• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Manajemen Pemasaran Kepelabuhanan - Hang Tuah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Manajemen Pemasaran Kepelabuhanan - Hang Tuah"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

Pemasaran Jasa

Produsen menciptakan barang atau jasa, sedangkan konsumen adalah pelanggan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang perlu dipenuhi. Pemasaran relasional sangat penting untuk dimasukkan dalam studi pemasaran jasa karena interaksi antara pelanggan dan penyedia layanan sangat tinggi di sebagian besar bisnis jasa.

Pengertian Kualitas

Pengertian Jasa

Oleh karena itu, jasa pada hakikatnya adalah semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya dikonsumsi bersamaan dengan produksinya dan memberikan nilai tambah (seperti kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan) atau solusi terhadap permasalahan. yang harus dihadapi oleh konsumen. Definisi ini lebih menekankan pada proses pertukaran yang terjadi antara konsumen dan penyedia jasa. 2009) mendefinisikan jasa sebagai seluruh kegiatan ekonomi yang hasilnya bukan merupakan produk dalam bentuk fisik, yang biasanya dikonsumsi bersamaan dengan diproduksi.

Ciri-Ciri Jasa

Strategi dan Taktik Pemasaran

Taktik diferensiasi berkaitan dengan cara pemasar membangun strategi pemasarannya, dengan memberikan keunikan pada produk/jasa yang ditawarkannya, yang membedakannya dengan produk/jasa yang ditawarkan pesaing. Taktik bauran pemasaran berkaitan dengan produk, tempat, harga dan kegiatan promosi untuk memasarkan produk/jasa yang ditawarkan.

Pemasaran Jasa Pelabuhan

Halaman yang digunakan untuk menampung peti kemas yang baru diturunkan dari kapal dan akan terus dikerjakan disebut Inbound Marshalling Yard. Forklift yang digunakan khusus untuk mengangkat container (bukan mengangkat beban untuk diisi) bentuknya tidak ada bedanya dengan forklift.

MANAJEMEN PENGELOLAAN PELABUHAN

Pengertian Pelabuhan

Pelabuhan adalah suatu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan masyarakat dan pelayanan. Pada hakikatnya pelabuhan adalah tempat kapal berlabuh, berlabuh, menaikkan dan/atau menurunkan penumpang dan/atau memuat dan membongkar muatan, yang dilengkapi dengan fasilitas keamanan kapal dan penunjang kegiatan pelabuhan serta sebagai tempat intra dan antar moda. . transfer.

Jenis-Jenis Pelabuhan

Pelabuhan merupakan tempat masuk atau keluarnya barang dari atau ke suatu negara atau wilayah. Kapal yang masuk ke pelabuhan tunduk pada peraturan perundang-undangan negara atau wilayah dimana pelabuhan tersebut berada, yaitu peraturan bea cukai, imigrasi, karantina, peraturan impor/ekspor dan lain sebagainya.

Fungsi dan Peranan Pelabuhan

Berdasarkan letak geografisnya, pelabuhan terdiri dari pelabuhan pesisir, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi pantai laut. Pelabuhan yang dikelola secara efisien dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai akan membawa manfaat dan dampak positif bagi perdagangan dan industri di daerah penyangga dimana pelabuhan tersebut berada.

Pola Dasar Manajemen Pelabuhan

  • Fungsi Dasar Operasional dan Fasilitas Pelabuhan
  • Fasilitas Utama Dan Fasilitas Dasar Perairan
  • Administrator Pelabuhan
  • Pengelolaan Pelabuhan

34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota, PP No. 69 Tahun 2001 tentang Pelabuhan, dan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Bahwa PP tersebut tidak boleh bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi hierarkinya, yakni UU Nomor 32 Tahun 2004.

Rencana Induk Pelabuhan

Selanjutnya, Pasal 7 huruf j Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 menyatakan bahwa Menteri, dalam rangka kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan, dapat menetapkan sistem pengawasan terhadap kapal penangkap ikan. Wacana persoalan pengelolaan pelabuhan oleh pemerintah daerah muncul ketika Mahkamah Agung memutus uji materi PP No 69 Tahun 2001 No. Wilayah lingkungan kerja pelabuhan menurut PP No 69 Tahun 2001 adalah wilayah perairan dan daratan yang berada di wilayah umum. pelabuhan yang digunakan langsung untuk kegiatan pelabuhan.

Kawasan lingkungan kepentingan pelabuhan adalah kawasan perairan di sekitar kawasan lingkungan kerja perairan pelabuhan umum yang dipergunakan untuk menjamin keselamatan kapal. Evaluasi terhadap luas daerah tangkapan dan daratan harus dilakukan pada periode ini, skenario dan pemetaan risiko usaha harus dilakukan berdasarkan kondisi perekonomian pada tahap lima tahun, perkembangan dan pergerakan arus barang dan penumpang serta pengangkutan barang. kapasitas lingkungan perairan di sekitar wilayah kerja pelabuhan. Suatu pelabuhan tidak bisa begitu saja direncanakan dan dibangun, baik sebagai terminal maupun pelabuhan secara keseluruhan, tanpa memperhatikan dan memperhatikan infrastruktur penghubung dari/ke daerah penyangga di mana pelabuhan tersebut dibangun.

Pelabuhan Dan Aktivitas Perdagangan

  • Pola Dasar Penyelenggaraan Pelabuhan Nasional
  • Keuangan Pelabuhan
  • Kinerja Pelayanan Barang Dan Utilisasi

69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan, pola dasar pengelolaan pelabuhan di Indonesia dikategorikan menjadi dua klaster, yaitu pelabuhan umum (umum) dan pelabuhan khusus (Pelsus). Klaster pertama, yaitu pelabuhan umum (umum), merupakan pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan pelayanan umum, dioperasikan dan dikembangkan oleh pengguna jasa kepelabuhanan pada umumnya oleh masyarakat. Pelabuhan umum mempunyai ciri-ciri dasar; Terbuka bagi semua jenis angkutan laut (angkutan laut) dan pelayaran, pola pelayanannya mengikuti sifat kedatangan kapal-kapal yang beroperasi secara permanen (line) atau non-permanen (tramp) dan kepemilikannya oleh negara melalui badan usaha milik negara dan badan usaha milik negara. pemerintah pusat atau daerah.

Lebih lanjut, pelabuhan umum juga dapat diklasifikasikan menjadi dua domain besar, yaitu pelabuhan yang dioperasikan (komersial) dan pelabuhan yang tidak dioperasikan (non-komersial). Secara operasional, kedua klaster pelabuhan khusus mempunyai cakupan jaringan pelayanan dominan pada skala internasional dan lokal, sedangkan pelabuhan umum mempunyai orientasi lengkap pada wilayah lokal, nasional dan internasional. Sedangkan dari segi jumlah unit pelabuhan yang ada (seperti terlihat pada tabel 1 di bawah), terlihat bahwa jumlah pelabuhan khusus lebih banyak dibandingkan pelabuhan umum, namun memiliki kapasitas operasional kapal, barang, dan penumpang yang lebih rendah dibandingkan pelabuhan umum. .

Peti Kemas

  • Pengertian Container atau Peti Kemas
  • Kelebihan dan Kekurangan Petikemas
  • Terminal Petikemas
  • Perkembangan Peti Kemas di Indonesia
  • Fasilitas Pelabuhan Peti Kemas
  • Pengertian Free Trade Zone
  • Pengertian Kualitas Jasa
  • Prinsip-Prinsip Kualitas Pelayanan
  • Dimensi Kualitas Pelayanan
  • Faktor Penyebab Buruknya Kualitas Pelayanan

Roro (Rollonrolloff) Roro merupakan peti kemas yang mempunyai roda untuk memudahkan bongkar muat, baik dengan cara didorong maupun ditarik, bahkan ada pula yang dilengkapi dengan motor penggerak sendiri. Sejarah perkembangan peti kemas di Indonesia baru dimulai pada tahun 1970an yang ditandai dengan hadirnya kapal dan pelabuhan peti kemas pertama di Indonesia. Secara lebih terorganisir dan terkonsentrasi, era pelayaran peti kemas di Indonesia dimulai pada tahun 1973 dengan menggunakan kapal kargo umum konvensional atau kapal semi peti kemas.

Berdasarkan sikap tersebut, maka mulai tahun 1974 sebagian Pelabuhan Tanjung Priok yaitu Pelabuhan III bagian timur dibangun menjadi pelabuhan peti kemas secara lengkap. Penggunaan pelabuhan peti kemas pertama di Indonesia diresmikan oleh Presiden Soeharto dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 1980. Untuk memperlancar dan mengatur pekerjaan yang berkaitan dengan penanganan peti kemas, tempat penumpukan peti kemas dibagi menjadi dua erv (lot ). ) sebagai berikut.

Kecepatan bongkar muat kontainer dengan metode yang disebut Hook Cycle ini cukup cepat, sekitar 2 hingga 3 menit per kotak. Kendaraan ini mirip dengan forklift, namun mengangkat kontainer dari samping, bukan dari depan.

Kepuasan Pelanggan

  • Konsep Kepuasan Pelanggan
  • Pengukuran Kepuasan Pelanggan
  • Mengukur Kepuasan Pelanggan

Menurut Kotler, kepuasan pelanggan adalah: “Perasaan puas atau kecewa seseorang yang terjadi setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan suatu produk dengan apa yang diharapkan.” Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa kepuasan pelanggan dinilai oleh pelanggan, berdasarkan bagaimana perasaan pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan dibandingkan dengan apa yang diinginkannya. Kepuasan pelanggan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kualitas produk, layanan, aktivitas penjualan, dan nilai perusahaan.

Industri yang bertanggung jawab mengukur kepuasan pelanggan dengan melakukan survei secara berkala, yaitu dengan mengirimkan kuesioner atau melakukan panggilan telepon secara acak kepada pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap kinerja berbagai industri. Industri yang bertanggung jawab mengukur kepuasan pelanggan dengan melakukan survei secara berkala, yaitu dengan mengirimkan kuesioner atau melakukan panggilan telepon secara acak kepada pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap kinerja berbagai industri. Lingkungan terpencil perusahaan terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada di luar dan independen dari perusahaan.Faktor utama yang dapat dipertimbangkan adalah faktor lingkungan ekonomi, sosial, budaya, demografi dan politik, pemerintah dan hukum, teknologi, ekologi dan persaingan.

PEMASARAN LOKASI

Model Pemasaran Lokasi

  • Faktor Eksternal
  • Kekuatan Persaingan
  • Kemampuan Internal Lokasi

Binks, 1996, The Impact of Service Quality and Service Relationship Characteristics on Customer Retention: Small Businesses and Their Banks in the UK, British Journal of Management, Vol. Globerman, S., Saphiro, D., 2002, The Impact of Government Policies on Foreign Direct Investment: The Canadian Experience, Journal of International Business Studies (Vol. 30). H., 2010, The Location Decision for Foreign Direct Investment in ASEAN Countries: A TOPSIS Approach, International Research Journal of Finance and Economics.

Mohaghar, Ali dan Ghasemi, Rohollah, 2011, A Conceptual Model for Cooperate Strategy and Supply Chain Performance by Structural Equation Modeling a Case Study in the Iranian Auto Industry, European Journal of Social Sciences – Volume 22. Parasuraman, et al, 1985, A Conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research, Journal of Marketing. Berry, 1988, SERVQUAL: a multi-item scale for measuring consumer perceptions of service quality, Journal of Retailing.

Tabel 5.1. Sumberdaya Berwujud
Tabel 5.1. Sumberdaya Berwujud

MEMCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING

Analisis Lingkungan Eksternal

Ancaman adalah suatu kondisi lingkungan umum yang dapat menghambat upaya perusahaan untuk mencapai daya saing strategis. Peluang, sedangkan peluang, adalah kondisi lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis. Kotler (2008) menjelaskan bahwa lingkungan eksternal perusahaan terdiri dari berbagai variabel (peluang dan ancaman) yang bersifat eksternal bagi organisasi dan berada di luar kendali jangka pendek manajemen puncak.

Analisis lingkungan eksternal dapat dimulai dengan mengumpulkan intelijen kompetitif dan informasi tentang tren sosial, budaya, demografi, lingkungan hidup, ekonomi, politik, hukum, pemerintahan, dan teknologi.

Lingkungan Makro

Perubahan kekuatan ekonomi dapat menciptakan peluang bagi satu kelompok perusahaan dan ancaman bagi kelompok perusahaan lainnya. Perubahan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan mempunyai dampak besar terhadap semua produk, layanan, pasar, dan pelanggan. Tren sosial, budaya, demografi, dan lingkungan membentuk cara hidup, cara kerja, produksi, dan konsumsi masyarakat yang baru.

Variabel sosial, budaya, demografi dan lingkungan meliputi: angka kematian, perkawinan, perceraian, jumlah kelahiran, pendapatan per kapita. jumlah penduduk, tingkat imigrasi, harapan hidup, gaya hidup, kepercayaan terhadap pemerintah, tingkat pendidikan, peraturan pemerintah, sikap terhadap kualitas produk, sikap terhadap layanan pelanggan, polusi udara, polusi air, jumlah pekerja perempuan dan minoritas, dan sebagainya. Perubahan teknologi dapat mengurangi biaya antar perusahaan, mempersingkat proses produksi, menciptakan kurangnya keahlian teknis dan menciptakan nilai dan harapan material di antara karyawan, manajer, dan pelanggan. Mengidentifikasi pesaing utama bukanlah hal yang mudah bagi suatu perusahaan karena banyak perusahaan yang memiliki divisi yang bersaing di industri yang berbeda.

Lingkungan Mikro

Daya tawar pemasok dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, biaya peralihan, organisasi pemasok, dan otoritas. Baran et al., 2008, Prinsip Manajemen Hubungan Pelanggan, Thomson South Western, Amerika Serikat. Kertajaya, H., Yuswohady, Sunarto, 2005, Menarik Pedagang Wisata dan Investor: Strategi Pemasaran Daerah di Era Otonomi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

H, 1999, Marketing Europe: Attracting Investment, Industry and Tourism to European Cities, Communities, States and Nations. Ping Pi, Wang and Hong Huang, Hsieh, 2011, The effect of promotion on customer attitudes and loyalty in the airline industry: A relationship marketing approach.

Gambar

Tabel 5.1. Sumberdaya Berwujud

Referensi

Dokumen terkait

4.1087 Ilmy Amiqoh Ilmu Administrasi Publik 4.1088 Dikhla Rif`A Ilmu Administrasi Publik 2.39 4.1089 Elfananda Istiqlalia Ilmu Administrasi Publik 4.1090 Hamida Condrowati Jayadi