Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2O2l tentang Asesmen Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2O2l Nomor 832); Pedoman pelaksanaan Asesmen Nasional diterbitkan agar pelaksanaan Asesmen Nasional bersifat obyektif, transparan, bertanggung jawab, dan terstandar. Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2O2l tentang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2O2i Nomor 156);
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2O2l tentang Penilaian Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 832); Tahun 2027 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2O21 Nomor 963); Asesmen Nasional yang selanjutnya disingkat AN adalah suatu bentuk penilaian terhadap sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh kementerian pada tingkat pendidikan sekolah dasar dan remaja.
Tim Teknis adalah petugas di provinsi dan kabupaten/kota yang diberi kewenangan sebagai petugas teknis untuk melaksanakan verifikasi dan pendampingan Satuan Pendidikan sebagai pelaksana Asesmen Nasional. Pengawas adalah pendidik/tenaga kependidikan yang diberi wewenang mengawasi dan menjamin kelancaran pelaksanaan Asesmen Nasional di ruang asesmen pada Satuan Pendidikan.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek;
Satuan Pendidikan pelaksana AN mandiri menanggung honor pengawas, proktor, dan teknisi di Satuan Pendidikan masing-masing;
Penyelenggaraan AN menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan perwakilan Negara Republik Indonesia (RI) di luar negeri. Direktorat Jenderal Pendidikan Prasekolah, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian dan .. a) menyiapkan materi peningkatan kesadaran pihak-pihak yang berkepentingan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan tingkat satuan pendidikan; SMK, SLB dan pendidikan sederajat berdasarkan data bidang. f) pemantauan dan evaluasi terhadap penyiapan dan pelaksanaan AN pada pendidikan dasar, rendah, menengah, luar biasa, dan sederajat; .. g) memastikan pelaksanaan AN sesuai dengan pedoman.. i) membuat program pemantauan berdasarkan hasil AN; Dan . j) memberikan bantuan pemantauan hasil AN pada dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi;
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ;
Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi;
16 - . h) melakukan pendampingan tindak lanjut hasil AN pada kantor wilayah kementerian agama dan kantor kementerian agama. Koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah mengenai persiapan dan pelaksanaan AN. 13) Atase Pendidikan dan Kebudayaan atau Konsulat Jenderal Kementerian Luar Negeri; Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Satuan Pendidikan;
20-. o) menerbitkan ketentuan untuk menjamin kewajaran biaya dalam pelaksanaan prinsip pembagian sumber daya antara satuan pendidikan pondok pesantren dan satuan pendidikan penerima sesuai dengan pengawasan terhadap penyusunan dan pelaksanaan AN; ..memastikan pelaksanaan AN sesuai dengan pedoman. ..menjamin terselenggaranya AN di satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan; ..menyiapkan laporan hasil pemantauan persiapan dan pelaksanaan AN; ..menyampaikan laporan hasil pemantauan AN kepada Kementerian Agama; .. Menyampaikan laporan pelaksanaan AN sesuai format. p)q). R). s) t) kamu). prasarana yang dimiliki oleh setiap satuan pendidikan, sesuai dengan kewenangannya; f) menetapkan Satuan Pendidikan yang melaksanakan AN mandiri dan Satuan Pendidikan yang menumpangnya, yang dituangkan dalam “surat keputusan”, dan menyampaikannya kepada Satuan Pendidikan yang bersangkutan; g) menetapkan tata cara pelaksanaan AN (online/semi online) bagi Satuan Pendidikan, yang dituangkan dalam “surat keputusan”, dan disampaikan kepada Satuan Pendidikan yang bersangkutan; .. h) berkoordinasi dengan penyedia listrik dan internet selama persiapan dan pelaksanaan AN; .. i) pemberian pelatihan kepada tim teknis provinsi, kabupaten/kota, dan .. j) pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam penyusunan dan pelaksanaan AN sesuai bidang kompetensinya; k) menunjuk pengawas pelaksanaan AN dari unsur guru dan/atau tenaga pengajar yang tersebar di satuan pendidikan, kecuali satuan pendidikan yang letak geografisnya jauh dari sekolah; .. l) menyelesaikan permasalahan teknis Satuan Pendidikan sesuai kewenangannya, melalui sistem aplikasi ANBK; m) penyelesaian permasalahan teknis yang dikomunikasikan oleh tim teknis kabupaten/kota melalui sistem aplikasi ANBK; .. n) meneruskan permasalahan teknis yang tidak dapat diselesaikan di tingkat provinsi kepada Tim Teknis pusat melalui sistem aplikasi ANBK; .. v) mengembangkan program tindak lanjut berdasarkan hasil AN di daerah; ..w) memberikan dukungan tindak lanjut hasil AN kepada satuan pendidikan sesuai dengan kewenangannya, sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di daerahnya. Dinas Pendidikan Provinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Satuan Pendidikan; 24- . n) menerbitkan ketentuan untuk menjamin kewajaran biaya dalam pelaksanaan prinsip pembagian sumber daya antara satuan pendidikan pondok pesantren dengan satuan pendidikan penerima, sesuai dengan ketentuan yang berlaku; .. o) memantau persiapan dan pelaksanaan AN; .. p) memastikan pelaksanaan AN sesuai dengan pedoman.
Bagi satuan pendidikan pelaksana AN yang berstatus pelaksana mandiri, pengelola tingkat satuan pendidikan dibentuk oleh kepala sekolah yang paling sedikit terdiri atas direktur pelaksana, pengawas setempat, pengawas, dan teknisi. Bagi Satuan Pendidikan yang melaksanakan AN dengan status pelaksanaan di atas kapal, Pelaksana Tingkat Satuan Pendidikan dibentuk oleh kepala sekolah yang paling sedikit terdiri atas CEO dan Pengawas Ruangan.
AN yang dicadangkan ialah jumlah peserta AN yang dicadangkan (5 orang), . melaksanakan AN mengikut peruntukan garis panduan.
Memastikan kelengkapan dokumenberita acara, daftar hadir, pakta integritas sudah diunggah di laman ANBK; dan
Peserta Didik yang mengikuti AN
SLB)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, mempunyai laporan penilaian hasil belajar semester ganjil kelas I sampai dengan semester genap kelas 4; Siswa penyandang disabilitas pada seluruh satuan pendidikan yang dapat mengikuti AN adalah siswa penyandang disabilitas sensorik (tuli dan/atau bicara) dan/atau disabilitas fisik yang tidak memiliki hambatan intelektual atau membaca dan dapat menyelesaikan Asesmen Nasional secara mandiri.
Pemilihan Peserta Didik
Sekolah Dasar (SD)/Sekolah Dasar Luar Biasa (SLB)/Madrasah
Satual Pendidikan di bawah bimbingan kementerian mendaftarkan peserta AN (siswa, pendidik, dan kepala satuan pendidikan) ke Dapodik. Satuan pendidikan di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Direktorat Jenderal. Bimbingan Masyarakat Katolik, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha Kementerian Agama mendaftarkan peserta (siswa, guru, dan kepala satuan pendidikan) ke EMIS.
Pengendali data di setiap satuan pendidikan melaksanakan proses verifikasi dan validasi siswa berdasarkan NISN pada sistem verifikasi siswa yang disediakan oleh pusat yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan data dan fungsi teknologi informasi Kementerian. Pengelola data menarik data dari halaman pd.data.kemdikbud.eo.id ke halaman pendataan AN. . f.Proses pengambilan sampel peserta utama dan peserta pengganti secara otomatis dilakukan dengan menggunakan metode yang ditetapkan Kementerian pada halaman pendataan penilaian oleh pengelola data kabupaten/kota atau provinsi sesuai kewenangannya. g.DNS dicetak oleh Pengelola Data Provinsi atau Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya dan diberikan kepada Satuan Pendidikan untuk diverifikasi.
Proses pengambilan sampel, proses pencetakan DNS dan DNT untuk SILN dan program Setara Pendidikan di Luar Negeri dilakukan oleh Pusat Asesmen Kementerian Pendidikan. Pengelola data satuan pendidikan menarik data peserta yang telah ditentukan sebelumnya dari halaman pendataan AN ke halaman pengelolaan AN untuk pengaturan sesi, lokasi ujian, pencetakan kartu registrasi peserta, dan hal-hal terkait administrasi ujian.
AKM mengukur hasil belajar kognitif peserta didik dalam Literasi Membaca dan Numerasi;
Survei Karakter mengukur perkembangan karakter peserta didik
Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas lingkungan belajar pada Satuan Pendidikan
Bentuk soal objektif (Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks, Menjodohkan, dan Isian Singkat)
Penalaran
Jumlah sarana komputer yang harus disediakan oleh satuan pendidikan yang melaksanakan AN adalah sejumlah komputer dengan
Spesifikasi teknis sarana yang diperlukan satuan pendidikan untuk melaksanakan AN mengacu pada petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan
SMA, MA, SMK, SMALB, Paket C,
BAB III
Pengawas
SMP/MTs/SMPLB/PakeI B/PKPPS Wustha dan sederajat, dan SMA/MA/SMK/MAK/SMLB/Paket C/PKPPS Ulya dan sederajat;
38, melalui laman ANBK
- memantau dan memberikan solusi apabila Satuan Pendidikan pelaksana mengalami kendala teknis dalam pelaksanaan AN
- masuk (login) ke dalam aplikasi ANBK dengan menggunakan username dan kata sandi (password) sesuai kartu login yang
- Monitoring dan evaluasi pelaksanaan AN dilakukan oleh penyelenggara
- Laporan hasil monitoring dan evaluasi oleh pelaksana tingkat
- Memastikan kelengkapan dokumen berita acara, daftar hadir, pakta
- Memastikan Proktor mengunggah hasil AN ke laman ANBK untuk moda
- Iistrik padam;
- hambatan teknis lainnYa
- bencana nonalam;
- Larangan
- membiarkan peserta AN melakukan kerja sama dengan peserta lainnya atau menyontek;
- membiarkan orang yang tidak tercantum dalam daftar peserta AN untuk mengikuti AN;
- membiarkan peserta AN membawa alat komunikasi, kamera, perangkat elektronik yang dapat merekam gambar, dan/atau alat
- membawa dan menggunakan catatan dan/atau perangkat
- melakukan kerja sama dengan peserta lainnya atau menyontek dalam melaksanakan AN;
- tidak memeriksa kesiapan ruang AN dan memastikan ruangan memenuhi Protokol kesehatan;
- tidak mengumpulkan perangkat komunikasi elektronik, alat atau piranti komunikasi dan optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya
- tidak memastikan komputer Proktor sudah terkoneksi dengan internet;
- tidak melakukan pengelolaan AN melalui aplikasi pada komputer Proktor;
- memberi isyarat, petunjuk, dan/atau bantuan apapun kepada
- tidak memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan
- Sanksi teguran diberikan oleh pengawas kepada peserta AN yang
- Sanksi rekomendasi pembebasan tugas pada pelaksanaan AN
Kepala satuan pendidikan dan pendidik mengisi Sulingjar pada laman https://surveilingunganbelajar.kemdikbud.go.id/ sesuai jadwal yang telah diterbitkan. Penyelenggara satuan pendidikan memastikan data peserta Sulingiar bagi pengelola dan pendidik satuan pendidikan merupakan informasi terkini dan terkini paling lambat 4 (empat) hari sebelum diperkenalkannya Sulingjar. Hal itu bisa dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan tenaga pendidik yang memiliki informasi berbeda dengan daftar peserta Sulingjar Kementerian.
Penyelenggara/pengawas satuan pendidikan dapat mencetak kartu pendaftaran peserta Sulingjar paling lambat 2 (dua) hari sebelumnya. Pelaksana tingkat satuan pendidikan memastikan seluruh peserta menyelesaikan Sulingjar secara mandiri sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pelaksana Tingkat Satuan Pendidikan bertanggung jawab kepada Penyelenggara Tingkat Pusat melalui Tim Teknis sesuai dengan kewenangannya'.
Hasil pemeriksaan dibahas dalam rapat pimpinan tingkat satuan pendidikan dan diambil kesimpulan serta rekomendasi lebih lanjut. G. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kabupaten/Kota hingga Satuan Pendidikan sesuai kewenangannya masing-masing. melanggar ketentuan yang diatur dalam ketentuan pemastian pelanggaran terhadap Satuan Pendidikan huruf c.
BAB IV
Respons pendidik dan kepala Satuan Pendidikan berupa data Sulingiar dikumpulkan, diverifikasi, dan divalidasi oleh pusat yang membidangi fungsi
49- masalah kompleks serta nonrutin
Informasi yang dihasilkan dari AKM Numerasi merupakan rata-rata skor numerasi murid serta persentase peserta didik pada masing-masing kategori
Informasi yang dihasilkan dari Sulingiar merupakan indeks Satuan