vi
Susunan Panitia Penyelenggara Seminar
Pelindung : Ir. Sudirman, S.IP., S.E., M.A.P.
Penasihat : Ir. I Wajan Dhana Wiardjana, M.A.P.
Hadi Soesilo, dr., Sp.M.
Ir. Sudyantoro Hadi, M.Si. (Han) Penanggung Jawab : Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc.
Ketua : Dr. Ir., H. Nuhman, M.Kes.
Wakil Ketua : Dr. Ir. Akhmad Basuki Widodo, M.Sc.
Kesekretariatan : Dwisetiono, S.T., M.MT.
Mahmiah, S.Si., M.Si.
Theresia Widihartanti, S.Pd., M.Pd.
Engki Andri Kisnarti, S.T., M.Si.
Rony Wijaya, S.T.
Bendahara : Arif Winarno, S.T., M.T.
Iradiratu Diah P.K., S.T., M.T.
Seksi-Seksi
Acara : Ir. Didik Hardianto, M.T.
Dr. Bagiyo Suwasonoi, S.T., M.,T.
H. Suryadhi, S.T., M.T.
Protokoler : Dedy Kristiawan, S.T., M.M.
Makalah : M. Taufiqurrohman, ST., MT.
Urip Prayogi, S.T., M.T.
Ir. Hari Subagio, M.Si.
Supriyatno Widagdo, S.T., M.Si.
Poster : Drs. Giman, M.Kes.
Ali Azhar, S.T., M.T.
Pameran : Nur Yanu Nugroho, S.T., M.T.
Titiek Indhira Agustin, S.Pi., M.P.
Pubdok : Tri Agung Kristiyono, S.T., M.T.
Suhartono, S.Kom.
Perlengkapan : Ali Munazid, S.T., M.T.
Joko Subur, S.T.
Bagus Kusuma Aditya, S.T.
Hadi Suyanto, ST.
Ali Imron
Konsumsi : Nurul Rosana, S.Pi., M.T.
Ir. Aniek Sulestiani, M.Kes.
Wiwik Muharlina
Dunia” Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah, Surabaya 21 Mei 2015
iv
TIM REVIEW MAKALAH
A. KELOMPOK SOSIAL EKONOMI BUDAYA - Sasmito Jati Utumo, S.Sos, M.A.P.
- Dr. Chomariyah, S.H., M.H.
B. KELOMPOK LINGKUNGAN - Giman, Drs., M.Kes.
- Supriyatno Widagdo, S.T., M.Si.
C. KELOMPOK PERIKANAN - Hari Subagyo, Ir., M.Si.
- M. Arief Sofijanto, Ir., M.Si.
D. KELOMPOK TEKNIK
- Bagyo Suwasono, S.T., M.T.
- Istiyo, S.T., M.T.
vii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR (DEKAN FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KELAUTAN) i Dr. Viv Djanat Prasita, M. App. Sc.
SAMBUTAN KETUA PANITIA ii
Dr. Ir. H. Nuhman, M. Kes.
SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITAS HANG TUAH iv
Laksamana Muda TNI (Purn) Ir. Sudirman, S.IP., SE., M.AP
SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA SEMINAR vi
DAFTAR ISI vii
PEMBICARA UTAMA
Sinergitas Teknologi dan Sumberdaya Kelautan Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
Prof. Dr. Ir. Johanes Hutabarat, M.Sc.
1-7
KOMISI: A (SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA)
1. Identifikasi Permasalahan dan Potensi Pesisir dalam Perspektif Pengelolaan Wilayah Pesisir di Kabupaten Bangkalan
Aries Dwi Siswanto, Wahyu Andy Nugraha
A-1
2. Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis pada Diversifikasi Usaha Pengolahan Ikan Tangkap di Pesisir Selatan Kabupaten Trenggalek
Hindrajit, Budi Rianto, Deasy Arieffiani
A-6
3. Kajian Pengelolaan Keuangan di Desa Pesisir Berdasarkan Asas Partisipasi Masyarakat (Studi di Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik)
Chomariyah
A-15
4. Status Jasa Ekosistem Bagi Pengembangan Ekowisata Berbasis Socio Ecological System di Gugus Pulau Sapeken, Sumenep
Agus Romadhon
A-24
5. Perbandingan Port Performance Indicators Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Singapura
Devi Arnita
A-36
6. Pemberdayaan Psikologis pada Pelaut Kapal Niaga Rini Nurahaju
A-49
”Sinergitas Teknologi dan Sumber Daya Kelautan untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah, Surabaya 21 Mei 2015
viii
7. Rancangan Intervensi Program Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Pendekatan Psikologis (People Centered Development) pada Masyarakat Wilayah Pesisir (Studi kasus pada Masyarakat Pesisir Wilayah Kedungcowek Surabaya)
Gartinia Nurcholis
A-63
8. Notulen Sidang Komisi A A-75
KOMISI: B (PERIKANAN)
1. Aplikasi Bakterin pada Budidaya Udang Windu di Tambak dengan Pola Tradisional Plus
Arifuddin Tompo, Endang Susianingsih, Koko Kurniawan
B-1
2. Pengaruh Dosis Pemberian Pakan Jenis Artemia (Franciscana) Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)
Suwarsih
B-7
3. Evaluasi Perkembangan Budidaya Udang di Kawasan Pansela Jawa Tengah: Studi Kasus di Yogyakarta dan Purworejo
Rasidi, Lies Emawatie, Wartono Hadi
B-12
4. Pengaruh Pemberian Pakan Alami Nauplii Artemia dan Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Hias Balashark (Balantiocheilus melanopterus Bleeker)
Agus Priyadi
B-21
5. Pemeliharaan Induk dan Pemijahan Ikan Hias Balong Padang (Premnas biaculeatus)
Ketut Maha Setiawati, Gunawan
B-29
6. Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Juvenil Ikan Kerapu Sunu, Plectrpomus Leopardus dengan Peningkatan Dosis Pakan
Anak Agung Alit
B-36
7. Pengaruh Padat Tebar Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Auricularia Teripang Pasir Holothuria scabra
Lisa Fajar Indriana, Alfian Hadi, Saptono Waspodo
B-43
8. Pembesaran Anakan Kerang Mabe (Pteria penguin) pada Lokasi yang Berbeda di Teluk Kapontori, Pulau Buton Sulawesi Tenggara
M. S. Hamzah
B-49
9. Hubungan Panjang – Berat Lorjuk (Solen sp) dari Pantai Pamekasan Ninis Trisyani
B-61
10. Ujicoba Atraktor Limbah Jaring Payang pada Rumpon Laut Dalam di Perairan Puger Jember
Nurul Rosana, M. A. Sofijanto, Ismail
B-67
11. Desiminasi Teknologi Produksi Ikan Hias Botia (Cromobotia macracanthus) di Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan Agus Priyadi
B-73
KOMISI: C1 (LINGKUNGAN)
1. Evaluasi Produktivitas Backyard Hatchery Mendukung Peningkatan Produksi Udang Vaname
Lies Emmawati Hadie, Rasidi, Wartono Hadie
C1-1
ix
2. Analisis Protein Spora Myxobolus koi Sebagai Bahan Vaksin Sub Unit pada Ikan Koi (Cyprinus carpio koi) untuk Menekan Kematian Akibat Myxobolusis
Gunanti Mahasri
C1-7
3. Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Kotoran Ayam, Roti Afkir, dan Ampas Tahu Terhadap Biomassa dan Kandungan Nutrisi Cacing Sutera (Tubifex sp.)
Nurul Fatimah, Johannes Hutabarat, Vivi Endar Herawati
C1-16
4. Performa Pertumbuhan, Biomass dan Kandungan Nutrisi Tubifex sp.
yang Dikultur Massal Menggunakan Fermentasi Berbagai Limbah Industri
Vivi Endar Herawati, Johannes Hutabarat, Sarjito, Ristiawan Agung Nugroho, Darmanto
C1-27
5. Pengaruh Suhu dan Klorofil-A Terhadap Jumlah Tangkapan Skipjack Tuna di Perairan Indonesia Timur Berdasarkan Analisis Seasonal dan Intra-Seasonal
Wingking E. Rintaka
C1-36
6. Potensi Gen Pengontrol Osmoregulasi pada Ikan untuk Marka Seleksi Lingkungan Suboptimal
Wartono Hadie, Rasidi, Lies Emmawati Hadie, Anjang B. Prasetyo
C1-37
7. Dampak Penggunaan Lampu Setan pada Perikanan Lampu Terhadap Upaya Efisiensi Energi
Mochamad Arief Sofijanto
C1-46
8. Hasil Tangkapan Ikan Seluang Batang (Rasbora argyrotaenia Blkr) Berdasarkan Perbedaan Waktu Operasi Penangkapan Siang dan Malam di Hulu Sungai Barito Kalimantan Selatan
Erwin Rosadi, Endang Yuli H, Daduk Setyohadi, Gatut Bintoro
C1-53
9. Hubungan Logam Berat Pb dan Cd pada Air Laut, Plankton dan Larva Pelagis Ikan di Perairan Teluk Semarang
Musta’in Adinugroho, Subiyanto, Haeruddin
C1-60
10. Perbandingan Pemberian Aspirin dan Ekstrak Holothuria Scabra Secara Oral Terhadap Jumlah Trombosit
Dian Mulawarmanti, Rima Parwati Sari
C1-68
11. Orthodontic Tooth Movement and Hyperbaric Oxygen Therapy Arya Brahmanta
C1-75
KOMISI: C2 (LINGKUNGAN)
1. Analisis Konsentrasi Oksigen Terlarut (DO), pH, Salinitas dan Suhu pada Musim Hujan Terhadap Penurunan Kualitas Air Perairan Teluk Punduh Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung
Mudian Paena, Rezki Antoni Suhaimi, Muhammad Chaidir Undu
C2-1
2. Distribusi Klorofil A Perairan Sekitar Tambak Udang Intensif pada Musim Hujan di Perairan Teluk Punduh Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung
Mudian Paena, Rezki Antoni Suhaimi, Muhammad Chaidir Undu
C2-8
3. Peningkatan Kesuburan Perairan Laut Arafura dan Sekitarnya Pasca Siklon Tropis LAM
Eko Susilo, Sri Hadianti
C2-15
”Sinergitas Teknologi dan Sumber Daya Kelautan untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah, Surabaya 21 Mei 2015
x
4. Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder dari Ekstrak Kulit Batang Mangrove Rhizophora stylosa
Ima Nurmalia Permatasari, Shintya Rani, Rifqi Fauzan, Mahmiah
C2-24
5. Distribusi Total Bahan Organik dan TSS Kualitas Air pada Musim Kemarau di Perairan Teluk Punduh Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung
Mudian Paena, Rezki Antoni Suhaimi, Muhammad Chaidir Undu
C2-32
6. Karakteristik Pola Gelombang Musim Timur di Perairan Wonorejo, Surabaya
Supriyatno Widagdo
B2-39
KOMISI: D1 (TEKNIK)
1. Model Perencanaan Kebutuhan Fasilitas Penunjang Aktivitas Pemanduan Kapal
Murdjito, Hasan Iqbal Nur, M. Ardwiansyah, M. Yasir
D1-1
2. Analisa Numerik dan CFD Pengaruh Bentuk Hull Planing Chine dan Axe Bow pada Kapal High Speed Craft Terhadap Hambatan Total
Romadhoni, IK.A.P Utama
D1-10
3. Studi Optimasi Hull Form FSO di Laut Jawa Gita Marina Ahadyanti, Wasis Dwi Aryawan
D1-25
4. Desain Kapal Pompong Berbahan Dasar Plastik High Density Polyethylene di Perairan Riau Pesisir
Jamal, Wasis Dwi Aryawan
D1-40
5. Analisis Teknis Karakteristik Stabilitas dan Kekuata Struktur Variasi Desain Bentuk Lambung FSO
Yuda Apri Hermawan, Djauhar Manfaat
D1-50
6. Penilaian Risiko Pekerjaan Bangunan Baru pada Galangan Kapal Klaster Jawa Menggunakan Matrik Risiko
Minto Basuki, A.A Wacana Putra
D1-62
7. Simulasi Numerik Pengaruh Hambatan Viskos dan Gelombang Laut pada Lambung Symmetrical dan Asymmetrical Catamaran
Anton Hekso Yunianto, Basuki Widodo, Chairul Imron
D1-71
8. Pengembangan Prototipe Kapal Cepat Berbahan Material Komposit Serat Organik Bamboofiber
Nur Yanu Nugroho, Akhmad Basuki Widodo, Tri Agung Kristiyono
D1-79
9. Notulen Sidang Komisi D1 D1-88
KOMISI: D2 (TEKNIK)
1. Analisis Frekuensi Tubrukan Kapal Akibat Proses Platformdecommissioning
A.A.B Dinariyana, Ayudhia Pangestu Gusti, R. O. Saut Gurning
D2-1
2. Simulasi Cfd Pengaruh Passive Control Device Berupa Helical Rods Bergap Pada Long Flexible Cylinder Structure Yang Mengalami Vortex Induced Vibration
Maria Margareta Z. B., Rudi Walujo Prastianto, Handayanu
D2-10
xi
3. Analisa Kestabilan Slope Bawah Laut Akibat Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Decommissioning Pipeline
Kriyo Sambodho, Happy Tsania N. T., Trika Pitana, M. Habib C. F.
D2-18
4. Penilaian Risiko Pipa Dan Kabel Bawah Laut Akibat Penggunaan Mooring Vessel Pada Proses Pemasangan Tie-In Spool
A.A.B Dinariyana, Putri D. Setyorini, AA. Masroeri, Dwi S. Antara
D2-30
5. Estimasi Frekuensi Tubrukan Kapal Selama Proses Pipeline Decommissioning pada Alur Pelayaran Barat Surabaya
Ketut Buda Artana , Emmy Pratiwi, M. Badrus Zaman
D2-40
6. Studi Antar Moda Pengembangan Short Sea Shipping untuk Transportasi Barang di Jalur Pantai Utara Jawa
Pratiwi Wuryaningrum, Tri Achmadi
D2-51
7. Studi Eksperimental dan Simulasi Evakuasi Penumpang pada Kapal Nurhadi Siswantoro, Trika Pitana, Ketut Buda Artana
D2-63
8. Perencanaan Sistem Transmisi Tenaga Sepeda Air Sebagai Sarana Penunjang Wisata Mangrove di Surabaya
Yusuf Efendi, Dwisetiono
D2-74
9. Analisa Geoteknik Terhadap Pipa yang Terpendam di Bawah Tanah dengan Metode Elemen Hingga
Iqba Nurul Rikayanti, Kriyo Sambodho, Yeyes Mulyadi
D2-90
10. Kajian Pemilihan Lokasi, Opsi, dan Desain Sistem Bunkering LNG untuk Bahan Bakar Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya
Made Ariana, Galih Saputro, Dwi Priyanta
D2-100
11. Pengolahan Data Oseanografi Secara Online Menggunakan Jaringan Internet
Suryadhi, Engki Andri Kisnarti
D2-108
12. Aplikasi Sensor Surface Acoustic Wave (SAW) sebagai Pendeteksi Dini Kebocoran Refrigerant pada Cold Storage Menggunakan Teknologi Short Message Service (SMS) Gateway
Muhammad Taufiqurrohman, Urip Prayogi
D2-116
DARI PANTAI PAMEKASAN
Ninis Trisyani
Staf Pengajar Jurusan Perikanan Universitas Hang Tuah
ABSTRAK
Lorjuk (Solen sp) adalah jenis moluska yang mempunyai nilai ekonomi penting yang banyak ditemukan di sekitar perairan Pantai Pamekasan. Analisa hubungan panjang – berat ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat determinasi fungsional antara panjang dengan berat hasil pengukuran langsung dari hasil tangkapan nelayan selama 3 bulan, mulai bulan September – Oktober 2014. Data dianalisa dengan menggunakan persamaan kurva power dan analisa varians panjang berat dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan determinasi antara panjang dengan berat pada setiap bulan sangat signifikan.
Nilai b hubungan panjang – berat bulanan dibawah nilai 3. Ini berarti pertumbuhan Lorjuk (Solen sp) pada umumnya menyimpang dari hukum kubik ( allometris negatif ) yaitu pertumbuhan panjangnya lebih cepat dari pertumbuhan beratnya.
Kata kunci: Lorjuk, Solen sp. Hubungan panjang berat, Pamekasan
PENDAHULUAN
Lorjuk (Solen sp.) merupakan golongan kerang moluska yang memiliki harga tinggi di pasar internasional yang tidak terlaporkan dalam data statistik perikanan (Baron, 2004).
Seperti halnya Moluska laut pada umumnya (kerang, tiram, remis, kijing), Solen sp. termasuk jenis makanan laut kelompok shellfish yang lezat, gurih, dan bernilai gizi tinggi (Trisyani dan Irawan, 2008). Lorjuk (Solen sp.) atau yang biasa disebut juga kerang pisau/bambu merupakan spesies yang memiliki volume penangkapan tinggi dan merupakan salah satu dari spesies kerang yang bernilai ekonomis. Kerang ini termasuk pelecypoda (bivalvia) lunak yang hidup di dasar laut, memiliki tubuh menyempit dan terbuka di kedua ujung cangkangnya (Cosel, 1990). Lorjuk (Solen sp.) termasuk dalam famili Solenidae. Solenidae memiliki karakteristik tubuh yang menyerupai pisau. Cangkangnya memiliki ukuran yang sama dan terbuka di kedua ujungnya. Umbo tidak menonjol. Bagian luar dari cangkang menunjukkan tanda pertumbuhan, yang sering berubah secara tiba-tiba sepanjang garis diagonal dari umbo sampai posteroventral terakhir cangkang (Carpenter, 2002).
Berdasarkan penelitian Trisyani dan Irawan (2008) di Pantai Timur Surabaya, menyatakan bahwa keberadaan Lorjuk juga dipengaruhi oleh kondisi pasang surut perairan serta substrat. Lorjuk ditemukan di daerah yang berpasir atau substrat pasir berlumpur. Pada penelitian tersebut dinyatakan pula bahwa terjadi kelimpahan Lorjuk pada bulan Mei- September.
Menurut Kobayashi (2006), di Eropa, kerang bambu telah diidentifikasi sebagai sumber daya yang potensial dan tepat untuk dibudidayakan. Terjadinya tekanan tinggi pada sumber daya perikanan yang menunjukkan adanya eksploitasi berlebihan. Hal tersebut dikarenakan Solen sp merupakan spesies yang memiliki peranan penting dalam bidang akuakultur antara lain sebagai produksi pangan. Upaya pelestarian seperti budidaya berguna untuk meningkatkan stok alami yang disebabkan kenaikan permintaan pasar. Peristiwa yang
Keberadaan Lorjuk di alam dipengaruhi oleh pertumbuhan, yang tercermin dalam peningkatan panjang dan beratnya. Seperti mahluk hidup lainnya Solen sp. mengalami pertumbuhan secara terus menerus sepanjang hidupnya. Pertumbuhan merupakan salah satu aspek yang dipelajari dalam dunia perikanan dikarenakan pertumbuhan menjadi indikator bagi kesehatan individu dan populasi yang baik. Pertumbuhan adalah perubahan ukuran panjang atau berat dalam suatu periode waktu tertentu (Effendie, 1997). Sedangkan Sparre dan Venema (1999) menyatakan pertumbuhan pada dasarnya menyangkut penentuan ukuran badan sebagai suatu fungsi dari umur. Sehingga, informasi tetang pertumbuhan Lorjuk di Pantai Pamekasan perlu untuk upaya pendugaan kelimpahan dan produksinya. Dalam hubungannya dengan pertumbuhan, analisa hubungan panjang – berat menurut Merta (1993), dimaksudkan untuk mengukur variasi berat harapan untuk panjang tertentu dari spesies secara individual atau kelompok–kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, perkembangan gonad.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan berat populasi Lorjuk (Solen sp.) di Pantai Pamekasan.
METODE PENELITIAN
Data panjang dan berat yang dianalisis adalah hasil pengukuran langsung secara acak sebanyak 240 individu Lorjuk (Solen sp) perbulan selama 3 bulan yaitu pada bulan September – Nopember 2015 dari hasil tangkapan nelayan di dusun Talang, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pantai Selatan Pamekasan. Analisis sampel dilakukan di laboratorium Budidaya, Jurusan Perikanan, Universitas Hang Tuah, Surabaya.
Pengukuran morfometri yang dilakukan pada Solen sp meliputi pengukuran panjang dari sumbu anterior-posterior (L) (Gambar 1.) Pengukuran dengan menggunakan caliper dengan ketelitian 0.1 mm. Penimbangan berat Solen sp (W) dengan menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0.01 mg. Semua spesimen difiksasi dengan 10% formaldehid atau buffer formalin 10% segera setelah ditangkap (Saeedi, et al., 2009).
Gambar 1. Pengukuran Lorjuk (Solen sp)
Perhitungan Hubungan panjang (L) dan berat (W) Solen sp mengacu pada rumus Effendie (1997) yaitu :
W = a L b Keterangan :
W = Berat tubuh (mgram) L = Panjang cangkang (cm) a dan b = Konstanta
Cara yang digunakan untuk menghitung panjang berat Solen sp. dengan menggunakan regresi, yaitu dengan menghitung dahulu logaritma dari tiap-tiap panjang dan berat Solen sp. atau dengan mengikuti jalan pendek seperti dikemukakan oleh Effendi (1997). Persamaan dalam bentuk linier menjadi
Log W = log a + b log L
Pengukuran ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara panjang dan berat Solen sp. Besaran b pada hubungan panjang dan berat Solen sp merupakan indikator bentuk.
Nilai b = 3 berarti pertumbuhannya isometrik yaitu pertambahan panjang seimbang dengan pertambahan berat. Nilai b > 3 atau b < 3 berarti pertumbuhannya allometrik atau pertambahan panjang lebih lambat atau lebih cepat dari pertambahan berat, jika nilai b < 3 allometrik negatif (ramping) dan b > 3 allometrik positif (montok).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil perhitungan persamaan regresi panjang berat Lorjuk (Solen sp) selama penelitian terlihat pada Gambar 2. dibawah ini :
Gambar 2. Regresi hubungan panjang dan berat Solen sp selama penelitian
Dari hasil regresi diatas maka didapatkan nilai –nilai a dan b serta koefesien determinasi dan regresi seperti tercantum pada Tabel 1 berikut :
Tabel 1. Nilai pengamatan a, b dan anova pengukuran Solen sp
Bulan N Ukuran
panjang (mm)
Nilai a Nilai b Koefesien determinasi (r2)
Koefesien Regresi (r)
Signifikansi regresi September 240 21 – 37 0.062 2.450 75.8 % 0.871 0.00 Oktober 240 16 – 38 0.075 2.347 83.7 % 0.915 0.00 Nopember 240 21 – 36 0.086 2.149 86.4 % 0.929 0.00
Hasil analisa hubungan panjang – berat bulanan sebagaimana tercantum dalam Tabel 1, terlihat bahwa nilai – nilai koefisien korelasi ( r ) yang merupakan ukuran kesesuaian (goodness of fit) garis regresi terhadap data, menunjukkan nilai kisaran yaitu 0,871 – 0,929.
Ini menunjukkan bahwa korelasi antara panjang dan berat pada bulan – bulan pengamatan sangat signifikan. Besar keeratan hubungannya ditentukan oleh masing – masing koefisien determinasinya ( r2 ), yaitu 0,758 – 0,864. Artinya pertambahan berat sekitar 76 % - 86 % dapat dijelaskan oleh besarnya pertambahan panjang melalui hubungan regresinya
Nilai b yang berada dibawah 3 pada pengamatan bulan September – Nopember 2014 menunjukkan bahwa pada bulan ini Lorjuk (Solen sp) masih dalam pertumbuhan dan belum mencapai kecepatan tumbuh maksimal yang biasanya ditunjukkan dengan nilai b=3.
Perbedaan nilai b seperti ini menurut Ricker (1975), tidak saja antara populasi yang berbeda dari spesies yang sama, tetapi juga antara populasi yang sama pada tahun – tahun yang berbeda yang barangkali dapat diasosiasikan dengan kondisi nutrisi mereka. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh faktor ekologis dan biologis. Merta (1993), mengatakan karena sering keadaan lingkungan berubah dan atau kondisi organisme berubah, maka hubungan panjang – berat akan sedikit menyimpang dari hukum kubik ( b ≠ 3 ). Secara biologis nilai b berhubungan dengan kondisi organisme; sedangkan kondisi organisme bergantung pada makanan, umur, jenis kelamin dan kematangan gonad ( Effendi, 1979 ).
Muchlisin (2010) menyatakan bahwa faktor lingkungan seperti arus dan gelombang juga mempengaruhi pola pertumbuhan (nilai b) hewan akuatik kekerangan, lebih lanjut Muchlisin (2010) menyatakan bahwa pada umumnya ikan yang hidup pada perairan tenang dominan memiliki nilai b yang besar, dan sebaliknya ikan yang hidup pada perairan deras cenderung memiliki nilai b yang rendah, dan ikan perenang aktif akan menunjukkan nilai b
seberapa aktifnya perilaku pergerakan ikan yang sangat berhubungan dengan bagaimana tipe perairan dimana spesies ikan ini tinggal. Lorjuk (Solen sp) merupakan hewan air yang hidup di dasar dan meliang pada substrat, pergerakannya relatif lambat. Nilai b yang kurang dari 3 menunjukkan pertumbuhan panjangnya lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya disebabkan energi yang dikeluarkan oleh Lorjuk (Solen sp) untuk meliang dan menggali substrat relatif besar, dan adaptasi dengan meliang membutuhkan kecepatan Lorjuk agar bisa melakukan metabolisme dan bertahan pada lingkungan pasang surut.
Hasil penelitian hubungan panjang dan berat pada Solen dactylus yang dilaporkan oleh Saeedi et al., (2009) adalah W = 0.0001 L2.5921 dengan koefesien korelasi = 0.96 untuk semua spesimen yang dianalisa dengan nilai p < 0.001. Rerata b adalah 2,57 ± 0,1 selama satu tahun. Nilai t student menetapkan bahwa hubungan panjang berat spesies ini adalah allometrik negatif dengan selang kepercayaan 96%.
Hasil peelitian Saeedi et al., (2009) tersebut menunjukkan kesamaan nilai b dengan Solen sp yang ditemukan di Pantai selatan Pamekasan.
KESIMPULAN
Hasil penelitian hubungan panjang berat pada Lorjuk (Solen sp) di Pantai Pamekasan yang diteliti pada bulan September – Nopember 2014 menunjukkan significansi 0.000 dan koefesien determinasi diatas 75%. Nilai b dibawah 3 sehingga Ho ditolak dan terima H1 yang menandakan bahwa Lorjuk (Solen sp) mempunyai pola allometrik negatif artinya pertumbuhan panjangnya lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya.
Disarankan untuk melakukan pengamatan faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan Lorjuk (Solen sp) di Pantai selatan Pamekasan.
DAFTAR REFERENSI
Barón, P. J., L. E. Real, N. F. Ciocco, M. E. Ré. 2004. Morphometry, growth and reproduction of an Atlantic population of the razor clam Ensis macha (Molina, 1782). J. Sci. Mar. 68(2):211-217
Carpenter, Kent. E. 2002. The Living Marine Resource of The Western Central Pacific Vol. 1. Department of Biological Science, Old Dominion University : USA
Cosel, R. von. 1993. The razor shells of the eastern Atlantic. Part 1: Solenidae and Pharidae I. Archiv für Molluskenkunde 122: 207-321.
Effendie M,I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama
Merta, I.G.S. 1993. Hubungan panjang – berat dan factor kondisi ikan lemuru, Sardinella lemuru BLEEKER, 1853 dari perairan Selat Bali. Jur. Pen. Per. Laut ( 73 ) : 35 - 44.
Muchlisin, Z.A. 2010. Biodeversity of freshwater fishes in Aceh Province, Indonesia with emphasis on several biological aspects of the Depik (Rasbora tawarensis) an endemic\
Species in Lake Laut Tawar. Disertasi, Penang: Universiti Sains Malaysia.
production of Solen dactylus (Bivalvia: Solenidae) on northern coast of the Persian Gulf (Iran). Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom.
89(8), 1635–1642.
Sparre, P. dan Venema, SC. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis. Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Diterjemahkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Jakarta.
Trisyani, N, R. Prasetyo dan H. Sunoto. 1999. The Commercial Aspects of Solen Grandis in The Coastal Water of East Surabaya, Indonesia. Proceeding The Tenth International Congress & Workshop of The Tropical Marine Mollusc Programme.
Hanoi & Haiphong/Catba, Vietnam. October 19-30.
Trisyani, N, dan B. Irawan. 2008. Kelimpahan Lorjuk (Solen sp.) di Pantai Timur Surabaya. Jurnal Ilmu Kelautan Vol. 13 (2) : 67-72.