• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ISBN : 978-979-3153-73-5 - Hang Tuah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF ISBN : 978-979-3153-73-5 - Hang Tuah"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

Para teknisi industri perkapalan, serta lulusan dan mahasiswa bidang teknik transportasi, galangan kapal, galangan kapal, dan pembuatan kapal mampu memahami komponen biaya dasar pada proses manufaktur. Mampu memahami komponen dasar biaya pada proses produksi pada perusahaan dermaga dan galangan kapal. Mampu merencanakan pembiayaan, menghitung realisasi pembiayaan, memperkirakan realisasi pembiayaan untuk pekerjaan perbaikan kapal dan pembuatan kapal baru.

KATA PENGANTAR

KOMPONEN – KOMPONEN BIAYA DASAR PADA PROSES PRODUKSI

  • Biaya Material Langsung
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung
  • Biaya Tidak Langsung atau Overhead

Sedangkan bagi subkontraktor yang mempunyai keahlian pada jenis pekerjaan yang tidak dimiliki oleh tenaga kerja langsung perusahaan dermaga dan yard, biayanya dimasukkan dalam biaya tidak langsung (BTL). Oleh karena itu, biaya tenaga kerja langsung (TKL) pada perusahaan docking dan galangan kapal dapat dibedakan menjadi: Dari Gambar I terlihat jelas bahwa biaya tidak langsung (BTL) adalah biaya produksi (BP) di luar biaya bahan langsung (ML) dan biaya tenaga kerja langsung (TKL). ).

Gambar 2. Uraian komponen biaya material
Gambar 2. Uraian komponen biaya material

RUGI/LABA DAN RESIKO PERUSAHAAN

Untuk lebih jelasnya mengenai biaya tidak langsung (BTL) atau overhead, akan kita bahas lebih lanjut. Begitu pula dengan perhitungan biaya tidak langsung (BTL) harus cermat, teliti dan benar agar biaya produksi (BP) yang diperoleh juga akurat, tepat dan benar. Oleh karena adanya biaya-biaya tersembunyi tersebut, maka perhitungan biaya tidak langsung (BTL) harus jelas dan diketahui oleh pengelola perusahaan agar biaya-biaya yang termasuk dalam biaya tidak langsung tersebut dapat dikendalikan dengan baik (cost control).

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN DOK DAN GALANGAN KAPAL

10 pada dasarnya dihubungkan satu sama lain untuk menghasilkan hasil produksi yang bermutu baik, penyelesaian tepat waktu dan harga produksi bersaing serta memperoleh keuntungan yang wajar. Pada beberapa dermaga dan galangan kapal, departemen yang tugas, wewenang dan tanggung jawab penetapan biaya dan penagihannya mungkin tidak berada dalam satu biro, meskipun bisa dalam direktorat yang lebih rendah atau biro/direktorat yang memiliki departemen penetapan biaya atau bahkan hanya dalam satu bagian, yaitu bagian akuntansi dan analisis biaya, karena kedua bagian tersebut berkaitan erat dalam bidangnya. Selain itu, tarif standar terstruktur ini dapat digunakan untuk menghitung biaya perbaikan kapal atau pembangunan kapal baru.

PROSEDUR PEMBUATAN KALKULASI BIAYA DAN FAKTUR

  • Pembuatan kalkulasi Biaya dan Faktur Reparasi Kapal

Bagian analisis biaya akan dapat bekerja setelah mendapatkan data dari pelaksana produksi untuk biaya langsung (BL) dan biaya tidak langsung (BTL) sehingga dapat menganalisis biaya untuk mendapatkan harga jual dan menyusun tarif standar rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP). . untuk tahun ini akan berjalan. 11 Dari ketiga bidang tugas yang berkaitan erat dengan pembiayaan proses produksi, pada bab selanjutnya akan dibahas lebih detail tugas pokok bagian analisis biaya. Tata cara pembuatan perhitungan biaya pekerjaan perbaikan kapal dan/atau pembangunan kapal baru disusun oleh bagian perhitungan biaya ini berdasarkan diagram alir atau sistem “flow of chart” dan tata cara administrasi permintaan penawaran harga perbaikan kapal dan pembangunan kapal baru.

Kalkulasi Biaya Reparasi kapal

  • Pembuatan Kalkulasi biaya dan Faktur bangunan Baru Kapal

Karena alasan-alasan yang disebutkan di atas, perusahaan dermaga dan galangan kapal cenderung memilih perbaikan kapal daripada pembuatan kapal baru. Dilihat dari segi biaya perbaikan kapal, perusahaan dermaga dan galangan kapal membagi perbaikan kapal menjadi: Laporan penyelesaian perbaikan kapal atau nota kepuasan atau disingkat s'note, dibuat oleh perusahaan dermaga dan galangan kapal dan disetujui oleh wakil pemilik kapal (owner). surveyor) serta wakil awak kapal.

Kalkulasi Biaya Bangunan Baru Kapal

Proses pembuatan perhitungan biaya dan invoice pembuatan kapal baru sedikit berbeda dengan proses pembuatan perhitungan dan invoice perbaikan kapal, walaupun prinsipnya sama. Biasanya setelah dilakukan perhitungan biaya pembangunan baru kapal ini atau harga jual kapal ini, setelah diserahkan kepada pemesan kapal, langsung ada negosiasi dengan pemesan kapal. Dari ketiga jadwal tersebut dilakukan upaya untuk memastikan kebutuhan pendanaan sesuai dengan jadwal pembayaran, atau dengan kata lain proyek pembuatan kapal baru dapat membiayai sendiri.

Faktur Bangunan Baru kapal

  • DAFTAR REPARASI DAN SPESIFIKASI TEKNIS
    • Daftar Reparasi kapal

17 memperoleh daftar perbaikan kapal yang lengkap, baik dan benar serta rencana kebutuhan material yang lengkap dan benar.

Dapat menyiapkan daftar pekerjaan perbaikan kapal yang lengkap, menyeluruh dan benar sebelum dimulainya pekerjaan perbaikan kapal. Dengan mampu menghasilkan daftar pekerjaan perbaikan kapal yang lengkap, menyeluruh dan akurat, maka dapat terciptalah PHRK sebagai perkiraan biaya pekerjaan perbaikan kapal pada tahap awal yang lengkap, menyeluruh dan akurat. Dengan membuat perkiraan biaya pekerjaan perbaikan kapal tahap awal ini dan menyusun jadwal penyelesaian perbaikan kapal, pemilik kapal dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan perbaikan kapal dan dapat merevisi rencana operasional kapal jika kapal sedang dalam perbaikan.

Laporan dan data lainnya

Gambar-gambar kapal antara lain

Pemilik kapal biasanya diwakili oleh departemen teknik atau supervisor pemilik untuk menyetujui pekerjaan tambahan pada perbaikan kapal. Peningkatan pekerjaan perbaikan kapal ini akan mengakibatkan perubahan jadwal penyelesaian pekerjaan perbaikan kapal apabila diperlukan. Peningkatan pekerjaan perbaikan kapal ini mengakibatkan tambahan alokasi dana dan tambahan pembayaran pertama jika diperlukan.

TAHAP III (Tahap hari-hari pertama kapal di atas Dok) Waktu : Hari-hari pertama kapal berada di atas Dok

Perusahaan dermaga kapal biasanya diwakili oleh Departemen Produksi, Departemen Persiapan Produksi, pimpinan proyek kapal terkait dan Departemen Akuntansi Biaya; menyampaikan hasil survei dan wawancara kepada awak kapal yang mengakibatkan adanya penambahan pekerjaan perbaikan kapal dan kemungkinan adanya perubahan jadwal penyelesaian perbaikan kapal. Selain itu, Engineer Service akan memberitahukan adanya penambahan/pengurangan pekerjaan perbaikan kapal, serta kemungkinan perubahan Jadwal Penyelesaian Perbaikan Kapal dan perubahan perbaikan kapal, serta pembayaran tambahan jika diperlukan. Apabila Pekerjaan Tambahan II relatif besar, maka PHRK Tambahan II dapat segera dilakukan dan bila diperlukan akan ditambahkan perubahan Jadwal Penyelesaian Perbaikan Kapal apabila akan mengganggu rencana penyelesaian kapal yang telah direncanakan sebelumnya.

TAHAP IV (Tahap pelaksanaan dan pemeriksaan hasil perbaikan pada waktu Kapal berada di atas Dok)

Pekerjaan pendahuluan/pemeriksaan lambung kapal di bawah permukaan air secara cepat dan tepat sehingga dapat segera diketahui pekerjaan tambahan II. Dinas Teknik atau Surveyor Pemilik Kapal segera melaporkan kepada Pemilik Kapal mengenai penambahan volume pekerjaan. Perlu dijelaskan kepada Pemilik Kapal bahwa mungkin saja terjadi perubahan Jadwal Penyelesaian Perbaikan Kapal, sebagai akibat dari Pekerjaan Tambahan II ini.

TAHAP V (Tahap penyelesaian pekerjaan Reparasi Kapal) Waktu: Setelah kapal diturunkan dari Dok

Mengumpulkan dan membuat laporan yang lengkap, menyeluruh dan akurat mengenai sejauh mana pekerjaan perbaikan kapal sampai kapal diturunkan dengan selamat dari dermaga. Pada Tahap I dapat disusun daftar pekerjaan perbaikan kapal yang lengkap, menyeluruh dan benar; yang kemudian dapat digunakan untuk membuat PHRK. Bahan pembuatan invoice draft, selain laporan penyelesaian pekerjaan perbaikan kapal, juga laporan penggunaan bahan langsung dan jam kerja langsung, tarif standar dan biaya tidak langsung.

Kelompok Utama 1: Kapal secara Umum

Kelompok Utama 2: Konstruksi Kapal

Penyusunan bill of material untuk RKM ini harus didasarkan pada kelompok utama Sistem Kelompok Kode (lihat Bab III), yang digunakan baik untuk perbaikan kapal maupun pembuatan kapal baru, yaitu. Baling-baling, poros baling-baling dengan perlengkapannya, poros perantara dengan perlengkapannya, layar dengan tiang kapal dan alat penggerak lainnya.

Penyusunan RKM ini sebaiknya dilakukan selain data-data yang telah disebutkan sebelumnya, untuk mengecek rumus pendekatan dan/atau Realisasi Penggunaan Material (RPM) kapal pembanding yang dibangun. Dengan biaya material langsung pembuatan kapal baru yang cukup besar jika dibandingkan dengan biaya produksi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jadi betapa pentingnya RKM yang lengkap, menyeluruh dan benar didukung dengan daftar material yang menguntungkan bagi perusahaan untuk menghitung biaya pembangunan kapal baru sehingga mampu bersaing dengan perusahaan galangan kapal lainnya.

TAHAP II (Tahap penyelesaian pekerjaan Bangunan Baru Kapal)

  • Sistem dan Prosedur Perintah Kerja Tambahan
  • Sistem dan Prosedur Pengebonan Material
  • SISTEM KELOMPOK KODE
    • Kelompok Kode Berdasarkan Obyek
    • Kelompok Kode berdasarkan Subyek
  • SISTEM ADMINISTRASI DAN AKUNTANSI SERAGAM PERUSAHAAN DOK DAN GALANGAN KAPAL NASIONAL
  • Dok, Dermaga. Kran angkat
  • Mesin dan Perkakas
  • Pengangkutan Air/Darat
  • Inventaris
  • Penyusutan
    • Penyusutan gedung, bengkel, rumah dinas, tanah, dll
    • Penyusutan Dok, Dermaga dll
    • Penyusutan pengangkutan air/darat 1
    • Penyusutan Inventaris kantor,gudang dll
    • Biaya yang ditangguhkan
  • Pinjaman Jangka Panjnang .0 Bantuan Pemerintah
  • Penilaian kembali Aktiva Tetap
  • Modal dan Dana

Sistem kelompok kode untuk perbaikan kapal dan pembangunan baru yang digunakan oleh perusahaan pelabuhan dan galangan kapal nasional sebenarnya sudah ada sejak lama, namun sistem kelompok kode. Memang, pembagian kelompok kode berdasarkan item pekerjaan ini telah lama digunakan oleh perusahaan pelabuhan dan galangan kapal nasional. Pembagian kelompok kode berdasarkan barang atau bengkel pelaksanaan produksi yang melaksanakan unsur-unsur pekerjaan, baik perbaikan kapal maupun pembangunan kapal baru, telah lama digunakan oleh perusahaan pelabuhan dan perkapalan nasional.

Kelompok l: Rekening Keuangan

  • Bank, Giro, Deposito Jangka Pendek 1.2 Piutang Dagang
  • Hutang Rupa – rupa
  • Pos Transitoris dan Antisipasi .0 Pos bayar di muka
  • Penerimaan anggaran .0 Reparasi Kapal
  • Pajak Penghasilan

Untuk semua jenis investasi atau pinjaman jangka panjang, akun terpisah dibuat dengan satu nomor ditambahkan setelah kode utama. Revaluasi Aset Tetap dalam hal ini dicatat sebesar selisih harga nilai revaluasi dengan perolehan yang dicatat pada Subkelompok 0,0 sampai dengan 0,4 atau selisih antara harga lama dengan harga revaluasi. Seluruh liabilitas jangka pendek dicatat secara terpisah, termasuk pajak yang dikenakan pada pihak ketiga, namun tidak termasuk pajak penghasilan Perusahaan.

Kelompok 2: Rekening Netral

  • Upah dan Gaji (dengan Jurnal secara periodik pada Kas/Bank) .0 Upah Tenaqa Langsung
  • Biaya Sosial (dengan jurnal secara periodic pada kas / Bank) .0 Tunjangan Hari Raya
  • Penyusutan Kalkulatoris
  • Asuransi
  • Bunga Kalkulataris
  • Lain-Lain Biaya

Kelompok 3: Rekening Persediaan 3.0 Persediaan Gudang

Kelompok 4: Rekening Biaya Langsung

Kelompok 5: Rekening Tempat Biaya

Kelompok 6: Rekening Proses Produksi

Kelompok 7: Pekerjaan Setengah Jadi

  • Harga Pakok Penjualan
  • Biaya Produksi
  • Harga Penjualan
  • Biaya Menyusul/Tambahan
  • Reduksi/Pengurangan

Pada kelompok ini dicatat dan dicatat harga pokok penjualan (HPP), harga pokok produksi (BP), harga jual (P) setiap pesanan pekerjaan K, N dan U dari Pihak Eksternal.

Kelompok 9: Rekening Rugi/Laba

  • Biaya Usaha
  • Biaya Modal atau Biaya Bank .0 Bunga Kalkulatoris
  • Bunga yang diterima 0 Jasa Giro
  • Hasil Penjualan
  • Selisih Nilai/Harga
  • Rugi/laba Perusahaan (hanya dipakai akhir tahun untuk memudahkan Saldo Rugi/Laba ke Rekening 0.9.4)
    • Tempat Biaya

46 Pada akhir tahun buku, saldo pada Kelompok 6 (Proses Produksi) tidak dialihkan kepada Kelompok lain yaitu Kelompok 0, 1 dan 8; tetapi tetap berada di Grup 6 sebagai item di Neraca.

Kelampok Pelayanan Produksi (Subsidiary Production ant Centre)

Pembagian Biaya

Pembebanan Biaya

  • Bangunan Baru, Pemeliharaan dan Ke amanan
  • Gedung, Transportasi
  • Tenaga, Perlengkapan
  • Dok, Kran, Dermaga
  • Kontruksi Kapal
  • Outfitting Kapal
  • Mesin/Listrik Kapal
    • Jenis Biaya
  • Kelompok 0: Upah dan Gaji
    • Upah/Gaji Tenaga Kerja Langsung
    • Lembur tenaga Kerja Langsung
    • Lembur Tenaga Kerja Tidak Langsung
  • Kelompok 1: Biaya Sosial
  • Kelompok 2: Biaya Pegawai lainnya
  • Kelompok 4: Sub Kontraktor
  • Kelompok 6: Pemeliharaan
    • Dok, Galangan, Tambatan, Kran dan Halaman
    • Gedung, Bengkel, Rumah Dinas daan Penataran
    • instalasi
    • Alat Transfortasi
    • Pemeliharaan Berjangka 6,7.0 Dok
    • Pekerjaan Pembersihan
    • pemeliharaan Intern
  • Kelompok 7: Overhead
    • Perencanaan dan Penelitian .0 Biaya Konsultan
    • Pemasaran dan Reklame
    • PTT dan Bank .0 Pos dan Giro
    • Jasa Management
    • Biaya Jasa Teknik pihak Ketiga
    • Pajak-pajak .0 Meterai
    • Biaya Ulangan
  • Kelompok 8: Aktiva Tetap/Lancar
    • Penyusutan Kalkulataris
    • Asuransi Kalkulataris .0 Asuransi
    • Bunga Kalkulataris .0 Bunga Kredit Eksploitasi
    • Sewa-sewa
    • PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI
    • Pengelolaan, Pengendalian dan Pemakaian Material
  • Perencanaan Kebutuhan Material
  • Pengadaan Material
  • Pemakaian Material
    • Pengelolaan dan Pengendalian Pemakaian Tenaga Kerja Lansung
    • PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA TIDAK LANGSUNG Biaya Tidak Lanqsung (BTL) memiliki ciri-ciri yang khas, yaitu
    • REALISASI PEMAKAIAN MATERIAL LANGSUNG DAN TENAGA KERJA LANGSUNG PADA PROSES PRODUKSI
  • Pemakaian Material Langsung
  • Elektrode Las
    • Pemakaian elektrode las pekerjaan reparasi kapal
    • Pemakaian elektrode las pekerjaan bangunan baru kapal
  • Oxygen dalam botol @ 6 M 3
    • Pemakaian Oxygen Pekerjaan Reparasi Kapal
    • Pemakaian Oxygen pekerjaan Bangunan Baru Kapal
  • Acetylene cair dalam botol a 7 M 3
    • Pemakaian Acetyline pekerjaan Reparasi Kapal
    • Pemakaian Acetyline pekerjaan Bangunan baru Kapal
  • Pamakaian Tenaga Kerja Langsung
    • Pamakaian Tenaga Kerja Langsunq pekerjaan Reparasi Kapal
  • Bangunan Baru Kapal
    • Standar Kerja Pemakaian Material Bantu Pekerjaan Konstruksi 1: Pekerjaan Reparasi Kapal
    • PERHITUNGAN KAPASITAS TERPASANG TIAP TAHUN DOK UNTUK PEKERJAAN REPARASI KAPAL
  • KAPASITAS DOK (K)
  • FAKTOR KAPASI TAS ( FK )
  • KAPASITAS TERPASANG (KT)
  • JUMLAH HARI EFEKTIF PEMAKAIAN DOK ( W )
  • FAKTOR KAPASITAS AKTUAL ( FK a )
  • DOCKING DAYS RATA-RATA (DDR)
  • KAPASITAS YANG DITARGEPKAN (K t )
  • OPERATING RATIO (OR)
    • ANGGARAN PRODUKSI
  • Reparasi Kapal, yang terdiri dari
  • Bangunan Baru Kapal, dengan satuan buah kapal dan prosentase
    • ANGGARAN PENDAPATAN
    • ANGGARAN EKSPLOITASI
    • TEMPAT-TEMPAT BIAYA ANGGARAN EKSPLOITASI
    • ANGGARAN LABA/RUGI
    • ANALISA BIAYA PERUSAHAAN
  • Pendapatan Perusahaan
  • Biaya Material Langsung
  • Biaya Pegawai atau Biaya Tenaga Kerja
  • Biaya Umum
  • Biaya umum lainnya
  • Biaya Administrasi Tidak langaung
  • Biaya Produsi (BP r )
  • Biaya Langsung
  • Biaya Tidak Langsung
  • Harga Pokok Penjualan (HPP)
  • Biaya Usaha
  • Laba/Rugi Kotor atau Gross Margin
  • Laba/Rugi Usaha
  • Laba/Rugi Operasi
  • Laba/Rugi sebelum Pajak
  • Laba/Rugi setelah Pajak
    • TAR I P
    • TITIK IMPAS HUBUNGANNYA TERHADAP ANALISA BIAYA, VOLUME DAN KEUNTUNGAN
  • Perencanaan Keuntungan Jangka Panjang
  • Perencanaan Keuntungan Jangka Pendek
    • Pelat lambung yang lekuk diganti baru sebanyak 1.5 ton. (diluar penghalang serta perluasan pekerjaan yang siakibatkannya)
  • Annual Survey 2. Special Survey
  • Caraka jaya IIIa 2. Caraka jaya IIIb
  • Pabrik Gula Total
  • Annual Survey
  • Sailing Reparair Bangunan Baru
  • Pabrik Gula
  • Upah/Gaji 2. Tunjangan
  • Pengobatan/perawatan 6. Pesangon
  • Biaya Umum dan Adm
  • Biaya pajak &
  • Biaya Pemeliharaan 1. Halaman, Tanah
    • Bangunan, Bengkel
    • Dok, Dermaga, Jetty
    • Mesin, Perkakas 5. Pengangkutan
  • Biaya Penyusutan 1. Penyusutan
  • Biaya Modal
    • Kredit Modal Kerja
    • Bunga Kredit Bridging
    • Pendapatan Reparasi
    • B. Adm
    • B. Pemasaran
    • B.K. Modal Kerja
    • B.K. Bridging Sub Total
    • Pendapatan 2. Biaya
    • Laba/Rugi Setelah Pajak

Jenis upah/biaya gaji tenaga kerja langsung, dan - Jenis upah/biaya gaji tenaga kerja tidak langsung. Upah/gaji Tenaga Kerja Langsung adalah Upah/gaji Tenaga Kerja Langsung yang dibebankan terhadap Surat Perintah. Dengan demikian upah/gaji kerja lembur tenaga kerja langsung adalah upah/gaji tenaga kerja langsung.

Upah/gaji tenaga kerja tidak langsung adalah upah/gaji yang dibebankan sebagai biaya tidak langsung atau biaya overhead atas pesanan. Subkontraktor yang keahlian dan bidang kerjanya setara dengan Pekerja Langsung Perusahaan Dermaga dan Galangan Kapal. Jika Anda bekerja di bidang bisnis dan menyelesaikan pekerjaan Anda, maka biaya yang diperlukan termasuk biaya tenaga kerja langsung dan oleh karena itu termasuk dalam biaya langsung.

Subkontraktor yang keahlian dan bidang pekerjaannya tidak dimiliki oleh karyawan langsung perusahaan, maka biaya yang diperlukan termasuk biaya jasa teknik pihak ketiga atau merupakan biaya tidak langsung. Pada dasarnya tujuannya adalah untuk berhasil mengelola perusahaan pelabuhan dan pembuatan kapal dalam pengelolaan bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Mendapatkan efisiensi (utilitas) tertinggi dalam mewujudkan penggunaan bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Perbandingan jam kerja aktual (J.O.) atau biaya tenaga kerja langsung dan biaya standar. Penetapan tolak ukur atau standar tenaga kerja atau produksi langsung dijelaskan lebih rinci pada 4.5. Perbaikan kapal, pembangunan kapal baru dan penugasan lainnya; Biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya subkontraktor, dan biaya produksi tidak langsung diperlukan.

101 (M.), Biaya Tenaga Kerja (TKL), Biaya Subkontraktor (SC) dan disingkat Biaya Produksi Tidak Langsung (BPTL). Dengan cara ini, alokasi biaya tenaga kerja langsung sebagian besar dapat dinikmati oleh pekerja itu sendiri.

Gambar

Gambar 2. Uraian komponen biaya material
Gambar 3. Uraian komponen biaya tenaga kerja langsung .
Gambar 4. Uraian komponen biaya tidak langsung pada proses produksi.

Referensi

Dokumen terkait