• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF DISTOSIA - Andalas University

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF DISTOSIA - Andalas University"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

Disproporsi kepala panggul, yaitu suatu keadaan yang terjadi karena tidak adanya keseimbangan antara panggul ibu dan kepala janin yang disebabkan oleh panggul yang sempit, janin yang besar sehingga tidak dapat bergerak melalui panggul atau kombinasi keduanya (Cunningham, dkk. .., 2018). Jika diameter anteroposterior kurang dari 10 cm dan diameter transversal kurang dari 12 cm, pintu masuk panggul dianggap sempit.

Faktor Penyebab Partus Macet

Sedangkan pada ruptur uteri inkomplit, hanya terjadi pemisahan otot rahim dengan peritoneum visceral yang masih utuh (Brahmantara, 2015). Komplikasi lain yang dapat timbul akibat ruptur uteri adalah koagulasi intravaskular diseminata (DIC) dan septikemia.

Tatalaksana

Jika bayi masih hidup, serviks melebar maksimal, dan kepala berada pada distasi 0 atau kurang, kelahiran dilakukan dengan ekstasi vavum. Bila bayi masih hidup dan serviks melebar maksimal serta terdapat indikasi untuk dilakukan simfisiotomi untuk meredakan kongesti (jika tidak dapat dilakukan operasi caesar) dan kepala bayi berada pada station 2, lakukan persalinan dengan simfisiotomi dan ekstraksi vakum.

TABEL 3.1 KRITERIA DIAGNOSTIK DAN TATALAKSANA DISTOSIA
TABEL 3.1 KRITERIA DIAGNOSTIK DAN TATALAKSANA DISTOSIA

Manajemen Asuhan Kebidanan

Pada langkah ini dilakukan interpretasi yang benar terhadap data mengenai diagnosis atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar terhadap data yang dikumpulkan. Pada langkah ini, kami mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lainnya berdasarkan kumpulan masalah dan diagnosis yang diidentifikasi. Langkah ini merupakan kelanjutan dari penatalaksanaan diagnosa atau permasalahan yang telah diidentifikasi atau diantisipasi, pada langkah ini informasi/data dasar yang belum lengkap dapat dilengkapi.

10 Selama pemeriksaan selalu amati wajah ibu untuk mengetahui apakah ibu merasakan nyeri atau Rasakan apakah kantung ketuban masih utuh atau pecah.Jika kantung ketuban pecah, perhatikan ciri-ciri kantung ketuban (warna, bau, konsistensi dan jumlah).

TABEL 3.2 ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN OBSTETRIA NORMAL
TABEL 3.2 ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN OBSTETRIA NORMAL

JUNI 2020

DATA SUBYEKTIF IDENTITAS

ANAMNESIS

Sakit tengah menjalar ke plasenta sejak pukul 14.00 WIB, lendir bercampur darah keluar dari alat kelamin. Riwayat penyakit sistemik sebelumnya Jantung : tidak TBC : tidak DM : tidak Hepatitis : tidak Asma : tidak Hipertensi : tidak 6. Jantung : tidak Gemelli : tidak DM : tidak Hepatitis : tidak Asma : tidak tidak Hipertensi : tidak TBC : tidak.

M G1P0A0H0 inpartu stadium I fase laten Masalah: tidak ada Potensi diagnosis: tidak ada Potensi masalah: tidak ada. M G1P0A0H0 inpartu saat saya fase aktif Masalah: tidak ada Potensi diagnosis: tidak ada Potensi masalah: tidak ada.

Kelainan His (Rhytmic Variations of Labour)

Inersia uteri (Hypotonic uterine contraction)

Tetania Uteri (Hypertonic uterine contraction)

Salah satu komponen terpenting dalam pembentukan ATP adalah oksigen, yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi dan bekerja secara efisien melalui respirasi aerobik. Ibu hamil pada usia yang masih sangat muda, yakni kurang dari 20 tahun, sebagian besar belum optimal dalam mempersiapkan lingkungan yang diperlukan untuk tumbuh kembang janin. Dari segi psikologis, ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun juga lebih cenderung mengalami rasa takut dan cemas saat menghadapi persalinan, sehingga risiko terjadinya inersia uterus lebih besar karena ibu terlalu takut untuk mengejan.

Ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 74,1% menderita anemia dan mempunyai risiko tinggi untuk hamil. Hal ini disebabkan karena pada usia <20 tahun fungsi reproduksi wanita belum berkembang sempurna dan kesadaran untuk memeriksa diri masih rendah, sedangkan pada usia >35 tahun fungsi reproduksi sudah menurun sehingga berbahaya. kesehatan dan keselamatan ibu hamil sehingga berisiko terjadinya perdarahan dan anemia (Astriana, 2017).

Asuhan Yang Diberikan Pada Persalinan Normal

Menurut penelitian yang dilakukan Putri dan Widiastuti, merendam kaki dengan air hangat pada fase aktif pertama memberikan hasil positif bagi ibu, artinya merendam kaki dengan air hangat dapat mengurangi kontraksi. Terapi ini efektif dalam mengurangi nyeri yang berhubungan dengan ketegangan otot dan nyeri persalinan, meskipun juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah hormonal dan meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nufra dan Azimar pada tahun 2019 menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat pada ibu bersalin dapat memperlancar persalinan fase aktif kala satu.

Asuhan Kebidanan Pada Kelainan HIS

Bila air ketuban pecah, air ketuban berwarna kehijauan atau bercampur darah, pertimbangkan kemungkinan terjadinya gawat janin. Bila persalinan tidak mengalami kemajuan, lakukan induksi dengan infus oksitosin 5 IU dalam 500 cc RL sebanyak 8 tetes/menit dan tingkatkan hingga maksimal 40 tetes setiap 30 menit. Diagnosis inersia uterus paling sulit ditegakkan selama masa laten, yang memerlukan pengalaman yang cukup.

Kesalahan yang sering dilakukan adalah merawat pasien dengan inersia uteri pada saat masih dalam persalinan palsu (Mutmainnah dkk, 2017). Pada persalinan prematur tidak banyak yang bisa dilakukan karena janin lahir secara tiba-tiba dan cepat, ibu harus dirawat di rumah sakit agar dapat dilakukan pemantauan, bila dalam tahap persalinan (pembukaan penuh) segera lakukan episiotomi untuk menghindarinya. pecahnya perineum (Widiastini, 2018).

Daftar Tilik Inersia Uteri

SIKAP

Kaji secara cermat apakah terdapat CPD atau tidak. Jika terdapat CPD, segera lakukan operasi caesar. Jika CPD tidak ditemukan, segera pecahkan ketuban atau amniotomi dan berikan infus oksitosin. Termasuk juga jika dalam waktu 2 jam, nya yang awalnya cukup menjadi tidak mencukupi lagi.

Namun bila Anda menghentikan tindakan episiotomi karena indikasi keadaan darurat pada bayi, lakukanlah bila diperlukan untuk memperlancar kelahiran bayi. Jika Anda melepas kain kasa dari luka, Anda harus mengambil kain kasa baru sebagai penggantinya.

TABEL 4.2 DAFTAR TILIK PENGGUNAAN OKSITIOSIN DRIP PADA PERSALINAN:
TABEL 4.2 DAFTAR TILIK PENGGUNAAN OKSITIOSIN DRIP PADA PERSALINAN:

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “M” INPARTU KALA 1 DI PMB RIKA HARDI TANGGAL 11 APRIL 2020

PEMERIKSAAN UMUM Keadaan umum : Sedang

PEMERIKSAAN FISIK a. Inspeksi

Kelainan sutera (variasi ritme persalinan) 53 Wajah : Simetris, tidak ada edema, tidak ada kloasma gravidarum. Perut : Pembesaran menurut UK, dan striae gravidarum, tidak ada benjolan atau massa, tidak ada kelainan. Payudara : Tidak ada benjolan pada payudara dan tidak ada nyeri tekan, keluarnya ASI saat diperah.

Malposisi adalah posisi abnormal puncak kepala janin (menggunakan bagian belakang kepala sebagai acuan) relatif terhadap panggul ibu. Malposisi adalah posisi abnormal dari puncak kepala janin (menggunakan ubun-ubun kecil sebagai penanda) relatif terhadap panggul ibu.

Posisi Oksiput Posterior dan Posisi Oksiput Transfersal

Diagnosis Malposisi dan Malpresentasi Diagnosis Malposisi

Sungsang sejati (ekstensi) terjadi bila kedua kaki ditekuk pada pinggul dan lurus pada lutut. Salah satu lengan mungkin melorot dan siku, lengan atau tangan mungkin teraba di dalam vagina (Yulianti, 2016). Hitung denyut jantung janin minimal setiap 30 menit sekali selama satu menit penuh pada fase aktif dan setiap lima menit pada fase kedua.

Jika terdapat kelainan irama jantung janin (kurang dari 100 atau lebih dari 180 denyut per menit), curigai adanya gawat janin. Tidak adanya cairan yang keluar setelah ketuban pecah merupakan indikasi berkurangnya volume cairan ketuban, yang mungkin berhubungan dengan gawat janin.

Penatalaksanaan Posisi Oksiput Posterior

Jika terdapat tanda-tanda obstruksi dan denyut jantung janin tidak normal (kurang dari 100 atau lebih dari 180 denyut per menit), lahirkan janin melalui operasi caesar. Jika dilatasi serviks tidak sempurna dan tidak ada tanda-tanda obstruksi, percepat persalinan dengan oksitosin. Jika dilatasi serviks telah sempurna dan kepala janin teraba lebih dari 3/5 di atas simfisis pubis atau penonjolan tulang kepala janin berada di atas stasiun 2, lakukan operasi caesar.

Kepala janin teraba antara 1/5 dan 3/5 di atas simfisis pubis atau ujung penonjolan tulang kepala janin berada di antara stasiun 0 dan stasiun 2. Kepala janin teraba tidak lebih dari 1/5 di atas simfisis pubis atau ujung penonjolan tulang kepala janin berada pada station 0, dilahirkan dengan ekstraksi vakum atau dengan forceps (Yulianti, 2016).

Penatalaksanaan Presentasi Dahi

Malposisi dan malpresentasi 61 Jika terdapat tanda obstruksi namun denyut jantung janin normal, biarkan ibu berjalan atau mengubah posisi untuk mendorong rotasi spontan. Jika dilatasi serviks sudah sempurna tetapi tidak terjadi penurunan selama fase ekspulsi, kaji tanda-tanda obstruksi. Kecuali kondisi janin kecil, panggul normal, dan jarak rumah ke tempat rujukan jauh, bidan dapat membantu pasien dengan persetujuan terlebih dahulu.

Pembukaan serviks secara lengkap (persalinan dengan kraniotomi dan bila operator bukan ahli dalam melakukan kraniotomi maka lakukan persalinan dengan operasi caesar (Yulianti, 2016). Bidan tidak berwenang membantu persalinan dengan presentasi frontal, kecuali dalam hal janin kecil, panggul normal, jarak dari rumah dan tempat rujukan, bidan dapat membantu pasien dengan memberikan informed consent terlebih dahulu.

Penatalaksanaan Presentasi Muka

Bidan di rumah sakit dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya, peralatan harus dipersiapkan dengan baik dan peralatan resusitasi harus disiapkan secara lengkap (Widiastini, 2018). Bidan praktik mandiri tidak mempunyai kewenangan untuk membantu persalinan dengan presentasi wajah, sehingga tindakan bidan disini adalah merujuk pasien. Di rumah sakit, bidan dapat melaksanakan tugasnya bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya, namun bila diartikan dengan berat janin kecil, panggul normal atau lebar, kondisi ibu, janin dan kemajuan persalinan. normal, maka bidan akan terus melakukan pemantauan lebih ketat dan biasanya dapat melahirkan secara normal.

Presentasi Ganda

Presentasi Bokong

Jika terjadi prolaps tali pusat dan persalinan tidak segera terjadi, maka janin akan dilahirkan melalui operasi caesar. Trauma lahir karena lengan atau kepala terentang, dilatasi serviks yang tidak sempurna, atau disproporsi panggul.

Presentasi Bahu dan Letak Lintang

Asuhan Kebidanan pada Persalinan Sungsang

Kedua kaki janin dipegang oleh tangan kanan penolong pada bagian mata kaki dan diangkat sejauh mungkin sehingga perut janin mendekati perut ibu. Tubuh janin dipegang dengan cara femuro-pelvis dan sementara traksi curam diterapkan sejauh mungkin ke bawah sampai bahu anterior berada di bawah simfisis dan kaki depan dilahirkan dengan mengaitkan lengan di bawahnya. Setelah bahu dan kaki depan lahir, tubuh janin yang masih ditahan oleh femoro-pelvis ditarik ke atas hingga lahirlah bahu belakang.

Tubuh janin ditahan dengan cara femuro-panggul dan sambil memberikan gaya traksi ke bawah yang curam, tubuh janin diputar setengah lingkaran sehingga bahu posterior menjadi bahu anterior. Saat traksi dilakukan, tubuh janin diputar kembali menjadi setengah lingkaran berlawanan dan seterusnya maju mundur, memperlihatkan bahu posterior di bawah simfisis dan lengan.

DAFTAR TILIK

20 Suapkan lengan belakang dengan jari tengah dan telunjuk dengan pergerakan seolah-olah lengan bawah mengusap muka kanak-kanak. Kaedah Muller : digunakan jika bahu sudah berada di bahagian bawah pelvis 23 Pegang kedua-dua kaki kanak-kanak dengan tangan kanan pembantu. 26 Kedua-dua kaki kanak-kanak itu diangkat ke atas dengan cara yang sama seperti lengan belakang dilahirkan, seperti lengan depan dilahirkan.

Kaedah Lovset: digunakan jika tangan kanak-kanak tergantung di belakang kepala. 27 Badan kanak-kanak dipegang femoro-pelvis. 31 Meletakkan badan bayi di atas lengan kiri pembantu seperti menunggang kuda, jari tengah masuk ke dalam mulut bayi, telunjuk dan jari manis berada di dalam fossa canina.

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “E” INPARTU KALA 1 DI RS ACHMAD MOCHTAR TANGGAL 22 April 2020

Jantung : Tidak TBC : Tidak Ada DM : Tidak Ada Hepatitis : Tidak Ada Asma : Tidak Ada Hipertensi : Tidak Ada 6. Jantung : Tidak Ada TBC : Tidak Ada DM : Tidak Ada Hepatitis : Tidak Ada Asma : Tidak Ada Hipertensi : Tidak Ada Gemelli : Tidak Ada. BAK : Frekuensi 7-8 x/hari, warna kuning cerah, tidak ada keluhan BAB : Frekuensi ± 1x/hari, warna kuning khas feses, semi konsistensi.

Alat kelamin: Tidak ada pembengkakan pada kelenjar Bartholin dan kelenjar panggung, terlihat keluarnya lendir, darah, keluarnya cairan ketuban. E G3P2A0H2 UK 38 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterin, sungsang, kondisi ibu dan janin baik, persalinan kala dua.

Data Subjektif

DATA SUBJEKTIF

Kontrol tekanan darah dan nasi setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua serta suhu 1 kali pada jam pertama dan 1 kali pada jam kedua. Membantu ibu menyusui bayinya dan mendorong keluarga untuk memberikan ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. Rendam sarung tangan kotor dalam larutan klorin 0,5% dan balikkan, lalu rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit.

Daftar Pustaka

Gambar

TABEL 3.1 KRITERIA DIAGNOSTIK DAN TATALAKSANA DISTOSIA
TABEL 3.2 ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN OBSTETRIA NORMAL
TABEL 4.1 MENILAI KONTRAKSI UTERUS:
TABEL 4.2 DAFTAR TILIK PENGGUNAAN OKSITIOSIN DRIP PADA PERSALINAN:
+3

Referensi

Dokumen terkait

Predictive measure for Ischemic Heart Disease among Workers in Jakarta, Indonesia Skor Prediktif pada Penyakit Jantung Iskemik pada Pekerja di Jakarta, Indonesia 1 2 3 4 Leli Hesti I