PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bank syariah menggunakan prinsip dasar hukum Islam yang tidak menggunakan bunga pinjaman (interest rate) dalam aktivitas sehari-hari. Penyajian informasi semacam ini sangat penting bagi proses pengambilan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang terkait dengan bank syariah.
Rumusan Masalah
Bank Sulsel. Entitas ini mulai beroperasi pada bulan April 2007. Bank Sulselbar Syariah di Makassar menerapkan prinsip bagi hasil sesuai syariah. Terkait dengan prinsip bagi hasil pada produk pembiayaan Mudharabah, penelitian ini mencoba melihat apakah bagi hasil sudah diterapkan pada Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar. Sesuai dengan latar belakang yang telah diuraikan, maka penelitian ini akan mengambil judul “Penerapan Prinsip Mudharabah Bagi Hasil Pada PT.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuannya adalah untuk berkontribusi pada perbankan syariah dalam hal prinsip bagi hasil sesuai dengan pembahasan yang disampaikan.
TINJAUAN PUSTAKA
Profit Sharing (Bagi Hasil)
Pengertian lainnya, bagi hasil adalah perhitungan bagi hasil berdasarkan hasil bersih dari total pendapatan setelah dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Istilah dalam perbankan syariah adalah shahibul kali mudharib, yang nantinya akan ada pembagian keuntungan menurut persentase bagi hasil (nisbah) sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Bagi Hasil Menurut Mudharabah Transilasi Syariah
Dalam terjemahannya syariah, bagi hasil yang baik adalah bagi hasil yang sesuai dengan hukum syariah. Menurut Wika R, dkk, Pengertian bagi hasil adalah suatu cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola dana.
Bank Syariah
Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas dana pembayaran, bank syariah dapat menjalankan aktivitas layanan perbankan seperti biasa. Prinsip tabungan murni merupakan fasilitas yang diberikan oleh bank syariah untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang mempunyai kelebihan dana untuk menyimpan dananya dalam bentuk al-wadi’ah. Prinsip ini merupakan konsep yang mencakup tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola.
Bentuk produk berdasarkan prinsip ini adalah mudharabah dan musyarakah. Prinsip mudharabah ini dapat dijadikan dasar baik produk pembiayaan (simpanan dan deposito) maupun pembiayaan, sedangkan musyarakah lebih ditujukan untuk pembiayaan dan penyertaan. Prinsip ini merupakan konsep yang menerapkan tata cara jual beli, dimana bank terlebih dahulu membeli barang yang diperlukan atau menunjuk nasabah sebagai agen bank pada saat melakukan pembelian barang atas nama bank. Prinsip ini mencakup seluruh layanan non-pembiayaan yang ditawarkan oleh bank. Bentuk produk berdasarkan prinsip ini antara lain bank garansi, kliring, penagihan, jasa, transfer dan lain-lain.
Penelitian Terdahulu
Jenis pembiayaan yang digunakan adalah pembiayaan mudharabah yang dilakukan dari nasabah (shahibul kali) sampai dengan bank (Mudharib). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang sumber datanya diperoleh dengan cara mengunjungi langsung perusahaan yang menjadi objek penelitian. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan datanya menggunakan survei (wawancara dengan menggunakan alat perekam) mengenai suatu objek secara langsung sebagai informan penelitian. Penelitian lain dilakukan oleh Ma’rifatun, Akbar Yusuf dan Herni Sunarya (2015) tentang analisis sistem penerapan bagi hasil dalam menghasilkan keuntungan berdasarkan prinsip syariah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan tujuan utama memberikan gambaran atau gambaran suatu keadaan. secara obyektif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi laba pada perusahaan yang menerapkan akuntansi syariah tidak hanya mendistribusikan laba kepada pemilik modal saja, namun laba yang diperoleh juga didistribusikan kepada kelompok-kelompok dalam perusahaan dengan menanamkan nilai-nilai Islam.
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Makassar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menganalisis dan mengumpulkan data. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif berdasarkan dua sumber yaitu sumber data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah jika bank mengalami kerugian maka bank juga akan mengalami kerugian. 105 karena tidak ada fasilitas produk yang ditawarkan oleh pusat dan jenis pembiayaan yang digunakan. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif berdasarkan dua sumber yaitu data primer dan data sekunder.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Tehnik Analisis
Produk keuangan yang digunakan pada Bank Syariah Sulselbar cabang Makassar adalah Mudharabah, Murabahah, Musyarakah dan Ijarah. Penerapan bagi hasil yang diterapkan dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank Syariah Sulselbar cabang Makassar sangat bermanfaat bagi pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (mudarib). Bank Sulselbar Syariah merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan prinsip bagi hasil dengan menggunakan produk Mudharabah, murabahah, musyarakah dan ijarah.
Salah satu bank syariah yang menerapkan penjelasan di atas adalah Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar, dimana bank ini menggunakan sistem bagi hasil dalam menjalankan operasionalnya. Penetapan nisbah bagi hasil tabungan Mudharabah adalah 22,5% untuk masa shahibul (nasabah) dan 77,5% untuk mudharib (PT. Bank Sulselbar Syariah). Yaitu sistem bagi hasil yang dilaksanakan sesuai dengan sistem yang diterapkan pada Bank Syariah Sulselbar cabang Makassar adalah Mudharabah.
UMUM OBJEK PENELITIAN
Sejarah Singkat PT.Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar
Awalnya Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan didirikan pada tanggal 13 Januari 1961 di Makassar dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara sesuai dengan akta notaris Raden Kadiaman di Jakarta No. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara mula-mula beroperasi pada tahun 1962 dan menempati gedung Bank Indonesia Jalan Nusantara No.
91 Makasar. Tujuan didirikannya bank tersebut adalah untuk mengelola keuangan daerah dan membantu meningkatkan otonomi daerah. Persiapan pendirian bank dilakukan oleh Bpk. Syamsuddin dan Manggawi yang kemudian menjadi presiden pertama, direktur pengembangan daerah Bank Sultra. 22 Tahun 1964 tanggal 12 Februari 1964, nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara Tingkat I dengan modal dasar sebesar Rp. 13 Tahun 2003 tentang Perubahan Status Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari PD menjadi PT, dimana modal dasar ditingkatkan menjadi Rp. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
Visi dan Misi Perusahaan
Perhitungan realisasi Bagi Hasil Mudharabe pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan perhitungan Bagi Hasil Musyarak. Berdasarkan penjelasan pada bab sebelumnya, peneliti ini hanya menjelaskan produk mudharab saja, dimana produk ini digunakan oleh Bank Sheria Suselbar cabang Makassar dalam menjalankan usahanya. Pajak atas tabungan tersebut akan dipotong dari bagi hasil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penempatan pada Bank Indonesia Penempatan pada bank lain Surat berharga milik sendiri Pembiayaan berbasis debitur Pembiayaan bagi hasil Pembiayaan sewa guna usaha Aset produktif lainnya. Cara ini terbagi atas produk pembiayaan, produk jasa, dan produk pendanaan, sedangkan produk pembiayaan yang digunakan Bank Syariah Suselbar cabang Makassar dalam menjalankan usahanya adalah mudharabah. Upaya Bank Sulselbar Syariah antara lain melakukan identifikasi risiko dengan melakukan penilaian kolektabilitas dan perhitungan portofolio berisiko.
Produk PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar
Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan susunan satuan kerja yang berbeda-beda dalam suatu organisasi dalam melaksanakan suatu tanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan kerja, selain itu struktur organisasi juga biasa saja. Dengan adanya struktur organisasi, kita dapat melihat pembagian kerja dan bagaimana berbagai fungsi atau kegiatan dapat dikoordinasikan dengan baik.
Tugas Pokok Karyawan
Bank Sulselbar Syariah harus mampu menunjukkan kepada masyarakat produk apa saja yang digunakan untuk meningkatkan suatu usaha yang digunakan dalam pelaksanaan bisnis Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar. Salah satu produk yang sebaiknya dikembangkan adalah bagi hasil (profit sharing) Mudharabah . Penjelasan hasil produk yang digunakan oleh Bank Suselbar Syariah cabang Makassar adalah produk mudharabah, produk ini merupakan suatu bentuk kerjasama dengan prioritas antara dua pihak atau lebih dimana pemilik modal (shahibul amal) 'menitipkan sejumlah uang. modal kepada pengelola (mudarib) dengan kesepakatan di awal. Berdasarkan prinsip bagi hasil yang diterapkan perbankan syariah terbukti memiliki ketahanan yang kuat terhadap guncangan sistem keuangan global.Sistem perbankan syariah tidak dikenal dengan peminjaman uang secara langsung. Namun, ini merupakan model kerja sama kementerian, misalnya. bagi hasil (mudharabah), prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli (murabahah), dan prinsip sewa (ijarah).
Hasil berbagai penelitian yang dilakukan oleh Muhadjir Suni, (2018) berkaitan dengan sistem bagi hasil tabungan mudharabah BPRS HIK Makassar dengan menggunakan metode sistem bagi hasil. Artinya, jika bank mengalami kerugian maka kerugian tersebut ditanggung oleh kedua belah pihak yaitu nasabah dan BPRS HIK. Makasar. Segala faktor pendukung dan penghambat yang dialami Bank Sulselbar Syariah merupakan hal yang wajar dalam menjalankan usaha khususnya pada tahun 2017. Analisis Penerapan Sistem Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah menurut PSAK No. 2018). Analisis Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah dari Tabungan Pada (Studi Kasus) PT Bank Pembayaran Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Makasaar. Jurnal Pendidikan PEPATUDZU Media Pendidikan dan Sosial, Vol 2 No.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Bank Sulselbar Syariah dalam menjalankan kegiatan usahanya dimana prinsip ini sangat menarik bagi pemilik modal (shahibul maal) untuk berinvestasi karena mempunyai perjanjian awal yang dapat dipercaya. Bank Suslebar Syariah Cabang Makassar menggunakan prinsip bagi hasil (penyertaan keuntungan) dimana prinsip ini akan erat kaitannya dengan segala transaksi yang dilakukan, sehingga perusahaan akan lebih mudah mendapatkan investor di kemudian hari, terutama investor yang dipercaya akan melakukannya. menjadi penyertaan (suatu bentuk penyertaan modal) pada perusahaan PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar diharapkan terus meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi, karena informasi akuntansi keuangan yang berkualitas akan mempengaruhi kinerja bisnis perusahaan, termasuk pencapaian laba dan kinerja keuangan perusahaan.
Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar agar dapat langsung mengamalkan apa saja yang harus digunakan dalam bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, sehingga memudahkan semua kalangan dalam memahami apa saja yang dijalankan oleh perusahaan PT.
Peranan Profit Sharing (Bagi Hasil) Mudharabah Pada PT. Bank
Pembahasan
Kesimpulan
DSN) No.:07/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudharabah, bagi hasil mempunyai peranan penting bagi PT. Kolektibilitas adalah melihat tingkat permasalahan pada saat terjadi tunggakan, sedangkan portofolio risiko berguna untuk menganalisis, memprediksi dan memperkirakan kejadian di masa depan.
Saran
Penerapan Prinsip Bagi Hasil dan Bagi Hasil Program Tabungan dan Deposito Mudharabah (Studi PT Bank Muamalat Kantor Cabang Makassar). Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol 2, No 1: 65-81. Reksa dana nirlaba Kewajiban kepada Bank Indonesia Kewajiban kepada bank lain Surat Berharga yang diterbitkan Kewajiban lainnya. Karunrung Raya, Kecamatan Tamalate, Makassar, pendidikan yang peneliti selesaikan adalah SD Negeri 134 Kalimbua selesai tahun 2009, SMP Negeri 1 Baraka selesai tahun 2012, SMA Negeri 1 Baraka selesai tahun 2015 dan mulai tahun 2015 Program Akuntansi di Muhammadiyah Universitas Makassar sampai sekarang.
Pada saat penulisan makalah ini, peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa program sarjana akuntansi di Universitas Muhammadiyah Makassar.