1
Panduan Pengisian Kertas Kerja Impor Data Perencanaan -Pemda
• Siapkan dokumen perencanaan tingkat pemerintah daerah dan tingkat OPD
• Sheet berwarna merah (sheet OPD, SASTRA, dan SASOPD) WAJIB diisi oleh Asesor Pemda-Bappeda selaku PJ perencanaan pemerintah daerah, sedangkan sheet berwarna kuning diisi oleh tiap – tiap Asesor OPD
Cara Kerja:
o Asesor Pemda mengisi terlebih dahulu sheet berwarna merah, jika sheet berwarna merah sudah lengkap terisi, kemudian kertas kerja dibagikan kepada Asesor OPD
o Asesor OPD hanya mengisi sheet berwarna kuning dan dilarang untuk merubah sheet berwarna merah
Peringatan:
o Dilarang menambahkan dan menghapus baris/kolom
o Jika ingin melakukan COPY PASTE, PASTE HARUS PASTE VALUE pada field yang bukan rumus
o Pengisian kertas kerja impor harap dilakukan secara teliti dan hati – hati, untuk menghindari gagal impor atau error di aplikasi!
1. Pada saat awal membuka file excel, jika ada warning “open as read-only”, silahkan pilih No/Tidak
2 2. Sheet OPD (DIISI OLEH ASESOR PEMDA)
a. Kolom A, diisi Kode OPD (harus sama dengan kode OPD yang diinput di aplikasi.
Jika kode diawali dengan angka 0, dapat menggunakan apostrof (‘))
b. Kolom B, diisi Nama OPD (harus sama dengan nama OPD yang diinput di aplikasi)
c. Kolom C, diisi Anggaran OPD tahun yang bersangkutan
3. Sheet Program (DIISI OLEH ASESOR OPD)
a. Kolom A, diisi Kode Program (kode program sesuai SIPD) b. Kolom B, diisi Nama Program
c. Kolom C, diisi Nama OPD (metode dropdown)
4. Sheet Kegiatan (DIISI OLEH ASESOR OPD)
a. Kolom A, diisi Kode Kegiatan (kode kegiatan sesuai SIPD) b. Kolom B, diisi Nama Kegiatan
c. Kolom C, diisi Nama OPD (metode dropdown)
3 5. Sheet SubKegiatan (DIISI OLEH ASESOR OPD)
a. Kolom A, diisi Kode SubKegiatan (kode subkegiatan sesuai SIPD) b. Kolom B, diisi Nama SubKegiatan
c. Kolom C, diisi Nama OPD (metode dropdown)
6. Sheet SASTRA (DIISI OLEH ASESOR PEMDA)
a. Kolom A, diisi Kode Sasaran Strategis Pemda/Kode Indikator Sastra Pemda (secara berurutan)
Alternatif kode indikator sastra pemda: kode sastra pemda-1
Contoh: kode sastra pemda: 1. Kode indikator sastra pemda: 1-1, 1-2, 1-3, dst b. Kolom B, diisi Sasaran Strategis Pemda/Indikator (secara berurutan)
c. Kolom C, tidak usah diisi karena rumus
d. Kolom D, diisi target kinerja (sejajar dengan indikator) NB:
▪ Pengisian target kinerja harus dalam bentuk kuantitatif (angka). Jika dalam bentuk kualitatif wajib dikonversi menjadi angka (cont: opini BPK, 4: Opini WTP, 3: Opini WDP, 2: Opini Tidak Memberi Pendapat, dan 1: Opini Tidak Wajar)
▪ Pengisian target kinerja tidak perlu menggunakan titik untuk ribuan (contoh 10rb penulisannya adalah 10000, 1jt penulisannya adalah 1000000)
4
▪ Pengisian target kinerja angka dibelakang koma, menggunakan titik (contoh 2.75, 2.876, dst)
e. Kolom E, diisi satuan (unit, dokumen, persen)
f. Kolom F, diisi 1 apabila indikator tersebut adalah indikator negatif (contoh:
menurunnya angka kriminalitas, menurunnya angka kemiskinan, indeks gini, dsb).
Jika indikator bukan indikator negatif maka kolom F diisi 0 atau tidak diisi.
7. Sheet SASOPD (DIISI OLEH ASESOR PEMDA)
a. Kolom A, tidak usah diisi karena rumus b. Kolom B, diisi Nama OPD (metode dropdown)
c. Kolom C, diisi Sasaran Strategis Pemda (metode dropdown)
d. Kolom D, diisi Kode Sasaran Strategis OPD/Kode Indikator Sastra OPD (secara berurutan)
Alternatif kode indikator sastra OPD: kode sastra OPD-1
Contoh: kode sastra OPD: 1.1, kode indikator sastra OPD: 1.1-1, 1.1-2, 1.1-3, dst e. Kolom E, diisi Sasaran Strategis OPD/Indikator (secara berurutan)
f. Kolom F, tidak usah diisi karena rumus
g. Kolom G, diisi target kinerja (sejajar dengan indikator) h. Kolom H, diisi satuan (unit, dokumen, persen)
i. Kolom I, diisi 1 apabila indikator tersebut adalah indikator negatif, jika bukan infikator negatif diisi 0 atau tidak diisi
8. Sheet SASPROG (DIISI OLEH ASESOR OPD)
a. Kolom A, tidak usah diisi karena rumus
5 b. Kolom B, diisi Nama OPD (metode dropdown)
c. Kolom C, diisi Sasaran Strategis Pemda (metode dropdown) d. Kolom D, diisi Sasaran Strategis OPD (metode dropdown) e. Kolom E, diisi Kode Program (metode dropdown)
f. Kolom F, tidak usah diisi karena rumus
g. Kolom G, diisi Kode Sasaran Program/Kode Indikator Sasaran Program (secara berurutan)
Alternatif:
o Kode sasaran program = kode program
o Kode indikator sasaran program: kode sasaran program-1 Contoh: kode sasprog: 1.03.01, kode indikator sasprog: 1.03.01-1 h. Kolom H, diisi Sasaran Program/Indikator (secara berurutan)
i. Kolom I, tidak usah diisi karena rumus
j. Kolom J, diisi target kinerja (sejajar dengan indikator) NB:
▪ Pengisian target kinerja harus dalam bentuk kuantitatif (angka). Jika dalam bentuk kualitatif wajib dikonversi menjadi angka (cont: opini BPK, 4: Opini WTP, 3: Opini WDP, 2: Opini Tidak Memberi Pendapat, dan 1: Opini Tidak Wajar)
▪ Pengisian target kinerja tidak perlu menggunakan titik untuk ribuan (contoh 10rb penulisannya adalah 10000, 1jt penulisannya adalah 1000000)
▪ Pengisian target kinerja angka dibelakang koma, menggunakan titik (contoh 2.75, 2.876, dst)
k. Kolom K, diisi satuan (unit, dokumen, persen)
l. Kolom L, diisi 1 apabila indikator tersebut adalah indikator negatif (contoh:
menurunnya angka kriminalitas, menurunnya angka kemiskinan, indeks gini, dsb).
Jika indikator bukan indikator negatif maka kolom F diisi 0 atau tidak diisi.
6 9. Sheet SASKEG (DIISI OLEH ASESOR OPD)
a. Kolom A, tidak usah diisi karena rumus b. Kolom B, diisi Nama OPD (metode dropdown)
c. Kolom C, diisi Sasaran Strategis Pemda (metode dropdown) d. Kolom D, diisi Sasaran Strategis OPD (metode dropdown) e. Kolom E, diisi Kode Sasaran Program (metode dropdown) f. Kolom F, diisi Kode Kegiatan (metode dropdown)
g. Kolom G, tidak usah diisi karena rumus
h. Kolom H, diisi Kode Sasaran Kegiatan/Kode Indikator Sasaran Kegiatan (secara berurutan)
Alternatif:
o Kode sasaran kegiatan = kode kegiatan
o Kode indikator sasaran kegiatan: kode sasaran kegiatan-1 Contoh: kode saskeg: 1.03.01.01, kode indikator saskeg: 1.03.01.01-1 i. Kolom I, diisi Sasaran Kegiatan/Indikator (secara berurutan)
j. Kolom J, tidak usah diisi karena rumus
k. Kolom K, diisi target kinerja (sejajar dengan indikator) l. Kolom L, diisi satuan (unit, dokumen, persen)
m. Kolom M, diisi 1 apabila indikator tersebut adalah indikator negatif, jika bukan infikator negatif diisi 0 atau tidak diisi
10. Sheet SASSUBKEG (DIISI OLEH ASESOR OPD)
a. Kolom A, tidak usah diisi karena rumus b. Kolom B, diisi Nama OPD (metode dropdown)
7 c. Kolom C, diisi Sasaran Strategis Pemda (metode dropdown)
d. Kolom D, diisi Sasaran Strategis OPD (metode dropdown) e. Kolom E, diisi Kode Sasaran Program (metode dropdown) f. Kolom F, diisi Kode Sasaran Kegiatan (metode dropdown) g. Kolom G, diisi Kode SubKegiatan (metode dropdown) h. Kolom H, tidak usah diisi karena rumus
i. Kolom I, diisi Kode Sasaran SubKegiatan/Kode Indikator Sasaran SubKegiatan (secara berurutan)
Alternatif:
o Kode sasaran subkegiatan = kode subkegiatan
o Kode indikator sasaran subkegiatan: kode sasaran kegiatan-1
Contoh: kode sassubkeg: 1.03.01.01.01, kode indikator sassubkeg: 1.03.01.01.01-1
j. Kolom J, diisi Sasaran SubKegiatan/Indikator (secara berurutan) k. Kolom K, tidak usah diisi karena rumus
l. Kolom L, diisi target kinerja (sejajar dengan indikator) m. Kolom M, diisi satuan (unit, dokumen, persen)
n. Kolom N, diisi 1 apabila indikator tersebut adalah indikator negatif, jika bukan infikator negatif diisi 0 atau tidak diisi
Jika Asesor OPD ada yang telah melengkapi 6 sheet berwarna kuning, Asesor Pemda – Bappeda mengkompilasi isian 6 sheet dari seluruh Asesor OPD sehingga menjadi 1 (satu) Template Impor.
Setelah lengkap dan dirasa sudah benar, Asesor Pemda – Bappeda dapat mengimpor excel ini pada Aplikasi Penilaian SPIP Terintegrasi setelah didaftrakan akunnya oleh Admin Pemda.