• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajari tentang Keuangan Publik

N/A
N/A
Hoyin Rizmu

Academic year: 2023

Membagikan "Pelajari tentang Keuangan Publik"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

Pertemuan 2

(2)

Persoalan di Indonesia

 Pengertian dan ruang lingkup keuangan publik masih diperselisihkan

 Belum adanya perundang-undangan pengganti yang

lama

(3)

Pengertian, Hak dan Kewajiban

Keuangan negara adalah :

Semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang Hak Negara :

1. Mencetak dan mengedarkan uang 2. Memungut pajak dan iuran lain 3. Melakukan pinjaman

Kewajiban negara :

1. Menyelenggarakan pelayanan umum

2. Melaksanakan pembayaran kewajiban pada pihak ke -3

(4)

Landasan Hukum Keuangan Negara

 UUD 1945 pasal 23 ,berbunyi :

1. Anggaran pendapatan dan Belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan Undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui

anggaran yang diusulkan pemerintah, pemerintah menjalankan anggaran tahun lalu

2. Semua pajak untuk keperluan negara diatur berdasarkan undang-undang

3. Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang

4. Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undang-undang

5. Untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara diadakan

suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepda Dewan

Perwakilan Rakyat

(5)

Undang-Undang (UU)

- Setiap tahun pemerintah mengajukan RUU APBN kepada DPR untuk disetujui

- Perubahan atas APBN harus mendapat persetujuan DPR

- Pemerintah mengusulkan RUU Perhitungan Anggaran Negara (RUU- PAN) pertanggunjawaban keuangan negara atas pelaksanaan

APBN oleh permerintah

- Pemerintah juga mengajukan RUU tentang Pajak, pendapatan

negara bukan pajak, serta bea masuk dan cukai

(6)

Keputusan Presiden (Keppres)

Peraturan Pelaksanaan lain :

Keputusan Presiden mengenai pelaksanaan APBN.

Keppres ini akan diubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi

Peraturan Pelaksanaan Lainnya Misalnya :

Aturan teknis dari Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal

Anggran dalam bentuk Surat Keputusan (SK) atau Surat Edaran

(SE)

(7)

Ruang Lingkup Keuangan Negara

 Pemerintah Pusat

APBN dibuat oleh Pemerintah diajukan ke DPR RI Disahkan Oleh DPR RI

Dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat Dipertanggungjawabkan ke

DPR RI

(8)

Pemerintah Pusat

Pendapatan Belanja Pembiayaan

Pajak Penghasilan Belanja Pegawai Utang dalam negeri PPN dan PPn BM Belanja Barang Utang Luar Negeri

Pajak Ekspor Belanja Pemeliharaan Hasil Privatisasi perush Negara

Bea Materai Belanja Lain termasuk perimbangan keuangan dalam APBN

Pendapatan lain : BPPN

Bea MAsuk dan Cukai Pend Negara Bkn Pjk (PNBP)

Sewa dan Jasa

Pendapatan Migas & Hibah

(9)

Pemerintah Daerah (Provinsi kabupaten/ kota)

Keuangan negara yang dikelola oleh daerah meliputi APBD yang disetujui oleh DPRD tiap PEMDA.

Pendapatan meliputi :

Pendapatan dari pemerintah pusat (PBB dan dana alokasi), pajak daerah dan pendapatan non pajak.

Belanja : seluruh belanja didalam APBD

(10)

Perusahaan Negara/Daerah (BUMN/BUMD)

Keuangan negara di perusahaan milik negara merupakan

keuangan negara yang

dipisahkan berupa penyertaan modal pemerintah pusat/daerah

Saham

Pemerintah

Saham Pemda

PT Pertamina Bank Daerah PT KAI Perusahaan

Daerah

BNI 1946 RSUD

(11)

11

(12)

Pengurusan Keuangan Negara

Pengurusan Keuangan negara dilakukan oleh

Presiden

tetapi :

1. Dikuasakan kepada Menteri Keuangan selaku Pengelola anggaran Pemerintah Pusat dan Wakil Pemerintah sebagai pemegang saham pada perusahaan milik negara serta

pengawas lembaga keuangan

2. Diserahkan kepada Gubernur Bank Sentral selaku pengelola dan pelaksana kebijakan moneter

3. Dikuasakan kepada menteri atau pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran atau barang milik negara

4. Diserahkan kepada pemimpin pemerintah dareah selaku pengelola keuangan pemerintah daerah dan wakil pemerintah dareah sebagai pemegang saham perusahaan milik

pemerintahan daerah

(13)

Keuangan negara adalah :

semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, termasuk segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik negara yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

Hak-hak negara :

1. Hak untuk menarik pajak.

2. Hak untuk menarik iuran.

3. Hak untuk mencetak uang.

4. Hak untuk mengadakan pinjaman.

5. Hak untuk melakukan pinjaman paksa.

Kewajiban negara :

menyelenggarakan tugas/fungsi negara

(14)

Ruang linglup keuangan negara :

APBN, APBD, Anggaran BUMN/BUMD, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, yang hakekatnya seluruh kekayaan negara

Dalam pengelolaannya, ruang lingkup keuangan negara tersebut dibagi menjadi :

1.

Pengelolaan Fiskalo/Pemerintah secara Langsung

2.

Pengelolaan Moneter o/ Bank Sentral

3.

Pengelolaan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

o/ BUMN/D

(15)

BPKP (2007) menjelaskan bahwa penerapan kaidah- kaidah yang baik ( best practices ) dalam pengelolaan keuangan negara berlandaskan kepada asas :

1.

Asas Tahunan

2.

Asas Universalitas (Kelengkapan)

3.

Asas Kesatuan

4.

Asas Spesialis

5.

Asas Akuntabilitas

6.

Asas Profesionalitas

7.

Asas Proporsionalitas

8.

Asas Keterbukaan

9.

Asas Pemeriksaan Keuangan

(16)

Dalam melaksanakan pengelolaan keuangannegara secara langsung ini terdapat 2 tipe pengurusan :

1. Peng. Umum/Administratif (Administratief Beheer) 2. Peng. Khusus/Bendaharawan (Comptabel Beheer) Tujuan pengelolaan keuangan negara :

3.

Realokasi sumber daya secara adil dan merata.

4.

Pemerataan pembangunan

5.

Menjaga kestabilan ekonomi, pertahanan dan

keamanan negara.

(17)

Pengurusan Umum :

1. Otorisator (Penguasa Primer).

2. Ordonatur (Penguasa Sekunder).

Dipegang oleh Presiden, dan dilimpahkan kepada Para Menteri/ Ketua Lembaga Pemerintah Non

Kementerian.

(18)

visual

(19)

Otorisator dalah Pejabat yang berwenang mengambil Tindakan yang mengakibatkan adanya penerimaan/pengeluaran negara

Otorisasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu : 1. Otorisasi yang bersifat luas/umum.

Otorisasi ini dalam pelaksanaannya tidak membawa akibat secara langsung terhadap penerimaan dan pengeluaran negara, serta dikeluarkan dalam bentuk peraturan seperti : UU, PP, Kepres.

2. Otorisasi yang bersifat sempit/khusus.

Otorisasi ini dalam pelaksanaannya membawa akibat secara langsung terhadap terhadap penerimaan dan pengeluaran negara, serta dikeluarkan dalam bentuk Surat Keputusan Otorisasi/SKO, misalnya : Otorisasi Permanen, Otorisasi Rutin

(20)

Ordonator

Pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada

kementerian/Lembaga sehubungan dengan tindakan otorisator, serta memerintahkan pembayaran dan atau

menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran.

Tugas ordonatur :

1.

Mengusahakan agar penerimaan-penerimaan negara

masuk ke kas negara tepat pada waktunya (kecuali untuk Pajak, Bea & Cukai)

2.

Menerima, menguji dan membebankan tagihan- tagihan kepada negara sesuai dengan bagian dan mata

anggarannya (menerbitkan SPM)

(21)

Comtable :

Orang/badan hukum yang ditugaskan untuk menerima, menyimpan, dan membayar (mengeluarkan) atau menyerahkan uang, surat berharga, dan

barang milik negara di dalam gudang atau tempat penyimpanan yang lain.

Berdasarkan objek pengurusannya : 1. Bendaharawan Uang.

2. Bendaharawan Barang.

Menteri Keuangan bertindak sebagai : Bendahara Umum Negara. Dibantu oleh Kuasa BUN : Dirjen Perbendaharaan Negara, Kantor Pelayanan

Perbendaharaan Negara.

(22)

Bendaharawan Uang.

Bendaharawan uang dikelompokan menjadi 2 : 1. Bendaharawan Umum.

Tugas bendaharawan umum ini meliputi :

1.

Menerima uang yang berasal dari pemindah- bukuan, dan dari setoran penerimaan pajak dan PNBP.

2.

Menyimpan uang negara, uang pihak ketiga yang dikuasai negara, dan surat berharga.

3.

Membayar berbagai tagihan dari pihak ketiga berdasarkan ketentuan yang berlaku.

4.

Mencatat semua transaksi keuangan dan

mempertanggungjawabkan pengurusannya.

(23)

2. Bendaharawan Khusus.

Berdasarkan ruang lingkup tugasnya, bendaharawan khusus dibedakan menjadi :

1.Bendaharawan Penerima/Penyetor Tetap (Bend.

Penerima Bea Dan Cukai, Bend. Penerima pada

kementrian/lembaga negara yang mempunyai penerimaan non pajak, dan menata-usahakan sendiri penerimaannya

Tugas bendaharawan Penerima adalah :

1.

Menerima penerimaan-penerimaan negara yang berada dalam ruang lingkup tugasnya.

2.

Menyimpan penerimaan-penerimaan tersebut.

3.

Menyetorkan penerimaan-penerimaan negara ke rekening kas negara.

4.

Mencatat semua transaksi keuangan dan

mempertanggungjawabkan pengurusannya kepada

kementrian/lembaga negara yang membawahinya.

(24)

2. Bendaharawan UUDP :

Tugas bendaharawan UUDP yaitu menangani pengeluaran-pengeluaran rutin atau pengeluaran- pengeluaran pembangunan.

Bendaharawan UUDP ini terdiri atas :

1.

Bendaharawan Rutin

2.

Bendaharawan Proyek

3.

Bendaharawan Pembuat Daftar Gaji,

4.

Bendaharawan Pensiun

5.

Bendaharawan Pemberi Uang Muka Cabang

6.

Bendaharawan Pemegang Uang Muka Cabang

7.

Bendaharawan Pemilu

(25)

Bendaharawan Barang adalah : bendaharawan yang bertugas menerima, menyimpan,

menyalurkan, mencatat, dan mempertanggungjawabkan semua barang milik negara yang berada dalam

pengurusannya.

Pejabat yang berkuasa mengadakan barangnya adalah para menteri dan ketua lembaga negara yang dalam hal ini bertindak

selaku Kuasa Material.

Dalam praktek, fungsi ini dilimpahkan kepada Pembantu Kuasa Material yang dijabat oleh para direktur jendral dan

panglima TNI.

(26)

Dilihat dari ruang lingkup tugasnya, Bendaharawan Barang dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu :

1. Bendaharawan Gudang Pusat :

Bertugas menerima, menyimpan dan menyalurkan barang kepada instansi-instansi lain di daerah.

2. Bendaharawan Gudang Penyalur :

Bertugas sebagai perantara gudang pusat dan gudang persediaan, terutama bagi instansi di daerah yg tidak dapat berhubungan langsung dengan gudang pusat.

3. Bendaharawan Gudang Persediaan :

Bertugas mengurusi barang untuk instansinya (sebagai gudang pemakai) dan menyalurkan barang kepada instansi seinduk di bawahnya.

4. Bendaharawan Gudang Pemakai :

Bertugas mengurusi barang untuk dipakai bagi kepentingan instansinya

sendiri.

(27)

Asas Umum Penatausahaan Keuangan Daerah :

•. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, bendahara penerimaan/pengeluaran dan orang

atau

badan yang menerima atau

menguasai uang/barang/kekayaan daerah, wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

• Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.

PP 58 Pasal 86 PMDN 13 Pasal 184

(28)

Untuk pelaksanaan APBD, sebelum tahun anggaran berjalan, Kepala Daerah (KDH) menetapkan:

a. Pejabat yang diberi wewenang menandatangani SPD (Surat Penyediaan Dana)

b. Pejabat yang diberi wewenang menandatangani SPM (Surat Perintah Membayar (uang))

c. Pejabat yang diberi wewenang mengesahkan SPJ (surat pertanggungjawaban)

d. Pejabat yang diberi wewenang menandatangani SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)

e. Bendahara penerimaan/pengeluaran

f. pejabat lainnya yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBD.

PELAKSANAAN PENATAUSAHAAN K E UA N GA N DAERAH

PP 58 Pasal 87

Lanjutan : …

(29)

.

Lanjutan : …

Peraturan Menteri Dalam Negeri (PMDN) 13 menambah 2 ayat untuk pelaksanaan APBD, kepala daerah menetapkan :

Bendahara Pengeluaran

yang mengelola : 1. Belanja bunga 2. Belanja subsidi 3. Belanja Hibah

4. Belanja Bantuan Sosial 5. Belanja Bagi Hasil

6. Belanja bantuan Keuangan 7. Belanja Tdk Terduga

8. Pengeluaran pembiyaan pd SKPKD (Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah)

Bendahara penerimaan pembantu dan bendahara pengeluaran pembantu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)

PMDN 13 Pasal 185

(30)

• Bendahara penerimaan pembantu dan bendahara pengeluaran pembantuSKPD

Pejabat lainnya yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBD dideligasikan oleh Kepala daerah kepada kepala SKPD mencakup:

lanjutan : …

1. PPK-SKPD (Pejabat Pengelola Keuangan SKPD) yg diberi wewenang fungsi tata usaha keuangan pada SKPD

2. PPTK (Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan) yg diberi wewenang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dgn bidang tugasnya

3. Pejabat yg diberi wewenang menandatangani surat bukti pemungutan pendapatan daerah

4. Pejabat yg diberi wewenang menandatangani surat bukti penerimaan kas dan bukti penerimaan lainya yg sah

5. Pembantu bendahara penerimaan dan/atau pembantu bendahara pengeluaran

PMDN 13 Pasal 185 ayat 3 & 4

(31)

lanjutan : …

PP 58 Pasal 88

(32)

PMDN 13 Pasal 186

lanjutan : …

Melaksanakan fungsi sbg kasir atau pembuat dokumen penerimaan

Melaksanakan fungsi sbg kasir,

pembuat dokumen pengeluran uang atau pengurusan gaji

Pembant u

Bendahar a

penerima an

Pembantu Bendahara pengeluaran

(33)

PELAKSANAAN PENATAUSAH AAN

BENDAHARA PENERIMAAN

• Bendahara penerimaan pada SKPD wajib menyelenggarakan pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya, yg terdiri atas : a) BKU (Buku Kas Umum)

b) Buku pembantu per rincian objek penerimaan c) Buku rekapitulasi penerimaan harian

Dokumen sebagai sumber pencatatan :

o SKP – DAERAH (Surat Ketetapan Pajak - Daerah) o SKR (Surat Ketetapan Retribusi)

o STS (Surat Tanda Setoran)

o Surat tanda bukti pembayaran o Bukti penerimaan lain yg sah

PP 58 Pasal 91

(34)

Lanjutan : …

• Bendahara penerimaan pada SKPD wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan kepada PPKD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.

LPJ dilampiri dengan :

•

BKU

•

Buku pembantu per rincian objek penerimaan

•

Buku rekapitulasi penerimaan harian

•

Bukti penerimaan lain yg sah

• PPKD melakukan verifikasi, evaluasi dan analisis atas laporan pertanggungjawaban penerimaan.

PP 58 Pasal 91 PMDN 13

Pasal 188 ayat 6

(35)

PELAKSANAAN

PENATAUSAHAAN

PENGELUARAN PENYEDIAAN DANA

PMDN 13 Pasal 196 & 197

SPD

(Surat Penyediaan Dana)

PENETAPAN A N G G A R A N

KAS

PENGELUARAN KAS

a/ BEBAN APBD Disiapkan :

o/ Kuasa BUD di-ttd o/ PPKD

(36)

SP2D-

UP/GU/TU SP2P-LS

LPJ

PENGGUNAA N

UP/GU/TU/LS

LENGKAP &SAH

PEL AKSANA AN

PENATAUS AHA AN BENDAHARA

PENGELUARAN

PMDN 13 Pasal 198,211,216,220

SPP-UP SPP- GU

SPP-TU SPP-LS

- LENGKAP - SESUAI PAGU

- SAH

SPM-UP SPM- GU

SPM-TU SPM LS

P E N G G U NA A N DA N A

PEMBUKUAN

(37)

Keterangan naratif Penatausahaan Bendahara Pengeluaran :

1. Permintaan pembayaran dilakukan melalui penerbitan SPP- LS, SPP-UP, SPP-GU, dan SPP-TU.

2. PPTK mengajukan SPP-LS melalui pejabat penatausahaan keuangan pada SKPD kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya tagihan dari pihak ketiga.

3. Bendahara pengeluaran melalui pejabat penatausahaan keuangan pada SKPD mengajukan SPP-UP kepada pengguna anggaran setinggi-tingginya untuk keperluan satu bulan.

4. Untuk penggantian dan penambahan uang persediaan, bendahara pengeluaran mengajukan SPP-GU dan/atau SPP- TU.

5. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran mengajukan

permintaan uang persediaan kepada kuasa BUD dengan

menerbitkan SPM-UP.

(38)

6. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran mengajukan penggantian uang persediaan yang telah digunakan kepada kuasa BUD, dengan menerbitkan SPM-GU yang dilampiri bukti asli pertanggungjawaban atas penggunaan uang persediaan sebelumnya.

7. Dalam hal uang persediaan tidak mencukupi kebutuhan, pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran dapat mengajukan tambahan uang persediaan kepada kuasa BUD dengan menerbitkan SPM-TU.

8. Kuasa BUD menerbitkan SP2D atas SPM yang diterima dari

pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran yang

ditujukan kepada bank operasional mitra kerjanya paling

lama 2 (dua) hari kerja sejak SPM diterima.

(39)

Pengurusan Keuangan negara dibagi menjadi : 1. Pengurusan Umum / Administratif

Berhubungan dengan penyelenggaran tugas negara disegala bidang yang akan membawa akibat pada pengeluaran keuangan negara serta mendatangkan

Penerimaan/pendapatan untuk menutup Pengeluaran / belanja negara.

Unsur Penguasaan

(40)

Pengurusan Umum dibagi dua :

a. Otorisator :

Orang yang diberi hak atas nama negara melakukan tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan/atau pengeluaran negara Presiden Penguasa Primer

Dikuasakan kepada pemda dan pimpinan lembaga

(41)

b. Ordonator adalah :

Pejabat negara yang berwenag melakukan pengujian surat tagihan kepad negara dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Penagihan

Penerimaan Negara serta memebebankan pengeluaran negara.

Penguasa sekunder : Presiden yang

dikuasakan kepada Menteri Keuangan

(42)

2. Pengurusan Khusus (Bendaharawan) , dilakukan oleh seseorang yang diangkat oleh Menteri Keuangan

Menurut Pasal 77 ayat 1 ICW,

Bendawarawan adalah

orang-orang dan badan-badan yang karena negara

ditugaskan untuk menerima, menyimpan, membayar, dan mengeluarkan atau menyerahkan uang atau kertas-kerta berharga dan barang-barang di dalam gudang atau

tempat-tempat penyimpanan……….

(43)

Kerugian Negara

Dapat dilakukan oleh :

1. Bendaharawan  dikenakan Tuntutan Ganti Rugi (TGR)

2. Bukan bendaharawan  dikenakan Tuntutan Perbendaharaan (TP)

(44)

Ruang Lingkup & Pengurusan Keuangan Negara

Keuangan Negara

Dipisahkan

Ordonator

Perusahaan Perseroan Dikelola langsung

Pengurusan Umum Perusahaan Umum

Pemerintah Pusat PEMDA

Perusahaan Daerah Otorisator

Pengurusan Khusus

Bendaharawan

PN / PD

(45)

Penjelasan UU No. 17 Tahun 2003

Tentang Keuangan Negara

(46)

Dasar Pemikiran

Selama ini dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan negara masih digunakan ketentuan perundang-undangan yang

disusun pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang berlaku berdasarkan Aturan Peralihan UUD 1945, yaitu:

 Indische Comptabiliteitswet yang lebih dikenal dengan nama ICW Stbl. 1925 No. 448 selanjutnya diubah dan diundangkan dalam Lembaran Negara 1954 No.6, 1955 Nomor 49, dan terakhir Undang-undang Nomor 9 Tahun 1968, yang

ditetapkan pertama kali pada tahun 1864 dan mulai berlaku pada tahun 1867,

 Indische Bedrijvenwet (IBW) Stbl. 1927 No. 419 jo. Stbl. 1936 No. 445 dan Reglement voor het

 Administratief Beheer (RAB) Stbl. 1933 No. 381.

(47)

Dasar Pemikiran …..

Sementara itu, dalam pelaksanaan pemeriksaan pertanggungjawaban keuangan negara digunakan Instructie en verdere bepalingen voor de Algemeene Rekenkamer (IAR) Stbl. 1933 No. 320

 Kelemahan perundang-undangan dalam bidang keuangan negara menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa bentuk penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

 Penyelesaian UU tentang Keuangan Negara merupakan kelanjutan dan hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini dalam rangka

memenuhi kewajiban konstitusional yang diamanatkan oleh UUD 1945

(48)

Hal-Hal Baru dan/atau Perubahan

Mendasar

Hal-hal baru dan/atau perubahan mendasar dalam ketentuan keuangan negara yang diatur dalam UU ini meliputi:

• pengertian dan ruang lingkup keuangan negara

• asas-asas umum pengelolaan keuangan negara

• kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara

• pendelegasian kekuasaan Presiden kepada Menteri Keuangan dan

• Menteri/Pimpinan Lembaga

• susunan APBN dan APBD

• ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN dan APBD

(49)

Hal-Hal Baru dan/atau Perubahan Mendasar …

• pengaturan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan banksentral, pemerintah daerah dan pemerintah/lembaga asing,

• pengaturan hubungan keuangan antara pemerintah dengan perusahaan negara, perusahaan daerah dan perusahaan swasta, dan badan pengelola dana masyarakat

• penetapan bentuk dan batas waktu penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN dan APBD.

UU ini juga telah mengantisipasi perubahan standar akuntansi di lingkungan pemerintahan di Indonesia yang

mengacu pada perkembangan standar akuntansi di lingkungan pemerintahan secara internasional

(50)

Pengertian & Ruang Lingkup Keuangan Negara

Dari sisi obyek, Keuangan Negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal, moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan, serta segala sesuatu baik berupa uang, maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

Dari sisi subyek, Keuangan Negara meliputi seluruh obyek sebagaimana tersebut di atas yang dimiliki negara, dan/atau dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perusahaan Negara/Daerah, dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara.

(51)

Pengertian & Ruang Lingkup Keuangan Negara ....

Dari sisi proses, Keuangan Negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan obyek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan

pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban.

Dari sisi tujuan, Keuangan Negara meliputi seluruh kebijakan, kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan obyek sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara.

Bidang pengelolaan Keuangan Negara dapat dikelompokkan dalam sub bidang pengelolaan fiskal, sub bidang pengelolaan moneter, dan sub bidang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan.

(52)

Asas-asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara

UU tentang Keuangan Negara perlu menjabarkan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam UUD tersebut ke dalam asas-asas umum yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara, seperti asas tahunan, asas

universalitas, asas kesatuan, dan asas spesialitas maupun asas-asas baru sebagai

pencerminan best practices (penerapan kaidah-kaidah yang baik) dalam pengelolaan keuangan negara, antara lain :

 akuntabilitas berorientasi pada hasil

 profesionalitas

 proporsionalitas

 keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara

 pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri.

(53)

Kekuasaan atas Pengelolaan Keuangan Negara

 Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan

 Menteri Keuangan selaku Pengelola Fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan  CFO RI

 Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran/

Pengguna Barang kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya

 COO

 Sesuai dengan asas desentralisasi dalam penyelenggaraan

pemerintahan negara sebagian kekuasaan Presiden tersebut

diserahkan kepada Gubernur/ Bupati/Walikota selaku pengelola

keuangan daerah.

(54)

Penyusunan & Penetapan APBN dan APBD

• Belanja negara/belanja daerah dirinci sampai dengan unit

organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja. Hal tersebut berarti bahwa setiap pergeseran anggaran antar unit organisasi,

antar kegiatan, dan antar jenis belanja harus mendapat persetujuan DPR/DPRD.

• Upaya memperbaiki proses penganggaran di sektor publik adalah penerapan anggaran berbasis prestasi kerja.

Juga perlu dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar :

sesuai dengan klasifikasi yang digunakan secara internasional

pelaksanaan anggaran berbasis kinerja menjadi lebih mudah

ada gambaran yang objektif & proporsional mengenai kegiatan pemerintah

menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik

memudahkan penyajian dan meningkatkan kredibilitas statistik keuangan pemerintah.

(55)

Penyusunan & Penetapan APBN dan APBD ….

Walaupun anggaran dapat disusun dengan baik, jika proses penetapannya terlambat akan berpotensi

menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, dalam undang-undang ini diatur secara jelas mekanisme pembahasan anggaran tersebut di DPR/DPRD, termasuk pembagian tugas antara

panitia/komisi anggaran dan komisi-komisi pasangan

kerja kementerian negara/lembaga/perangkat daerah

di DPR/DPRD.

(56)

Hubungan Keuangan

Undang-undang ini mengatur hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Bank Sentral,

Pemerintah Daerah, Pemerintah/Lembaga Asing, Perusahaan Negara, Perusahaan Daerah,

Perusahaan Swasta, serta Badan Pengelola Dana

Masyarakat

(57)

Pelaksanaan APBN dan APBD

 Pelaksanaan APBN yang menyangkut hal-hal yang belum dirinci dalam UU APBN dituangkan lebih lanjut dalam Keppres.

Contoh:

Alokasi anggaran untuk kantor pusat dan kantor daerah kementrian negara/lembaga

Pembayaran gaji dan belanja pegawai

Pembayaran tunggakan yang menjadi beban kementrian negara/lembaga

Alokasi dana perimbangan untuk provinsi/kabupaten/kota

Alokasi subsidi sesuai dengan keperluan perusahaan/badan yang menerima

(58)

Pelaksanaan APBN dan APBD ….

 Untuk memberikan informasi mengenai perkembangan

pelaksanaan APBN/APBD, pemerintah pusat/pemerintah daerah perlu menyampaikan laporan realisasi semester pertama kepada DPR/DPRD pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan.

 Informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut menjadi

bahan evaluasi pelaksanaan APBN/APBD semester pertama dan

penyesuaian/perubahan APBN/APBD pada semester berikutnya.

(59)

Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Negara

 Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disampaikan berupa laporan keuangan yang setidak-tidaknya terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah

 Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPR selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan

 Laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPRD selambat-lambatnya 6 bulan setelah

berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan

(60)

Pertanggungjawaban Pengelolaan

Keuangan Negara ..

 Dalam UU ini juga diatur sanksi yang berlaku bagi

menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota, serta Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang tentang APBN /Peraturan Daerah tentang APBD.

 Ketentuan sanksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif, serta berfungsi sebagai jaminan atas ditaatinya

Undang-undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD

yang bersangkutan.

(61)

Pemerintah

• Pemerintah adalah organisasi yang memliki kekuasaan untuk membuat serta menerapkan hukum dan undang-undang di wilayah tertentu.

• Terdiri dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

2010 61

(62)

Pemerintah Pusat

• Pemerintah Pusat adalah Presiden RI yang memegang kekuasaan pemerintahan negara sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.

• Selain presiden konteksnya meliputi lembaga tinggi negara : MPR, DPR, DPD dan DPRD.

2010 62

(63)

Lembaga Tinggi Negara

1. Pemerintah RI

2. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

4. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 6. Kementrian Negara

2010 63

(64)

Pemerintah Daerah

 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi

Perangkat Daerah, pemerintah daerah adalah gubernur, bupati atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara

pemerintahan daerah.

 Sementara itu, pemerintah daerah adalah penyelenggaran urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip ekonomi seluas- luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI

2010 64

(65)

Struktur Pemerintah di Tingkat Propinsi

1. Sekretariat Daerah 2. Sekretariat DPRD 3. Inspektorat

4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 5. Dinas Daerah

6. Lembaga Teknis Daerah 7. Kecamatan

8. Kelurahan

2010 65

(66)

1. Sekretariat Daerah

Tugasnya membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.

2. Sekretariat DPRD

Tugasnya menyelenggarakan administrasi

kesekretariatan, keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, serta menyediakan dan

mengkoordinasikan tenaga ahli yang dibutuhkan oleh DPRD sesuai dengan keuangan daerah

3. Inspektorat

Tugasnya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintah daerah

2010 66

(67)

4. Dinas Daerah

Tugasnya melaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan

5. Lembaga Teknis Daerah

Merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah yang bertugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesial

2010 67

(68)

Tingkat Kabupaten / Kotamadya

• Struktur pemerintah daerahnya sama dengan provinsi dengan beberapa organisasi tambahan :

1. Kecamatan : bertugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah.

2. Kelurahan : bertugas dalam wilayah kecamatan dan bertanggungjawab kepada bupati/walikota melalui camat.

2010 68

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian pemerintahan pusat adalah pemegang kekuasaan di tingkat pusat, yang tidak lain adalah presiden, wakil presiden, dan menteri kabinet yang memegang kekuasaan

Pengelolaan kekuasaan negara dilakukan oleh lembaga-lembaga negara, pengelolaan kekuasaan negara tidak hanya dilakukan oleh presiden beserta para menteri negara selaku pemegang

Sistem pemerintahan negara diatur dalam pasal ayat yang berbunyi, Presiden RI memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD.. Pasal ini menunjukkan bahwa sistem pemerintahan

Presiden sebagai kepala pemerintahan tercantum dalam Peraturan Undang- Undang Dasar 1945 yaitupadaPasal 4 ayat 1 Presiden Republik Indonesia memegang

Sistem presidensiil merupakan sistem pemerintahan yang terpusat pada kekuasaan presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara. Dalam sistem

Presiden adalah penyelenggara pemerintahan tertinggi. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut undang- undang dasar. Dalam melakukan

Dalam kedudukan selaku Kepala Pemerintahan Republik Indonesia, Presiden memegang kekuasaan Pemerintahan menurut Penjelasan UUD 1945 menegaskan, bahwa meskipun

Wewenang kepala desa adalah memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa; mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa; memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Desa; menetapkan