• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ABSTRAKSI Ir. M. Jamil Gunawi, Msi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF ABSTRAKSI Ir. M. Jamil Gunawi, Msi"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

PERAN BULOG DALAM UPAYA STABILISASI HARGA PANGAN (STUDI KASUS SUBDIVERS BULOG) PANAIKANG KOTA MAKASSAR''. Pembahasan penelitian ini dilakukan untuk memberikan penjelasan deskriptif mengenai peran BULOG dalam upaya stabilisasi harga pangan (STUDI KASUS PADA SUBDIVERE BULOG) Panaikang Kota Makassar. Guna meningkatkan perekonomian daerah tentunya diperlukan strategi untuk menstabilkan harga beras di wilayah tersebut khususnya di kota Makassar.

Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa Bulog Subdevire Panaikang Kota Makassar telah meningkatkan strategi perumusan kebijakan dalam perumusan strategi dan peran dalam stabilisasi harga pangan di Bulog Subdevire Panaikang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar di rumah Elnama tercinta. Saya banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga tulisan ini dapat terselesaikan dengan baik.

Saya menyadari bahwa dengan bantuan banyak pihak makalah ini dapat terselesaikan karena tanpa bantuan dan dukungan maka makalah ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik.

GAMBAR  HALAMAN
GAMBAR HALAMAN

Latar Belakang

Perlu adanya komitmen dan kebijakan pemerintah yang konsisten terhadap upaya pengamanan pangan dan stabilisasi harga, perlu adanya dukungan dan regulasi yang kuat untuk memperkuat peran Bulog dan fungsi Bulog guna mewujudkan perluasan pengelolaan 5 bahan pangan yang diinginkan Bulog. . Bulog merupakan lembaga pemerintah yang dibentuk pada tahun 1967 yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengendalikan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, khususnya di tingkat konsumen. Peran Bulog dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan pengendalian harga produsen melalui instrumen harga dasar untuk melindungi petani padi. 4 https://www.google.com/search?q (Agus Saifullah,: Peran Bulog dalam Kebijakan Beras Nasional diakses pada: 3 Agustus 2017, pukul 13.00).

Dalam perkembangan selanjutnya, peran Bulog tidak hanya sebatas pada beras, namun juga pada pengendalian harga dan penyediaan komoditas lain seperti gula pasir, tepung terigu, kedelai dan pakan ternak, minyak goreng, telur dan daging serta rempah-rempah. secara kebetulan diekspor, terutama ketika situasi harga meningkat. Perlindungan terhadap petani melalui harga pokok tetap menjadi prioritas utama, sementara stabilisasi harga konsumen mulai menurun seiring dengan terus berlanjutnya tekanan terhadap harga beras dalam negeri. Di sisi lain, peran Bulog dalam membantu kelompok miskin yang rawan pangan semakin menonjol, permasalahannya adalah Ketahanan pangan merupakan isu global yang erat kaitannya dengan keberlanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada upaya melihat dan menganalisis peran Bulog dalam stabilisasi harga pangan.

Dari uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah peran Bulog dalam upaya stabilisasi harga pangan di Bulog Subdevere Panaikang Kota Makassar.

Kegunaan Penelitian

Peran berasal dari kata peran, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti pemain, peran adalah seseorang yang menjadi atau melakukan sesuatu yang khas, atau seperangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang-orang dalam masyarakat. Jika ditujukan pada hal-hal yang bersifat kolektif dalam masyarakat, seperti perkumpulan, geng atau organisasi, maka perilaku tersebut diharapkan dimiliki oleh organisasi yang berada dalam suatu masyarakat. Dari uraian di atas kita dapat melihat lebih jauh pendapat mengenai peran-peran yang telah ditentukan sebelumnya, yang disebut dengan peran normatif.

Peran aktif adalah peran yang diberikan oleh anggota kelompok sebagai akibat dari kedudukannya dalam kelompok sebagai kegiatan kelompok, seperti pengurus, pengurus dan sebagainya. Peran yang berpartisipasi Peran yang berpartisipasi adalah peran yang diberikan oleh anggota kelompok kepada kelompoknya yang memberikan kontribusi yang sangat berguna bagi kelompok itu sendiri. Peran pasif adalah kontribusi pasif anggota kelompok, dimana anggota kelompok menahan diri untuk tidak memberikan kesempatan melakukan fungsi lain dalam kelompok.

Peran Perum BULOG dalam pelaksanaan tugas publik (pengadaan dalam negeri, penyaluran beras bersubsidi, operasi stabilisasi harga, pengelolaan cadangan pangan pemerintah) terbukti memberikan manfaat yang sangat nyata, baik finansial maupun non finansial, dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan petani. perlindungan pendapatan rumah tangga.

Pengertian Ketahanan Pangan

Mengingat pentingnya beras, pemerintah selalu berupaya meningkatkan ketahanan pangan, terutama dengan meningkatkan produksi dalam negeri. Aspek ini menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya semakin bertambah seiring dengan persebaran penduduk dan cakupan geografis yang luas. Pemenuhan kebutuhan penduduk Indonesia memerlukan ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup dan didistribusikan sesuai dengan kecukupan konsumsi, serta stok nasional yang cukup sesuai dengan kebutuhan operasional logistik skala besar dan terdistribusi. Indonesia harus menjaga ketahanan pangannya.

Bulog dalam Pilar Ketahanan Pangan

Dari segi keterjangkauan, pemerintah telah menyediakan beras kepada setiap rumah tangga dengan harga terjangkau bagi rumah tangga miskin. Program Raskin tersedia bagi rumah tangga miskin dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Hal ini dapat diartikan bahwa ketahanan pangan tidak sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar, seperti yang terjadi di beberapa negara maju dan liberal. Jika hal ini dilakukan, maka akan berdampak buruk bagi kelompok miskin yang jumlahnya masih dominan. Dengan tercapainya ketahanan pangan yang kuat maka masyarakat yang rawan pangan dapat terlindungi dengan baik. Sejumlah negara di Asia juga telah menerapkan berbagai kebijakan untuk;

3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pemerintah Pengadaan Gabah/Berita dan Pendistribusian Beras, yang merupakan intervensi pemerintah dalam penghijauan lahan beras nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Ketiga tugas publik Bulog tersebut saling berhubungan dan saling memperkuat sehingga mampu menciptakan ketahanan pangan rumah tangga dan nasional yang lebih kuat. Ketiga tugas publik tersebut adalah pertama melaksanakan kebijakan pengadaan gabah/beras di dalam negeri dengan ketentuan Harga Pengadaan Umum (HPP).

Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri oleh Perum Bulog. Tugas kedua adalah penyediaan dan penyaluran beras bersubsidi kepada kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang diwujudkan dalam pelaksanaan program Raskin. sedangkan tugas ketiga adalah pengadaan dan distribusi beras untuk pemeliharaan.

Sejarah Kebijakan Harga Pangan dan Arahnya ke Depan a. Sejarah Kebijakan Harga Pangan Khususnya Komoditi Beras

Sejak reformasi dan perjanjian WTO, terjadi perubahan dimana pemerintah lebih membuka perekonomian ke pasar global dan menerapkan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Saat ini, kebijakan pangan nasional sudah kehilangan arah dan belum ada lembaga yang mampu mengintegrasikannya. semua aspek kebijakan pangan (Widodo, 2003). Khusus untuk beras, paket kebijakan ekonomi beras yang telah dioperasionalkan pada masa Orde Baru secara bertahap dihilangkan sehingga tidak efektif lagi (PSE, 2003). Pada tahun 1998, Bulog mencabut monopoli impor beras. Sektor swasta terlibat dalam impor beras yang diikuti dengan kebijakan tarif impor beras, namun kebijakan ini tidak efektif karena adanya moral hazard. Fungsi pasar beras juga mengalami perubahan: sejak tahun 1969-1998, subsidi diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu kebijakan pemerintah untuk mendukung belanja produksi pertanian antara lain kebijakan harga dasar (Flooar Price) dan kebijakan harga tertinggi (Sellip Price) untuk gabah dan beras. Faktor Penentu Efektivitas Kebijakan Harga Pangan Peran pemerintah diwakili oleh besaran biaya yang digunakan untuk melaksanakan kebijakan harga pangan. Kegagalan ini selalu dikatakan disebabkan oleh konsep yang salah. Kemudian muncul konsep baru yang juga gagal. Jadi permasalahan sebenarnya adalah kegagalan pada tataran implementasi. Konsepnya bisa saja bagus, namun implementasinya banyak kendala, moral hazard, penyalahgunaan, tidak tepat waktu, dll.

Efektivitas kebijakan diukur dari keberhasilan pencapaian tujuan tersebut, ditentukan oleh bagaimana proses pembuatan dan implementasi kebijakan tersebut dilakukan (PSE, 2003).

Dampak Kebijakan Harga Pangan terhadap Ketahanan Pangan

Meningkatkan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, meningkatkan pendapatan petani, mengendalikan persediaan pangan agar tersedia di seluruh wilayah, tepat waktu dan dalam jumlah serta dalam batas harga yang terjangkau masyarakat, meningkatkan mutu produksi pangan. Dengan menggunakan teknik SWOT untuk melihat efektivitas kebijakan stabilisasi harga, Saliem dkk. (2004) bahwa kebijakan stabilisasi harga dengan menggunakan instrumen HDG dan HDPP tidak efektif dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, yang berarti juga tidak efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan. Inefisiensi ini disebabkan oleh pengaruh eksternal berupa anjloknya harga beras di pasar internasional dan melemahnya nilai tukar serta dampak faktor internal akibat infrastruktur produksi dan pemasaran yang kurang memadai, sehingga terjadi selisih harga. gabah versus harga beras naik.

Peningkatan selisih harga ini mencerminkan semakin rendahnya margin pemasaran yang diterima petani sehingga sulit meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan berkurangnya subsidi infrastruktur dan input serta semakin terbukanya pasar, upaya kebijakan harga dengan menggunakan instrumen HDG dan HDPP tidak efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Manfaat Stabilisasi Harga Pangan

Penentuan Tempat dan Waktu Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Jenis Data

Metode Analisis Data

Konsep Oprasional

Indikator Penilaian Kinerja MKP

Untuk tata cara pendaftaran dan informasi lebih lanjut, MKP/Poktan/Gapoktan dapat menghubungi Divre (provinsi) atau Subdivre (kabupaten) Perum Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia.

On-Farm

On-Farm Kemitraan

Kebijakan harga beras tidak lepas dari intervensi pemerintah terhadap kebijakan harga tertinggi dan harga dasar karena beras sendiri merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan merupakan barang komplementer. Stabilisasi harga beras yang dilakukan pemerintah dilakukan melalui mekanisme buffer stock, yaitu dengan menetapkan harga dasar dan harga tertinggi. Peninjauan dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengelolaan logistik, pengadaan, pengelolaan persediaan dan distribusi beras, serta pengendalian harga beras;

Fasilitasi dan bimbingan kegiatan otoritas publik dalam pengelolaan logistik pengadaan, pengelolaan gudang dan distribusi beras serta pengendalian harga beras; Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengelolaan logistik, pengadaan, pengelolaan stok dan distribusi beras serta pengendalian harga beras. Namun ketika harga beras dan gabah berada di atas HPP, petani bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan menjualnya ke pasar rakyat.

Makassar, 23/1 (ANTARA) - BULOG Divisi Sulawesi Selatan menilai operasi stabilisasi harga beras di Kota Makassar tidak perlu dilakukan karena kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dalam batas toleransi. Dengan mengantisipasi kenaikan harga beras dan mengawasi distribusi beras atau gabah baik kepada petani maupun masyarakat kota Makassar, Bulog melakukan pengawasan. Transaksi pasar dilakukan atas persetujuan direksi Bulog berdasarkan usulan kepala dinas akibat fluktuasi harga beras di wilayah operasi divisi lokal.

Dengan menerapkan strategi operasi pasar murni diharapkan dapat mengantisipasi kenaikan harga beras dan memaksimalkan pasokan benih padi untuk menunjang kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan. Dalam kehidupan sehari-hari, Bulog juga harus bisa menurunkan harga beras jika terjadi kenaikan yang relatif tinggi. Alhasil, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton untuk normalisasi harga beras.

Perum Bulog melepas beras kualitas medium dengan harga murah Rp9.450 per kilogram ke beberapa pasar tradisional di wilayah Sulawesi Selatan, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat dan mengurangi volatilitas kenaikan harga beras di wilayah tersebut dapat ditekan. pasar yang sering berfluktuasi. Namun Bulog Sulsel menjualnya dengan harga Rp 9.000 per kg untuk menormalkan harga beras premium di pasaran. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dan juga setelah penulis membahas tentang strategi Bulog dalam mengantisipasi kenaikan harga beras di wilayah Sulawesi Selatan kota Makassar adalah sebagai berikut.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan peran Bulog Subbag Panaikang dalam upaya stabilisasi harga beras puncak/bagus pada tahun 2017.

Gambar 5.1, Kurva Harga Tinggi (Prica Celing)
Gambar 5.1, Kurva Harga Tinggi (Prica Celing)

Gambar

GAMBAR  HALAMAN
Gambar 5.1, Kurva Harga Tinggi (Prica Celing)
Gambar 5.2, Kurva Harga Dasar (Price Floor)

Referensi

Dokumen terkait

In other words, a consistency check is performed on the sub-procedure diagnosis results obtained by the base diagnostic model, which makes it possible to identify a misdiagnosis from an