• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ABSTRAK - Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF ABSTRAK - Institut Agama Islam Negeri Ponorogo"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Apa latar belakang pelaku dispensasi nikah di KUA Margomulyo tetap melanjutkan pernikahan anak? Untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi pelaku dispensasi nikah di KUA Margomulyo tetap melanjutkan pernikahan anak.

Sistematika Pembahasan

Pendahuluan

BAB III: Gambaran Umum Kantor Urusan Agama Dan Pelaku Dispensasi Nikah Di KUA Kecamatan Margomulyo, Kabupaten

Analisis Masalah

Bab ini memberikan gambaran mengenai data survei yaitu profil Kantor Urusan Agama Kabupaten.

PENGERTIAN PERKAWINAN , DIPENSASI KAWIN, DAN PERAN KANTOR URUSAN AGAMA

Peran Kantor Urusan Agama

Keberadaan KUA merupakan bagian dari lembaga pemerintah daerah yang mempunyai tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami sepenuhnya tugas dan fungsi kua, oleh karena itu tidak heran jika timbul kesan bahwa tugas kua hanya sekedar salat dan menikah. . Sebagai unit pelaksana Kementerian Agama, mekanisme kegiatan kantor ditandai dengan kegiatan pelayanan administrasi berupa pelayanan keagamaan dan bimbingan masyarakat sebagai bentuk koordinasi vertikal dan horizontal yang meliputi: pemerintahan pusat, wakaf, masjid, keluarga sakinah bimbingan, zakat dan ibadah sosial serta administrasi keuangan 53.

Artinya, keberadaan kua bukan semata-mata karena terpenuhinya tuntutan birokrasi, namun sebagian besar bertanggung jawab terhadap terselenggaranya keabsahan suatu perkawinan. Keluarga merupakan unit kecil dalam masyarakat yang akan berkembang menjadi tatanan sosial yang lebih luas. Oleh karena itu pembinaan keluarga Sakinah sangatlah penting karena akan terciptanya masyarakat yang rukun, damai dan bahagia baik lahir maupun batin.

Untuk itu, KUA harus gencar melakukan pembinaan dan pelayanan agar tanah wakaf yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal agar efisien dan tepat sasaran. Zakat dan ibadah sosial merupakan modal dasar bagi pembangunan kesejahteraan umat dan merupakan salah satu sumber dana pengentasan kemiskinan.

Data Umum

  • Letak Geografis Kecamatan Margomulyo
  • Kondisi Demografis Kecamatan Margomulyo
  • Jumlah Penduduk Menurut Agama

Pada tahun 2014, musim hujan di Kecamatan Margomulyo terjadi pada bulan Januari-Mei dan November-Desember. Di antara bulan-bulan tersebut, hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember dengan 25 hari hujan, disusul bulan Januari dengan 24 hari hujan. Kecamatan Margomulyo mempunyai jumlah penduduk sebanyak 23.765 jiwa pada akhir tahun 2014, terdiri dari 11.635 jiwa laki-laki dan 12.130 jiwa perempuan dengan rasio jenis kelamin tertinggi pada kelompok umur 12-15 tahun.

Jumlah penduduk usia kerja mencapai 44,83% dan kepadatan penduduk di Kecamatan Margomulyo 170 jiwa/km2 dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,26%. Jumlah kepala rumah tangga pada tahun 2013 sebanyak 177.941 kepala keluarga yang terdiri dari 161.123 kepala rumah tangga laki-laki dan 16.818 kepala rumah tangga perempuan. Rasio anggota keluarga di Kecamatan Margomulyo adalah 4:1 dengan persentase status hubungan keluarga tertinggi adalah anak.

Kepala keluarga sebagian besar berpendidikan SD/Rendah sebanyak 119.654 atau 67,24 persen, sebagian besar sudah bekerja. Dari tabel dan gambar tersebut akan diketahui karakteristik penduduk menurut agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan lain-lain) di Kecamatan Margomulyo.

Tabel 3. 3  Sarana  Prasarana  1. Sarana Pendidikan
Tabel 3. 3 Sarana Prasarana 1. Sarana Pendidikan

Ketentuan Perkawinan 1. Izin kawin

  • Dispensasi kawin

Pengadilan agama dapat memberikan izin melangsungkan perkawinan setelah mendengar keterangan orang tua, sanak saudara, atau wali. Terhadap penetapan izin melangsungkan perkawinan yang diajukan oleh mempelai pria dan/atau calon mempelai wanita, orang tua calon mempelai wanita, keluarga dekat dan/atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dapat mengajukan keberatan kepada pengadilan agama yang memberikan putusan. . Calon suami istri yang belum mencapai umur 19 dan 16 tahun yang ingin meneruskan perkawinan, maka orang tua yang bersangkutan harus mengajukan permohonan cerai perkawinan ke pengadilan agama.

Permohonan pembebasan perkawinan diajukan oleh calon mempelai laki-laki yang belum berumur 19 tahun, calon mempelai perempuan yang belum berumur 16 tahun dan/atau orang tua calon mempelai kepada pengadilan agama di wilayah dimana calon mempelai menikah. calon mempelai tinggal dan/atau orang tua calon mempelai65. Permohonan cerai perkawinan yang diajukan oleh calon mempelai dapat diajukan secara kumulatif pada pengadilan agama di wilayah hukum tempat tinggal calon mempelai. Pengadilan agama dapat memberikan pengecualian perkawinan setelah mendengar keterangan orang tua, kerabat dekat, atau wali.

Gambaran Kantor Urusan Agama ( KUA) Kec. Margomulyo, Kab

  • Gambaran Umum KUA Margomulyo
  • Struktur
  • PEMBAGIAN TUGAS a. Kepala KUA

42 Tahun 2004 tentang Pembentukan KUA Kecamatan 342, dan untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Kantor Urusan Agama mempunyai susunan organisasi sebagai berikut. Argumentasi pelanggar dispensasi nikah di Kelurahan Margomulyo KUA Kecamatan Margomulyo terletak di sisi kanan jalan berjarak 1 km dari lokasi.

Pernikahan merupakan keringanan bagi calon suami istri muslim yang belum mencapai batas usia minimal 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Kecamatan Margomulyo merupakan kecamatan yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Bojonegoro dan sebagian penduduknya masih merupakan masyarakat peralihan. Aku juga menikahkan anakku karena aku sudah punya anak pertama, padahal aku ingin anakku bersekolah dulu, karena mau tidak mau, nanti orang asing akan membicarakannya…” 70.

Sekarang jaman sudah modern, SD, SMA, apalagi SMA sudah banyak yang pacaran, apalagi kalau anaknya susah banget diatur (bandel), kemudian menikah, saat anaknya lahir tanpa ayah. ." 71 . Mereka memutuskan untuk bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, dan ketika mereka bekerja, mereka merasa sudah dewasa dan mempunyai calon untuk dinikahi, sehingga ada yang bisa membantu perekonomian keluarganya. Dari pada asal-asalan (tidak biasa/tidak biasa) untuk sekedar menikah, itu yang memudahkan saya….hehehe (tersenyum)”72.

Jika seseorang ingin menikah di luar batas usia yang telah ditetapkan, orang tua yang bersangkutan harus mengajukan dispensasi kepada pengadilan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2). Adapun untuk mengajukan dispensasi atau surat nikah ke pengadilan tidaklah mudah, yaitu membuat surat permohonan tertulis yang mencantumkan identitas para pihak, posita yang merupakan penjelasan tentang keadaan atau peristiwa dan penjelasan mengenai hukum. yang dijadikan dasar alasan pemohon, dan juga di dalam surat itu harus ada surat permohonan yang harus memuat petitum, yaitu tuntutan yang diminta pemohon agar dikabulkan demi hukum.

Upaya Kantor Urusan Agama Kecamatan Margomulyo Meminimalisir Pernikahan Di Bawah Umur

Namun sebaliknya, jika pernikahan dini diawali dengan niat yang negatif, seperti contoh remaja yang menikah karena ingin menutupi aib keluarga, maka akan menimbulkan hal yang negatif juga. Hal kecil biasanya menjadi besar karena keadaan emosi yang masih labil sehingga keluarga kurang harmonis75. Perkembangan pentingnya pendidikan, berpendidikan, setidaknya usia menikah akan tertunda pada masa pendidikan ini, tokoh masyarakat sepakat akan hal tersebut, ujarnya.

Meningkatkan frekuensi konseling (Bp.4) bagi calon pengantin yang kelak akan mempunyai anak dan berkeluarga. Selain cara-cara di atas, untuk mencegah terjadinya pernikahan dini di daerah, sebaiknya pejabat atau pimpinan KUA lebih memperketat syarat-syarat pernikahan dini, sehingga dengan adanya kondisi tersebut akan membuat seseorang patah semangat untuk melakukan pernikahan dini. Selain penentuan batasan usia bagi mereka yang menikah dan berbagai tata cara yang harus disetujui sebagaimana tertuang dalam undang-undang no. Tahun 1975 tentang pelaksanaan UU No.

Dengan adanya izin mutlak bagi pengadilan atau pejabat untuk mengeluarkan perceraian, maka pengadilan harus mempertimbangkan dengan cermat alasan permohonan dispensasi tersebut. Selain itu, Kantor Urusan Agama (KUA) juga memberikan syarat-syarat tertentu dalam melangsungkan perkawinan, hal ini tidak jauh berbeda dengan peraturan pemerintah yang disebutkan di atas, yang bertujuan untuk melangsungkan perkawinan sesuai dengan tata cara yang tercantum dalam.

Analisis Yang Melatarbelakangi Pelaku Dispensasi Tetap Melakukan Pernikahan (Studi Kasus Di KUA Margomulyo Kab. Bojonegoro)

Analisis Latar Belakang Pelanggar Dispensasi Masih Menikah (Studi Kasus di KUA Margomulyo Kabupaten Bojonegoro). Faktor luar, yaitu kehendak yang timbul karena adanya hal-hal yang berasal dari luar atau bukan dari kehendak pelaku dispensasi. Kedua, faktor adat, perkawinan usia muda terjadi karena orang tua takut anaknya dikatakan perawan tua sehingga segera menikah.

Faktor internal yaitu kemauan yang ditimbulkan oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri atau kemauan para pelaku dalam dispensasi. Hal ini juga berkaitan dengan pengendalian diri remaja yang artinya remaja harus mampu beradaptasi dengan norma atau aturan yang berlaku di keluarga, sekolah, dan masyarakat, sehingga remaja dapat beradaptasi dengan norma yang telah ditetapkan ketika menemukan hal atau aturan baru. Atau juga remaja yang tidak setuju dengan nilai-nilai orang tuanya sehingga berusaha menjauhkan diri dari orang tuanya.

Sulitnya mendapatkan surat permohonan dispensasi juga menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku dispensasi enggan membatalkan perkawinan. Upaya KUA Margomulyo Meminimalkan Pernikahan Dini Keberadaan KUA merupakan bagian dari lembaga pemerintah.

Upaya KUA Margomulyo Untuk Meminimalisir Perkawinan Usia Dini Keberadaan KUA merupakan bagian bagian dari institusi pemerintah

Permasalahan pernikahan dini harus mendapat perhatian besar dari semua pihak, agar tidak terus terjadi. KUA sebagai pihak yang berkepentingan dengan urusan pencatatan perkawinan harus proaktif melakukan upaya serius agar praktik pernikahan dini dapat diminimalisir dari waktu ke waktu. Sebab, dalam perkembangan saat ini terdapat indikasi bahwa angka pernikahan dini akibat miskomunikasi di kalangan remaja semakin meningkat.

Sehingga tidak ada alasan bagi sebagian pihak untuk melegalkan perbuatannya terkait perkawinan anak. Pemerintah harus serius berkomitmen untuk menegakkan undang-undang yang ada mengenai perkawinan anak sehingga pihak yang hendak melakukan perkawinan anak harus berpikir dua kali sebelum melakukannya. Upaya pencegahan perkawinan anak diperkirakan akan maksimal jika masyarakat berperan aktif dalam pencegahan perkawinan anak di sekitar mereka.

Antara pemerintah dan masyarakat, strategi yang paling efektif saat ini adalah dengan mencegah perkawinan anak di bawah umur agar kedepannya diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban perkawinan tersebut dan anak-anak Indonesia bisa lebih optimis akan masa depannya. . Ringkasnya, upaya meminimalisir pernikahan dini harus dilakukan baik melalui pendekatan struktural dengan berbagai undang-undang dan sejenisnya maupun melalui pendekatan budaya melalui berbagai kegiatan yang mampu mendidik remaja, orang tua dan pihak-pihak yang rentan terhadap perilaku tersebut. pemahaman dan pengetahuan. .

PENUTUP

Gambar

Tabel 3. 3  Sarana  Prasarana  1. Sarana Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

"It is widely distributed in the south-eastern region of central South America comprising south-eastern Bolivia, Paraguay, southern Brazil, Uruguay, and southern and central Argentina"