• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF 103.123.108.111

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF 103.123.108.111"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Aktivitas perekonomian masyarakat erat kaitannya dengan dinamika aktivitas perekonomian yang berlangsung di pasar tradisional. Buku Modal Sosial dalam Transaksi Bursa di Pasar Tradisional diterbitkan oleh Penerbit Buku Edukasi Deepublish. Oleh karena itu, peran pasar tradisional sangat vital bagi masyarakat pedesaan, yaitu sebagai tempat memasarkan produknya.

Dengan kata lain, interaksi yang terjadi di pasar tradisional berarti pertukaran barang dan jasa untuk mendatangkan keuntungan bagi penjual dan pembeli. Sederhananya, pengetahuan antar pelaku kegiatan ekonomi di pasar tradisional berperan besar dalam menentukan proses transaksi dan biaya. Pasar tradisional memfasilitasi kegiatan ekonomi yang terjangkau bagi masyarakat serta menjadi tempat interaksi sosial.

Selain itu, tertanamnya interaksi sosial dalam kegiatan ekonomi memberikan ruang bagi kajian pasar tradisional untuk menemukan dan menemukan keberadaan serta peran aspek sosial, khususnya modal sosial dalam kegiatan ekonomi di pasar tersebut. Dalam konteks ini, Pasar Blante Kawangkoan sebagai salah satu pasar tradisional di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa, dinilai layak untuk dijalankan. Pasar Blante Kawangkoan yang kami klasifikasikan sebagai pasar tradisional khusus, sebagaimana disampaikan Yustika, merupakan pasar yang hanya menjual barang-barang tertentu saja, misalnya sapi.

Sejalan dengan kelebihan penelitian ini, diharapkan hasil penelitian ini dapat merekonstruksi teori-teori khususnya teori modal sosial dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat di suatu wilayah atau kawasan dan karakteristiknya. pola transaksi yang masih ada. memasukkan nilai-nilai lokal ke dalam kegiatan perekonomian di pasar tradisional.

Cabang Ilmu Ekonomi Kelembagaan Baru

Bentuk Modal Sosial dalam Aspek Ekonomi Kelembagaan

Lembaga formal merupakan serangkaian aturan tertulis yang dirumuskan oleh suatu negara atau organisasi tertentu dan struktur hubungan hierarkis yang dibentuk oleh peraturan tertulis. Lembaga informal mengacu pada pandangan dan adat istiadat yang konvensional dan juga norma-norma yang sesuai yang ditetapkan atas dasar hubungan sosial kemasyarakatan. Segala nilai, moralitas, dan ideologi masuk dalam kategori lembaga informal dan merupakan prasyarat terciptanya lembaga formal.

Norma etika dapat disebut sebagai norma moral, sedangkan adat istiadat dapat dibedakan menjadi kebiasaan konvensional dan aturan umum. Baik norma etika maupun norma adat sangat mirip dengan beberapa prinsip fungsional norma formal seperti hukum dalam beberapa dimensi. Setiap aturan hukum adalah semua persetujuan atau penolakan terhadap situasi, adat istiadat, dan aturan umum yang ada (Wang, 2002:15).

Dalam beberapa kasus, institusi informal seperti norma moral, adat istiadat dan peraturan memiliki ikatan yang lebih kuat dan luas dibandingkan institusi formal seperti undang-undang. Adanya norma etika, adat istiadat, dan adat istiadat masyarakat merupakan modal sosial yang efektif, yang menjamin anggota masyarakat berperilaku berdasarkan norma informal dan memberikan solusi efektif untuk menyelesaikan permasalahan, sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bentuk Modal Sosial di dalam Aspek Hubungan Sosial

Bentuk Modal Sosial dalam Aspek Tatanan Sosial

  • Pasar dan Kelembagaan dalam Kegiatan Ekonomi
  • Modal Sosial pada Aspek Kelembagaan Keagamaan dan Pasar Tradisional Dari aspek peranan modal sosial dalam relevansinya dengan institusi dalam
  • Eksistensi Transaksi Barter Keuntungan dan Kerugian Serta Identitas Sosial Pada aspek yang berhubungan dengan praktek transaksi barter, ditemukan bahwa

Modal sosial selalu diwarnai oleh kecenderungan pertukaran bantuan antar individu dalam suatu kelompok atau antar kelompok. Modal sosial juga berfungsi sebagai alat untuk menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di masyarakat, seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Dalam hal ini modal sosial dapat berfungsi untuk memelihara integrasi sosial sekaligus menyelesaikan konflik-konflik yang ada di masyarakat.

Dari modal sosial eksklusif dalam kelompok hingga modal sosial inklusif yang merupakan esensi penting dalam masyarakat demokratis. Lebih lanjut Woolcock membedakan modal sosial menjadi tiga jenis, yaitu: (1) kendala sosial merupakan jenis modal sosial yang bercirikan ikatan yang kuat dalam sistem sosial; (2) bridging sosial merupakan ikatan sosial yang timbul sebagai reaksi terhadap karakteristik kelompok yang berbeda. Modal sosial dapat dijelaskan sebagai produk hubungan interpersonal satu sama lain, terutama hubungan yang intim dan konsisten.

Berbeda dengan modal manusia, modal sosial juga mengacu pada kemampuan masyarakat untuk bergaul dengan orang lain. Pandangan komunitarian menekankan partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan kelompok sebagai ukuran modal sosial. Semakin banyak anggota suatu perkumpulan atau perkumpulan maka semakin baik pula modal sosial masyarakatnya.

Teori Kontrak: Peran Modal Sosial dalam Pembentukan dan Penegakan Kontrak Konsep kontrak merupakan elemen sentral dalam perdebatan NIE. Dilihat dari modal sosial dalam kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat, maka peranan modal sosial tidak boleh diabaikan. Hal ini memberikan ruang bagi kajian yang akan penulis lakukan mengenai dinamika modal sosial di pasar Blante Kawangkoan (PBK) yang memungkinkan ditemukannya unsur dan bentuk modal sosial lainnya dalam kegiatan perekonomian masyarakat.

Peran modal sosial dalam bentuk jaringan di dalam gereja dan organisasi keagamaan memungkinkan rumah tangga tersebut menikmati dukungan sosial yang lebih luas dibandingkan mereka yang tidak terlibat dalam gereja. Selain itu, modal sosial dapat secara efektif mempengaruhi masyarakat miskin dalam meningkatkan kesempatan kerja. Temuan di atas menunjukkan bahwa peran modal sosial masih ada, namun muncul dalam bentuk yang berbeda.

Unsur modal sosial tampak bervariasi dan berbeda dalam aspek kelembagaan; transaksi tidak lazim dalam kegiatan ekonomi. Belum ada penelitian mengenai modal sosial dalam transaksi Pasar Blante (transaksi barter, non barter dan moneter).

METLIT

Kasus ini terjadi di lokasi kegiatan perekonomian Pasar Blante Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam kerangka ini, peneliti tidak membangun konstruksi yang ketat dalam upaya menggali dan menemukan modal sosial yang dipahami dan diterapkan dalam ruang lingkup dan interaksi di pasar Blante Kawangkoan. Hal ini tentunya menyangkut seluruh pelaku pasar Blante yang melakukan kegiatan pertukaran dan jual beli.

Artinya penelitian ini juga akan menggali dan menemukan bentuk-bentuk modal sosial dan perannya dalam aktivitas transaksi serta aturan-aturan formal dan informal yang ada di pasar Blante Kawangkoan. Informasi atau data lebih lanjut yang diperoleh informan berupa perkataan dan perilaku akan menentukan gambaran pemahaman tentang unsur modal sosial dan peranannya dalam kegiatan perekonomian di pasar Blante. Dalam penelitian ini, peran dokumen juga dianggap penting untuk mengungkap hubungan antara modal sosial dan aktivitas ekonomi, khususnya transaksi di pasar Blante.

Dari sudut pandang penelitian kualitatif, data yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu bentuk dan peran modal sosial di pasar putih, bertumpu pada perkataan, ucapan dan perilaku. Hal ini berimplikasi pada proses pengumpulan data, peneliti akan mengikuti setiap interaksi yang terjadi di Pasar Blante dan terkait dengan aktivitas perekonomian antar individu disana. Begitu pula dengan pejabat pemerintah yang berperan dalam munculnya transaksi atau kelangsungan kegiatan perekonomian di pasar Selimut juga akan menjadi bagian dari proses interaksi selama pendataan.

Di sini, seluruh interaksi akademisi Pasar Gelap ditujukan untuk mengungkap, mengungkap, dan mendeskripsikan bentuk dan peran modal sosial. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berusaha sedetail mungkin untuk mengungkap pandangan-pandangan yang tersembunyi dalam diri para informan, khususnya mengenai bentuk-bentuk modal sosial di Pasar Blante Kawangkoan (PBK) sebagai tempat kegiatan perekonomian. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti terjun langsung ke Pasar Blante Kawangkoan untuk mengamati dan berinteraksi dengan sumber data.

Aktivitas para pelaku pasar Blante sangat bervariasi sesuai dengan profesinya masing-masing. Fenomena tersebut mewakili berbagai pelaku ekonomi yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan di Pasar Blante, seperti pemilik hewan, calo, dan perajin blante. Pasar Blante yang lebih dikhususkan sebagai pasar hewan ini memiliki berbagai jenis hewan yang diperdagangkan.

BAB V

Rantai modal sosial pemilik hewan dan pemilik hewan dalam standar transaksi (pertukaran) terbaik di pasar Blante. Keakraban di Pasar Blante menghubungkan para pelaku transaksi baru sehingga tidak merasa canggung atau tersisih. Pada akhirnya, hubungan tersebut membawa keuntungan ekonomi bagi kedua belah pihak yang bertransaksi di Pasar Blante.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa jika seseorang memasuki Pasar Blante kemudian melakukan penipuan, maka orang tersebut akan dikeluarkan. Oleh karena itu, pahala bagi mereka yang mempunyai sifat jujur ​​adalah mereka yang bisa leluasa melakukan aktivitas di Blante Marked. Informasi sebagai kunci sukses tentunya tidak sulit didapat di Pasar Blante.

Bagi para pemilik dan calo hewan, informasi sangat penting untuk menjalankan aktivitas perekonomiannya di Pasar Blante. Meski aturan tersebut tidak tertulis, namun dapat dipahami oleh para pelaku Pasar Blante. Kebanyakan pemilik hewan peliharaan di Pasar Blante kerap menyerahkan seluruh proses transaksinya kepada calo.

Beragam keuntungan yang diraih menjadikan standar utama transaksi (barter) ini tetap eksis di Pasar Blante. Nilai kejujuran dalam terus menjaga nama baik membuat para pelaku Pasar Blante tetap eksis dalam usahanya. Kesaksian di atas menginformasikan bahwa pemilik hewan peliharaan merasa puas dengan keamanan dan kenyamanan Pasar Blante.

Sebaliknya, para pemilik sapi justru berkumpul atau bercanda dengan para calo, pandai besi dan semua orang di pasar Blante. Hal ini juga dilakukan oleh masyarakat di Pasar Blante, menyatu menjadi satu. Jika kita ingin mendapatkan sapi kita bisa menukarkannya dengan uang tunai di pasar Blante, kita bisa mendapatkannya dari teman yang merupakan pengrajin di Blante.

Jaringan kekeluargaan menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya standar kegiatan transaksi (barter) di pasar Blante. Melalui ikatan kekeluargaan dan silaturahmi ini tentunya akan memudahkan seseorang dalam melakukan aktivitas di pasar Blante.

Referensi

Dokumen terkait

Pada hasil bentuk penerapan modal sosial yang memberikan pengaruh pada peningkatan kesejahteraan petani tembakau yaitu trush atau kepercayaan dimana bentuk dari