• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB I PENDAHULUAN - Institut Teknologi Kalimantan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB I PENDAHULUAN - Institut Teknologi Kalimantan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini PT Pertamina (Persero) berencana mengembangkan area PT.

Pertamina (Persero) RU V Balikpapan dengan program Refinery Development Master Plan (RDMP). Untuk mengembangkan jalan akses yang ada saat ini yaitu Jalan Minyak / Jalan Yos Sudarso lama harus dipindahkan karena termasuk dalam area pengembangan. Area kilang adalah area tertutup (restrict area) bagi lingkungan kegiatan masyarakat umum, oleh karena Jalan Minyak / Jalan Yos Sudarso harus dilakukan perubahan lokasi jalan (re-route) ke lokasi yang baru yang tidak termasuk dalam area pengembangan kilang sehingga lebih aman namun masih di area lahan milik Pertamina. Perencanaan proyek re-route telah selesai direncanakan dan sedang dalam tahap akhir pembangunan terutama pada perkerasan jalan.

Pada perkerasan jalan, proyek re-route Jalan Yos Sudarso sedang dalam tahap pembangunan. Jenis perkerasan jalan yang direncanakan pada proyek re- route Jalan Yos Sudarso yaitu perkerasan jalan kaku dengan tambahan lapisan AC-WC. Menurut Ridwansyah dan Putranto (2016), perkerasan kaku merupakan perkerasan dengan bahan dasar semen sebagai bahan ikat sehingga tingkat kekakuan perkerasan yang relatif cukup tinggi. Pada perencanaan umur rencana perkerasan yaitu 20 tahun dengan jenis jalan arteri sepanjang 2.030 meter. Waktu rencana pekerjaan yaitu dimulai pada 14 Januari 2019 dan selesai pada 31 Juli 2020, namun sampai Desember 2020 belum mampu terselesaikan. Keterlambatan terjadi dikarenakan kendala berupa perkuatan sisi kanan dan kiri jalan yang kurang sehingga perlu dilakukan addendum untuk penambahan perkuatan sisi jalan. Keterlambatan pekerjaan menyebabkan data-data yang digunakan pada perencanaan terjadi perubahan seperti data lalu lintas harian.

Keterlambatan perkerjaan menyebabkan nilai LHR pada awal tahun perencanaan tidak sesuai dengan keadaan aktual dan akibat LHR berlebih dapat mengakibatkan terjadinya pengurangan umur rencana jalan akibat kemunduran waktu penyelesaian konstruksi jalan. Perencanaan proyek re-route Jalan Yos

(2)

3 Sudarso menggunakan data lalu lintas harian tahun 2016. Berdasarkan data lalu lintas harian dari Dinas Perhubungan Balikpapan, kenaikan LHR dari tahun 2016 ke tahun 2019 yaitu sebesar 12.820 kendaraan ke 27.083 kendaraan, sedangkan pertumbuhan rencana per tahun adalah 8% dan jika dihitung dengan pertumbuhan per tahun nilai LHR 2016 rencana yang diprediksi ke tahun 2019 senilai 16.149 kendaraan melebihi LHR aktual pada tahun 2019 yaitu 27.083. Akibat adanya LHR yang berlebih, maka akan dilakukan analisa sisa umur perkerasan jalan akibat pertumbuhan LHR 2019.

Pada perencanaan perkerasan kaku kondisi eksisting metode yang digunakan yaitu metode Bina Marga 2003. Perencaanaan perkerasan harus direncanakan secara detail untuk menghindari kerusakan yang cepat terjadi.

Peraturan dibuat untuk menjadi standar perencanaan untuk mengurangi kerusakan dan untuk menyesuaikan kondisi perkerasan agar kerusakan dapat terus dihindari maka dilakukan perubahan standar acuan perencanaan agar kerusakan semakin berkurang. Seiring berjalannya waktu, terdapat pembaharuan terkait metode perencanaan perkerasan jalan. Metode terbaru untuk perencanaan perkerasan jalan standar nasional adalah metode Bina Marga 2017. Seluruh acuan perencanaan perkerasan kaku di Indonesia mengacu pada fundamental AASHTO 1993, untuk mengetahui relevansi perencanaan eksisting dengan metode terbaru Bina Marga 2017 dan metode Internasional AASHTO 1993, maka akan dilakukan perbandingan perencanaan antara metode eksisting yaitu Bina Marga 2003 dengan metode AASHTO 1993 da Bina Marga 2017.

Terkait kondisi geometrik re-route Jalan Yos Sudarso Balikpapan, ukuran lebar jalan proyek yaitu 10 meter. Kondisi geometrik jalan dipengaruhi oleh alinyemen, dimana ada dua jenis alinyemen jalan yaitu alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal. Pada beberapa titik terdapat beberapa tikungan berkelok dan terdapat tikungan tajam. Taufiq (2018), jumlah kecelakaan di tikungan jalan 1,5 hingga 4 kali lebih banyak daripada di bagian lurus jalan. Tikungan tajam merupakan lokasi rawan kecelakaan dan diizinkan adanya tikungan tajam sesuai standar geometrik namun hanya untuk jalan dengan fungsi tertentu dan nilai kecepatan yang relatif rendah. Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pada tikungan adalah ketidaksesuaian desain geometrik tikungan

(3)

4 dengan standar perencanaan yang berlaku. Menurut Nando (2020), pada lebar lajur dengan lalu lintas terlalu sempit adanya ketidaksesuain pada perencanaan sering ditemukan, terlalu kecilnya jari-jari pada tikungan, jarak pandang henti dan jarak pandang menyiap) yang terlalu pendek, superelevasi yang tidak memadai dan landai kritis yang cukup besar. Proyek re-route Jalan Yos Sudarso Balikpapan memiliki beberapa tikungan dan tanjakan, maka perlu dilakukan analisa kondisi alinyemen jalan sesuai dengan peraturan dan standar yang ada yang selanjutnya akan dibandingkan dengan perencanaan dari pihak kontraktor.

Pada tugas akhir ini akan dilakukan tinjaun perencanaan jalan pada proyek re-route Jalan Yos Sudarso khususnya pada alinyemen jalan, perkerasan jalan, sisa umur rencana dan rencana anggaran biaya (RAB). Pada kondisi geometrik jalan akan dianalisa kesesuaian dengan standar yang ada yaitu dengan dilakukan kontrol alinyemen jalan dengan RSNI T-14-2004, dimana hasil kontrol nantinya akan ditarik saran untuk penentuan rambu lalu lintas jika alinyemen jalan tidak sesuai standar acuan dan pembuatan jalur tanjakan apabila alinyemen vertikal tidak sesuai acuan. Pada analisa, jika hasil kontrol telah sesuai dengan acuan dapat dijadikan acuan terakait komponen yang perlu dianalisa pada alinyemen jalan untuk memastikan kesesuaian alinyemen jalan. Terkait masalah perkerasan jalan, seiring dengan adanya acuan standar perencanaan perkerasan yang lebih terkini yaitu metode Bina Marga 2017 dan metode Internasional AASHTO 1993, maka akan dilakukan perbandingan perhitungan perkerasan dengan membandingkan hasil perencanaan metode eksisting Bina Marga 2003 dengan metode AASHTO 1993 dan Bina Marga 2017 yang bertujuan untuk memberikan gambaran terakit tebal perkerasan dari tiap metode, menentukan biaya perkerasan jalan yang optimum diantara ketiga metode serta menentukan relevansi metode perencanaan lama dengan metode baru dan metode internasional. Permasalahan akibat pertumbuhan LHR maka akan dilakukan analisa sisa umur rencana perkerasan dengan metode Bina Marga 2003 dan metode AASHTO 1993 yang diakibatkan oleh kenaikan LHR tahun 2019 dan dari nilai LHR 2019 akan dijadikan acuan untuk memprediksi LHR 2021 dengan nilai pertumbuhan rencana 8% mengacu pada perencanaan oleh pihak kontraktor yang bertujuan untuk penanganan perawatan jalan.

(4)

5 Metode penelitian proyek re-route Jalan Yos Sudarso Balikpapan ini yaitu mengumpulkan data perencanaan lalu melakukan kontrol alinyemen jalan dengan RSNI T-14-2004, perhitungan perkerasan jalan dengan metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993, perhitungan umur rencana perkerasan dengan data LHR 2019 dan perhitungan rencana anggaran biaya perkerasan jalan dari perhitungan perkerasan dengan metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada tugas akhir ini yaitu :

1. Bagaimana kesesuaian perencanaan alinyemen vertikal dan alinyemen horizontal pada re-route jalan Yos Sudarso Balikpapan dengan perencanaan berdasarkan pedoman RSNI T-14-2004;

2. Berapa selisih tebal perkerasan dan selisih rencana anggaran biaya pada re-route Jalan Yos Sudarso Balikpapan yang direncanakan dengan metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 dengan metode eksisting Bina Marga 2003,

3. Berapa sisa umur rencana perkerasan jalan dengan Bina Marga 2003, metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 yang diakibatkan oleh prediksi pertumbuhan lalu lintas harian tahun 2019 ke tahun 2021.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan pada tugas akhir ini yaitu :

1. Mengetahui kesesuaian perencanaan alinyemen vertikal dan alinyemen horizontal pada jalan re-route Yos Sudarso Balikpapan dengan perencanaan berdasarkan pedoman RSNI T-14-2004;

2. Mengetahui selisih tebal perkerasan dan selisih rencana anggaran biaya pada re-route Jalan Yos Sudarso Balikpapan yang direncanakan dengan metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 dengan metode eksisting Bina Marga 2003;

3. Mengetahui sisa umur rencana perkerasan jalan dengan Bina Marga 2003, metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 yang diakibatkan oleh prediksi pertumbuhan lalu lintas harian tahun 2019 ke tahun 2021.

(5)

6

1.4 Manfaat

Adapun manfaat pada tugas akhir ini yaitu :

1. Dijadikan referensi untuk pengambilan keputusan pemasangan rambu jalan pada hasil analisa kontrol alinyemen jalan dan penentuan lajur pendakian pada hasil kontrol alinyemen vertikal;

2. Dijadikan referensi untuk perencanaan alinyemen jalan bagi pembaca terkait persyaratan analisa alinyemen jalan;

3. Dijadikan referensi untuk perawatan jalan yang akan dilakukan pada jalan seperti kurun waktu untuk melakukan overlay dan mengetahui umur aktual jalan.

1.5 Batasan masalah

Adapun batasan masalah pada penelitian ini yaitu :

1. Jalan yang diteliti belum beroperasi, sehingga data yang didapatkan yaitu data LHR sesuai dengan data lalu lintas yang akan melewati jalan tersebut;

2. Data LHR tahun 2021 merupakan prediksi dari LHR tahun 2019 dengan pertumbuhan rencana 8%;

3. Tidak merencaakan ulang geometrik jalan;

4. Data perencanaan geometrik jalan eksisting tidak didukung dengan data real, hanya menggunakan data gambar layout rencana yang mana data ini kurang detail;

5. Data perencanaan perkerasan yang digunakan pada perencanaan tidak sesuai kondisi aktual, namun menggunakan data pada saat awal perecanaan;

6. Perencanaan rencana anggaran biaya hanya merencanakan tahapan pekerjaan perkerasan dan tulangan, tidak merencanakan pekerjaan tanah dan drainase;

7. Analisis harga satuan pada perencanaan rencana anggaran biaya tidak menyesuaikan kondisi aktual karena keterbatasan data;

1.6 Kerangka Penelitian

Adapun kerangka penelitian pada peneletian ini adalah sebagai berikut:

(6)

7

Gambar 1. 1 Fishbone Diagram Penelitian (Penulis, 2021)

1.7 Lokasi penelitian

Lokasi pekerjaan berada di sekitar area bekas komperta Karang Anyar PT Pertamina (Persero) Referinery Unit V Balikpapan. Ruas daerah meliputi ruas jalan Bongas sampai dengan ruas jalan A. Yani Balikpapan, Kalimantan Timur.

Berikut adalah gambar lokasi proyek Re-route Jl. Yos Sudarso Balikpapan menurut google maps dan layout proyek:

Gambar 1. 2 Lokasi proyek Re-route Jl. Yos Sudarso Balikpapan (Google Image)

(7)

8 Layout perencanaan proyek proyek Re-route Jl. Yos Sudarso Balikpapan ditampilkan pada gambar 1.2. Pada gambar, garis berwarna hitam tipis yang bertuliskan Jalan Yos Sudarso (Jl. Minyak) merupakan jalan lama yang akan ditutup dan perjalanan dialihkan ke rute baru. Garis berwarna hitam tebal merupakan rute baru yang akan direncanakan sepanjang 2.025 meter. Rute baru ini akan menampung lalu lintas dari jalan lama yaitu Jalan Yos Sudarso.

Gambar 1. 3 Layout Proyek Re-route Jl. Yos Sudarso Balikpapan (PT BCI, 2020) Re-route Jalan Yos

Sudarso (Jalan baru) Jalan Yos

Sudarso (Jalan lama)

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan sisa umur perkerasan jalan ialah metode AASHTO 1993 yang menggunakan ESAL kumulatif dengan umur rencana 10 tahun,

Perhitungan RAB Untuk Tebal Perkerasan Jalan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan Revisi September 2017 Perhitungan anggaran biaya pada perencanaan perkerasan lentur flexible