• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB II LANDASAN TEORI 2 - Universitas Teknokrat Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB II LANDASAN TEORI 2 - Universitas Teknokrat Indonesia"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Hakim dan PNS yang telah bekerja terus menerus selama minimal 1 (satu) tahun berhak mendapatkan cuti tahunan. Penambahan cuti tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (b) angka (4) merupakan kewenangan pejabat pemberi cuti dengan mempertimbangkan kesulitan. Cuti tahunan yang tidak digunakan pada tahun yang bersangkutan, dapat digunakan pada tahun berikutnya paling lama 18 hari kerja termasuk cuti tahunan pada tahun berjalan.

Cuti tahunan yang tidak diambil sama sekali dalam 2 tahun atau lebih berturut-turut boleh digunakan pada tahun berikutnya untuk maksimum 24 hari bekerja termasuk cuti tahunan dalam tahun semasa. Cuti tahunan yang tidak digunakan sepenuhnya dalam 2 tahun atau lebih berturut-turut boleh digunakan setiap tahun. Baki hak cuti tahunan yang tidak digunakan dalam 2 (2) tahun sebelumnya tidak boleh digunakan pada tahun semasa.

Hak cuti tahunan dapat ditangguhkan paling lama 1 (satu) tahun oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti, apabila ada kepentingan kerja yang mendesak. Hak cuti tahunan boleh ditangguhkan dan digunakan pada tahun berikutnya oleh pegawai yang diberi kuasa memperuntukkan cuti rehat maksimum 24 hari bekerja termasuk cuti tahunan semasa. Pegawai yang diberi kuasa untuk memperuntukkan cuti boleh menangguhkan cuti tahunan paling lama sehingga akhir Disember tahun semasa.

Asas penundaan cuti tahunan merupakan kewenangan pejabat yang berwenang berdasarkan pertimbangan kepentingan dinas darurat (bukan atas permintaan yang bersangkutan).

Cuti Besar A. Hak Cuti Besar

Orang dan petugas yang bekerja terus menerus sejak tanggal 1 Januari 2014 pada bulan Juni 2019 telah menggunakan hak cuti tahunannya selama 12 hari kerja. Pada bulan November 2019 diajukan permohonan cuti panjang selama 3 bulan, TMT 18 November 2019 sampai dengan Februari 2020, maka pejabat yang berwenang memberikan cuti hendaknya mempertimbangkan cuti tahunan yang digunakan selama 12 hari kerja sebelum pemberian cuti panjang ditetapkan, sehingga berhak untuk cuti panjang TMT diberikan paling lambat tanggal 18 November 2019 sampai dengan tanggal 31 Januari 2020 dan cuti besar berikutnya hanya dapat digunakan, diajukan paling lambat tanggal 1 Februari 2025. Hakim dan petugas yang bekerja terus menerus sejak tanggal 1 Januari 2014 berencana untuk mengajukan permohonan cuti panjang. permohonan cuti besar pada bulan Agustus 2019, hak cuti tahunan pada tahun 2019 tidak dapat digunakan, namun apabila anda mempunyai sisa hak cuti tahunan pada tahun 2018, anda dapat menggunakannya pada tahun 2019.

Untuk kelahiran anak keempat dan sesudahnya, hakim dan pejabat diberikan perpanjangan cuti, dengan syarat telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya 5 tahun, maka dibebastugaskan. Selama cuti panjang, hakim dan pejabat mendapat penghasilan berupa gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan makan.

Cuti Sakit

Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan sebagaimana dimaksud pada angka (4) aparat belum sembuh dari penyakitnya, maka yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dari jabatannya karena penyakitnya dan mendapat uang tunggu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Cuti panjang, apabila yang bersangkutan mempunyai hak cuti panjang atau memenuhi syarat untuk mengambil cuti panjang untuk ibadah haji pertama atau kelahiran anak keempat, dan seterusnya. Selama mengambil cuti sakit, penghasilannya terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan makan, dan tunjangan jabatan.

Cuti Melahirkan A. Hak Cuti Melahirkan

Ani belum menikah, Ana sudah menikah dengan 2 orang anak, Nia sudah menikah dan mengandung anak kembar, jika Ani menikah dan hamil anak pertama, Ana hamil anak ketiga dan Nia hamil anak kembar, maka ketiganya mereka mempunyai hak yang sama atas cuti melahirkan, yaitu kelahiran anak pertama. Cuti jangka panjang diberikan sejak kelahiran keempat, kecuali syarat telah bekerja terus menerus minimal 5 tahun. Cuti panjang, apabila yang bersangkutan berhak mendapat cuti panjang atau memenuhi syarat untuk melaksanakan cuti panjang ibadah haji yang pertama.

Selama penggunaan cuti hamil, penghasilan terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan makan, dan tunjangan jabatan.

Cuti Karena Alasan Penting

Penyakit berat sebagaimana dimaksud pada huruf (a) pada Ny. (Franklin, 1989), dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari dinas kesehatan. Hakim dan pejabat yang mengalami kebakaran rumah atau bencana alam dapat diberikan cuti karena alasan yang sah dengan melampirkan surat keterangan dari ketua perkumpulan daerah. Bencana alam diartikan sebagai situasi dan kondisi alam buruk yang tidak dapat dihindari atau dicegah oleh manusia.

Cuti panjang, apabila yang bersangkutan berhak mendapat cuti panjang untuk ibadah haji pertama atau kelahiran anak keempat, dan seterusnya. Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti paling lama 1 bulan. Hakim dan pegawai negeri sipil yang hendak mengajukan cuti karena alasan penting sebagaimana dimaksud pada angka (1) huruf (a) harus melampirkan surat keterangan rawat inap dari dinas kesehatan.

Hakim dan PNS yang meminta cuti karena alasan penting akibat meninggalnya salah satu anggota keluarganya. Hakim dan pejabat laki-laki yang istrinya pernah melahirkan atau menjalani operasi caesar dapat mengajukan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari departemen kesehatan. Hakim dan PNS yang mengalami kebakaran rumah atau bencana alam dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan dari ketua RT.

Bencana alam yang dimaksud adalah situasi dan kondisi alam buruk yang tidak dapat dihindari atau dicegah oleh manusia. Jika Anda mengambil cuti karena alasan penting, Anda akan memperoleh penghasilan yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan anak, tunjangan makan, dan tunjangan pekerjaan.

Hak cuti bersama A. Hak Cuti Bersama

Tertakluk kepada keputusan Presiden mengenai cuti bersama, tempoh cuti tahunan ialah 12 tahun.

Cuti Luar Tanggungan Negara

Hakim dan pejabat yang telah selesai cuti di luar tanggung jawab negara wajib melaporkan secara tertulis kepada Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia paling lambat 1 bulan setelah cuti di luar tanggung jawab negara. Hakim dan pejabat yang kembali bekerja setelah cuti non-negara tetap memenuhi syarat. Cuti besar, kecuali ibadah haji pertama dan/atau kelahiran anak keempat dan seterusnya, setelah kembali bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terus menerus.

Bila menggunakan cuti di luar tanggungan negara, maka tidak menerima penghasilan dan tunjangan serta tidak dihitung sebagai pekerjaan pegawai negeri.

Cuti bagi Hakim dan Aparatur Tugas Belajar

  • Tata Cara Permintaan dan Pemberian Cuti
  • RDBMS
    • Pengerian RDBMS
    • Fungsi RDBMS
  • Metode Prototype
    • Jenis-jenis Prototype
  • Pengujian Perangkat Lunak

Untuk melaksanakan hak cutinya, hakim dan pejabat mengajukan permohonan cuti secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti. Program ini biasanya menyediakan layar dengan simulasi aliran perangkat lunak sehingga terlihat seperti perangkat lunak yang sudah jadi. Menurut (Henderi, 2006) “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang telah menjadi standar untuk memvisualisasikan, mendefinisikan, membangun dan mendokumentasikan artefak dari suatu sistem perangkat lunak”.

Menurut (Nugroho, 2005), “Unified Modeling Language (UML) adalah alat analisis dan desain perangkat lunak berbasis objek.” Diagram use case adalah gambaran beberapa atau seluruh aktor dan use case untuk mengidentifikasi interaksi mereka dalam sistem. Diagram use case menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sistem, dengan fokus pada “apa” yang dilakukan sistem, bukan “bagaimana”.

Diagram aktivitas menggambarkan serangkaian aliran aktivitas, yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktivitas lain seperti use case atau interaksi. Terakhir, use case digunakan untuk mengetahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada suatu sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut.Simbol use case diagram dapat dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini. 1 Fungsionalitas Use Case yang disediakan oleh sistem saat unit bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya menggunakan kata kerja.

3 Association/association Association/asosiasi adalah komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi dalam use case atau use case berinteraksi dengan aktor. Ekstensi adalah use case tambahan dari use case yang berdiri sendiri, bahkan tanpa use case tambahan. Generalisasi adalah hubungan (umum – khusus) antara dua use case dimana fungsi yang satu lebih umum dibandingkan fungsi lainnya.

Pengujian perangkat lunak merupakan bagian dari topik dengan cakupan yang luas dan sering dikaitkan dengan verifikasi dan validasi (V&V). Verifikasi mengacu pada serangkaian aktivitas yang memastikan bahwa perangkat lunak mengimplementasikan fungsi tertentu dengan benar. Validasi mengacu pada serangkaian aktivitas berbeda yang memastikan bahwa perangkat lunak yang dibangun dapat ditelusuri kembali ke kebutuhan pelanggan.

Pengujian black box adalah pengujian perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsionalnya tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi, masukan dan keluaran perangkat lunak memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan.

Gambar 2.1 Metode Prototyping Requirement  Ada tujuh tahapan dalam pengembangan sistem model Requirement  Prototype, yaitu sebagai berikut:
Gambar 2.1 Metode Prototyping Requirement Ada tujuh tahapan dalam pengembangan sistem model Requirement Prototype, yaitu sebagai berikut:

Gambar

Gambar 2.1 Metode Prototyping Requirement  Ada tujuh tahapan dalam pengembangan sistem model Requirement  Prototype, yaitu sebagai berikut:
Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram
Tabel 2.4 Simbol Class Diagram

Referensi

Dokumen terkait

Based on interviews conducted with research subjects, the functional requirements of speech therapy applications that are suitable for children with