• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF TESIS - IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF TESIS - IAIN Bengkulu"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

Implementasi Pendidikan Kewirausahaan Dalam Membangun Nilai Kemandirian Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan kewirausahaan dalam membangun nilai kemandirian Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan).

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Lembaga-lembaga pesantren yang biasa kita kenal sangat konsen terhadap kajian keislaman, dan di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi bekerjasama dengan pendidikan agama dan juga membekali santri dengan pendidikan kewirausahaan guna membangun nilai kemandirian dalam diri santri.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi ilmiah bagi Departemen PAI Pascasarjana IAIN Bengkulu dan meningkatkan peran pondok pesantren dalam mencetak mahasiswa terampil yang mampu menciptakan lapangan kerja yang besar. Serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang proses pembentukan karakter wirausaha santri di hunian islami yang dapat diimplementasikan di masyarakat dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar.

Penelitian yang Relevan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia mempunyai peran penting dalam mengenalkan kewirausahaan pada santri. Pendidikan kewirausahaan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berwirausaha dan mendorong minat santri untuk menjadi wirausaha sebagai sarana mencari nafkah setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Sitematika Penulisan

Konsep implementasi semakin banyak dibicarakan seiring banyaknya para ahli yang menyumbangkan pemikirannya mengenai implementasi kebijakan sebagai salah satu langkah dalam proses kebijakan. Menurut Purwanto dan Sulistyastuti, “implementasi inti adalah kegiatan mendistribusikan keluaran kebijakan (to delivery policy output).

Konsep Pendidikan entrepreneurship (Kewirausahaan) 8. Pengertian Pendidikan entrepreneurship

  • Tujuan dan Manfaat entrepreneurship
  • Karakteristik entrepreneurship
  • Langkah-Langkah entrepreneurship
  • Proses Penerapan Pendidikan entrepreneurship
  • Penerapan Pendidikan entrepreneurship
  • Defenisi Nilai

Menurut undang-undang no. 2 Tahun 1998, pendidikan didefinisikan sebagai berikut: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan untuk perannya di masa depan.” 21. Suardi menjelaskan, tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pendidikan. Menurut Muhamed Saroni, dalam bukunya ia mengartikan pendidikan kewirausahaan sebagai program pendidikan yang membahas aspek-aspek kewirausahaan dan merupakan komponen/bagian penting dalam pembekalan kompetensi peserta didik.

Pendidikan kewirausahaan juga dapat membekali peserta didik dengan berbagai kompetensi kewirausahaan yang akan membawa manfaat besar bagi mereka di kemudian hari. Hal ini sejalan dengan Kementerian Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa terdapat nilai-nilai kewirausahaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik yang akan dilibatkan dalam pendidikan kewirausahaan, yaitu nilai kepemimpinan, nilai tanggung jawab, nilai disiplin, nilai kreativitas, nilai inovatif, nilai kerja keras, nilai kerja, serta nilai komunikasi.38. Oleh karena itu, sekolah senantiasa memberikan layanan Pendidikan, Pengajaran, dan Pelatihan (STT) Sains dan Teknologi yang membentuk sikap dan keterampilan siswa, termasuk pola pikir kewirausahaan.

Penyempurnaan kurikulum dengan tujuan internalisasi nilai-nilai kewirausahaan yang dapat membentuk karakter kewirausahaan peserta didik dapat dicapai dengan melengkapi materi kurikulum yang ada dengan bidang kajian kewirausahaan. Pembelajaran di Indonesia telah mengalami berbagai macam reformasi, termasuk dalam pengorganisasian pengalaman belajar siswa. Proses pengembangan nilai-nilai kewirausahaan merupakan suatu proses yang panjang dan berkesinambungan yang dimulai sejak masuknya peserta didik hingga selesainya satuan pendidikan.

Prinsip ini menyatakan bahwa proses pengajaran nilai-nilai kewirausahaan dilakukan oleh siswa, bukan guru.

Bentuk-bentuk Nilai dalam Kemandirian

Ada tiga bentuk nilai dan penghargaan, yaitu: Nilai, digunakan sebagai kata benda abstrak, sebagai baik, menarik, baik, dan mencakup juga segala bentuk kewajiban, kebenaran, dan kesucian. Kemandirian merupakan sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas.43 Kemandirian merupakan sikap yang langka di negeri ini. Sikap mandiri merupakan pola pikir dan sikap yang timbul dari semangat yang tinggi dalam menjaga diri.

Beberapa nilai kemandirian antara lain tidak bergantung pada orang lain, percaya pada kemampuan diri sendiri, tidak menimbulkan masalah dan menyakiti orang lain, mempunyai semangat kerja dan pengembangan diri dalam berusaha memenuhi kebutuhan.44.

Konsep Kemandirian 5. Defenisi Kemandirian

Aspek Emosional Aspek ini menekankan pada kemampuan individu seseorang dalam mengendalikan/mengelola emosi dan tidak bergantung secara emosional pada orang tuanya. Hal ini berkaitan dengan bagaimana seseorang dapat mengambil keputusan/kebijakan sendiri serta mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah tanpa harus bergantung terutama pada orang tua. Aspek ekonomi, aspek ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam mengelola perekonomian dan kemandirian kebutuhan ekonomi seseorang dari orang tuanya.

Hal ini mengacu pada bagaimana seseorang dapat memanfaatkan, mengelola keuangannya dengan baik, tidak bergantung pada orang tua dan mempunyai penghasilan sendiri. Selain itu, seseorang juga dapat membantu pekerjaan orang lain, misalnya pekerjaan orang tua di rumah, dalam menyelesaikan permasalahan di sekolah, berkaitan dengan pembelajaran dan permasalahan lainnya. Perkembangan kemandirian anak juga dapat dipengaruhi oleh cara orang tua mengasuh dan membesarkan anaknya.

Orang tua yang melarang anak untuk berkata “tidak” terlalu banyak, tanpa memberikan penjelasan kepada anak, dapat menghambat perkembangan kemandirian anak. Perkembangan kemandirian seorang anak juga akan terkena dampak buruk dari orang tua yang sering membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain.

Defenisi Santri

  • Wawancara
  • Observasi
  • Dokumentasi
  • Gambaran Umum
  • Visi, Misi dan Tujuan Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi
  • Identitas Pondok Pesantren

Dalam penulisan ini yang menjadi narasumber utama adalah pimpinan pesantren, guru/pembimbing kewirausahaan dan santri di lingkungan pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui wawancara kepada pimpinan pondok pesantren, guru dan santri dilingkungan Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk itu kami berharap dengan menggunakan metode wawancara ini dapat memperoleh informasi secara langsung dan jelas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pimpinan pesantren dan santri di lingkungan pesantren Makrifatul Ilmi kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam penelitian ini penulis akan melakukan observasi langsung dengan fokus mengamati kepala pesantren dan santri di lingkungan pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk dapat memperoleh informasi mengenai hal-hal yang menyangkut Kepala Pondok Pesantren dan santri di Lingkungan Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan metode ini dapat diidentifikasi strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru dan santri Fiqih di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Kabupaten Bengkulu Selatan.

Hal ini dicapai dengan membandingkan hasil observasi pimpinan pesantren dan santri di pesantren Makrifatul Ilmi kabupaten Bengkulu Selatan. Secara geografis Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi berada di jantung Kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di Jalan Merapi RT.

JUMLAH GURU DAN SANTRI

L Guru Fiqih Fathul Qorib 11 Reza Aldy Pratama L Guru Akhlak (Wasoya) 12 Ikhrom Norvaizi L Guru Fiqh (Safinatun. Wiyah P Guru Fiqh (Mabadi‟. Fiqh) Sumber : Dokumentasi Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi.

KEGIATAN HARIAN SANTRI

KEGIATAN MINGGUAN SANTRI

Pembahasan Hasil Penelitian

Menerapkan pendidikan kewirausahaan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi untuk membangun nilai-nilai kemandirian santri di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewirausahaan berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan masih belum maksimal, karena hasil observasi lapangan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih belum menggunakan referensi dan dalam pelaksanaannya masih ada. masih banyak siswa yang . tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Faktor Pendukung dan Penghambat Pendidikan Kewirausahaan Untuk Membangun Nilai Kemandirian Santri Di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan.

Faktor penghambat kegiatan ini adalah masih adanya mahasiswa yang kurang berminat untuk berwirausaha, karena mahasiswa kurang berminat untuk berwirausaha dan kegiatan yang dilakukannya masih terkondisi sehingga membuat mereka kurang peka untuk berwirausaha, terlihat hanya beberapa dari mereka berpartisipasi dalam kegiatan ini. Berdasarkan pengamatan peneliti, pengawas, pengasuh, dan pengurus dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi, dan rasa malas yang dirasakan setiap siswa dapat menjadi penghambat dalam mengikuti kegiatan wirausaha karena fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya antara lain: tidak ada referensi pembelajaran alatnya hanya terus berlanjut dan minat pelajar untuk melakukan kegiatan tersebut kurang, air langka karena letaknya di dataran tinggi. Hal tersebut dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi dan munculnya rasa malas yang dirasakan setiap siswa sehingga dapat menjadi kendala dalam mengikuti kegiatan wirausaha, karena dari segi tempat sudah memadai, adapun faktor penghambatnya antara lain adalah kurangnya referensi dalam alat pengajaran yang dibutuhkan dan minat siswa untuk melakukan kegiatan tersebut, kurangnya ketersediaan komputer, berlangsung lama.

Implementasi pendidikan kewirausahaan dalam membangun nilai kemandirian santri di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. Terkait perencanaan yang dilakukan pihak yayasan, guru sistem Bioflog, Dsain Garafis, edukasi budidaya ikan lele Ilmi Mart belum memiliki pedoman atau referensi seperti perangkat pembelajaran yang tidak ada dalam kurikulum. , Silabus, RPP, dan belum adanya buku panduan, serta ketersediaan air yang kurang mencukupi, keterbatasan komputer, sehingga pelaksanaan pendidikan ini tidak berjalan maksimal, maka evaluasi yang akan datang akan menjamin tercapainya pendidikan ini untuk mencapai nilai-nilai ​​kemandirian siswa untuk berkembang, maka pihak yayasan dan guru harus mempunyai acuan yang jelas, serta sarana dan prasarana yang memadai didukung oleh semua pihak termasuk siswa harus berpartisipasi secara cermat dalam kegiatan tersebut. Faktor pendukung dan penghambat pendidikan kewirausahaan dalam membangun nilai kemandirian santri di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Benggala Selatan antara lain : faktor pendukung, dukungan semua pihak, sarana dan prasarana yang memadai dari segi lokasi, sebagian anak antusias untuk berpartisipasi .

Saran

Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan hasil yang diperoleh bermanfaat untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam bahwa menjadi seorang guru tidaklah mudah, dan segala pengorbanan yang dilakukan guru dalam belajar tidak lain adalah mendidik siswanya agar memiliki kecerdasan yang cemerlang. masa depan dan terarah serta mandiri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan desain penelitian selanjutnya yang relevan dengan pendekatan yang beragam. Artikulasi Konsep Implementasi Kebijakan: Perspektif, Model dan Kriteria Pengukuran,” Jurnal Bacaan, Volume 1 Agustus 2008, Universitas Pepabari Makassar, 2008.

Chairul Anwar, Buku terlengkap teori pendidikan klasik hingga kontemporer, rumusan dan penerapannya dalam pembelajaran Yogyakarta: Ircisod, 2016. Diyah Yuli Sugiarti, “Strategi Pengembangan Pondok Pesantren Dalam Membangun Peradaban Umat Islam di Indonesia”, Pendidikan, Jilid 3, Nomor 1 Tahun 2011. Ismail Suardi Wekke, “Pengembangan Kurikulum Pesantren dan Kewirausahaan: Kajian Pada Pondok Pesantren Roudahtul Khuffadz Di Sorong Papua Barat”, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Volume 6, Nomor 2 Desember 2012.

Muhammad Allify An Irfani, “Pendidikan Pondok Pesantren Berbasis Kewirausahaan di Pondok Pesantren Kewirausahaan Islam di Pondok Pesantren Al-Mawwadah Honggosoco Jekulo Kudus”, Skripsi, IAIN Kudus, 2018. Nor Yanti, “Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Rangka Pembangunan nilai-nilai karakter siswa untuk menjadi warga negara yang baik di SMA Korpri Banjarmasin", Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Vol 6, No 11, Mei 2016.

Referensi

Dokumen terkait