AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
39 Paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal
Asing
Regita Rahmawati1
Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik1 Universitas Padjadjaran1
Gilang Nur Alam2
Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik2 Universitas Padjadjaran2
Abstrak
Penanaman Modal Asing memainkan peran penting terhadap pemenuhan kebutuhan daerah dan pemulihan ekonomi di Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk dan wilayah terbesar di Indonesia. Dalam upaya menarik dan mempromosikan minat dan realisasi Penanaman Modal Asing langsung ke Jawa Barat, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan paradiplomasi.
Dengan potensi serta peluang yang dimiliki Jawa Barat serta target PMA dari Asia Timur sebagai kawasan terbesar yang menanamkan modal di Jawa Barat, mendorong dilaksanakannya paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing. Periset menggunakan konsep paradiplomasi yang dikonstruksi oleh Kuznetsov (2015). Penulisan artikel menggunakan metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara dan studi literatur. Artikel ini menemukan bahwa paradiplomasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut terlaksana melalui: (i) Pembentukan Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri yang bertanggung jawab atas urusan kerja sama internasional; (ii) Melakukan kunjungan resmi otoritas regional ke negara di kawasan Asia Timur; (iii) Rutin berpartisipasi dalam berbagai acara internasional untuk memamerkan kepunyaan Jawa Barat; (iv) Pembangunan dan partisipasi dalam jaringan regional dan multilateral dilakukan di EALRGC; serta (v) Partisipasi dalam acara internasional yaitu investment day yang diselenggarakan oleh entitas asing melalui delegasi resmi pemerintah pusat. Sementara pembukaan kantor subnasional permanen di luar negeri tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada.
Kata Kunci: Asia Timur, Jawa Barat, Paradiplomasi, Penanaman Modal Asing
Abstract
Foreign Direct Investment plays an important role in meeting regional needs and economic recovery in West Java as the province with the largest population and area in Indonesia. In an effort to attract and promote interest and realization of
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 40 inward Foreign Direct Investment to West Java, encourage the West Java Provincial Government to implement paradiplomacy. With the potential and opportunities that West Java has and the target of FDI from East Asia as the largest region to invest in West Java, encouraging the implementation of West Java's paradiplomacy to East Asia. This research aims to explain the paradiplomacy of West Java to East Asia regarding Foreign Direct Investment.
Researchers use the concept of paradiplomacy constructed by Kuznetsov (2015).
This research uses qualitative methods with data collection techniques through interview and literature studies. The findings from this research found that the Provincial Government of West Java is implemented through: (i) Establishment of a Sub-Section for Foreign Cooperation which is responsible for the international affairs of the constituent unit; (ii) Frequent official visits to countries in the East Asia region; (iii) Regularly participating in various international events to showcase West Java's property; (iv) Establishing and participation in regional and multilateral networks conducted in the EALRGC; and (v) Participation in international events organized by foreign entities within the official delegations from the central government. Meanwhile, the opening of permanent subnational offices in foreign countries cannot be carried out in accordance with existing regulations.
Keywords: East Asia, Foreign Direct Investment, Paradiplomacy, West Java
1. Pendahuluan
Konsep diplomasi banyak bertransformasi dan meluas hingga ke berbagai ruang lingkup. Transformasi ini terjadi dengan konektivitas. Heterogenitas pemikiran tentang masyarakat modern juga turut berdampak pada bagaimana masyarakat mempersepsikan kembali identitas yang mereka miliki. Sehingga, tidak asing ketika sejumlah aktor baru melibatkan diri menangani tugas baru diplomasi (Stanzel, 2018). Seiring dengan perkembangan konsep diplomasi, konsep paradiplomasi diserap untuk mencerminkan adanya keterlibatan unit-unit konstituen dalam kegiatan internasional. Salah satu motivasi dari aktor subnasional untuk melakukan diplomasi dalam Keating, Loughlin, & Deschouwer (2003) adalah ekonomi, dimana aktor subnasional dapat berperan salah satunya dalam arena internasional yaitu untuk pencarian investasi.
Dalam praktiknya, pemerintah daerah berkedudukan strategis untuk meningkatkan percepatan serta keberhasilan pemulihan ekonomi dan dapat mengerti struktur ekonomi daerah, demografi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam lingkup wilayahnya (Pratiwi, 2022). Pemerintah daerah dapat berinisiatif dalam mempercepat gerak ekonomi serta menghidupkan transaksi perdagangan, dan langkah ini tidak terlepas dari pendanaan atau modal. Terdapat keterbatasan sumber dana dari APBN atau APBD, serta beban APBD yang perlu dipikul dari tahun ke tahun (Nabrijanto, 2020). Hal tersebut yang mendorong pemerintah daerah dalam membuka pintu dan menjemput para penanam modal asing (investor). Sehingga diperlukan pelaksanaan strategi untuk mendongkrak PMA yang fokus dalam pengembangan sektor infrastruktur serta
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
41 mempertahankan reformasi kebijakan yang sudah dalam pengerjaan (Yuniartha, 2020).
Terutama akibat pandemi COVID-19 yang menurunkan aktivitas konsumsi, produksi, serta investasi secara tajam dan menekan ekonomi finansial. Tekanan yang berat pada pasar keuangan serta ekonomi global menyebabkan kekhawatiran dari dampak yang kemungkinan akan merambat terhadap stabilitas sistem keuangan (Bank Indonesia, 2021). Seiring dengan turunnya pendapatan masyarakat akibat pandemi yang mengarah pada turunnya kemampuan daya beli, hal tersebut lebih lanjut memengaruhi terhadap aktivitas penanaman modal.
Salah satu upaya pemulihan ekonomi ini dilakukan dalam skala daerah.
Berkaitan dengan pelaksanaannya, upaya diplomasi dilakukan oleh aktor daerah provincial di Republik Indonesia yang didukung oleh peraturan pada konstitusi Undang-Undang Dasar 1945-Amandemen. Landasan hukum bagi pemerintah daerah berkenaan dengan paradiplomasi adalah UU No. 37 Tahun 1999 tentang Tata Cara Hubungan Luar Negeri, UU No. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, Peraturan Menlu RI Nomor 09 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kerja Sama Luar Negeri oleh Pemerintah Daerah, dan Peraturan Menlu RI Nomor 3 tahun 2019 tentang Panduan Umum Hubungan Luar Negeri oleh Pemerintah Daerah. Urgensi kebutuhan pembangunan di daerah adalah yang melatarbelakangi pembentukan regulasi yang diwadahi oleh pemerintah pusat.
Selain itu, pelaksanaan politik luar negeri secara absolut dalam UU No. 23 Tahun 2014 adalah kewenangan dari pemerintah pusat. Namun UU tersebut juga mengarahkan hubungan luar negeri dan diplomasi dapat diselenggarakan dengan memberdayakan dan mempromosikan potensi daerah (Suhenderik, Affandi, &
Sari, 2021).
Dalam artikel ini berfokus pada salah satu daerah di Indonesia yaitu Jawa Barat. Searah dengan penurunan PMA secara global, penurunan PMA pun terjadi di Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang menempati realisasi PMA dengan peringkat tinggi di Indonesia.
Perkembangan Realisasi PMA Jawa Barat Periode Triwulan I 2019 – Triwulan I 2023 berdasarkan jumlah PMA (DPMPTSP Provinsi Jawa Barat (data diolah
kembali))
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 42 Sejalan dengan hal tersebut, menjadi perhatian bagi Jawa Barat dapat menarik investor dunia melalui pelaksanaan paradiplomasi untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan realisasi investasi asing di masa pasca pandemi dan ketidakpastian kondisi ekonomi global. Mengingat daerah Jawa Barat memiliki kebutuhan yang tidak kalah besar, dilihat dari Jawa Barat rumah bagi 49.405.808 jiwa, atau 17,92% total penduduk di Indonesia menjadikannya sebagai provinsi yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Terciptanya iklim yang kondusif dapat mengakselerasi penanaman modal asing masuk ke Jawa Barat.
Disebutkan dalam West Java Investment Report tahun 2021 bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mendukung penanaman modal yang masuk ke Jawa Barat dengan menyediakan infrastruktur dengan kualitas yang unggul, sumber daya manusia yang bermutu, pasar potensial, rantai pasokan yang efisien, serta keproduktifan tenaga kerja dan kualitas pelayanan publik yang terbaik. Penciptaan iklim penanaman modal yang kondusif bukan hanya didorong oleh faktor ekonomi, namun juga secara bersamaan memaksimalkan faktor non- ekonomi yang dapat mendukung realisasi PMA. Dalam Januar (2009), salah satu indikator iklim penanaman modal yang berpengaruh terhadap persepsi pelaku usaha adalah interaksi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Sehingga kaitannya dengan penanaman modal yang berasal dari pelaku usaha asing, penting bagi pemerintah daerah dapat mengoptimalkan interaksi tersebut melalui paradiplomasi.
Pencapaian realisasi investasi PMA Jawa Barat tidak akan terlepas dari usaha Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang senantiasa menjaga dan menjajaki hubungan kerja sama ke berbagai negara. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah aktif menjalin hubungan dengan entitas asing di skala dunia. Beberapa di antaranya Jawa Barat terlibat kerja sama dalam bentuk sister province dengan 14 kota di 9 negara. Termasuk di dalamnya, kawasan Asia Timur yaitu 4 kota dari Republik Rakyat Tiongkok, 1 kota dari Jepang; dan 3 kota dari Korea Selatan (Biro Kerja Sama Luar Negeri Pemprov Jabar, 2022). Riset ini mengambil kawasan Asia Timur sebagai target dilaksanakannya paradiplomasi untuk mencapai target Penanaman Modal Asing. Kawasan Asia Timur dengan kemapanan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi kawasan terbesar yang berinvestasi di Jawa Barat, dengan total PMA masuk dari Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan adalah sebesar Rp. 16,26 triliun pada periode triwulan I tahun 2023 (DPMPTSP Jawa Barat, 2021).
No Negara Asal Jumlah PMA (dalam triliun rupiah) Triwulan
I 2019
Triwulan I 2020
Triwulan I 2021
Triwulan I 2022
Triwulan I 2023 1 R.R. Tiongkok 9,40 4,02 3,41 4,65 3,96
2 Jepang 3,38 1,73 1,1 4,58 8,38
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
43 3 Korea
Selatan
1,59 0,32 8,62 3,17 3,92
TOTAL 14,37 6,07 12,86 12,4 16,26
Realisasi Penanaman Modal Asing Jawa Barat Periode Triwulan I 2019 – Triwulan I 2023 dari 3 (tiga) Negara di Asia Timur berdasarkan jumlah PMA (DPMPTSP
Provinsi Jawa Barat (data diolah kembali))
Dengan latar belakang yang telah diuraikan, maka artikel ini muncul dengan ketertarikan penulis mengangkat artikel dengan rumusan masalah
“Bagaimana paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing?”. Menggunakan perangkat publish or perish, periset menulusuri literatur terdahulu berdasarkan variabel-variabel dari rumusan masalah untuk menegaskan kebaruan riset. Berbeda dengan riset-riset terdahulu, riset ini melakukan analisis menggunakan kerangka paradiplomasi yang dikonstruksi oleh Kuznetsov (2015). Selain itu, riset hanya akan fokus pada pelaksanaan paradiplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta fokus pada tujuan promosi dan penarikan PMA yang berasal dari tiga negara di Asia Timur yaitu Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Artikel ini akan dibagi ke dalam lima bagian, yaitu pendahuluan, kerangka konseptual, metode riset, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan.
2. Paradiplomasi dalam Kerangka Konseptual
Dalam menjawab pertanyaan riset pada artikel ini, penulis menggunakan konsep paradiplomasi. Terdapat berbagai konsep paradiplomasi yang dikemukakan oleh para cendekiawan. Cooper, Heine, & Thakur (2013) mendefinisikan paradiplomasi sebagai keterlibatan unit subnasional seperti pemerintah daerah provinsi dalam urusan internasional secara langsung, alih-alih melalui otoritas nasional. Paradiplomasi diartikan oleh Wolff (2007) sebagai suatu perilaku serta kapabilitas untuk melaksanakan hubungan luar negeri kepada pihak asing oleh aktor subnasional dari suatu negara yang berdaulat dengan tujuan memenuhi kebutuhan atau mendapatkan kepentingan daerahnya.
Kincaid (1990) menyampaikan gagasan bahwa negara bagian, provinsi, kabupaten, desa dan sejenisnya merupakan suatu unit konstituen dari pemerintahan suatu negara dan dengan demikian menekankan bahwa aktor-aktor tersebut juga memiliki kapasitas dalam melakukan diplomasi. Kuznetsov (2015) mendefinisikan konsep ‘region’ sebagai kesatuan wilayah serta pemerintahan setelah pemerintah pusat dalam sistem negara federal maupun negara kesatuan.
Dalam bukunya, konsep region ini dicontohkan seperti Ontario di Kanada dan Hokkaido di Jepang, atau sebuah daerah yang berbentuk provinsi dan prefektur, yang masih setara dengan fokus artikel ini yaitu Jawa Barat sebagai sebuah provinsi atau unit teritorial dan administratif pada tingkat otoritas pertama setelah pemerintah pusat.
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 44 Paradiplomasi menurut Soldatos (1990) ialah ketika aktor subnasional melakukan aktivitas, kontak dengan aktor internasional lainnya baik itu dengan negara, sub-negara, perusahaan transnasional, organisasi internasional, atau aktor-aktor lainnya. Pada aktivitas diplomasi oleh aktor subnasional menurut Ivo Duchacek (1990), yaitu paradiplomasi, ditekankan pada aktor subnasional yang secara hirarkis masih berada dibawah negara seperti provinsi dan kota yang terlibat dalam arena internasional. Hal ini dikarenakan kata “para” dalam paradiplomasi sendiri berarti sejajar dengan, sering berkoordinasi dengan, dan saling melengkapi (Duchacek, 1990). Menurut Kuznetsov (2015), paradiplomasi didefinisikan sebagai bentuk komunikasi politik untuk mencapai keuntungan ekonomi, budaya, politik, atau jenis lainnya, yang intinya terdiri dari tindakan mandiri pemerintah daerah dengan aktor pemerintah dan non-pemerintah asing.
Sehingga dari beberapa pendefinisian oleh ahli mengenai paradiplomasi, definisi yang dikonstruksi dan digunakan dalam riset ialah keterlibatan aktor subnasional dalam melakukan aktivitas dalam arena internasional, melakukan kontak dengan aktor internasional lainnya, dengan tujuan memenuhi kebutuhan atau mendapatkan kepentingan daerahnya.
Kuznetsov (2015) membangun sebuah konstruksi penjelasan terkait studi keterlibatan pemerintah daerah dalam hubungan internasional. Konstruksi ini menjadi analisis komprehensif paradiplomasi suatu wilayah yang diriset dengan mengidentifikasikannya melalui enam pertanyaan. Berkaitan dengan rumusan masalah riset, periset menggunakan konsep dari Kuznetsov (2015) pada pertanyaan keempat yaitu “bagaimana paradiplomasi dilembagakan di wilayah tertentu?”, yang secara umum membahas pelaksanaan paradiplomasi di suatu daerah. Kerangka ini dapat diidentifikasi melalui 6 (enam) pelaksanaan, yaitu pembentukan departemen yang secara khusus bertanggung jawab atas urusan kerjasama Internasional, pembukaan kantor daerah permanen di luar negeri, kunjungan resmi otoritas regional ke negara lain, partisipasi dalam berbagai acara internasional seperti pameran atau forum, pembangunan dan berpartisipasi dalam jaringan regional dan multilateral, dan partisipasi otoritas regional dalam acara internasional yang diselenggarakan oleh entitas asing dalam kegiatan resmi pemerintah pusat. Menurut Luerdi (2021), tidak semua dari keenam cara milik Kuznetsov harus terlaksana oleh pemerintah daerah. Sehingga periset bermaksud menerapkan paradiplomasi yang dikonstruksi oleh Kuznetsov (2015) melalui 6 (enam) kategorisasi tersebut untuk mengeksplorasi pelaksanaan paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing.
3. Metode Riset
Riset ini dilakukan menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan pelaksanaan paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing. Metode kualitatif merupakan pengumpulan data serta strategi analisis data yang memakai sumber pengumpulan, dan analisis data dari data non-numerik, yaitu data yang datang dalam bentuk bahasa lisan atau tulisan dan tidak diformalkan menjadi angka (Lamont, 2015). Lebih lanjut, Lamont (2015) menjelaskan bahwa riset kualitatif dalam hubungan internasional digunakan untuk
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
45 memahami makna dan proses yang membentuk politik internasional, seperti studi mendalam terhadap peristiwa tertentu seperti fenomena, negara, kawasan, organisasi, atau individu. Adapun pada riset ini sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penulis mengumpulkan dan menelaah dokumen, data dari internet seperti laman pemerintah, buku dan jurnal elektronik, berita, dan sosial media, serta melakukan wawancara, kemudian dilakukan teknik koding melalui aplikasi Atlas.ti, sebagai upaya periset untuk menemukan data paling inti dari sekumpulan wawancara, studi literatur, dan studi atas gambar atau video. Dalam analisis ini, digunakan konsep yang telah dibahas dalam literature review sebagai kategorisasi, dan dikutip kalimat yang mempresentasikan aspek dari data untuk menjawab pertanyaan riset.
4. Paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing
Pembahasan ini menganalisis paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing menggunakan konsep pelaksanaan paradiplomasi yang dikonstruksi oleh Kuznetsov (2015). Berdasarkan hal tersebut, bentuk pelaksanaan paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing diuraikan sebagai berikut.
4.1 Eksistensi dari Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Salah satu bentuk awal dilakukannya paradiplomasi yaitu memiliki lembaga atau biro di pemerintah daerah (sub-state) yang memiliki kewenangan dalam mengurus kerja sama luar negeri. Pelaksanaan paradiplomasi di Jawa Barat ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki bagian dalam perangkat daerah yaitu dinaungi oleh Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri. Sub- Bagian Kerja Sama Luar Negeri merupakan salah satu bagian dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Adanya Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri sesuai dengan aturan yang termuat dalam Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah dan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 4 Tahun 2021 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Kewenangan Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri adalah melakukan kerja sama dengan entitas luar negeri baik itu pemerintah maupun lembaga luar negeri.
Bentuk kerja sama yang diselenggarakan melingkup hampir ke setiap sektor kehidupan, mulai dari sektor ekonomi, pariwisata dan budaya, pendidikan, olahraga, hingga misi pengembangan SDM serta kemajuan teknologi pemerintahan (DPMPTSP Jawa Barat, 2017). Pelaksanaan kerja sama ini selalu bersinergi dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan bidang atau rencana tindakan, sehingga pelaksanaannya dapat terarah dan tepat sasaran. Kerja sama dalam lingkup penanaman modal akan turut berkoordinasi dengan DPMPTSP Jawa Barat. Berhubungan dengan pelaksanaan dari koordinasi
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 46 ini tercermin dalam paradiplomasi Jawa Barat khususnya melalui Kerja Sama Daerah dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri (KSDPL) yaitu sister province yang diarahkan kepada pengembangan kerja sama ekonomi, khususnya sebagai upaya penarikan dan promosi PMA Jawa Barat ke Asia Timur.
Sister province/sister city adalah bentuk kerja sama yang disepakati secara resmi di antara dua provinsi/kota (G2G) yang berbeda negara dan bersifat jangka panjang (Alam & Sudirman, 2020). Pemerintah sub-nasional di negara-negara Asia Timur yang menjalin sister province dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di antaranya yaitu, Prefektur Shizuoka (Jepang), Provinsi Gyeongsangbuk (Korea Selatan), Provinsi Chungcheongnam (Korea Selatan), Ulsan Metropolitan City (Korea Selatan), Provinsi Jeollanam (Korea Selatan), Kota Metropolitan Chongqing (Tiongkok), Daerah Otonom Guangxi Zhuang (Tiongkok), Provinsi Heilongjiang (Tiongkok), dan Provinsi Sichuan (Tiongkok) (Biro Kerja Sama Luar Negeri Pemprov Jabar, 2022). Hubungan di antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah dari ketiga negara di Asia Timur, melalui sister province, disebutkan dalam wawancara bersama Kepala Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dapat mendorong realisasi PMA di Jawa Barat.
Sementara Kerja Sama Daerah dengan Lembaga di Luar Negeri (KSDLL) yang menjadi bagian kewenangan dari Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri, contohnya yaitu kerja sama dengan perusahaan Jepang untuk penyerapan tenaga kerja. Kerja sama ini dapat membawa penanaman modal asing secara bottom-up yang didapatkan dari para diaspora. Lebih lanjut dalam wawancara bersama Kepala Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menyatakan bahwa:
“Strategi untuk jangka menengah diberikan ruang untuk bekerja di sana, agar pulang membawa teknologinya, petani millennial diikutkan, mereka punya pengalaman kerja, sebagai diaspora mereka berpotensi untuk membawa investasi dari tempat bekerjanya.”
Tujuannya adalah membangun jaringan di home country atau asal negara PMA.
Potensi ini memungkinkan terlaksana, mengikuti dari identitas Jawa Barat yang turut diperkenalkan oleh para diaspora dalam KSDLL yang diwadahi oleh Sub- Bagian Kerja Sama Luar Negeri.
4.2 Pembatasan kantor daerah permanen di luar negeri
Sesuai dengan adanya batasan-batasan melakukan hubungan luar negeri oleh pemerintah daerah, ini termasuk dengan pemerintah daerah yang tidak diperbolehkan untuk membuka perwakilan diplomatik atau konsuler luar negeri.
Merujuk kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2018 menyatakan dalam Pasal 27 ayat (1) bahwa “pelaksanaan kerjasama harus memenuhi syarat butir (c), yaitu pemerintah daerah tidak membuka kantor perwakilan di luar negeri” (Mukti, Fathun, Muhammad, Sinambela, & Riyanto, 2020).
Alasan Pemerintah Indonesia tidak mengizinkan pembukaan kantor perdagangan ataupun diplomatik di luar negeri adalah mempertimbangkan keamanan. Pemerintah daerah lain yang masih rentan dapat mudah terpengaruh
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
47 dan terburu-buru untuk turut membuka perwakilan pemerintah daerah di luar negeri yang serupa. Hal tersebut adalah tanggapan dari pembukaan perwakilan pemerintah daerah di Australia Barat, Johor dan Penang, Malaysia, dan Singapura sejak tahun 1990-an (Mukti, Fathun, Muhammad, Sinambela, & Riyanto, 2020).
4.3 Kunjungan Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Asia Timur
Jawa Barat dalam melaksanakan paradiplomasi melalui Kunjungan Dinas Luar Negeri (KDLN), banyak dilakukan oleh Gubernur. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mempunyai strategi unggulan menuju peningkatan realisasi PMA di Jawa Barat yaitu dengan menjemput investor secara langsung. Penjemputan investor menjadi langkah yang efektif bagi peningkatan dan pertahanan PMA yang masuk ke Jawa Barat, daripada hanya menunggu PMA yang masuk. Salah satu pernyataan dari Gubernur Jawa Barat terkait strategi penjemputan investor, yang diungkapkan dalam Forum Investasi Jawa Barat Semester 1 2023 di Bandung bahwa “rezeki harus dijemput, kita door to door, bukan jaga warung” (Humas DPMPTSP Jawa Barat, 2023).
Agenda kunjungan merupakan hasil diplomasi dan lobi dari tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lebih lanjut, dalam wawancara bersama Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar menyatakan bahwa “setiap perjalanan Pak Gubernur direncanakan dengan matang apa yang akan dikerjakan di sana, proses negosiasinya seperti apa.” Selain itu, terdapat pertimbangan kondisi keamanan di negara tujuan sebelum melakukan perjalanan dinas. Kondisi ini yang ditemui dan menjadi kendala untuk melakukan kunjungan ke Tiongkok ketika masa pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan adanya tahapan pra-negosiasi yaitu penetapan agenda dan prosedur yang dilakukan sebelum negosiasi berjalan dalam perjalanan dinas.
Gambar 1 Agenda Perjalanan Dinas Luar Negeri Gubernur: Korea-Jepang, 3- 9 November 2019 (Humas Jabar, 2019)
Beberapa KDLN yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai dari tahun 2019 hingga tahun 2023, yaitu kunjungan Gubernur Jawa Barat ke Korea Selatan dan Jepang pada 4-8 November 2019 untuk membahas kerja sama dalam berbagai bidang, yang ditampilkan dalam gambar 1 (Bappeda Jabar,
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 48 2019). Pertemuan dilangsungkan di beberapa kota yaitu Busan, Tokyo, Shizuoka, Nara, dan Osaka. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah terkait investasi infrastruktur (Bappeda Jabar, 2019).
Gubernur Jawa Barat dan rombongan delegasi Jawa Barat menghadiri acara West Java Business Forum in Osaka yang diselenggarakan oleh KJRI Osaka di Rihga Royal NCB Osaka pada 8 November 2019 (KJRI Osaka, 2019). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat menyajikan buku menu investasi kepada para pengusaha dan pemerintah setempat. Buku tersebut memuat berbagai proyek strategis Jawa Barat serta peluang penanaman modal dalam berbagai bidang yaitu bidang transportasi, pengelolaan sampah yang menghasilkan energi (waste to energy), pengelolaan air minum, dan pengembangan kawasan (Nadia, 2019). Secara persuasif, Gubernur Jawa Barat menyampaikan keuntungan bagi pengusaha Jepang untuk menanamkan modalnya. Terakhir, beliau menyampaikan komitmen untuk membantu para investor Jepang agar lebih mudah dan nyaman dalam menanamkan modal (KJRI Osaka, 2019).
Gambar 2 Gubernur Jawa Barat menghadiri acara West Java Business Forum in Osaka (KJRI Osaka, 2019)
Perlu disadari bahwa tidak semua penanaman modal dapat berjalan dengan lancar karena seringkali terdapat investor yang tidak mendapatkan kepastian dan jaminan dalam penanaman modal. Di kondisi seperti itu, menjadi penting untuk banyak melakukan komunikasi dan bernegosiasi sehingga dapat meyakinkan para investor dalam menanamkan modalnya di Jawa Barat. Pemberian kepastian dan jaminan penanaman modal merupakan peran dari pemerintah termasuk dari pemerintah daerah. Sehingga untuk menyelesaikan masalah yang ada dan menawarkan potensi, dilakukan melalui paradiplomasi. Dengan paradiplomasi, baik Pemerintah Daerah maupun pihak mitra dapat mengenal satu sama lain, berkomunikasi, dan bernegosiasi. Sebagaimana wawancara dengan Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas PMPTSP Jawa Barat yang membahas negosiasi untuk menarik para investor, menyatakan bahwa untuk menarik para investor perlu berkomunikasi terkait pemberian jaminan oleh pemerintah terkait penyelesaian masalah yang nantinya bisa muncul dengan aman.
Pada 3-6 Maret 2023, Gubernur Jawa Barat kembali melakukan perjalanan dinas ke Korea Selatan dan Jepang untuk membahas berbagai agenda dalam urusan diplomasi antara kedua negara khususnya kerjasama dengan para investor
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
49 dalam bidang waste to energy dan transportasi publik bus BRT. Agenda tersebut turut menghadirkan Direktur Chungnam Center for Creative Economy &
Innovation (CCEI) yang berada di bawah Ministry of SMEs and Startups Republic of Korea, perwakilan Pemerintah Provinsi Chungcheongnam, Kedutaan Besar Korea Selatan serta perwakilan Kemendagri (Humas Jabar, 2023).
Gambar 3 Gubernur Jawa Barat bersama Gubernur Chungcheongnam-do (Humas Jabar, 2023)
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat menerima Duta Besar (Dubes) Korea Selatan untuk Indonesia, Lee Sang Deok, yang berkunjung ke Gedung Pakuan, Kota Bandung pada 28 Februari 2023. Dalam kunjungan Dubes Korea Selatan tersebut, Gubernur menyampaikan agenda saat di Korea Selatan yaitu untuk berkunjung ke sister province Jawa Barat, Chungcheongnam-do serta untuk mengundang pengusaha Korea Selatan dapat menanamkan modal di Jawa Barat (Humas Jabar, 2023). Peluang ini hadir menyusul nilai realisasi PMA dari Korea Selatan yang besar dan menempati peringkat tinggi di antara negara-negara lain yang menanamkan modal asing di Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Barat turut mempromosikan PMA di Jawa Barat dengan pemaparan tujuh arah ekonomi Jawa Barat setelah masa pandemi COVID-19 dan pembangunan dari 13 (tiga belas) kota industri baru di kawasan Metropolitan Rebana sebagai pusat pertumbuhan baru dan keunggulan bagi Jawa Barat (Lukihardianti, 2023).
Selain itu, disampaikan mengenai kondisi perekonomian dan industri yang ada di Jawa Barat, yang menjadi keunggulan potensi menanamkan modal. Kondisi tersebut mencakup gambaran ekonomi Jawa Barat berada dalam kondisi baik dan 60% industri nasional berada di Jawa Barat. Terakhir, Gubernur Jawa Barat menyerahkan buku panduan peluang menanamkan modal di Jawa Barat kepada Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, dengan harapan dapat dimanfaatkan bagi para investor Korea Selatan (Lukihardianti, 2023).
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 50 Gambar 4 Gubernur Jawa Barat menerima kunjungan Dubes Korea Selatan
dan tim Kedutaan Korea Selatan untuk Indonesia (Humas Jabar, 2023) Dalam perjalanan dinas ke Jepang, Gubernur Jawa Barat mempunyai tiga agenda utama, pertama terkait penanaman modal di sektor pengelolaan sampah yaitu proyek TPPAS Legok Nangka, berkunjung ke kantor Japan International Cooperation Agency (JICA), dan terakhir menghadiri rapat bersama Menteri Lingkungan Hidup Jepang untuk membahas proyek investasi hijau di Jawa Barat (Andriana, 2023). Gubernur Jawa Barat mengunjungi Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyampaikan beberapa pembahasan di antaranya terkait pertumbuhan ekonomi Jawa Barat serta realisasi dan peluang penanaman modal di Jawa Barat (Humas Jabar, 2023). Gubernur Jawa Barat turut menyampaikan harapannya agar Jepang dapat menjadi investor terbesar menyusul Tiongkok dan Korea Selatan, terlebih adanya dukungan dari persahabatan yang erat dijalin dengan Jepang hingga saat ini (Humas Jabar, 2023).
Bersama dengan Gubernur Tokyo, Gubernur Jawa Barat melakukan negosiasi bersama para peserta lelang waste to energy, perusahaan asal Jepang.
Projek TPPAS Legok Nangka merupakan projek waste to energy milik regional, yang mencakup wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Dari hasil wawancara dengan Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar, terkait latar belakang dilaksanakannya paradiplomasi mengenai PMA ini adalah adanya kebutuhan yang perlu dipenuhi di Jawa Barat, “Salah satu kendalanya adalah kita membutuhkan teknologi dan pendanaan yang segera.
Karena sampah tidak bisa ditunda-tunda, maka solusinya pendekatan pemerintah dengan badan usaha”
Gambar 5 Gubernur Jawa Barat bertemu dengan Gubernur Tokyo di Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo, Jepang (Humas Jabar, 2023)
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
51 Pertemuan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan kepastian dari dua investor finalis Jepang, sekaligus meyakinkan mereka untuk dapat menegaskan kembali komitmen setelah menyatakan ketertarikan untuk menanamkan modal di TPPAS Legok Nangka. Investor-investor tersebut sudah melewati tahap pra-kualifikasi sehingga hanya perlu memasukan dokumen proposal (Humas Jabar, 2023). Lebih lanjut, pertemuan dilaksanakan untuk bernegosiasi mengenai permintaan-permintaan yang datang atau pembahasan keuntungan sebelum pengajuan proposal. Disampaikan melalui wawancara dengan Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar, bahwa
“Dilakukan di sana negosiasi, untuk mengajukan proposal mereka ada sejumlah permintaan…Itu yang dilakukan kunjungan Pak Gubernur ke luar negeri.”
KDLN ke Tiongkok baru dilaksanakan kembali pada Juli 2023, setelah terhenti sementara pada periode selama pandemi COVID-19. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melakukan kunjungan ke Provinsi Guangxi dalam rangka pengembangan industri mobil listrik Wuling di Jawa Barat. Dengan mengunjungi Kota Liu Zhou, Guangxi, Tiongkok, diharapkan upaya dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat ini dapat meningkatkan investasi di Jawa Barat. Kunjungan ke Tiongkok juga merupakan momentum untuk penandatanganan MoU tentang Pembaruan Kerja Sama Sister Province antara Jawa Barat-Guanxi. Salah satu komitmen tujuan dari implementasi kerja sama antara kedua provinsi ini adalah peningkatan investasi pembangunan kawasan industri (Humas Jabar, 2023).
Sebelumnya, penjajakan kerja sama investasi pernah diadakan pada Desember 2019, melalui kunjungan para delegasi dari Provinsi Chongqing ke Jawa Barat (Bappeda Provinsi Jawa Barat, 2019). Bukan hanya ketika melakukan kunjungan, saat menerima kunjungan pun Pemerintah Provinsi Jawa Barat selalu melakukan pendekatan diplomasi yang sama untuk sebaik mungkin mempromosikan Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat memberikan buku panduan peluang menanamkan modal di Jawa Barat, memaparkan potensi dan peluang penanaman modal di Jawa Barat, mengarahkan investor untuk menanamkan modal di KEK, dan memberikan bingkisan khas Jawa Barat berisikan kopi (Bappeda Provinsi Jawa Barat, 2019).
Respon yang didapatkan selama Kunjungan Dinas Luar Negeri (KDLN) selalu disambut dengan baik dan direspon secara positif. Saat berkunjung ke Korea Selatan, setibanya Gubernur Jawa Barat dan staf delegasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jajaran staf di kantor Gubernur Cheongnam berdiri, berjajar rapi mulai dari lantai satu hingga lantai tiga, serempak bertepuk tangan, hingga diberikan buket bunga berwarna kuning untuk menyambut delegasi Jawa Barat yang telah hadir (Alnadya, 2023). Dubes Korea Selatan untuk Indonesia juga merespon dengan positif terhadap paparan Gubernur Jawa Barat mengenai peluang PMA di Jawa Barat, serta menanggapi penjajakan kerjasama tujuh ekonomi baru Jawa Barat bisa dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Cheongnam dan para pengusahanya. Begitu pula dengan pejabat di Tokyo yang merespon positif paparan dari Gubernur Jawa Barat mengenai pertumbuhan ekonomi serta
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 52 peluang menanamkan modal di Jawa Barat dan menyatakan kekaguman atas prestasi yang dibangun Jawa Barat (Humas Jabar, 2023).
Dampak bagi Jawa Barat dapat dirasakan beberapa hari atau bahkan beberapa tahun setelah kunjungan. Di awal, beberapa pihak asing hanya akan terpapar informasi mengenai identitas Jawa Barat yang diperkenalkan. Dalam jangka waktu menengah ataupun jangka panjang, dampaknya dapat semakin terasa. Sebagaimana yang disampaikan dalam wawancara bersama Staf Tim Promosi, Kerjasama dan Hilirisasi Investasi Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat bahwa:
“…terkadang hanya menonton dulu, beberapa lama setelahnya baru ada yang menanyakan. Nanti ada tindak lanjutnya. Kemarin itu Pak Gubernur pergi ke Korea Selatan dan Jepang, beberapa hari setelahnya karena ada berita soal itu di media Korea, ada orang Korea yang datang dan bertanya kesini. Dia tertarik untuk menanamkan modal disini. Jadi itu salah satu tujuannya untuk exposure.”
Kunjungan Gubernur Jawa Barat dan delegasi-delegasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa dengan penjemputan investor melalui kunjungan dinas ke Asia Timur dapat membawa angin segar bagi peningkatan realisasi dan minat penanaman modal di Jawa Barat.
4.4 Jawa Barat dalam Acara Internasional
Dalam upaya penarikan PMA, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam paradiplomasi mengadakan promosi sebagai sebuah kegiatan komunikasi kepada target pasar yaitu investor, pembeli dan turis yang berpotensial, yang berlangsung di dalam dan di luar negeri. Promosi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, merupakan salah satu aspek dalam pemasaran, menjadi sarana komunikasi dari OPD dan pemangku kepentingan penanaman modal dengan target pasar, yang dalam konteks riset ini akan fokus menampilkan pada investor yang berpotensial (Zulfikar, 2017). Promosi dapat dilakukan dengan cara kegiatan pameran, penggunaan sarana, kegiatan pengiriman dan/atau penerimaan misi, serta kerja sama. Dalam upaya tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengadakan dan mengoordinasikan acara-acara yang turut mengundang pihak dari negara asing.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara rutin sejak tahun 2019 menggelar acara tahunan bertajuk West Java Investment Summit (WJIS). WJIS adalah sebuah inovasi dan kolaborasi dalam bentuk forum sebagai sarana komunikasi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pelaku usaha serta investor baik dalam level domestik maupun internasional yang hendak menanamkan modal ke Jawa Barat.
Tujuan yang dicapai dalam WJIS adalah menampilkan projek-projek penawaran penanaman modal atau Investment Project Ready To Offer (IPRO) di Jawa Barat kepada investor dalam dan luar negeri dengan tujuan meningkatkan minat pihak asing untuk menanamkan modal di Jawa Barat (Humas DPMPTSP Jawa Barat, 2021). WJIS mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya dengan fokus sektor pembangunan yang berbeda. WJIS diselenggarakan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan potensi terbaik di Jawa Barat dan mendapatkan calon mitra
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
53 untuk berkolaborasi di Jawa Barat (DPMPTSP Jawa Barat, 2020). Dengan mencari mitra potensial yang utamanya akan berdampak bagi pembangunan bagi masyarakat, Jawa Barat secara konsisten menampilkan tata kelola yang terbaik (DPMPTSP Jawa Barat, 2020).
Gambar 6 Gubernur Jawa Barat melakukan presentasi di depan para hadirin dalam West Java Investment Summit (WIJS) (Humas Jabar, 2020)
WJIS dihadiri oleh sejumlah badan pemerintah, pembicara dan peserta yang terdiri dari para investor domestik dan asing, mitra sister province, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi, pengelola kawasan industri, instansi penanaman modal, serta instansi terkait lainnya, dan didukung oleh IIPC, ITPC, Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Luar Negeri, dan asosiasi bisnis internasional (Bappeda Jabar, 2019). Salah satu sister province yang ikut serta dalam acara WJIS adalah Chungcheongnam-do. Seperti yang ditampilkan pada gambar 6, WJIS diselenggarakan secara virtual untuk menjangkau audiens dari berbagai negara di penjuru dunia, sehingga dapat menyebarkan informasi lebih luas.
Delegasi berpartisipasi dalam agenda utama di WJIS yang meliputi High Level Session, Project Consultation, One-on-One Meeting, Market Sounding, dan Exhibition, serta dapat diadakan penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) penanaman modal dan perdagangan (Humas Jabar, 2019). High Level Session mencakup pembahasan iklim penanaman modal, proses perizinan penanaman modal, fasilitas yang diberikan, dan prospek penanaman modal.
Melalui agenda Market Sounding, masing-masing pemilik proyek akan menyampaikan presentasi mengenai proyek investasinya dan skema kemitraan guna memberikan gambaran yang jelas kepada calon investor mengenai berbagai pilihan investasi di Jawa Barat (DPMPTSP Jawa Barat, 2020). One-on-one meeting yang diadakan selama WJIS terutama dapat meningkatkan minat penanaman modal karena gelarannya yang lebih intim dan bahasannya yang lebih dalam.
Acara tersebut dapat menunjukkan keunggulan Jawa Barat dan memamerkan potensi proyek investasi di Jawa Barat kepada calon investor baik domestik maupun asing. Terlebih acara yang digelar memungkinkan untuk menjadi penghubung bagi investor dengan perusahaan dan pengusaha perorangan dari Jawa Barat dengan proyek bisnis yang layak dapat bertukar pandangan bisnisnya masing-masing. Diharapkan dengan terselenggaranya acara-acara tersebut dapat melanjutkan komunikasi dengan investor secara lebih optimal, meningkatkan kinerja serta daya saing, membuka akses pasar, dan
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 54 menciptakan persepsi positif bagi penanaman modal di Jawa Barat. Serta tidak hanya akan mempromosikan investasi yang menjadi substansi penting dari acara tersebut kepada peserta/delegasi yang hadir, namun juga dapat membantu mempromosikan Jawa Barat lebih jauh lagi ke mancanegara dan meninggalkan citra yang positif.
4.5 Pembangunan dan Partisipasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Jaringan Regional dan Multilateral
Diadakan pada 23-25 November 2022, 11th The East Asia Local and Regional Government Congress dihelat di Kota Bandung, Jawa Barat dan diikuti oleh 75 Pemerintah Daerah dari tujuh negara. Tujuh negara tersebut dan jumlah anggota pemerintah daerah yaitu Indonesia (2 anggota), RRT (18 anggota), Jepang (39 anggota), Korea Selatan (8 anggota), Vietnam (5 anggota), Malaysia (1 anggota), dan Philipina (3 anggota). Indonesia memiliki dua anggota (pemerintah daerah), yaitu Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DIY Yogyakarta.
The East Asia Local and Regional Government Congress atau Kongres Nara merupakan kongres yang didirikan oleh Pemerintah Prefektur Nara, Jepang.
EALRGC diinisiasi sebagai dasar pembangunan di Asia Timur serta mendukung langkah-langkah proaktif menuju terealisasinya ide-ide yang bergerak ke tujuan bersama. Tujuan kongres Nara adalah mengorganisir negara-negara anggota untuk bekerja sama, memberikan perspektif yang berbeda dalam menghadapi isu-isu ekonomi dan politik pemerintahan daerah di kawasan Asia Timur. Bukan hanya itu, kongres ini menjadi ajang promosi bagi negara anggotanya, menjaga hubungan bilateral dan multilateral satu sama lain (Humas Jabar, 2022).
Pada gelaran kongres ke-11, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah setelah dilakukan penunjukkan melalui kesepakatan antara Gubernur Jawa Barat dengan Gubernur Nara untuk diselenggarakan tahun 2020 namun harus ditunda karena pandemi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan tawaran anggota EALRGC melalui surat Gubernur Prefektur Nara tanggal 1 Juli 2014. Setelahnya, dilakukan peresmian Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi anggota EALRGC melalui surat Direktur Jenderal Kantor Gubernur Prefektur Nara, Jepang tanggal 17 Oktober 2014 tentang Announcement of Approved New Members of the East Asia Local and Regional Government Congress (NOTICE), terdapat di dokumen referensi nomor 194 tanggal 3 Oktober 2015 (Sarasa, 2021). Sebelumnya pada the 10th EALRGC di Nara, Gubernur Jawa Barat, turut hadir dan berpartisipasi secara aktif dalam kongres. Beliau mempresentasikan mengenai strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang pariwisata (KJRI Osaka, 2019).
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
55 Gambar 7 Seluruh delegasi anggota kongres EALRGC ke-11 berfoto bersama
(westajavapartnership, 2022)
EALRGC menjadi tempat bagi para peserta untuk berdiskusi dan bertukar informasi mengenai perkembangan ekonomi dan politik, mencari solusi permasalahan ekonomi regional dan global, serta mencari peluang kerjasama investasi dan perdagangan (VNA, 2022). Para kepala daerah berupaya untuk membentuk persatuan dalam berbagai kerja sama dan menjaga hubungan bilateral dan multilateral satu sama lain. Pada pagelaran ke-11 ini, terdapat dua diskusi panel tentang mempromosikan industri lokal dan pariwisata daerah selama dan setelah pandemi COVID-19 (VNA, 2022). Pemerintah daerah dapat mempelajari cara daerah-daerah lain di Asia Timur memulihkan dan membangkitkan ekonomi pasca pandemi.
Pemerintah daerah memperkenalkan tujuan sasaran PMA di masing-masing daerah. Mereka memamerkan capaian dan kekuatan potensi penanaman modal seperti kawasan industri dan infrastruktur, sehingga dapat menjadi daya tarik dan potensi untuk mengajak bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya (Prokopim Pemkab Bekasi, 2022). Promosi pariwisata dan tujuan daerah juga menjadi salah satu bahasan penting sehingga dapat merangsang permintaan pariwisata serta meningkatkan pertukaran budaya dan people to people. Dengan promosi pariwisata diharapkan dapat mengundang penanaman modal di bidang pariwisata. Hal ini harus sejalan dengan komitmen untuk menciptakan iklim penanaman modal yang juga menguntungkan dan terbuka bagi para investor (VNA, 2022). Selain itu, dalam kongres ini diselenggarakan pula kegiatan expo UMKM yang dihadiri oleh para delegasi dari pegawai pemerintah daerah dan pengusaha dari ketujuh negara (Hartoto, 2022).
Pembangunan dalam menyelenggarakan kongres EALRGC membawa keuntungan bagi Jawa Barat, karena sebagai tuan rumah bukan hanya dapat menyelenggarakan susunan acara yang terdiri dari high-level meeting, head level discussion, working level discussion, dan general session, namun juga berkesempatan untuk memperlihatkan kepada delegasi penampilan budaya dan kesenian Jawa Barat lewat special performance serta melakukan kunjungan ke Museum Asia Afrika dan NuART Sculpture Park. Kunjungan yang dilaksanakan pada 25 November 2022, para delegasi diajak untuk bermain angklung dan membuat kerajinan Batik Dahoon (West Java Provincial Government, 2023).
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 56 Dengan adanya agenda tersebut serta usaha-usaha lain untuk memperkenalkan Jawa Barat secara lebih baik kepada delegasi yang hadir, menjadi bentuk jamuan yang dapat berkesan bagi para delegasi. Seperti yang disampaikan oleh salah satu delegasi dari Prefektur Nara, Tatsuho, kepada media Rilis Humas Jabar (2022), menyatakan kesannya atas pelayanan selama berada di Jawa Barat. Ketika kembali ke negara masing-masing, bukan tidak mungkin mereka dapat berbagi informasi mengenai penyelenggaraan acara dan kesan selama berada di Jawa Barat. Melalui informasi, baik diperoleh melalui lisan maupun tulisan, identitas Jawa Barat semakin dikenal oleh publik global dengan citranya serta potensi yang dimiliki.
Dengan adanya kongres tersebut, disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, bahwa dengan berkomunikasi lebih banyak melalui kongres seperti ini, maka akan dapat menyamakan langkah dan mencapai kedamaian, serta berbagai kerja sama dan kemajuan, keselamatan, dan kesejahteraan warga khususnya di Asia bisa terfokuskan (Syukri, 2022). Dengan adanya jaringan yang dihadiri para kepala daerah ini, diharapkan persatuan di antara pemerintah daerah dapat lebih erat dan memunculkan peluang-peluang kerja sama baru.
Kesempatan untuk mempromosikan Penanaman Modal Asing di Jawa Barat juga dilaksanakan di salah satu B20 Sideline Event yaitu B20 Investment Forum di Bali Nusa Dua Convention Center di tanggal 11 – 12 November 2022. Pada forum tersebut, Gubernur Jawa Barat sebagai panelis mempresentasikan potensi penanaman modal unggulan Jawa Barat di Kawasan Rebana, termasuk Aerocity Kertajati. B20 ini dihadiri oleh 100 investor potensial dari berbagai negara yang hadir (Humas Jabar, 2022).
Adapun beberapa eksistensi Jawa Barat lainnya dalam jaringan multilateral dapat dilihat dalam penyelenggaran dan keikutsertaan Jawa Barat sebagai co- chair dan tuan rumah dalam Urban 20 pada Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.
Gubernur Jawa Barat juga turut berpartisipasi sebagai pembicara pada forum 1st United Nations (UN)-Habitat Assembly di Nairobi, Kenya pada 27-31 Mei 2019.
Kemudian terdapat forum sesi ketiga UNGEGN yang diadakan di New York, Amerika Serikat pada 2 Mei 2023. Selanjutnya FEALAC yang diadakan di Bandung, 16 September 2022. Serta pertemuan pemimpin parlemen negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Bandung pada 24-26 Oktober 2022.
Walaupun tidak secara langsung membahas atau berkaitan dengan PMA di Jawa Barat dan mengarah kepada negara-negara di Asia Timur, namun pelaksanaan paradiplomasi melalui acara-acara yang digelar dengan partisipasi aktif ataupun dibangun oleh Jawa Barat sebagai tuan rumah ini bukan tidak mungkin menjadi sebuah peluang untuk mempromosikan sekaligus menarik PMA ke Jawa Barat. Menurut Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar, bahwa dampak-dampak yang dirasakan terutama berkaitan dengan realisasi PMA tidak semua dapat dirasakan ataupun ditindaklanjuti langsung dalam waktu singkat. Namun hubungan dan kemitraan yang dibangun, dapat memberi akses terhadap pemenuhan kebutuhan daerah di masa mendatang. Lebih lanjut dalam wawancara dinyatakan bahwa:
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
57
“Acara seperti itu tidak bisa mengukur dalam konteks jangka pendek.
Tindakan kegiatannya, proyeksinya jangka menengah dan jangka panjang.
Baru bisa dirasakan 2-3 tahun…Sama dengan paradiplomasi, bisa terukur 1-2 bulan ada yang minat langsung berinvestasi. Lebih banyak konteksnya membina kemitraan itu dampaknya sangat besar, tapi tidak bisa diukur dalam jangka singkat... Rata-rata proyeksinya jangka menengah dan tahapannya gak mudah.”
Paradiplomasi melalui forum dalam jaringan regional atau multilateral, mendekatkan diri dengan mitra-mitra luar negeri. Sehingga dapat mengetahui apa yang dibutuhkan atau perlu ditawarkan ke mitra luar negeri. Hal serupa disampaikan dalam wawancara bersama Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas PMPTSP Jawa Barat, sebagai berikut:
“NARA melalui Kongres Asia Timur itu bertemu gubernur-gubernurnya, kita jualan apa, mereka jualan apa, kita ada kerja sama. Biar lebih enak aja.
Namanya ga kenal, jadi mereka butuh apa, mereka mau investasi apa sekarang, kita infonya darimana kalau engga dari diplomasi kan. Kita juga promosi, kita juga jualan, tapi kita gak bisa asal. Kalo di BKPM namanya targeting promotion. Kita harus sudah tahu kita mau jualan ke depan.”
4.6 Partisipasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Acara Investment Day sebagai Kegiatan Delegasi Resmi Pemerintah Pusat
Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar dalam wawancara, menjelaskan terkait acara investment day yang sering dihadiri oleh delegasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Begitupun menurut dalam wawancara bersama Seksi Promosi dan Kerjasama DPMPTSP Jawa Barat pagelaran investment day diadakan atau memiliki partisipasi di setiap negara.
Investment day ini dihadiri hampir setiap delegasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan ke luar negeri.
Salah satu dari acara yang terselenggara oleh entitas asing dalam kegiatan delegasi pemerintah pusat ini adalah Indonesia Japan Business Forum (IJBF).
Gelaran dalam IJBF ini memungkinkan bagi delegasi yang diikutsertakan yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menampilkan produk-produk UMKM, pariwisata, serta baik delegasi maupun peserta yang hadir dapat memperoleh informasi soal peluang penanaman modal. Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha, pejabat pemerintahan, serta investor dari kedua negara, dan menyelenggarakannya dalam rangkaian pertemuan G20 di Osaka yaitu sebagai side-event sebelum acara utama digelar pada tanggal 28-29 Juni 2019 (Aditiasari, 2019).
IJBF menjadi sebuah forum bisnis yang berfokus pada promosi investasi, perdagangan dan pariwisata. Penyelenggaraan KTT G20 di Osaka, Jepang menjadi sebuah kesempatan bagi daerah untuk mencapai kepentingannya dalam penarikan investasi terutama dari para pengusaha Jepang. Bukan hanya melalui seminar, namun juga terdapat pameran seperti yang ditampilkan pada gambar 8
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 58 dan presentasi yang memfasilitasi 12 delegasi dan pemerintah daerah di Indonesia untuk menampilkan proyek penanaman modal unggulan daerah masing-masing secara komprehensif.
Gambar 8 Stand Booth Pameran Jawa Barat di IJBF, side-event G20 Osaka (detikFinance, 2019)
Pemerintah Daerah Jawa Barat menawarkan sebanyak 5 proyek infrastruktur prioritas skema PPP sebesar USD 8771,57 miliar, yaitu proyek- proyek di TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung, TPPAS Cirebon Raya, SPAM Jatigede di Kabupaten Sumedang, SPAM Bandung Raya, dan Monorel Bandung Raya. Penanaman modal pada proyek infrastruktur ini ditawarkan dengan kebutuhan pendanaan yang pasti dari badan usaha karena keterbatasan dana untuk penyelesaian proyek dari pemerintah daerah. Selain itu, potensi penanaman modal di Jawa Barat lainnya seperti pembangunan KEK, Bandara Kertajati, dan Pelabuhan Patimban juga turut ditawarkan dan dipromosikan kepada para pengunjung (Anggiono, 2019).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan one-on-one meeting bersama delegasi sektor swasta serta pemerintah daerah di Jepang. Beberapa di antaranya yaitu JAPEX (Japan Petroleum Exploration Company), Yusen Koun Ltd. dan Biro Lingkungan, Pemerintah Daerah Osaka (Anggiono, 2019). Setelah dijelaskan detail dari proyek penanaman modal di Jawa Barat, terdapat ketertarikan dari investor Jepang, dan akhirnya akan dikomunikasikan dan ditindaklanjuti melalui sebuah proposal.
DPMPTSP Jawa Barat dapat mengetahui undangan acara-acara yang dapat dihadiri sebagai delegasi dari Jawa Barat, seperti investment day, melalui akses- akses yang tersedia. Memanfaatkan akses yang ada, pemerintah daerah mengusahakan terus produktif dalam mendorong promosi minat dan realisasi PMA di Jawa Barat. Upaya-upaya seperti ini diselenggarakan dari inisiasi yang dibangun oleh daerah. Dikutip dari wawancara bersama Seksi Promosi dan Kerjasama DPMPTSP Jawa Barat yang berbicara mengenai penyelenggaraan promosi, bahwa
“Diselenggarakan dari daerah ke pusat…Jualannya dari bawah ke atas. The power of promotion…Kalau kita diam saja, nanti ketinggalan.” Sependapat dengan Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar yang menyatakan bahwa “Jabar dianggap di nasional itu, sudah bisa mandiri”. Namun, beliau lebih lanjut membahas bahwa dalam menerima masuknya potensi penanaman modal itu tidak bisa dibicarakan mana yang lebih dominan. Dengan pemberian akses ini, Jawa Barat mengambil setiap potensi yang ada dan menyelenggarakan strategi dan inovasinya dalam menggali potensi penanaman modal.
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
59 Akses dari pemerintah pusat dapat melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri seperti yang disampaikan dalam wawancara bersama Kasubag Kerja Sama Luar Negeri, Biro Pemotda, Pemprov Jabar. Salah satunya, melalui KBRI Beijing yang memiliki atase investasi tersendiri untuk meningkatkan nilai investasi dari Tiongkok. Akses lainnya yaitu dari IIPC (Indonesia Investment Promotion Center) yang berada di bawah BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) ini dimanfaatkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat. Beberapa IIPC ini berada di Tokyo, Jepang dan Seoul, Korea Selatan. Melalui IIPC sebagai perwakilan resmi BKPM di luar negeri dengan tugas mempromosikan penanaman modal Indonesia di luar negeri, menurut Seksi Promosi dan Kerjasama DPMPTSP Jawa Barat, Jawa Barat dapat menitipkan berbagai bahan untuk diikutsertakan dalam promosi penanaman modal di Jawa Barat. Bahan-bahan tersebut adalah berupa buku panduan peluang penanaman modal yang dicetak. Bahan lainnya adalah e-book serta website dengan domain investasi.jabarprov.go.id. Selain menampilkan profil, infrastruktur, serta potensi ekonomi di Jawa Barat, ditampilkan pula berbagai laman menggunakan bahasa yang persuasif yang membahas proyek penawaran Jawa Barat dan alasan untuk menanamkan modal di Jawa Barat.
Melalui media-media seperti buku, e-book dan website yang dapat diakses dengan mudah, dapat semakin menjangkau para investor dan membahas lebih rinci penawaran dari Jawa Barat dengan tujuan investor terpapar informasi dan tertarik untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.
Disampaikan oleh Seksi Promosi dan Kerjasama DPMPTSP Jawa Barat, terdapat pula akses dari Bank Indonesia. Bank Indonesia menggagas program yang menunjang hubungan investor untuk mendukung promosi perdagangan dan investasi yang bersinergi, terarah dan berorientasi pada hasil, melalui linkage GIRU-IRU-RIRU. GIRU (Global Investment Relations Unit) berada di level global melalui perwakilan RI di Luar Negeri, IRU (Investment Relations Unit) berada di level nasional, dan RIRU (Regional Investment Relations Unit) berada di level regional.
Akses tersebut juga merupakan perantara hubungan antara investor dengan DPMPTSP Jawa Barat dan pemilik proyek. Sebagaimana pernyataan wawancara Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas PMPTSP Jawa Barat, bahwa:
“Kita membuat ini, lalu kita kirim ke BKPM untuk dikirim ke IIPC seluruh negara. Nanti IIPC membagikannya kesana, jika ada investor yang nanya- nanya misalnya,..., nanti BKPM akan kontak ke kita. Ini ada yang minat proyek ini, ok kita tangkap nanti… Jadi kita fasilitasi.”
Penyebaran bahan informasi ini dapat dilakukan langsung dalam kehadiran di acara internasional tersebut, ataupun dititipkan kepada akses yang disediakan baik dari Pemerintah Pusat melalui BKPM ke IIPC maupun linkage Bank Indonesia yaitu GIRU-IRU-RIRU. Mendapatkan akses terhadap berbagai peluang masuknya PMA melalui partisipasi dalam acara internasional yang diselenggarakan oleh
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 60 entitas asing sebagai kegiatan delegasi resmi pemerintah pusat, merupakan bagian dari upaya untuk menjangkau kepada pihak-pihak asing ini, terutama kepada investor asing, dan menjadi salah satu pelaksanaan paradiplomasi yang dilakukan Jawa Barat.
5. Kesimpulan
Pelaksanaan Paradiplomasi Jawa Barat memenuhi 5 (lima) kerangka dari konsep yang dikonstruksi dari Kuznetsov (2015), mengikuti dari poin nomor 2 (dua) yaitu pembukaan kantor daerah permanen di luar negeri yang dibatasi bagi pemerintah daerah di Indonesia sesuai dengan PP Nomor 28 Tahun 2018 Pasal 27 ayat (1). Sehingga pelaksanaan paradiplomasi Jawa Barat ke Asia Timur mengenai Penanaman Modal Asing adalah adanya departemen yang secara khusus bertanggung jawab atas urusan kerja sama internasional yaitu Sub-Bagian Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Provinsi Jawa Barat; Kunjungan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok seringkali dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat; Acara internasional melalui WJIS yang rutin digelar setiap tahun; Menjadi tuan rumah penyelenggaraan EALRGC ke-11 dan secara aktif mengikuti banyak forum lainnya; dan partisipasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam investment day yang diselenggarakan oleh entitas asing dalam kegiatan delegasi resmi pemerintah pusat.
Pelaksanaan paradiplomasi ini menjadi bentuk usaha untuk mencapai kepentingan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dibahas dominan dengan sektor ekonomi, dengan menginformasikan, memberi pemahaman, dan memengaruhi pihak asing maupun investor asing dari R.R.Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang, terhadap peluang dan potensi yang dimiliki dan menjadi keunggulan Jawa Barat.
Disamping infrastruktur, SDM, dan potensi penanaman modal yang mendukung di Jawa Barat, upaya paradiplomasi melalui G2G atau sister province ini, dapat menciptakan iklim penanaman modal yang baik, dan dapat berkontribusi terhadap realisasi PMA di Jawa Barat. Dari pelaksanaan paradiplomasi, selain menjadi langkah untuk penegasan identitas daerah Jawa Barat, nantinya dapat mendorong peningkatan minat dan realisasi Penanaman Modal Asing di Jawa Barat, dan secara jangka panjang akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Barat.
Referensi Buku
Cooper, A. F., Heine, J., & Thakur, R. (2013). Introduction: The Challenges of 21st-Century Diplomacy. In A. F. Cooper, J. Heine, & R. Thakur, The Oxford Handbook of Modern Diplomacy (pp. 1-23). Oxford: Oxford Publication Press.
Duchacek, I. D. (1990). Perforated Sovereignties: Towards a Typology of New Actors in International Relations. In H. J. (eds), Federalism and International Relations. Oxford: Clarendon Press.
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
61 Keating, M. J., Loughlin, J., & Deschouwer, K. (2003). Culture, Institutions and Regional Development: a Study of Eight European Regions. Cheltenham:
Edward Elgar Publishing.
Kincaid, J. (1990). Constituent Policies in Federal Polities and the Nation-State:
Conflict and Cooperation. In H. J. (eds), Federalism and International Relations. New York: Oxford University Press.
Kuznetsov, A. (2015). Theory and Practice of Paradiplomacy: Subnational Governments in International Affairs. London: Routledge.
Lamont, C. (2015). Research Methods in International Relations. London: SAGE.
Soldatos, P. (1990). An Explanatory Framework for the Study of Federated States as Foreign-policy Actors. In H. J. (eds), Federalism and International Relations (pp. 34–53). Oxford: Clarendon Press.
Stanzel, V. (2018). New realities in foreign affairs: diplomacy in the 21st century.
German Institute for International and Security Affairs, Stiftung Wissenschaft und Politik. Berlin: Stiftung Wissenschaft und Politik.
Artikel Jurnal
Alam, G. N., & Sudirman, A. (2020). Paradiplomacy Pemerintah Kota Bandung Melalui Kerja Sama Sister City. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 16(1), 31-50.
Januar, A. (2009). Keterkaitan Antara Iklim Investasi Berdasarkan Persepsi Pelaku Usaha dan Realisasi Investasi: Kasus Provinsi Jawa Barat. Retrieved from
IPB University Scientific Repository:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/11301
Mukti, T. A., Fathun, L. M., Muhammad, A., Sinambela, S. I., & Riyanto, S. (2020).
Paradiplomacy Policies and Regional Autonomy in Indonesia and Korea.
Jurnal Hubungan Internasional, 9(2), 139-152.PP
Wolff, S. (2007). Paradiplomacy: Scope, Opportunities and Challenges. the Bologna Center Journal of International Affairs, 141-150.
Zulfikar, W. (2017). Penyelenggaraan Pengaturan Penanaman Modal Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jurnal Caraka Prabu, 58-85.
Laman Berita
Aditiasari, D. (2019, June 26). Laporan dari Osaka: Perwakilan Pemda se- Indonesia Kumpul di Jepang. Retrieved from detikFinance:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4600427/perwakilan- pemda-se-indonesia-kumpul-di-jepang
Alnadya, H. (2023, March 8). Ridwan Kamil Umumkan Jawa Barat Dapat Dana 150 Miliar dari Korea Selatan, Berikut Faktanya! Retrieved from Pikiran Rakyat:
Tasikmalaya: https://tasikmalaya.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 62 066387953/ridwan-kamil-umumkan-jawa-barat-dapat-dana-150-miliar- dari-korea-selatan-berikut-faktanya
Andriana, K. (2023, Maret 6). Absen Dampingi Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Ternyata Berada di Sini. Retrieved from TribunJabar.id:
https://jabar.tribunnews.com/2023/03/06/absen-dampingi-presiden- jokowi-ridwan-kamil-ternyata-berada-di-sini-bersama
Anggiono, R. (2019, July 12). Keikutsertaan Jawa Barat di Indonesia Japan Business Forum. Retrieved from JabarEkspres.com:
https://jabarekspres.com/berita/2019/07/12/keikutsertaan-jawa-barat-di- indonesia-japan-business-forum/2/
Bappeda Jabar. (2019, November 3). Ridwan Kamil Raih Gelar H.C dari Dong-A University, Korea Selatan. Retrieved from Bappeda Jabar:
http://bappeda.jabarprov.go.id/ridwan-kamil-raih-gelar-h-c-dari-dong-a- university-korea-selatan/
Bappeda Provinsi Jawa Barat. (2019, December 06). Pemda Provinsi Jabar Buka Peluang Kerja Sama dengan Investor Asal Chongqing. Retrieved from Bappeda: http://bappeda.jabarprov.go.id/pemda-provinsi-jabar-buka- peluang-kerja-sama-dengan-investor-asal-chongqing/
DPMPTSP Jawa Barat. (2017, Januari 16). Pemerintah Negara di Asia Timur dan Pasifik Dominasi Kerjasama dengan Jawa Barat. Retrieved from DPMPTSP Jawa Barat: https://dpmptsp.jabarprov.go.id/web/blog/1060-Pemerintah- Negara-di-Asia-Timur-dan-Pasifik-Dominasi-Kerjasama-dengan-Jawa- Barat
DPMPTSP Jawa Barat. (2021, October 18). West Java Investment Summit 2021 Navigating Post – Covid World: Investment Growth for Resilient West Java.
Retrieved from DPMPTSP Jawa Barat:
https://dpmptsp.jabarprov.go.id/web/blog/1465-West-Java-Investment- Summit-2021-Navigating-Post-Covid-World-Investment-Growth-for- Resilient-West-Java
Hartoto, W. (2022, November 25). Dorong UMKM Go Global bank bjb Meriahkan The 11th East Asia Local and Regional Government Congress. Retrieved from Bank BJB: https://bankbjb.co.id/news/dorong-umkm-go-global- bank-bjb-meriahkan-the-11th-east-asia-local-and-regional-government- congress
Humas DPMPTSP Jawa Barat. (2021, October 21). West Java Investment Summit 2021 Navigating Post – Covid World: Investment Growth for Resilient West
Java. Retrieved from DPMPTSP Jawa Barat:
https://dpmptsp.jabarprov.go.id/web/blog/1465-West-Java-Investment- Summit-2021-Navigating-Post-Covid-World-Investment-Growth-for- Resilient-West-Java
Humas DPMPTSP Jawa Barat. (2023, Februari 28). Target Realisasi Investasi Meningkat, Berikut Strategi Jabar Jemput Investasi Rp 188 Triliun Tahun
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023
63
2023!. Retrieved from DPMPTSP Jawa Barat:
https://dpmptsp.jabarprov.go.id/web/blog/1512-Target-Realisasi- Investasi-Meningkat-Berikut-Strategi-Jabar-Jemput-Investasi-Rp-188- Triliun-Tahun-2023
Humas Jabar. (2019, October 17). WJIS 2019: Pemdaprov Jabar Siap Tandatangani MoU dengan 20 Investor. Retrieved from Bappeda Jawa Barat: http://bappeda.jabarprov.go.id/wjis-2019-pemdaprov-jabar-siap- tandatangani-mou-dengan-20-investor/
Humas Jabar. (2022, November 12). Gubernur Ridwan Kamil Paparkan Potensi Investasi di Kawasan Rebana. Retrieved from Portal Jabarprovgoid:
https://jabarprov.go.id/berita/gubernur-ridwan-kamil-paparkan-potensi- investasi-di-kawasan-rebana-7589
Humas Jabar. (2023, February 28). Ridwan Kamil Tawarkan Peluang Investasi kepada Korea Selatan. Retrieved from Portal Jabarprovgoid:
https://jabarprov.go.id/berita/ridwan-kamil-tawarkan-peluang-investasi- kepada-korea-selatan-8564
Humas Jabar. (2023, March 8). Keberhasilan Pembangunan Jabar Diapresiasi Gubernur Tokyo. Retrieved from Portal Jabarprovgoid:
https://jabarprov.go.id/berita/keberhasilan-pembangunan-jabar- diapresiasi-gubernur-tokyo-8612
Humas Jabar. (2023, March 9). Jabar Dapat Hibah 10 Juta Dolar AS dari Korea Selatan untuk Green Public Transportation. Retrieved from Portal Jabarprovgoid: https://jabarprov.go.id/berita/jabar-dapat-hibah-10-juta- dolar-as-dari-korea-selatan-untuk-green-public-transportation-8627
Humas Jabar. (2023, Maret 23). KUNKER LUAR NEGERI, Gubernur Ridwan Kamil Pastikan Investasi “Waste to Energy” TPPAS Legok Nangka. Retrieved from Jabarprov: https://jabarprov.go.id/berita/kunker-luar-negeri-gubernur- ridwan-kamil-pastikan-investasi-waste-to-energy-tppas-lego-8602
Humas Jabar. (2023, July 27). Tingkatkan Investasi, Gubernur Ridwan Kamil Jemput Bola ke Tiongkok. Retrieved from Jabarprovgoid:
https://jabarprov.go.id/berita/tingkatkan-investasi-gubernur-ridwan- kamil-jemput-bola-ke-tiongkok-9767
KJRI Osaka. (2019, November 12). Gubernur Jawa Barat Promosikan Segitiga Rebana di Osaka. Retrieved from Konsulat Jenderal Republik Indonesia Osaka Jepang: https://kemlu.go.id/osaka/id/news/3125/gubernur-jawa- barat-promosikan-segitiga-rebana-di-osaka
Lukihardianti, A. (2023, March 2). Ke Korea Selatan, Gubernur Jabar Bidik Kerja Sama dengan Sejumlah Daerah. Retrieved from Republika Jabar:
https://rejabar.republika.co.id/berita/rqw1vo432/ke-korea-selatan- gubernur-jabar-bidik-kerja-sama-dengan-sejumlah-daerah
AEGIS | Vol. 7 No.2, September 2023 64 Nabrijanto, D. (2020, July 15). Membangun Jogja tanpa APBD Apakah Mungkin?
Retrieved from Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan
Pembangunan Sekretariat Daerah:
http://adbang.jogjaprov.go.id/postingan/Membangun-Jogja-tanpa-APBD- Apakah-Mungkin-
Nadia. (2019, November 8). Ridwan Kamil Bawa Buku Menu Investasi ke West Java Business Forum di Osaka. Retrieved from Pojok Satu:
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2019/11/08/ridwan-kamil- bawa-buku-menu-investasi-ke-west-java-business-forum-di-osaka/
Pratiwi, Y. R. (2022, February 24). Pemulihan Perekonomian Indonesia Setelah Kontraksi Akibat Pandemi Covid-19. Retrieved from Kementerian Keuangan Reoublik Indonesia: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl- banjarmasin/baca-artikel/14769/Pemulihan-Perekonomian-Indonesia- Setelah-Kontraksi-Akibat-Pandemi-Covid-19.html
Prokopim Pemkab Bekasi. (2022, November 24). Hadir di Acara Ini, Pj Bupati Bekasi Belajar Bagaimana Kota di Asia Timur Bangkit dari Pandemi.
Retrieved from Newsroom Diskominfosantik:
https://www.bekasikab.go.id/hadir-di-acara-ini-pj-bupati-bekasi-belajar- bagaimana-kota-di-asia-timur-bangkit-dari-pandemi
Rilis Humas Jabar. (2022, November 22). Kongres Pemda Se-Asia T