• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB I PENDAHULUAN - Institut Teknologi Kalimantan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB I PENDAHULUAN - Institut Teknologi Kalimantan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini berisi pendahuluan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan kerangka penelitian yang akan dilakukan..

1.1 Latar Belakang

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di negara Indonesia, penyakit demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aygpty atau aedes albopictus. Nyamuk aedes aygpty atau aedes albopictus ini dapat berkembangbiak di sekitar lingkungan dan pemukiman yang kurang terjaga kebersihannya. Penyakit demam berdarah biasanya muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang manusia dari berbagai umur (Profil Kesehatan Indonesia, 2018).

Menurut Dr. Mozes Silaban virus demam berdarah dengue memiliki empat jenis serotipe yaitu Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. Tubuh manusia memiliki sistem yang membangun kekebalan tubuh terhadap virus dengue setelah terinfeksi virus, sedangkan kekebalan pada salah satu jenis serotipe belum tentu akan kebal terhadap jenis serotipe yang lain sehingga orang yang telah sembuh dari demam berdarah dengue dapat tertular kembali, hal ini disebut dengan secondary infection.

Kota Balikpapan merupakan daerah yang beriklim tropis sehingga curah hujan, suhu, arah angin, dan kelembapan udara sering berubah-ubah. Hal ini menyebabkan Kota Balikpapan menjadi salah satu daerah yang rentan terkena kasus penyakit demam berdarah karena daerah dan iklim di Kota Balikpapan sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aygpty. Menurut data dari dinas kesehatan Kota Balikpapan tercatat bahwa jumlah kasus penyakit demam berdarah terus bertambah seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk dan mobilitas disetiap tahun. Kasus demam berdarah dari tahun 2008 hingga tahun 2019 berjumlah sebanyak 17.207 kasus dan kematian akibat demam berdarah berjumlah 143 orang meninggal dunia. Berdasarkan laporan di Kota Balikpapan terdapat peredaran jenis virus dengue dengan jenis serotipe yakni Den-1, Den-2 Genotipe 1 dan Cosmopolitan, serta Den-3 Genotipe 1 (Herman dkk, 2016).

(2)

2 Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Windawati dkk (2020) dibahas mengenai analisis model matematika penyebaran penyakit demam berdarah dengan pengaruh fogging yang menunjukkan model penyebaran penyakit DBD, titik tetap, analisis kestabilan, bilangan reproduksi dasar dan hasil simulasi yang menunjukkan adanya pengaruh fogging, sedangkan pada penelitian lainnya dilakukan oleh Londah dkk (2019) membahas mengenai penerapan model SIR terhadap perkembangan penyakit DBD di Kota Tomohon. Penelitian tersebut menunjukkan titik keseimbangan pada model DBD dan perbandingan perkembangan penyakit berdasarkan bilangan reproduksi dasar dan pada penelitian Side dkk (2018) dibahas mengenai analisis model matematika terhadap penyebaran penyakit DBD dengan fungsi lyapunov menggunakan data sekunder dari jumlah penderita penyakit DBD.

Berdasarkan penelitian Side dkk (2018) diperoleh model matematika SIRS, titik tetap, analisis kestabilan serta nilai bilangan reproduksi dasar.

Sehingga berdasarkan pemaparan diatas, maka pada tugas akhir ini dilakukan penelitian serupa yaitu penerapan model penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Balikpapan dengan pengaruh fogging dan adanya penurunan kekebalan tubuh manusia. Model matematika yang digunakan adalah modifikasi model dari Windawati dkk (2020), menggambarkan penyebaran virus dengue di Kota Balikpapan dengan membagi populasi menjadi tiga kelompok, yaitu

kelompok rentan (Susceptible), kelompok terinfeksi (infected), dan kelompok sembuh (recovered). Selanjutnya dari model epidemi SIRS penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Balikpapan ditentukan titik tetap bebas penyakit dan titik tetap endemik, kemudian dilakukan analisis sistem, bilangan reproduksi dasar, penentuan nilai parameter, dan simulasi numerik penyebaran penyakit demam berdarah di Kota Balikpapan.

1.2 Perumusan Masalah

Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana hasil penerapan dari model matematika penyebaran penyakit demam berdarah dengue di Kota Balikpapan?

(3)

3 2. Bagaimana interpretasi dari hasil simulasi penerapan model penyebaran

penyakit demam berdarah di Kota Balikpapan?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menentukan hasil penerapan dari model matematika penyebaran penyakit demam berdarah dengue di Kota Balikpapan.

2. Mendapatkan interpretasi dari hasil simulasi penerapan model penyebaran penyakit demam berdarah di Kota Balikpapan.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan, manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendapatkan ilmu pengetahuan penyebaran penyakit demam berdarah di Kota Balikpapan.

2. Mendapatkan ilmu pengetahuan untuk menerapkan model matematika penyebaran penyakit di Kota Balikpapan.

3. Menjadi penentu kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit DBD di Kota Balikpapan

1.5 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data yang digunakan adalah data kasus penyebaran penyakit DBD dari dinas kesehatan Kota Balikpapan pada tahun 2017 - 2019.

2. Pada penelitian ini, formulasi model yang digunakan tanpa adanya pengaruh vaksinasi.

3. Data populasi nyamuk yang digunakan berupa asumsi.

(4)

4

1.6 Kerangka Pemikiran Penelitian

Kerangka pemikiran pada penelitian ini berisi permasalahan yang ada, metode yang digunakan penelitian terdahulu serta hasil yang diinginkan dalam bentuk fishbone. Tujuan adanya kerangka penelitian ini dapat menjadi gambaran kepada pembaca mengenai penelitian Tugas Akhir yang dikerjakan.

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Metode Runge kutta Orde 4 Windawati, Siti, Ali Shodiqin dan Aurora Nur Aini. (2020). Analisis Kestabilan Model Matematika Penyebaran Penyakit Demam Berdarah dengan Pengaruh Fogging. Square: Journal of Mathematics and Mathematics Education. 2(1), 1-16

Penyebaran Penyakit Demam berdarah dengue (DBD) di Kota Balikpapan

Permasalah an Penelitian TerdahuluTitik KesetimbanganKriteria Routh Hurwitz Londah SA, Charles E. Mongi, Chriestie E.J.C. Montolalu. (2019). Penerapan Model SIR terhadap Perkembangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tomohon. d’CartesiaN : Jurnal Matematika dan Aplikasi, Vol. 8 No. 2

Penerapan model matematika SIR penyebaran penyakit DBD di kota Side, S. Zaki, A. Sari, N. (2018). Analisis Model Matematika Penyebaran Demam Berdarah Dengue dengan Fungsi Lyapunov. Journal of Mathematics, Computations, and Statistics (hal. 125 – 141) Vol. 1. No. 2, Oktober 2018.

Referensi

Dokumen terkait

Reporter assay 실험 결과 β-galactosidase normalization 전의 경우, hVGF -775/+241 promoter activity를 증가시킨다고 알려진 CREB에 의해 hVGF - 775/+241 promoter luciferase activity가 올라간 것이 확인이 되었고, 그 외에 ELF-1,