• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajari tentang Kalimat Efektif

N/A
N/A
Agus Milu Susetyo

Academic year: 2024

Membagikan "Pelajari tentang Kalimat Efektif "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

 Kalimat selalu memiliki S dan P.

 Kalimat selalu diakhiri dengan intonasi akhir.

 Unsur O, pelengkap, keterangan

tidak wajib ada. Bisa ada dan tidak.

 Subjek selalu berada didepan daripada unsur yang lain.

 Subjek tidak boleh didahului dengan kata depan.

(3)

SALAH

Budi (salah, tidak berunsur S dan P)

Budi menangis (tidak berintonasi akhir)

Dalam rapat itu

ditemukan banyak orang tertidur. (S didahului kata depan dalam)>>

keterangan semua

Ani yang tercantik dan suka membolos. (hanya berunsur S)

BENAR

Budi menangis. (benar, berunsur S dan P dan berintonasi akhir)

Banyak orang tertidur ditemukan dalam rapat itu. (benar, susunan S dan P serta unsur yang lain

sesuai kaidah)

Ani yang tercantik dan suka membolos memiliki hobi berdandan. (berunsu S P dan Pel)

(4)

 Kalimat yang berhasil

menyampaikan pesan, gagasan,

perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

 Kalimat yang sesuai dengan situasi terjadinya komunikasi.

(5)

Kesatuan gagasan

Adanya S dan P.

S tidak didahului kata depan seperti: di,

dalam, pada, untuk, atau pada.

Tidak terdapat S ganda.

tidak menggunakan

kata hubung koordinatif dan subordinatif di

awal kalimat.

Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.

Ani memasak nasi.

(benar)

Pada malam hari budi selalu belajar. (salah)

Ia suka menabung, ia pun sangat pintar.

(salah)

Budi sangat pintar. Dan Ani suka padanya.

(salah)

Kampus Unmuh yang terletak di jalan

Karimata mendirikan

masjid baru. (salah, S

saja tidak ber-P)

(6)

Kepaduan

(koherensi) antar unsur yang kompak.

Menggunakan diksi yang jelas bagi

pembaca.

Hindari kesalahan penggunaan kata depan.

Hindari pemakaian dua kata yang bermakna tumpang tindih.

Ibu memasak lele.

(salah)

Ibu memasak ikan lele. (benar)

Ibu mengirim uang pada Budi. (salah)

Para siswa-siswi diharapkan giat belajar. (salah)

Semua data-data sudah terkumpul.

(salah)

(7)

Bom itu dijatuhkan pada negara ...

Bom itu dijatuhkan

kepada Naila

(8)

Penekanan dalam bahasa tulis.

Mengubah posisi kata/frasa dalam kalimat.

Mempergunakan repetisi kata atau frasa.

Partikel penekanan: kah, lah, deh, kan, dong, kek, pun, toh.

Ana menemukan uang sekoper, karena takut dituduh pencuri ia pun menyerahkan uang

tersebut pada polisi.

Repetisi Subjek (ana, ia)

Repetisi predikat (menemukan, menyerahkan >> kata kerja)

Repetisi objek (uang dua kali)

Susan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghadapi UN.

Dengan sekuat tenaga Susan berusaha menghadapi UN.

UN dihadapi Susan dengan sekuat tenaga.

Budi anak terpandai dikelasnya, sehingga anak itu selalu

dikagumi oleh gurunya dan ia pun mempunyai hobi membaca.

Susanlah yang membuang sampah itu.

Akulah yang tiap hari

memperhatikannya, namun ia pun tidak memperdulikanku sehingga sakit hati ini tetapi, itu tidak mengapa, toh aku sudah mendapatkan

penggantinya.

(9)

Variasi

Variasi sinomim kata

Variasi panjang

pendeknya kalimat

Variasi imbuhan me- dan di-

Variasi posisi unsur pembangun kalimat

Ayah mencabuti bulu ayam kemudian memotong

dagingnya.

Sinonim kata cabut dan potong

Hayati bagai bunga desa sehingga di mata teman-

temannya, ia ibarat bidadari.

Bagai dan ibarat adalah contoh variasi sinonim

Perampokan tadi malam menewaskan tokoh agama setempat, sedangkan

perampoknya mati dikeroyok masa .

Mati dan tewas adalah sinomin

(10)

Cantik:indah:elok:

menawan:

mempesona:

memikat

Ana yang cantik terlihat elok

mempesona saat memakai gaun

merah yang indah sehingga

memikat banyak

lelaki.

(11)

Paralelisme atau kesejajaran bentuk membantu

memberikan

kejelasan dalam bentuk gramatikal dengan

memperhatikan

bagian-bagian yang sederajat dalam

konstruksi yang sama.

Paralel jenis katanya

Binatang buas sering memakan mangsanya hidup- hidup dan

meminum darah mangsanya.

(semua kata kerja)

(12)

Logika adalah suatu proses berfikir yang berusaha

untuk menghubungkan

fakta-fakta menuju kepada suatu kesimpulan yang

masuk akal.

Tulisan yang baik dan jelas merupakan perwujudan dari berfikir logis.

Endang mencuci

rambutnya dengan Rinso.

(tidak logis)

Endang mencuci

rambutnya dengan zinc.

(logis)

Buaya Budi mati

kemarin sore. (benar)

Pencuri wafat

dikeroyok masa.

(salah)

Pencuri mati dikeroyok masa. (benar)

Yanto memotong rumput dengan gergaji. (salah)

Yanto memotong

rumput dengan

gunting. (benar)

(13)

Nelayan itu

menyelamatkan ikan yang

tenggelam.

Gunakan mata

batinmu untuk

melihat ....

Referensi

Dokumen terkait