praktek Penunjang Mahasiswa, serta tugas-tugas tambahan lainnya.

Tabel pemetaan layanan BK
Tabel pemetaan layanan BK

PEMBIMBINGAN

Pengertian

Tugas Pembimbing

Melaksanakan kunjungan secara berkala (minimal 5 kali termasuk mengantar dan menjemput mahasiswa PPL) di lapangan yang menjadi kewenangannya. H.

SIKAP MAHASISWA DALAM PPL

Klasifikasi Sikap

Jabaran Sikap

Membiasakan memberi hormat dan salam kepada kepala sekolah/madrasah, guru dan pegawai sekolah/madrasah. Datang paling lambat 15 (lima belas) menit sebelum dimulainya kegiatan di sekolah tempat PPL berada, dan meninggalkan sekolah/madrasah pada saat jam pelajaran telah usai, kecuali ada keperluan mendesak dengan izin kepala sekolah/madrasah.

PENILAIAN PPL

Sifat

Sasaran

Mengikuti upacara pengibaran bendera, pengiring kegiatan sekolah/madrasah, piket guru/pegawai/petugas, pelayanan perpustakaan, layanan bimbingan dan konseling, laboratorium, musala/masjid dan kegiatan ekstra kurikuler.

Pembagian Tugas Penilaian

Secara berkesinambungan melakukan pelayanan tatap muka di kelas secara terstruktur dan terprogram dalam bentuk penilaian kebutuhan atau materi dalam bidang pelayanan personal, pembelajaran, sosial atau karir. Terselenggaranya kerjasama dengan orang tua untuk kepentingan keberhasilan siswa dan tercapainya layanan bimbingan dan konseling. Berkolaborasi dengan tenaga profesional lainnya untuk kepentingan keberhasilan siswa dan tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling.

Melaksanakan kunjungan ke kediaman orang tua/wali siswa/konselor dalam rangka klarifikasi, pendataan, konsultasi dan kerjasama untuk pengembangan diri siswa/. Layanan bimbingan dan konseling melalui dewan penasihat di bidang pengembangan pribadi, sosial, pembelajaran atau karir. Memberikan layanan bimbingan dan konseling melalui leaflet berisi petunjuk di bidang pengembangan pribadi, sosial, pembelajaran atau karir.

Mengembangkan kreativitas guru bimbingan dan konseling atau konselor sekolah dalam bentuk alat peraga, cetak, elektronik, film dan komputer.

Gambar

Tabel pemetaan layanan BK

Referensi

Dokumen terkait

[mjosht.usim.edu.my] Case Report Surgical Intervention on Drug-Influenced Gingival Enlargement using Diode Laser Therapy Muhammad Annurdin Sabarudin1,3, Yew Hin Beh2,3, Akram

Learners’ responses confirmed this: “Educators are not sure of the use of video and this impact negatively on our results in mathematics.” 6.5 Limitations of the study Limitations of