BAB IV.GAMBAR UMUM OBJEK PENELITIAN
E. Tugas Pokok Karyawan
43
44
c. Melakukan sosialisasi terhadap permohonan yang masuk.
d. Membuat usulan pembiayaan yang dinilai layak untuk diberikan fasilitas pembiayaan.
e. Membina dan mengawasi seluruh account pembiayaan yang telah disalurkan.
f. Menyampaikan laporan bulanan cabang ke kantor pusat ataupun ke Bank Indonesia.
g. Membantu kasir pemasaran dalam pencapaian target funding.
h. Bertanggungjawab dalam proses pemberian pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dan pedoman produk pembiayaan Bank Sulselbar.
3. Pemimpin Seksi Operasional a. Memonitoring pegawai.
b. Membuat daftar gaji.
c. Membuat daftar uang makan.
d. Membuat surat-surat keluar.
e. Mengagenda surat masuk.
f. Menjaga barang inventaris kantor.
g. Membuat daftar ATI dan penyusutannya.
h. Melaksanakan taksasi jaminan.
i. Memonitoring kebutuhan ATC/ATK/ATI.
j. Penanggungjawab User Kasie Umum.
4. Pemimpin Seksi Layanan
a. Memonitoring mutasi pada neraca dan laba rugi.
b. Melakukan review transaksi teller.
45
c. Berkoordinasi dengan Teller, SA dan penanggungjawab VBS secara langsung.
d. Melakukan konsolidasi RAK ataupun giro antar Bank dengan Divisi UUS.
e. Melakukan koordinasi dengan kasie umum – pemasaran perihal putusan pembiayaan.
f. Menjaga stabilitas cabang.
g. Menjaga keharmonisan kinerja secara internal dan secara eksternal.
h. Menyampaikan laporan bulanan Cabang ke kantor pusat ataupun ke Bank Indonesia.
i. Anggota komite kantor cabang.
j. Penanggung jawab User Kasie Akuntansi dan Pelaporan.
k. Penanggung jawab Kunci Ruang Khasanah.
l. Penanggung jawab Kunci Brangkas.
5. Head Teller
a. Melakukan transaksi tunai dan non tunai b. Membuat laporan kas
c. Memonitoring posisi saldo kas d. Pemegang kunci brankas e. Penanggung jawab Usel Teller 6. Teller
Memberikan pelayanan dalam menghitung, mengontrol dana yang masuk dan keluar kas dan bertanggung jawab kepada Head Teller.
46 7. Service Assistance
a. Bertanggungjawab atas pelayanan kepada seluruh nasabah secara prima.
b. Menjelaskan berbagai produk simpanan/pembiayaan kepada nasabah secara efisien dan efektif dan tetap menjaga kerahasiaan bank.
c. Memonitoring pembukaan rek. Simpanan secara reguler.
d. Melakukan koordinasi dengan Kasie Keuangan dan Teller perihal Aktivasi Rek. Simpanan.
e. Menjaga keharmonisan kerja dengan seluruh bagian.
f. Mengupdate pengetahuan mengenai produk perbankan syariah, menguasai materi KYC (Know Your Customer) pada saat melakukan aktivasi pembukaan rekening simpanan.
g. Bertanggungjawab terhadap pencapaian target pendanaan dan target- target operasional lainnya yang telah ditetapkan oleh cabang.
h. Penanggungjawab user SA.
i. Memonitoring penggunaan materai.
j. Fungsi dan Tugas Security
k. Menjaga keamanan kantor dan sekitarnya l. Mengontrol pegawai dan absensinya m. Mengontrol lalulintas tamu
n. Menjaga barang inventaris kantor o. Menjaga barang/kendaraan pegawai p. Membersihkan kantor dan halaman kantor q. Membantu pegawai
r. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan oleh atasan langsung.
47 s. Pengamanan terhadap cover dana.
8. Driver
a. Mengantar pimpinan cabang b. Mengantar pegawai
c. Memelihara kendaraan dinas
d. Membersihkan Kantor dan Halaman Kantor.
48 BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil yang di dapat untuk memenangkan persaingan yang semakin kompetitif pimpinan perusahaan PT. Bank Sulselbar Syariah harus dapat memperlihatkan kepublik mengenai produk yang digunakan untuk meningkatkan suatu usaha yang digunakan dalam pelaksanaan usaha bank sulselbar syariah cabang Makassar.Salah satu produk tersebut yang harus di kembangkan yaitu profit sharing (bagi hasil) Mudharabah.
Penggunaan bagi hasil yang digunakan dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank sulselbar syariah cabang makassar sangat berguna bagi pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (mudharib). Usaha yang dilakukan ini sangatlah menguntungkan karena merupakan suatu bentuk pembiayaan anternatif, yang memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan bunga.
Penjelasan hasil produk yang digunakan bank sulselbar syariah cabang makassar adalah produk mudharabah, produk ini merupakan bentuk suatu kerja sama dengan mengutamakan antara dua atau lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal. Transaksi jenis ini tidak mewajibkan adanya wakil dari shahibul maal dalam manajemen proyek.Sebagai orang kepercayaan, mudharib harus bertindak hati-hati dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi akibat kelalaian dan tujuan penggunaan modal untuk usaha halal. Sedangkan, shahibul maal diharapkan
49
untuk mengelola modal dengan cara tertentu untuk mengelola modal dengan cara tertentu untuk menciptakan laba yang optimal dalam kegiatan yang digunakan dalam ban syariah cabang Makassar.
Akad Mudharabah merupakan salah satu produk bagi hasil perbankan syariah. Akad mudharabah dipakai baik dalam pengumpulan dana (funding) maupun dalam penyaluran dana (financing). Dari segi funding, akad mudharabah
ini dapat berbentuk produk giro, tabungan, atau deposito. Segi funding inilah yang akan muncul pada sisi liabilities neraca bank dalam bentuk dana pihak ketiga. Sedangkan di sisi financing, bank syariah menyalurkan dana-dana yang
sudah terkumpul dari dana pihak ketiga tersebut ke berbagai sektor usaha dalam
berbagai bentuk produk pembiayaan (salah satunya adalah pembiayaan mudharabah). Segi financing inilah yang akan muncul pada sisi asset neraca bank dalam bentuk earning asset. Earning asset inilah yang menjadi sumber pendapatan bank, yang pada gilirannya akan dibagihasilkan oleh bank kepada
nasabah pihak ketiga (pemilik rekening giro, deposito, atau tabungan)
Berdasarkan prinsip bagi hasil yang diterapkan perbankan syariah terbukti memiliki daya tahan yang kuat terhadap adanya guncangan dari sistem keungan global.Sistem Perbankan Syariah tidak dikenal adanya peminjaman uang secara langsung.Akan tetapi berupa model kerjasama kementrian, seperti diantaranya adalah bagi hasil (mudharabah), prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli (murabahah), dan prinsip sewa (ijarah).
50
B. Penerapan Profit Sharing(Bagi Hasil) Mudharabah Pada PT Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar
PT. Bank Sulselbar Syariah adalah salah satu perusahaan yang menerapkan prinsip bagi hasil dengan menggunakan produk Mudharabah, murabahah, musyarakah, dan ijarah. Berdasarkan penjelasan dari bab sebelumnya bahwa peneliti ini hanya menjelaskan tentang produk mudharabah, di mana produk ini digunakan oleh bank sulselbar syariah cabang makassar untuk menjalankan suatu usahnya.
Adapun tipe mudharabah yang di jelaskan dalam hasil wawancara dari pihak bank sulselbar syariah cabang Makassar yaitu:
Mudharabah mutlaqah: Dimana shahibul maal memberikan
keleluasan penuh kepada pengelola (mudharib) untuk mempergunakan dana tersebut dalam usaha yang dianggapnya baik dan menguntungkan. Namun pengelola tetap bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan sesuai dengan praktik kebiasaan usaha normal yang sehat
Mudharabah Muqayyadah: Dimana pemilik dana menentukan
syarat dan pembatasan kepada pengelola dalam penggunaan dana tersebut dengan jangka waktu, tempat, jenis usaha dan sebagainya.
Penjelasan dari beberapa poin tentang sifat utama mudharabah yang harus diperhatikan oleh bank sulselbar syariah cabang Makassar dalam menjalankan suatu usahanya adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan prinsip bagi hasil dan berbagi risiko
51
Keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak
Nisbah yang telah disepakati sebelumnya
Kerugian finansial menjadi beban pemilik dana sedangkan
pengelola tidak memperoleh imbalan atas usaha yang telah dilakukan
2. Pemilik dana tidak diperbolehkan mencampuri pengelolaan bisnis sehari-hari Mudharabah dilakukan oleh dua orang yang mempunyai maksud yang sama tetapi kapasitas yang berbeda, antara lain:
a. Pemilik modal yang tidak dapat mengelola modalnya atau tidak memiliki waktu untuk mengelolanya
b. Orang yang tidak memiliki modal tetapi mempunyai keahlian dalam mengelola modal sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang nantinya akan dibagi hasil sesuai akad/perjanjian awal.
1. Pelaksanaan Prosedur Bagi Hasil pada Bank Syariah
Adapun pelaksanaan prosedur bagi hasil pada Bank Sulselbar Syariah dapat dilihat pada gambar 5.1:
Langkah-langkah awal yang harus dilakukan untuk menghitung bagi hasil kotor yaitu:
a. Penetapan Nisbah bagi hasil untuk tabungan Mudharabah sebesar 22,55%77,5%, jadi 22,5% untuk shahibul maal (nasabah) dan 77,5%
untuk mudharib (PT. Bank Sulselbar Syariah).
b. Menghitung saldo rata-rata tabungan masing-masing nasabah
52
Penentuan nisbah dan perhitungan bagi hasil pada tabungan Mudharabah didasarkan pada:
a. Besarnya nisbah didasarkan atas kesepakatan bersama
b. Perhitungan bagi hasil akan dilakukan atas dasar saldo rata-rata c. Bagi hasil akan dibayarkan setiap bulan
d. Pajak atas tabungan akan dipotong dari bagi hasil sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
53
Gambar 5. 1: Flowchart Alur Bagi Hasil Tabungan Mudharabah
Keterangan:
K :Keuntungan HK :Bagi Hasil Kotor N :Nisbah
HSP :Bagi Hasil Setelah Pajak BHB :Bagi Hasil Bersih
Berdasarkan pemaparan gambaran flowchart pada gambar 5.1 dapat diuraikan bahwa mulai dari Nasabah melakukan penyetoran dana pada pihak Bank (menabung), kemudian dana dari deposan tersebut dikelola oleh pihak
Mulai
Dana Nasabah
Bank
Pemanfaatan Dana
Keuntungan
Bagi Hasil Kotor
Proses Zakat
Bagi Hasil Setelah Zakat Bagi Hasil Bersih
Cetak BHB
Selesai
Bagi Hasil Setelah Pajak
54
Bank untuk mendapat keuntungan, dan dari keuntungan tersebut akan dilakukan perhitungan bagi hasil kotor. Kemudian dikeluarkan sebagai laba untuk membayar pajak, setelah itu dana dari deposan dikelola oleh pihak Bank dan pemilik dana (deposan). Setelah itu dicetak bagi hasil bersih kemudian proses bagi hasil selesai.
2. Konsep Pembagian Laba Dalam Akuntansi Syariah
Ada beberapa hal utama yang membedakan akuntansi konvensional dengan akuntansi Syariah.Perbedaan yang sangat menonjol adalah prinsip atau konsep pembagian laba yang diperoleh dalam suatu perusahaan.Perusahaan yang berbasis Syariah menjelaskan bahwa laba bukanlah menjadi tujuan utama dan menjadi ukuran keberhasilan suatu perusahaan.Tujuan utama dari suatu perusahaan yang berbasis Syariah adalah Allah SWT, sehingga segala aktivitas yang terjadi adalah untuk menambah kedekatan kita kepada Allah SWA dan senantiasa membawa kita kepada perbuatan yang baik.
Berdasarkan konsep pembagian laba pada PT. Bank Sulselbar Syariah Makassar dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan PT.
Bank Sulselbar Syariah Makassar yang dapat dilihat pada table 5. 1.
Agar lebih jelas, maka hasil pembagian laba PT. Bank Sulselbar Syariah Makassar dapat dilihat dari penjelasan dalam laporan laba rugi pada tabel 5.1:
55 Tabel 5. 1
PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Laporan Posisi Keungan (Neraca)
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2018 dan 2016 (Dalam jutaan rupiah)
NO. POS-POS 31 DES
2018
31 DES 2017
31 DES 2016 ASET
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
13
Kas
Penempatan pada Bank Indonesia Penempatan pada bank lain Surat berharga dimiliki Pembiayaan berbasis piutang Pembiayaan bagi hasil Pembiayaan sewa Aset produktif lainnya
Cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif (-/-)
a. Individual b. Kolektif
Aset tetap dan inventaris Aset non produktif
Cadangan kerugian penurunan nilai aset lainnya -/-
Aset lainnya TOTAL ASET
7,676 74,275 155,000 - 538,538 202,953 - -
4,434 1,049 3,385 909 - -
65,120 1,040,037
7,939 55,036 185,000 - 552,794 98,700 - -
5,131 - 5,131 1,042 -
- 5,163 900,543
8,280 47,943 195,000 - 424,247 84,926 - -
11,041 - 11,041 1,348 -
- 5,203 755,906
LIABILITAS
56 LIABILITAS
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Dana simpanan wadiah
Dana investasi non profi sharing Liabilitas kepada Bank Indonesia Liabilitas kepada bank lain Surat berharga diterbitkan Liabilitas lainnya
Dana investasi profi sharing Dana usaha
Saldo laba (rugi)
Laba Rugi Tahun Lalu - - Laba Rugi Tahun Berjalan TOTAL LIABILITAS
87,180 599,973 - 5,221 50,000 4,786 - 263,099 29,778 - 29,778 1,040,037
40,455 524,096 - 6,349 50,000 4,358 - 244,975 30,310 - 30,310 900,543
13,969 503,255 - 7,892 50,000 4,535 - 145,245 31,010 - 31,010 755,906
Berdasarkan tabel 5.1 yang menjelaskan pembagian nisbah bagi hasil yang diperoleh dari data laporan laba rugi, dapat dilihat dalam bentuk grafik di gambar 5.2:
57 Sumber: Data olahan
Berdasarkan gambar grafik diatas sesuai laporan posisi keungan neraca perusahaan PT. bank sulselbar syariah cabang makassar mendapatkan keuntungan walaupun keuntungan tersebut mengalami penurunan pada tahun 2016 memperoleh laba (755,906), ditahun 2017 (900,543), dan ditahun 2018 (1,040,037).
A. Pembahasan
Berdasarkan Undang-undang nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah bab 1 pasal 1, Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah dan bank pembiayaan syariah, adapun yang di maksud dengan prinsip syariah adalah prinsip hukum islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa dibidang syariah. Bank Syariah atau biasa dikenal dengan bank Islam mempunyai sistem operasi di mana bank ini tidak mengendalikan sistem bunga, seperti di bank-bank konvensional. Bank
0 200,000 400,000 600,000 800,000 1,000,000 1,200,000
2016 2017 2018
Grafik Laporan Posisi Keungan (Neraca)
Grafik Laporan/Laba Rugi
58
islamatau biasa disebut dengan bank tanpa bunga ini, biasa dikatakan sebagai lembaga keuangan atau perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur‟an dan Al-hadis. Salah satu bank Syariah yang menerapkan penjelasan di atas adalah Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar dimana bank ini menggunakan sistem bagi hasil (profit sharing) untuk menjalankan suatu usahanya. Metode ini terbaki atas produk pembiayaan, produk jasa, dan produk pendanaan, adapun produk pembiayaan yang digunakan oleh bank sulselbar Syariah cabang Makassar untuk menjalankan suatu usahanya adalah mudharabah.
Langkah-langkah awal yang harus dilakukan untuk menghitung bagi hasil kotor yaitu:
a. Penetapan Nisbah bagi hasil untuk tabungan Mudharabah sebesar 22,55%77,5%, jadi 22,5% untuk shahibul maal (nasabah) dan 77,5% untuk mudharib (PT. Bank Sulselbar Syariah).
b. Menghitung saldo rata-rata tabungan masing-masing nasabah
Penentuan nisbah dan perhitungan bagi hasil pada tabungan Mudharabah didasarkan pada:
a. Besarnya nisbah didasrkan atas kesepakatan bersama
b. Perhitungan bagi hasil akan dilakukan atas dasar saldo rata-rata c. Bagi hasil akan dibayarkan setiap bulan
d. Pajak atas tabungan akan dipotong dari bagi hasil sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan hasil yang diuraikan dalam pembahasan, didapat bahwa hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Darmawan dan Abdul hamid (2018), wika Ramdhani Hafid, dkk (2017), Navadila Frurizka
59
Susanto, dkk (2017). Yaitu sistem bagi hasil yang dilakukan sesuai dengan yang diterapkan pada bank sulselbar syariah cabang Makassar adalah Mudharabah. Adapun hasil penelitian berbedah yang dilakukan oleh Muhadjir Suni, (2018) yaitu tentang sistem bagi hasil tabungan mudharabah oleh BPRS HIK Makassar dengan menggunakan metode sistem revenue sharing, Yaitu jika pihak bank mengalami kerugian maka kerugian tersebut ditanggung oleh kedua belah pihak yaitu nasabah dan BPRS HIK Makassar.
60 BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dan uraian yang telah diperoleh dari penjelasan sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan bagi hasil pada pembiayaan mudharabah Bank Sulselbar Syariah
sudah sesuai dengan aturan yang ada pada fatwa Dewan Syariah Nasional
(DSN) No.:07/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudharabah, profit sharing (bagi hasil) memiliki peranan penting untuk PT. Bank Sulselbar syariah dalam melakukan kegiatan usaha dimana prinsip ini sangat menarik para pemilik modal (shahibul maal) untuk melakukan investasi karena memiliki perjanjian awal yang dapat di percaya. Dalam meningkatkan suatu usaha perusahaan PT. Bank suslelbar syariah cabang Makassar menerapkan prinsip profit sharing (bagi hasil) dimana prinsip ini akan sangat berkaitan dengan segala usaha yang dijalankan agar kedepannya pihak perusahaan lebih mudah untuk mendapatkan para investor terkhusus kepada para investor yang telah mempercayai untuk melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal) pada perusahaan PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar.
2. Semua faktor pendukung dan penghambat yang dialami Bank Sulselbar Syariah merupakan hal yang wajar dalam menjalankan usaha terutama pada
61
lembaga keuangan. Upaya Bank Sulselbar Syariah diantaranya mengidentifikasi risiko dengan melakukan penilaian kolektibilitas dan mengitung portofolio berisiko. Kolektibilitas untuk melihat tingkat masalah pada saat terjadi tunggakan, sedangkan portofolio berisiko berguna untuk menganalisa, memprediksi dan memperkirakan kejadian yang akan datang.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang dapat diberikan sehubungan dengan hasil penelitian ini yaitu, sebagai berikut:
1. Yang terhormat kepada pihak Manajemen PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar agar diharapkan terus meningkatkan kualitas mengenai sistem informasi akuntansi, karena dengan kualitas informasi akuntansi keuangan yang baik maka akan mempengaruhi keberhasilan operasi perusahaan, termasuk dalam pencapaian laba dan kinerja keuangan perusahaan.
2. Untuk para karyawan PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar agar dapat mempraktekan langsung mengenai apa yang harus di pakei dalam suatu usaha yang di jalankan oleh pihak perusahaan agar kiranya semua masyarakat lebih mudah memahami mengenai apa yang di jalankan oleh perusahaan PT. Bank Sulselbar Syariah.
3. Mengenai peneliti lanjutan maka sangat bertujuan untuk menjadikan bahan referensi atau acuan dalam melakukan penelitian mengenai penerapan profit sharing dalam obyek penelitian yang lain.
62
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur‟an.
Arsal, M, Abdul Hamid, Ni, Arsal, R and Basri, M. 2013. A Comparative Analysis Of „Riba‟ In Islamic and Western Banking: A Brief Literature Review. The 3rd Acikita International Conference on Science and Technology (AICST), Jakarta, Indonesia, P: 147-157
Bayyin, A. T. 2017.”Analisis Penerapan PSAK No. 105 Dalam Transaksi Pembiayaan Mudharabah (Studi Kasus Pada BMT Tumang di Boyolali.
Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta.
Darmawan. Hamid, A. (2018). Penerapan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah Berdasrkan PSAK No. 105 Pada Bank BNI Syari'ah Kantor Cabang Mikro Kota Parepare. Jurnal Syari'ah dan Hukum , 65-80.
Dariah, AR, Yuhka Sundaya dan Zaini Abdul Malik. 2015. Optimizing Input dan Output bawahSkema Mudharabah. InternationalJournal of Sciences dan Penelitian. 4(5): 227-231.
Hafid, W. R., Majid, J., & Juardi, M. S. (2018). Penerapan Prinsip Profit Sharing dan Revenue SharingProgram Tabungan Mudharabah dan Deposito Mudharabah (Studi Pada PT Bank MuamalatKantor Cabang Makassar).Jurnal Eknomi, Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol 2, No 1: 65-81.
Ma'rifatun, Yusuf, A., & Sunarya, H. (2015). Analisis Sistem Penerapan Bagi Hasil Terhadap Perolehan Laba Berdasrkan Prinsip Syari'ah. JURNAL AKUNTANSI (JA), Vol 2, No 3: 29-41.
Muljono, Djoko. Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah (Edisi 1.ANDI:
Yogyakarta, 2015), hal 37.
Nurhayati, S. dan Wasilah.(2011). Akuntansi syariah di Indonesia. Jakarta:
Salemba Empat Romney, M. B., & Steinbart, P. J. (2016). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Romney, Marshall B., dan Steinbart, Paul J. 2015. Sistem Informasi Akuntansi.
Terjemahan oleh Safira, Kiki S.N., dan Puspari, Novita. Edisi 13. 2016.
Jakarta: Salemba Empat.
Susanto, N. F., Morasa, J., & Wokas, H. R. (2017). Analisis Penerapan Sistem Bagi Hasil Pembiyaan Musyarakah Menurut PSAK No. 106 Di PT Bank
63
Syariah Mandiri KantorCabang Manado. Jurnal EMBA, Vol 5, No 2:
2276-2285.
Sunyoto, Danang. (2016). Metodologi Penelitian Akuntansi . Yogyakarta : PT Refika Aditma,
Suni, M. (2018).Analisis Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah Tabungan Pada (Studi Kasus ) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Makasaar.Jurnal Pendidikan PEPATUDZU Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, Vol 2 No. 14 123-131.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008, Tentang Perbankan Syariah. Jakarta: Sinar Grafika.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, Tentang Perbankan Widiana, 2015. “Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Sistem Informasi Akuntansi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Pos (Studi pada PT. POS INDONESIA (Persero) Cabang Bandung)”,Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan Bandung
Yarli, D (2018). Analisis Akad tijarah pada Transaksi Fintech Syariah dengan Pendekatan Maqhasid.YUDISIA. Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum islam, Vol 9 No. 2 245-256.
www.banksulselbar.co.id https://id.m.wikipedia.org-wiki
64
65
PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Laporan Posis Keungan (Neraca)
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2018 dan 2016
NO. POS-POS 31 DES
2018
31 DES 2017
31 DES 2016 ASET
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
13
Kas
Penempatan pada Bank Indonesia Penempatan pada bank lain Surat berharga dimiliki Pembiayaan berbasis piutang Pembiayaan bagi hasil Pembiayaan sewa Aset produktif lainnya
Cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif (-/-)
a. Individual b. Kolektif
Aset tetap dan inventaris Aset non produktif
Cadangan kerugian penurunan nilai aset lainnya -/-
Aset lainnya TOTAL ASET
7,676 74,275 155,000 - 538,538 202,953 - -
4,434 1,049 3,385 909 - -
65,120 1,040,037
7,939 55,036 185,000 - 552,794 98,700 - -
5,131 - 5,131 1,042 -
- 5,163 900,543
8,280 47,943 195,000 - 424,247 84,926 - -
11,041 - 11,041 1,348 -
- 5,203 755,906
LIABILITAS
66 LIABILITAS
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Dana simpanan wadiah
Dana investasi non profi sharing Liabilitas kepada Bank Indonesia Liabilitas kepada bank lain Surat berharga diterbitkan Liabilitas lainnya
Dana investasi profi sharing Dana usaha
Saldo laba (rugi)
Laba Rugi Tahun Lalu - - Laba Rugi Tahun Berjalan TOTAL LIABILITAS
87,180 599,973 - 5,221 50,000 4,786 - 263,099 29,778 - 29,778 1,040,037
40,455 524,096 - 6,349 50,000 4,358 - 244,975 30,310 - 30,310 900,543
13,969 503,255 - 7,892 50,000 4,535 - 145,245 31,010 - 31,010 755,906
67
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
1. Bagaimana sejarah singkat berdirinya PT. Bank Suslelbar Syariah?
2. Apa jenis-jenis usaha yang dijalankan PT. Bank Sulselbar Syariah?
3. Apa Visi dan Misi PT. Bank Sulselbar Syariah?
4. Bagaimana proses pencatatan bagi hasil pada PT. Bank Sulselbar Syariah?
5. Bagaimana prosedur bagi hasil/profit sharing yang ada pada PT. Bank Sulselbar Syariah?
68
RIWAYAT HIDUP
Zulkifli Lahir di Pare-pare pada tanggal 18 agustus 1998 dari pasangan suami isteri, Bapak Askal Suti dan Ibu Salma. Peneliti adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara.
Peneliti sekarang bertempat tinggal di Jln. Karunrung raya kecamatan Tamalate Makassar, Pendidikan yang telah ditempuh oleh peneliti yaitu SD Negeri 134 Kalimbua selesai pada tahun 2009, SMP Negeri 1 Baraka selesai pada tahun 2012, SMA Negeri 1 Baraka selesai tahun 2015, dan mulai tahun 2015 mengikuti Program S1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa program studi akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.