"Peran GPK dalam Membentuk Kemandirian Anak Tunagrahita di Kelas 3 SDN Keraton 4 Martapura"
1. Sudah berapa lama Ibu menjadi wali kelas di kelas 3 SDN Keraton 4 Martapura?
2. Apakah Ibu mengetahui kondisi anak tunagrahita yang ada di kelas Bapak/Ibu?
3. Menurut Ibu, apa saja bentuk kemandirian yang perlu dimiliki oleh anak tunagrahita di lingkungan sekolah?
4. Bagaimana bentuk kerja sama yang Ibu jalani dengan GPK dalam mendampingi anak tunagrahita di kelas?
5. Seberapa besar peran GPK dalam membantu anak tunagrahita mengikuti kegiatan belajar di kelas?
6. Apakah Ibu dan GPK sering berdiskusi tentang perkembangan anak? Seberapa intens komunikasi tersebut?
7. Apakah Ibu melihat ada perubahan positif pada anak tunagrahita selama didampingi oleh GPK? Bisa dijelaskan contohnya?
8. Dalam hal apa saja GPK berperan besar dalam melatih kemandirian anak tunagrahita di kelas (misalnya: saat belajar, istirahat, atau kegiatan lain)?
9. Menurut Ibu, strategi apa yang digunakan GPK dan cukup berhasil dalam membentuk kemandirian anak?
10. Apakah siswa lain di kelas ikut mendukung atau justru menghambat proses kemandirian anak tunagrahita?
11. Bagaimana Ibu menciptakan suasana inklusif agar anak tunagrahita merasa nyaman dan dapat berkembang secara mandiri?
12. Bagaimana Ibu menilai perkembangan kemandirian anak tunagrahita dari waktu ke waktu?
13. Apa harapan Ibu terhadap peran GPK ke depan dalam membantu anak tunagrahita menjadi lebih mandiri?
14. Apakah Ibu memiliki saran agar kerja sama antara guru kelas, GPK, dan orang tua dapat berjalan lebih efektif?