PENDAHULUAN
PRESTASI BELAJAR
- Pengertian Belajar
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar
- Pengertian Prestasi Belajar
- Kriteria Prestasi Belajar
Faktor fisik yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ada dua, yaitu faktor kesehatan dan cacat fisik. a) Faktor kesehatan. Menurut Wasty Soemanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan, faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu: “Faktor-.
GURU PROFESIONAL
Pengertian Guru Profesional
Zakiah Daradjat menyatakan bahwa “guru adalah pendidik profesional dan oleh karena itu, secara implisit, secara sukarela menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang berada di pundak orang tua. Artinya seorang guru harus memperhitungkan bahwa muridnya adalah bagian dari dirinya (dan bukan orang lain).
Sikap Guru Profesional
Variabel bebasnya adalah kompetensi profesional guru dan literasi digital, dan variabel bebasnya adalah hasil belajar. Jadi kesimpulannya terdapat hubungan antara kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam dan Literasi Digital dengan hasil belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinyatakan terdapat hubungan positif antara kompetensi profesional dan Literasi Digital dengan hasil belajar.
Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kompetensi profesional dan literasi digital terhadap prestasi belajar. Jika Kompetensi Profesional dan Literasi Digital sama-sama meningkat maka prestasi belajar pun akan meningkat.
Faktor-faktor Profesionalisme Guru
Kompetensi Profesionalisme Guru
Indikator Kompetensi Profesionalisme Guru
LITERASI DIGITAL
Definisi Literasi Digital
Literasi digital atau disebut juga literasi informasi digital merupakan sebuah konsep yang menjelaskan konsep literasi di era digital. Terdapat berbagai sudut pandang mengenai konsep literasi digital dan hingga saat ini belum ada definisi yang disepakati secara universal. Namun dalam pembahasan kali ini penulis akan menjelaskan pendapat para ahli mengenai konsep literasi digital tanpa mengabaikan definisi para ahli lainnya.
Menurut Gilster, literasi digital adalah “kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari berbagai sumber ketika disajikan melalui komputer.” Jadi, penulis menyimpulkan bahwa literasi digital guru PAI adalah kemampuan guru PAI dalam menggunakan teknologi secara efektif dan efisien baik secara teknis maupun kritis dalam mengevaluasi apa yang ditemukan melalui media digital.
Sejarah Literasi Digital
Kehadiran komputer pada tahun 1980-an sebagai alat yang dapat digunakan oleh masyarakat melahirkan konsep literasi komputer.95. Ia juga menyebutkan bahwa literasi informasi berpengaruh dalam sejarah munculnya literasi digital.97 Hal ini kemudian dilanjutkan dengan gagasan literasi TIK yang muncul sebagai akibat dari keraguan terhadap kredibilitas literasi komputer yang menempatkan literasi pada posisi pertama. konsep literasi komputer sebagai suatu entitas, tetapi. Munculnya literasi informasi sebagai reorientasi pengajaran bibliografi di perpustakaan perguruan tinggi, dalam tren pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan sebagai penyebab munculnya dalam konteks pra-digital yang luas.99.
Konsep literasi informasi menekankan pada keterampilan melalui enam tahap model yang meliputi: kebutuhan informasi, mengidentifikasi informasi, mencari informasi, mengevaluasi informasi, mengorganisasikan informasi, dan menggunakan informasi.101 Douglas A.J. Kehadiran buku Paul Gilster pada tahun 1997 dipandang sebagai titik terang dan menjadi awal diskusi mengenai konsep literasi digital yang berkembang hingga saat ini.102.
Dimensi Literasi Digital
Capturing the Context of Digital Literacy: A Case Study of Illinois Public Libraries in Underserved Communities. Ginger, but 8 points in the concept literasi digital the element called curiosity (rasa ingin tahu). Capturing the Context of Digital Literacy: A Case Study of Illinois Public Libraries in Underserved Communities, h. 189.
Literacy Digital: a Conceptual Framework for Survival Skills in the Digital Era (Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, Volume 13, No h. Ndryshimet me kalimin e kohës në literacy digital. CyberPsychology & Behavior, Volume 12, Nr. Dalam http://www. openu.ac.il/personal_sites/download/yorameshet/EshetandChajut2009Changes- in-digital-literacy.pdf. multi- tasking) Dalam operasi program multimedia.109.
Manfaat Literasi Digital
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dikatakan terdapat hubungan positif antara literasi digital dengan prestasi pendidikan. Hasil pengujian hipotesis kedua variabel independen kedua Literasi Digital dengan variabel dependen prestasi akademik menghasilkan korelasi sebesar 0,670. Besarnya hubungan antara variabel bebas Literasi Digital dengan variabel terikat prestasi akademik sebesar 0,670, tingkat.
Semakin tinggi kompetensi profesional dan literasi digital yang Anda miliki, maka semakin tinggi pula prestasi belajar yang akan Anda capai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinyatakan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional dan literasi digital dengan kinerja belajar siswa.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum SMP
SMP YPI 2 Metro didirikan pada tahun 1978, di atas tanah milik pemerintah daerah Kabupaten Lampung Tengah yang sekarang menjadi Kota Metro dan diperuntukkan bagi Yayasan Pendidikan Islam Lampung, sehingga SMA Islam YPI 2 Metro berada dibawah binaan SMP YPI 2 Metro. dasar. SMA Kartikatama Metro mempunyai 514 siswa dan 30 guru, lokasi bagus dan memenuhi syarat, sarana prasarana cukup baik walaupun belum sempurna; Letak SMA Muhammadiyah 1 Metro yang berada di kawasan pengembangan Kota Metro menjadi akses yang sangat positif bagi kemajuan SMA Muhammadiyah 1 Metro ke depan.
Masyarakat Kota Metro, khususnya yang beragam dengan tingkat sosial ekonomi yang berbeda-beda, menambah derajat keberagaman latar belakang siswa dan orang tuanya. Artinya seluruh pemangku kepentingan SMP Muhammadiyah 1 Metro harus bekerja keras demi kesempurnaan SMP ini. SMA Muhammadiyah 4 mempunyai jumlah siswa 53 orang dan guru 16 orang, lokasi memenuhi syarat, sarana prasarana memadai walaupun terdapat kekurangan disana-sini; Namun sekolah ini memiliki minat belajar siswa yang tinggi sehingga mudah ditampung, lokasi cukup mudah dijangkau.
Hasil Uji Validitas
- Uji Validitas Instrumen
- Uji Reliabilitas instrumen
Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa uji validitas dilakukan dengan cara menghitung R hitung kemudian membandingkannya dengan R tabel. Dari ketiga tabel uji validitas diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh soal diatas sudah baik. validitas dalam bahasa tersebut. Terlihat jumlah data atau kasus yang valid sebanyak 20 dengan keterwakilan 100% dan tidak ada data yang dikecualikan.
Terlihat jumlah data atau kasus yang valid sebanyak 30 dengan presentasi 100% dan tidak ada data yang dikecualikan. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa alat ukur yang digunakan dapat dinyatakan reliabel karena nilainya antara 5%.
Uji Persyaratan Analisis
- Uji Normalitas
- Uji Regresi Linier Berganda
- Uji Heteroskedastis
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan linier antara dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Dari data tersebut diketahui bahwa variabel independen yaitu kompetensi profesional guru dan literasi digital serta variabel dependen yaitu kinerja siswa belum dihilangkan/dihapus. Berdasarkan tabel di atas, suatu data dapat dinyatakan tidak linier apabila signifikansi linieritasnya lebih besar dari 0,05.
Titik-titik yang tersebar tampak tidak beraturan atau tidak membentuk pola linier tertentu yang berarti tidak terjadi gangguan heteroskedastisitas pada seluruh model persamaan regresi, atau dapat juga diartikan bahwa residu dalam penelitian ini mempunyai keragaman atau varian yang konstan. Dengan demikian, jika dilihat grafik di atas terlihat titik-titik pada grafik sebar bergerak disekitar angka nol, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kompetensi profesional dan literasi digital homoskedastis dengan prestasi pendidikan.
Diskripsi Data Hasil Penelitian
- Data tentang Kompetensi Profesional (X1)
- Data tentang Literasi Digital Guru (X2)
- Data tentang Prestasi Belajar (Y)
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi terlihat skor terendah yang dicapai responden sebanyak 1 responden, skor tertinggi 85 yaitu 1 responden (14,3%). Dimana kuesioner tersebut mempunyai jawaban yang diberi skor beserta 20 pertanyaan yang diberi skor antara 1 sampai dengan 5. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi terlihat bahwa skor terendah yang diterima responden adalah 1 dan skor tertinggi adalah 84 yaitu berjumlah 1 responden (14,3%).
Dimana kuesioner tersebut mempunyai jawaban yang memperoleh skor sebanyak 30 pernyataan dengan skor antara 1 sampai dengan 4. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi terlihat skor terendah yang dicapai responden sebanyak 1 responden, dan skor tertinggi adalah 110, total 1 responden (14,3%).
Pengujian Hipotesis
- Hubungan Kompetensi Profesional dengan
- Hubungan Literasi Digital dengan
- Hubungan Kompetensi Profesional dan
- Uji Sumbangan Relatif (Uji R2 / Determinasi)
Hasil uji hipotesis pertama variabel bebas pertama (Kompetensi Profesional) dengan variabel terikat prestasi belajar mencapai korelasi sebesar 0,945. Tingkat hubungan variabel bebas Kompetensi Profesional dengan variabel terikat prestasi belajar sebesar 0,945, tingkat hubungan antar variabel berada pada kategori sedang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinyatakan terdapat hubungan positif antara Kompetensi Profesional dengan kinerja belajar siswa.
Besarnya hubungan antara variabel bebas Literasi Digital dengan variabel terikat prestasi belajar sebesar 0,670. Tingkat hubungan antar variabel berada pada kategori sedang. Semakin tinggi kompetensi profesional dan Literasi Digital yang dimiliki maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.
Pembahasan
Dari tabel di atas diketahui nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,909 artinya 90,9% variasi kinerja pembelajaran pada SMP swasta di Kabupaten Metro ditentukan oleh kompetensi profesional dan literasi digital guru, sedangkan sisanya 0,99% ditentukan oleh faktor lain di luar model ini. Literasi Digital merupakan bentuk pengendalian diri guru dan pelaksanaannya secara teratur serta menunjukkan tingkat keseriusan tim kerja dalam suatu organisasi.” Singodimejo dalam Sutrisno mengatakan, Literasi Digital merupakan suatu sikap kemauan dan kesediaan seseorang untuk taat dan patuh. norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya.
Guru yang memiliki tingkat kompetensi profesional yang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan akan memiliki tingkat literasi digital yang tinggi untuk mampu meningkatkan prestasi siswa. Dengan demikian, literasi digital dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan akan meningkat seiring dengan kompetensi profesional.
Keterbatasan Penelitian
Hasil pengujian hipotesis kedua variabel independen kedua (literasi digital) dengan variabel dependen prestasi belajar menghasilkan korelasi sebesar 0,670. Bagi para guru khususnya guru pendidikan agama Islam agar dapat meningkatkan kompetensi profesional dan literasi digital dengan meningkatkan pengetahuannya mengenai penggunaan media pembelajaran dan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, baik melalui pendidikan tinggi maupun melalui pelatihan untuk meningkatkan kemampuan. meningkatkan kompetensi profesional guru. bisa optimal. Upaya meningkatkan peluang literasi digital bagi petugas perpustakaan sekolah dan guru di wilayah Jakarta Pusat melalui pelatihan literasi informasi.
Juddah, Abu Babar “Seminar Temuan Penelitian Dampak Literasi Digital Terhadap Pengembangan Profesi Guru PAI SMK Negeri di Parepare: Muhammad Iqbal” (Pascasarjana IAIN Parepare, 11 Mei 2020 pukul 10.00 WIB. Tersedia di http:// projectchild .ngo/blog me building-digital-literacy-through-technology-education- via-internet-literacy-program/ tanggal 17 Januari 2020.
KESIMPULAN
Simpulan
Saran
Bahwa kepala sekolah selalu memotivasi guru untuk mempertahankan kompetensi profesional yang telah dimilikinya, baik melalui pendidikan yang lebih tinggi maupun melalui pelatihan. Kunandar, Guru SMK Pelaksana Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Sertifikasi Guru, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007). Pikiran dan Penglihatan: Literasi Visual Dan Pengarsip (makalah pascasarjana disiapkan di Universitas Massachusetts, Boston dan Sekolah Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Simmons.
Digital Literacy: A Conceptual Framework for Survival Skills in the Digital Age (Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, Vol. 13, No.