PARTAI POLITIK &
PEMILU
PARTAI POLITIK
suatu kelompok yang mengajukan calon-calon bagi jabatan publik untuk dipilih oleh rakyat, sehingga dapat mengatasi atau memengaruhi tindakan-tindakan pemerintah
Mark N. Hugopian,
Partai politik adalah suatu organisasi yang dibentuk untuk mempengaruhi bentuk dan karakter kebijaksanaan publik dalam kerangka prinsip-prinsip dan kepentingan ideologis tertentu melalui praktek kekuasaan secara langsung atau partisipasi rakyat dalam
pemilihan
Neumann
Partai politik adalah organisasi artikulatif yang terdiri dari pelaku-pelaku politik yang aktif dalam masyarakat, yaitu mereka yang memusatkan perhatiannya pada pengendalian
kekuasaan pemerintahan dan yang bersaing untuk memperoleh dukungan rakyat, dengan
beberapa kelompok lain yang mempunyai pandangan berbeda-beda
Dua peranan penting parpol dalam linkage politik :
1. Sebagai institusi yang berfungsi penetratif (penetrative linkage)
Artinya sebagai lembaga yang ikut memainkan peranan dalam proses pembentukan kebijakan negara;
2. Sebagai “reactive linkage”.
Yaitu lembaga yang melakukan reaksi atas
kebijakan yang dikeluarkan oleh negara.
Fungsi parpol secara umum
1) Sebagai sarana komunikasi politik,
yaitu di satu pihak merumuskan kepentingan (interest articulation) dan menggabungkan atau menyalurkan kepentingan (interet aggregation) masyarakat untuk disampaikan dan diperjuangkan kepada pemerintah, sedangkan di pihak lain juga berfungsi menjelaskan dan menyebarluaskan kebijaksanaan pemerintah kepada masyarakat (khususnya anggota parpol yang bersangkutan.
2) Sebagai sarana sosialisasi politik,
yaitu proses dimana seseorang memperoleh pandangan, orientasi dan nilai-nilai dari masyarakat di mana dia berada. Proses tersebut juga mencakup proses di mana masyarakat mewariskan norma-norma dan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3) Sebagai sarana rekrutmen politik (instrument of political recruitment),
yakni proses melalui mana partai mencari anggota baru dan mengajak orang yang berbakat untuk
berpartisipasi dalam proses politik. Rekrutmen politik akan menjamin kontinuitas dan kelestarian partai, dan sekaligus merupakan salah satu cara untuk menyeleksi para calon pimpinan partai atau pemimpin bangsa.
4) Sebagai sarana pengatur konflik,
yakni bahwa dalam negara demokratis yang masyarakatnya terbuka dan plural, perbedaan dan persaingan pendapat sangatlah wajar, akan tetapi sering menimbulkan konflik sosial yang sangat luas. Oleh karena itu, konflik harus bisa dikendalikan atau dijinakan agar tidak berlarut-laru yang bisa menggoyahkan dan
membahayakan eksistensi bangsa. Dalam hal ini, parpol dapat berperan menekan konflik seminimal mungkin
Pemilihan umum di Indonesia 11 kali
1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009 dan 2014
Pemilihan umum di Indonesia menganut asas "LUBER" yang merupakan singkatan dari "Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia".
"Langsung" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan.
"Umum" berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara.
"Bebas" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
"Rahasia" berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri.
Asas "Jurdil" yang merupakan singkatan dari "Jujur dan Adil".
Asas "jujur" mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk
memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih.
Asas "adil" adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu.
Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih ataupun peserta pemilu, tetapi
juga penyelenggara pemilu.
Pemilu 1955
Diikuti oleh 172 kontestan partai politik.
Empat partai terbesar diantaranya :
1)
PNI (22,3 %)/57 kursi
2)
Masyumi (20,9%)/57 Kursi
3)
Nahdlatul Ulama (18,4%) 45 kursi
4)
PKI (15,4%)/39 kursi.
Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota MPR dan Konstituante.
Jumlah kursi MPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi
Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi MPR) ditambah 14 wakil
golongan minoritas yang diangkat pemerintah.
Pemilu 1971 diikuti oleh 10 kontestan
, yaitu:1) Partai Katolik
2) Partai Syarikat Islam Indonesia
3) Partai Nahdlatul Ulama
4) Partai Muslimin Indonesia
5) Golongan Karya
6) Partai Kristen Indonesia
7) Partai Musyawarah Rakyat Banyak
8) Partai Nasional Indonesia
9) Partai Islam PERTI
10) Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1971
diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 Juli 1971 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Provinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia.
Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997
Memilih anggota DPR, DPRD
Diikuti oleh 3 kontestan yang sama, yaitu:
1) Partai Persatuan Pembangunan
2) Golongan Karya
3) Partai Demokrasi Indonesia
Pemilu 1999
Menggunakan sistem proporsional dengan daftar stelsel tertutup/memilih partai politik
Pemilihan Umum DPR dan DPRD (mencoblos)
diikuti oleh 48 partai politik & imenangkan oleh 18 parpol di DPR
Partai Indonesia Baru Partai Kristen Nasional Indonesia Partai Nasional Indonesia – Supeni Partai Aliansi Demokrat Indonesia Partai Kebangkitan Muslim Indonesia Partai Ummat Islam Partai Kebangkitan Ummat Partai Masyumi Baru Partai Persatuan Pembangunan
Partai Syarikat Islam Indonesia Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Partai Abul Yatama Partai Kebangsaan Merdeka Partai Demokrasi Kasih Bangsa Partai Amanat Nasional
Partai Rakyat Demokratik Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 Partai Katolik Demokrat Partai Pilihan Rakyat Partai Rakyat Indonesia Partai Politik Islam Indonesia Masyumi Partai Bulan Bintang Partai Solidaritas Pekerja Partai Keadilan
Partai Nahdlatul UmmatPartai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan IndonesiaPartai Republik Partai Islam Demokrat
Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen Partai Musyawarah Rakyat Banyak Partai Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya Partai Persatuan Partai Kebangkitan Bangsa
Partai Uni Demokrasi Indonesia Partai Buruh NasionalPartai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong Partai Daulat Rakyat Partai Cinta Damai Partai Keadilan dan Persatuan
Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia Partai Nasional Bangsa Indonesia Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
Partai Nasional Demokrat Partai Ummat Muslimin Indonesia Partai Pekerja Indonesia
Pemilu 2004
Menggunakan sistem proporsional dengan daftar terbuka
Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD
diikuti oleh 24 partai politik & dimenangkan oleh 18 parpol di DPR
Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Buruh Sosial Demokrat Partai Bulan Bintang Partai Merdeka
Partai Persatuan PembangunanPartai Persatuan Demokrasi Kebangsaan Partai Perhimpunan Indonesia Baru Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Partai Demokrat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Partai Penegak Demokrasi IndonesiaPartai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia Partai Amanat Nasional Partai Karya Peduli Bangsa
Partai Kebangkitan Bangsa Partai Keadilan Sejahtera
Partai Bintang Reformasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Partai Damai Sejahtera Partai Golongan Karya
Partai Patriot Pancasila Partai Sarikat Indonesia
Partai Persatuan Daerah Partai Pelopor
Pemilu 2004
Pemilihan Presiden dan wakil Presiden secara langsung
Peserta Pilpres putaran pertama
1.K. H. Abdurrahman Wahid dan Marwah Daud Ibrahim (PKB)
2.Prof. Dr. H. M. Amien Rais dan Dr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo (PAN) 3.Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar, M.Sc. (PPP)
4.Hj. Megawati Soekarnoputri dan K. H. Ahmad Hasyim Muzadi (PDIP)
5.H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (PBB dan PKPI) 6.H. Wiranto, SH. dan Ir. H. Salahuddin Wahid (Golkar)
Peserta Pilpres putaran kedua
1.
Hj. Megawati Soekarnoputri dan H. Hasyim Muzadi
2.
H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Pemilu 2009
Menggunakan sistem proporsional dengan daftar terbuka (mencoblos)
Pemilihan umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD
diikuti oleh 38 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal Aceh
Partai politik nasional Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)*
Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)* Partai Keadilan Sejahtera (PKS)*
Partai Amanat Nasional (PAN)* Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Kedaulatan
Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)* Partai Pemuda Indonesia (PPI)
Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)* Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Karya Perjuangan (PKP) Partai Matahari Bangsa (PMB) Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)* Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)*
Partai Republika Nusantara (RepublikaN) Partai Pelopor* Partai Golongan Karya (Golkar)*
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)* Partai Damai Sejahtera (PDS)* Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)
Partai Bulan Bintang (PBB)* Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)* Partai Bintang Reformasi (PBR)*
Partai Patriot Partai Demokrat* Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Partai Merdeka Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) Partai Sarikat Indonesia (PSI) Partai Buruh
Partai politik lokal Aceh
Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS) Partai Daulat Aceh (PDA) Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) Partai Rakyat Aceh (PRA) Partai Aceh (PA) Partai Bersatu Aceh (PBA)
Pemilu 2009
Pemilihan Presiden dan wakil Presiden secara langsung
Peserta Pilpres
1. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto 2. Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono
3. Muhammad Jusuf Kalla dan Wiranto
Pemilu 2014
Menggunakan sistem proporsional dengan daftar suara terbuka
Pemilihan umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD
diikuti oleh 12 partai politik nasional dan 3 partai politik lokal Aceh
Partai politik nasional
Partai NasDemPartai Kebangkitan Bangsa*
Partai Keadilan SejahteraPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan*
Partai Golongan Karya* Partai Gerakan Indonesia Raya*
Partai Demokrat* Partai Amanat Nasional*
Partai Persatuan Pembangunan* Partai Hati Nurani Rakyat*
Partai Bulan Bintang (No. Urut 14) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (No. Urut 15) Partai politik lokal Aceh
Partai Damai Aceh Partai Nasional Aceh Partai Aceh
Pemilu 2014
Pemilihan Presiden dan wakil Presiden secara langsung
Peserta Pilpres
1. Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa
2. Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla
Terima kasih