• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PEDOMAN KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA - Kemdikbud

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF PEDOMAN KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA - Kemdikbud"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Landasan Hukum

Maksud dan Tujuan

Ruang Lingkup

KONSEP DASAR KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA

  • Konservasi Bahasa
  • Revitalisasi Bahasa
  • Vitalitas Bahasa dan Kajiannya
  • Bahasa Daerah
  • Kepunahan Bahasa
  • Garis Besar Program Pelindungan Bahasa

Hal ini menyangkut upaya mencegah atau memperbaiki aspek-aspek bahasa yang rusak guna menjamin keberlangsungan bahasa itu sendiri. Revitalisasi bahasa diartikan sebagai upaya memperbaiki bentuk atau fungsi penggunaan bahasa bagi bahasa yang berisiko kehilangan bahasa atau kematian bahasa (King, 2001). Revitalisasi dapat dilakukan dengan pembelajaran bahasa daerah oleh penutur bahasa yang bersangkutan, baik secara klasikal (bersama-sama dalam kelas atau kelompok) maupun dengan keteladanan pada komunitas tertentu.

Revitalisasi hanya boleh dilakukan pada bahasa yang tingkat vitalitas bahasanya lemah menurut hasil Uji Vitalitas Bahasa. Ciri tersebut merupakan salah satu ciri suatu bahasa yang akan terus digunakan dan diwariskan dari generasi ke generasi (Meyerhoff. Bahasa yang berstatus endangered, yaitu bahasa yang hanya digunakan oleh penuturnya yang berusia 20 tahun ke atas atau generasi tua dan digunakan dalam ranah keluarga.

Bahasa yang berstatus stabil namun terancam punah, yaitu bahasa yang digunakan oleh semua anak-anak dan orang lanjut usia, namun jumlah penuturnya sedikit. Kebangkitan dilakukan terhadap bahasa-bahasa yang mempunyai (a) status rentan, artinya bahasa tersebut berada dalam keadaan mantap dan stabil, namun terancam punah; (b) diancam; dan (c) kritis.

KAJIAN VITALITAS BAHASA

  • Tujuan dan Manfaat Kajian Vitalitas Bahasa
  • Ruang Lingkup dan Sistematika Kajian Vitalitas Bahasa
  • Metodologi
  • Penentuan Vitalitas Bahasa

Pengembangan database konservasi-revitalisasi berbasis teknologi informasi dimasukkan dalam Daftar Bahasa dan Sastra. Pimpinan unit kerja (kepala pusat dan kepala UPT) mengarahkan pelaku kerja revitalisasi konservasi kepada pendamping yang memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi-revitalisasi bahasa dan sastra. Tim konservasi dan revitalisasi melakukan pengolahan dan analisis data serta menyusun rancangan laporan konservasi-revitalisasi.

Tim Konservasi dan Tim Revitalisasi mengelola, melaksanakan dan melaporkan hasil konservasi dan revitalisasi secara bertanggung jawab, cermat dan menyeluruh. Tim Pelestarian dan Tim Pemulihan bertanggung jawab atas keakuratan dan efisiensi pelestarian dan pemulihan. Sebagai bentuk tanggung jawab Tim Konservasi dan Tim Kebangkitan atas hasil konservasi dan revitalisasi dan/atau perlindungan bahasa, maka dibuatlah laporan.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

PROSEDUR KONSERVASI DAN REVITALISASI

Perencanaan Umum Konservasi dan Revitalisasi

Kepala Badan Bahasa sesuai arahannya membina perencanaan dan pengendalian konservasi dan revitalisasi di Badan Bahasa dan UPT Kantor/Balai Bahasa. Tujuan perencanaan preservasi dan revitalisasi adalah untuk memberikan arahan terhadap preservasi dan revitalisasi, khususnya dengan melibatkan antarlembaga, serta mensinergikan preservasi dan revitalisasi agar relevan dan berkelanjutan dari waktu ke waktu. Tim konservasi dan revitalisasi di lingkungan Badan Bahasa dan UPT Kantor/Pusat Bahasa merencanakan konservasi dan revitalisasi sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Tim Konservasi dan Tim Revitalisasi Pusat Pembinaan dan Perlindungan dapat bekerja sama dengan Dinas/Pusat Bahasa untuk melaksanakan revitalisasi sesuai rencana yang telah ditetapkan. Berdasarkan berbagai kebijakan di bidang pelestarian dan revitalisasi bahasa dan sastra, diupayakan agar pelestarian dan revitalisasi bahasa bersifat kekinian, hasil pelestarian dan revitalisasi memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan, serta selalu relevan dengan perkembangan zaman. ilmu pengetahuan dan revitalisasi. teknologi dalam setiap keputusan kebijakan. Badan Bahasa dan Pusat/Kantor Bahasa bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan daerah untuk membuat peraturan perlindungan bahasa daerah berdasarkan penelitian yang dilakukan, antara lain pendidikan bahasa berbasis masyarakat dan bahasa daerah sebagai kandungan lokal (mulok).

Sinergi dan Akselerasi Kegiatan Konservasi dan Revitalisasi

Pendanaan

Penjaminan Mutu Konservasi dan Revitalisasi

Penjaminan mutu hasil konservasi dan revitalisasi dilakukan dengan meningkatkan mutu kegiatan melalui pelatihan, seminar, dan pertemuan ilmiah lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Penjaminan mutu bahan konservasi dan revitalisasi bahasa dan sastra dilakukan melalui penunjukan tenaga ahli pada angka 1 sebagai tenaga pembantu dalam kegiatan konservasi dan revitalisasi sesuai dengan keahliannya. Publikasi merupakan sarana komunikasi antara Tim Konservasi dan Tim Revitalisasi serta pengguna hasil konservasi dan revitalisasi yang terdiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas ilmiah, dan masyarakat umum.

Setiap anggota atau atas nama Tim Konservasi dan Tim Revitalisasi dapat melakukan sosialisasi pada jaringan sistem informasi dan media massa. Tim konservasi dan revitalisasi dengan persetujuan koordinator tim menyampaikan usulan kegiatan konservasi dan revitalisasi untuk dimasukkan dalam rencana program unit kerja. Kepala unit kerja mengkaji usulan konservasi dan revitalisasi bersama dengan operator dan anggota kelompok konservasi dan revitalisasi.

Setelah berkonsultasi dengan koordinator tim, pejabat struktural mengusulkan surat keputusan preservasi dan revitalisasi kepada pimpinan unit kerja. Tim konservasi dan tim revitalisasi mempresentasikan rancangan kegiatan yang telah disusun kepada pejabat struktural dan tim ahli/narasumber. Tim Pelestarian dan Tim Revitalisasi melakukan pendataan dan penelitian sesuai dengan Desain Pelestarian dan Revitalisasi serta besaran dana yang disalurkan.

Kepala unit kerja atau pejabat yang ditunjuk dengan melibatkan tim ahli melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan konservasi dan regenerasi. Rancangan laporan hasil konservasi dan revitalisasi disampaikan melalui seminar hasil konservasi dan revitalisasi dan dihadiri oleh tim ahli (penjaminan mutu konservasi dan revitalisasi. Tim Konservasi dan Tim Revitalisasi menyempurnakan laporan hasil konservasi dan revitalisasi berdasarkan masukan dari pihak konservasi. dan seminar hasil permudaan dan disusun dalam laporan hasil akhir konservasi dan permudaan sesuai dengan sistematika penulisan laporan.

Laporan akhir hasil konservasi dan revitalisasi disetujui oleh kepala unit kerja dan disampaikan kepada pejabat yang berwenang dalam bentuk hard copy dan hard copy. Pimpinan unit kerja, pejabat struktural serta Tim Konservasi dan Tim Revitalisasi melakukan sosialisasi hasil konservasi dan revitalisasi melalui registrasi pada Aplikasi Registrasi Bahasa dan Sastra, penulisan artikel ilmiah, jurnal dan pertemuan ilmiah lainnya. Pejabat struktural atau personel yang berwenang mendokumentasikan berbagai hasil konservasi dan revitalisasi satuan kerja.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Penjaminan Mutu
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Penjaminan Mutu

Pelaksanaan Konservasi dan Revitalisasi

Gambar

Gambar 1.1 Peta Kepunahan Bahasa
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Tabel 3.2 Kriteria Vitalitas Bahasa
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Penjaminan Mutu
+3

Referensi

Dokumen terkait

setuju / abstain / tidak setuju * serta pada umumnya melakukan segala sesuatu yang dianggap perlu oleh Penerima Kuasa untuk melaksanakan hak-hak Pemberi Kuasa lainnya sebagai pemegang

Pedro Acevedo-Rodríguez / PhytoKeys 10: 1–5 2012 2 Key to Alatococcus and Scyphonychium 1 Flowers in sub-cincinni; nectary disc semi-annular; petal appendages hood- shaped, with