1 Investasi sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini. Salah satu instrumen dalam pasar modal yang dapat digunakan oleh para investor untuk berinvestasi yakni saham. Saham dapat diartikan sebagai surat berharga yang bersifat kepemilikan, yang berarti seorang investor yang mengivestasikan dananya ke suatu perusahaan merupakan pemilik perusahaan tersebut.
Kekuasaannya di perusahaan semakin tinggi sesuai dengan besarnya saham yang dimiliki (Bakhri 2018). Dengan berinvestasi saham, investor dapat memperoleh keuntungan yang besar namun dengan resiko yang besar pula.
Kesadaran masyarakat untuk berinvestasi juga semakin meningkat seiring perkembangan zaman. Masyarakat/publik dapat terlibat dalam pasar modal yaitu dengan cara membeli saham yang ditawarkan. Pasar modal terdiri dari pemilik dana (investor) dan pengguna dana (emiten). Berinvestasi melalui pasar modal bertujuan untuk mendapatkan penghasilan yang optimal. Pasar modal memberikan peluang kepada perusahaan untuk melakukan ekspansi yang lebih luas demi kelangsungan hidup perusahaan tersebut (Dewi and Sudiartha 2019).
Dalam melakukan investasi, seorang investor tentu akan menanamkan modalnya pada perusahaan dengan kinerja yang baik. Investasi dalam bentuk saham memerlukan informasi yang akurat sehingga investor tidak terjebak pada kondisi yang merugikan dimasa mendatang. Investasi di bursa efek menjanjikan keuntungan yang besar walaupun dengan tingkat resiko yang besar pula. Kinerja perusahaan yang baik dapat dilihat dari kinerja keuangan perusahaan tersebut. Kinerja keuangan perusahaan dapat dicerminkan melalui laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan tersebut. Keputusan dalam membeli atau menjual saham perusahaan dilakukan investor dengan mempertimbangkan perbandingan antara nilai saham yang dimiliki dengan
harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan (Nadiyah and Suryono 2017).
Kinerja keuangan perusahaan dapat dinilai dengan melakukan analisis rasio keuangan. Salah satunya dengan menggunakan rasio likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban atau hutang jangka pendeknya. Analisis Current Ratio (CR) digunakan dalam penelitian ini. Current Ratio (CR) menunjukkan jumlah kewajiban lancar yang dijamin pembayarannya dengan aktiva lancar yang dimiliki. Apabila hasil perbandingan aktiva lancar lebih tinggi daripada kewajiban lancarnya, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan baik (Hantono 2018). Rata-rata CR dapat dilihat pada Gambar 1.1 dibawah ini.
Sumber: idx.co.id 2015-2019 dan data diolah 2021
Pada Gambar 1.1 dapat dilihat bahwa pada tahun 2015 rata-rata CR sebesar 1,60 lalu mengalami penurunan menjadi 1,83 pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 kembali mengalami sedikit penurunan menjadi 1,85. Pada tahun 2018, mengalami kenaikan menjadi 1,99 dan terjadi sedikit kenaikan menjadi 1,93 pada tahun 2019.
0 0.5 1 1.5 2 2.5
2015 2016 2017 2018 2019
Gambar 1.1 Rata-rata CR
Rata-rata CR
Selain rasio likuiditas, kinerja keuangan perusahaan dapat dinilai dengan analisis rasio keuangan lainnya yaitu rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada periode tertentu. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diproksikan dengan Return On Asset (ROA). Nilai Return On Asset (ROA) yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan aktivanya dengan baik untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak, dengan demikian profitabilitas perusahaan akan semakin baik sehingga perusahaan tersebut mampu memperoleh return yang besar (Dewi and Sudiartha 2019). Rata-rata ROA dapat dilihat pada Gambar 1.2 dibawah ini.
Sumber: idx.co.id 2015-2019 dan data diolah 2021
Pada Gambar 1.2 dapat dilihat bahwa pada tahun 2015 rata-rata ROA sebesar 4% dan mengalami kenaikan pada tahun 2016 menjadi 5%. Tetapi terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu menjadi -2% pada tahun 2017.
Kemudian pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 5% dan kembali meningkat menjadi 4% pada tahun 2019.
Faktor lain yang mempengaruhi return saham adalah ukuran perusahaan. Suatu perusahaan besar akan memiliki akses yang mudah untuk
-6 -4 -2 0 2 4 6
2015 2016 2017 2018 2019
Gambar 1.2 Rata-rata ROA
Rata-rata ROA
menuju pasar modal dan berdampak positif untuk fleksibilitas dan kemampuannya dalam memperoleh dana. Namun perusahaan dengan ukuran yang lebih besar juga mengambil lebih banyak resiko (Ng, Chong, and Ismail 2013). Perusahaan berskala besar memiliki tingkat return saham lebih besar karena tingkat pertumbuhan yang relatif lebih besar dibandingkan pada perusahaan berskala kecil. Oleh karena itu, investor cenderung lebih memilih untuk berinvestasi pada perusahaan berskala besar dengan harapan memperoleh keuntungan (return) yang besar pula. Rata-rata ukuran perusahaan dapat dilihat pada Gambar 1.3 dibawah ini.
Sumber: idx.co.id 2015-2019 dan data diolah 2021
Pada Gambar 1.3 dapat dilihat bahwa skala rata-rata ukuran perusahaan tidak berbeda jauh dan terus meningkat untuk setiap tahunnya.
Pada tahun 2015 berada di angka 28,94, lalu pada tahun 2016 di angka 29,03.
Pada tahun 2017 kembali meningkat yaitu berada di angka 29,06. Kemudian pada tahun 2018 berada di angka 29,11 dan 29,11 pada tahun 2019.
Memperoleh return (tingkat pengembalian) adalah harapan para investor sebagai hasil dari investasi yang dilakukan. Return dapat diperoleh dari dua bentuk, yaitu deviden dan capital gain (kenaikan harga jual saham
28.85 28.9 28.95 29 29.05 29.1 29.15
2015 2016 2017 2018 2019
Gambar 1.3
Rata-rata Ukuran Perusahaan
Rata-rata Ukuran Perusahaan
atas harga belinya), dengan demikian investor akan memilih saham perusahaan mana yang akan memberikan return yang lebih tinggi. Kinerja perusahaan yang baik dilihat dari adanya kenaikan pada return saham suatu perusahaan, dengan demikian investor berhak atas laba yang dibagikan sesuai dengan proporsi kepemilikannya di perusahaan tersebut (Nadiyah and Suryono 2017). Laporan keuangan perusahaan dinilai dapat menentukan besar kecilnya return saham yang akan diperoleh. Selain itu, laporan keuangan menjadi sumber informasi bagi investor untuk menilai kemampuan dan kinerja perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya (Adiwiratama 2012). Rata-rata return saham dapat dilihat pada Gambar 1.4 dibawah ini.
Sumber: Yahoo Finance dan data diolah 2021
Pada Gambar 1.4 dapat dilihat bahwa rata-rata return saham pada tahun 2015 sebesar -15% lalu meningkat pesat menjadi 25% pada tahun 2016.
Kemudian mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi -5%, lalu terjadi penurunan pada tahun 2018 menjadi 5% dan rata-rata return saham kembali menurun hingga mencapai angka -4% pada tahun 2019.
-20 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 25 30
2015 2016 2017 2018 2019
Gambar 1.4 Rata-rata Return Saham
Rata-rata Return Saham
Persaingan dalam industri makanan dan minuman di Indonesia menjadi semakin ketat terlebih khusus perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia harus mampu bersaing dengan perusahaan yang sejenis lainnya. Perusahaan sub sektor food and beverage dipilih dalam penelitian ini karena walaupun terjadi pergerakan situasi ekonomi atau kondisi bisnis secara umum, tidak mempengaruhi saham dari perusahaan food and beverage sehingga investor semakin yakin untuk berinvestasi saham di perusahaan food and beverage. Perusahaan food and beverage merupakan salah satu perusahaan yang mampu bertahan saat terjadi krisis di Indonesia, karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok masyarakat (Felmawati and Handayani 2017).
Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi return saham, dan masih merupakan hal menarik untuk diteliti lebih lanjut. Dengan itu judul dalam penelitian ini adalah
“PENGARUH CURRENT RATIO (CR), RETURN ON ASSET (ROA) DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2019”.
1.2 Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang telah dikemukakan, maka penulis akan merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Return Saham?
2. Bagaimana pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Return Saham?
3. Bagaimana pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham?
4. Bagaimana pengaruh Current Ratio (CR), Return On Asset (ROA) dan Ukuran Perusahaan secara bersama-sama terhadap Return Saham?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai perumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) terhadap return saham perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2019.
2. Untuk menganalisis pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap return saham food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2019.
3. Untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap return saham food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2019.
4. Untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Return On Asset (ROA) dan ukuran perusahaan secara bersama-sama terhadap return saham perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2019.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1. Bagi Peneliti
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam melakukan penelitian mengenai pengaruh Current Ratio (CR), Return On Asset (ROA) dan ukuran perusahaan terhadap return saham.
2. Bagi Perusahaan
Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
Diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan penelitian selanjutnya mengenai return saham.