• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB I Latar Belakang - uniska-bjm.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB I Latar Belakang - uniska-bjm.ac.id"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Judul penelitiannya ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN DALAM UPAYA PENINGKATAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI JURUSAN KEBERSIHAN QMALL BANJARBARU. Penelitian ini akan kami jadikan acuan atau observasi bagi Qmall Banjarbaru dalam pelaksanaan tugas pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai.

Sistematika Pembahasan

Analisis data yang digunakan berpedoman pada data yang diperoleh dari penelitian, yang terlebih dahulu diseleksi, dipelajari, kemudian diolah dalam bentuk kalimat dan bersifat deskriptif, yaitu segala kegiatan yang terjadi kemudian disusun secara mandiri dengan cara menggambarkan kegiatan-kegiatan yang berlangsung tersebut. waktu.

ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN DALAM UPAYA

ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN PADA QMALL BANJARBARU

Sejarah Singkat Perusahaan

Qmall Banjarbaru merupakan pusat perbelanjaan yang dirancang dengan konsep modern mengikuti perkembangan zaman. Qmall Banjarbaru didirikan oleh salah satu bisnis Citra Group yaitu PT Diyatama Metro Sejati.

Lokasi Kegiatan Perusahaan

Hasil penambangan batubara tersebut beliau investasikan untuk membeli tanah dan mengembangkan perusahaan pengembang Qmall dan kini Qmall tidak hanya menjadi tempat berbelanja saja, namun Qmall juga dapat menjadi tempat beristirahat, dimana Qmall juga merintis perusahaan hotel bintang 4 dengan Konsep syariah bernama Q Grand Hotel Dafam Syariah.

Struktur Organisasi

Dengan adanya unsur-unsur diatas dalam suatu organisasi maka dapat menimbulkan hubungan kerja yang baik antara pimpinan dan pegawai atau fungsi-fungsi harus ditentukan, diatur dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kerangka yang membentuk pola yang tetap dan bentuk yang teratur. atau memiliki kerangka kerja. yang melambangkan kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu kerjasama. Jadi dalam suatu organisasi di dalam suatu perusahaan, hubungan kekuasaan, tingkat pengawasan dan sistem organisasi seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

Hasil Penelitian

Misi CSO Qmall Banjarbaru adalah memastikan kepuasan dengan menjaga kebersihan menyeluruh di Qmall Banjarbaru. Manajer bagian cleaning service menetapkan jadwal kerja selama 7 hari Senin sampai Minggu dan istirahat 1 jam setiap harinya.

Dengan kata lain tujuan kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain, dalam hal ini karyawan atau bawahan, untuk mencapai misi perusahaan. Menurut Stogdill dalam Stoner, kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan dan anggota kelompok.

Gaya Kepemimpinan

Menurut Pandi Tjiptono, gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Kartono (2002, p.62), menjelaskan bahwa “gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin dalam bekerja dan berperilaku dengan membimbing bawahannya dalam melakukan sesuatu”. Jadi gaya kepemimpinan adalah ciri-ciri dan perilaku seorang pemimpin yang diterapkan kepada bawahannya untuk membimbing bawahannya dalam melakukan pekerjaannya.

Gaya Dasar Kepemimpinan

Pada gaya pertama ini disebut konsultasi karena dalam gaya ini pemimpin banyak memberikan arahan dan tetap mengambil keputusan yang hampir sama, diikuti dengan peningkatan jumlah komunikasi dua arah dan perilaku suportif dengan berusaha mendengarkan bawahan. ' perasaan tentang keputusan yang dibuat, serta ide dan saran mereka. Dengan gaya kepemimpinan ini, pemimpin dan karyawan bertukar pikiran dalam menyelesaikan masalah, dan peran pemimpin adalah mendengarkan secara aktif. Gaya ketiga ini disebut mengajar karena bercirikan komunikasi satu arah.

Teori-Teori Kepemimpinan

Pemimpin menentukan peran bawahannya dan memberi tahu mereka apa, bagaimana, kapan, dan di mana melakukan berbagai tugas. Gaya keempat ini disebut delegasi karena pemimpin mendiskusikan masalah dengan bawahan untuk mencapai kesepakatan mengenai definisi masalah dan kemudian mendelegasikan proses pengambilan keputusan secara keseluruhan kepada bawahan. Pemimpin memberikan kesempatan yang luas kepada bawahan untuk mengarahkan kinerjanya sendiri karena mereka mempunyai kemampuan dan kepercayaan diri untuk mengambil tanggung jawab dalam mengarahkan perilakunya sendiri.

Tipe Kepemimpinan

Kelebihan gaya manajemen ini adalah pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah hingga dilakukannya pengawasan. Menurut Herbert G.Hicks dan Ray.C.Gullets (2003), gaya kepemimpinan demokratis mungkin tidak setinggi gaya otoriter. Gaya kepemimpinan militer merupakan tipe pemimpin yang memiliki disiplin tinggi dan biasanya menyukai hal-hal yang formal.

Kedisiplinan

Indikator-Indikator Kedisiplinan

Pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada karyawannya, seperti berperilaku jujur, adil dan disiplin. Imbalan atau sanksi yang diberikan akan merangsang terbentuknya disiplin pegawai yang baik apabila didasari oleh keadilan. Hubungan antar manusia yang harmonis antar karyawan lainnya berkontribusi terhadap terciptanya disiplin yang baik dan suasana kerja yang nyaman dalam suatu perusahaan.

Kinerja Karyawan

Seperangkat aturan yang dimiliki suatu kelompok dalam suatu organisasi dapat memberikan tekanan pada individu atau pegawai untuk menaati dan membentuk keyakinan, sikap, dan perilaku individu tersebut sesuai dengan norma-norma kelompok yang ada dalam suatu organisasi. Artinya kinerja pegawai dalam suatu organisasi ditentukan oleh sikap dan perilaku pegawai terhadap pekerjaannya serta orientasi pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Menurut definisi ini, kinerja adalah hasil tindakan seorang pegawai sesuai dengan pekerjaannya dan dikendalikan oleh orang-orang tertentu yaitu atasan atau pemimpin dan dukungan dari organisasi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Artinya semua tujuan yang dicapai merupakan hasil dari kondisi dalam diri yang mendorong kinerja seseorang. Menurut McClelland, pegawai akan mampu mencapai kinerja maksimal jika mempunyai motif kinerja yang tinggi. Prestasi yang tinggi ini merupakan suatu motif yang mendorong seseorang untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya hingga mencapai suatu prestasi dengan predikat terpuji.

Indikator Kinerja Karyawan

Salah satunya adalah indikator kinerja pegawai. Fadel mengemukakan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pegawai. Mutu kerja adalah mutu kerja yang dicapai dalam kondisi bakat dan kesiapan yang tinggi, yang pada gilirannya akan menimbulkan imbalan dan kemajuan, serta pengembangan organisasi melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara sistematis sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. berkembang dengan kecepatan yang semakin pesat. 2) Waktu (Permintaan). Kemampuan merupakan salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang. Ternyata yang dapat diintervensi atau ditangani melalui pendidikan dan pelatihan adalah faktor kompetensi yang dapat dikembangkan. 5) Komunikasi (Komunikasi).

Penilaian Kinerja

Menurut buku yang dikutip Imam Moedjino (2002), penilaian prestasi kerja adalah suatu proses yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi prestasi kerja seseorang. Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa penilaian kinerja adalah suatu metode yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengevaluasi kinerja karyawan dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui sejauh mana kinerja karyawan tersebut. Oleh karena itu, penilaian kinerja pegawai perlu terus dilakukan untuk menilai sejauh mana pegawai tersebut telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Penelitian Terdahulu

Berdasarkan uraian di atas, terlihat jelas bahwa perusahaan sebenarnya hanya mengharapkan kinerja atau hasil kerja terbaik dari para karyawannya. Oleh karena itu, penilaian kinerja pegawai hendaknya terus dilakukan di masa yang akan datang untuk menilai sejauh mana seorang pegawai telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kepemimpinan partisipatif mempunyai dampak yang sangat besar terhadap kinerja karyawan. Dengan kesimpulan penelitian bahwa motivasi dan gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kinerja pegawai menunjukkan bahwa setiap peningkatan motivasi akan meningkatkan kinerja pegawai, dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan harapan pegawai akan meningkatkan kinerja. jumlah karyawan akan meningkat. disiplin.

Gaya Kepemimpinan Yang Diterapkan Oleh Pimpinan Cleaning Service Qmall Banjarbaru Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

Tipe gaya kepemimpinan otoriter

Berdasarkan hasil data diatas yang diperoleh dari hasil wawancara, mayoritas pertanyaan pertama dijawab ya dengan pernyataan bahwa pimpinan selalu menganggap keputusan yang diambilnya sebagai keputusan yang harus dilaksanakan sepenuhnya. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pimpinan bagian cleaning service Qmall Banjarbaru dalam mengambil keputusan, pimpinan mempunyai hak prerogratif dimana sekali suatu keputusan sudah diambil tidak dapat diganggu gugat, dan pegawai harus bertindak sesuai dengan keputusan pimpinan. Dan pada pertanyaan ketiga, mayoritas menjawab ya, menyatakan bahwa pemimpin berhak memberikan hukuman kepada bawahannya yang tidak mematuhi peraturan.

Tipe gaya kepemimpinan yang demokratis

Berdasarkan hasil data diatas yang diperoleh dari hasil wawancara, pada sebagian besar pertanyaan pertama dapat disimpulkan bahwa manajer bagian cleaning service Qmall Banjarbaru menerima saran dari karyawannya. Pada pernyataan kedua dapat disimpulkan bahwa kepala bagian cleaning service Qmall Banjarbaru menganggap karyawannya sebagai rekanan, dan menganggap karyawan lebih seperti saudara. Pertanyaan ketiga, dapat disimpulkan bahwa pihak manajemen cleaning service Qmall Banjarbaru tidak memperbolehkan karyawannya mengambil keputusan dalam pelaksanaan tugas, dimana dalam pelaksanaan tugas karyawan harus menghormati peraturan dari pihak manajemen.

Tipe gaya kepemimpinan kharismatik

Berdasarkan hasil data di atas, disimpulkan dari hasil wawancara sebagian besar dari pertanyaan pertama bahwa pimpinan cleaning service Banjarbaru selalu datang tepat waktu dan pimpinan mempunyai disiplin yang tinggi. Hasil pertanyaan wawancara kedua menunjukkan mayoritas respon karyawan adalah ya terhadap pernyataan bahwa pimpinan cleaning service Qmall Banjarbaru adalah panutan bagi karyawan.

Tipe gaya kepemimpinan militeristik

Berdasarkan hasil data diatas yang diperoleh dari wawancara, mayoritas pertanyaan dijawab tidak dengan pernyataan bahwa pimpinan bersifat protektif terhadap karyawan dalam bekerja.

Tipe gaya kepemimpinan paternalistik

Berdasarkan data diatas, hasil wawancara pertama menyatakan bahwa pengelola cleaning service memberikan motivasi kepada karyawan ketika karyawan mengalami masalah. Berdasarkan hasil data kedua yang diperoleh dengan metode wawancara, sebagian besar pertanyaan dinyatakan tidak hingga pernyataan bahwa pihak manajemen cleaning service tidak memperlakukan karyawannya dengan adil.

Tipe gaya kepemimpinan laissez-faire

Berdasarkan hasil data diatas diperoleh dari hasil pertanyaan wawancara pertama bahwa manajer kebersihan selalu memberikan punishment kepada pegawai yang melanggar peraturan. Dari hasil data pada pertanyaan kedua terlihat jelas bahwa pihak manajemen tidak memberikan keleluasaan kepada karyawannya untuk melakukan segala sesuatunya sesuai dengan keinginan karyawannya.

Tipe gaya kepemimpinan situasional

Berdasarkan hasil data diatas diperoleh dari hasil wawancara pada pertanyaan pertama bahwa pimpinan cleaning service selalu menjelaskan keputusan-keputusan yang akan diambil untuk tujuan perusahaan. Dari hasil data yang diperoleh pada pertanyaan kedua, pimpinan cleaning service Qmall selalu mendukung upaya karyawannya dalam menjalankan tugasnya. Dimana penerapan gaya situasional terlihat ketika pemimpin selalu menjelaskan keputusan-keputusan yang akan diambil untuk tujuan perusahaan yaitu pemimpin.

Kendala Yang Dihadapi Pimpinan Cleaning Service Qmall Banjarbaru Dalam Menjalankan Tugas Kepemimpinannya

Berdasarkan hasil wawancara dengan manajer bagian cleaning service Qmall Banjarbaru dapat disimpulkan bahwa hal yang paling baik untuk diterapkan oleh seorang manajer adalah gaya manajemennya, namun manajer tersebut mempunyai kendala dalam menjalankan tugasnya sebagai manajer. seperti pernyataan pemimpin bahwa kendala yang dihadapinya adalah mengubah budaya konvensional menjadi budaya disiplin. Dimana hal ini dilakukan pimpinan untuk memperkuat budaya kerja yang baik bagi individu maupun yang ada di bagian Qmall Banjarbaru.

PENUTUP

Saran

Bambang Sarwiji, Leadership: Theory and Practice, Jakarta: Pt Index 2013 Hasibuan, Malayu S.P, 2008, Human Resource Management, Bumi Aksara Revised Edition, Jakarta. Vodenje: Situacijsko vodenje (on-line)

Referensi

Dokumen terkait

KESIMPULAN Berdasarkan analisis data dari penelitian yang telah dipaparkan pada bab bab sebelumnnya dapat dijawab serta disimpulkan bahwa konsep pendidikan Islam dalam keluarga dan