• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of PELAKSANAAN HAK BERSERIKAT BAGI PEKERJA/BURUH PADA PT BERLIAN MITRA INTI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/BURUH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "View of PELAKSANAAN HAK BERSERIKAT BAGI PEKERJA/BURUH PADA PT BERLIAN MITRA INTI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/BURUH"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, Jalan Yos Sudarso KM 8 Rumbai Pekanbaru, Riau, Kode Pos 28266. Telp: (+62761)-51877

E-mail:[email protected]

Website:https://journal.unilak.ac.id/index.php/semnashum/index

PELAKSANAAN HAK BERSERIKAT BAGI PEKERJA/BURUH PADA PT BERLIAN MITRA INTI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/BURUH

Anggi Maharani Br Simatupanga, Hasnatib, Tri Anggara Putrac

a Fakultas Hukum, Universitas Lancang Kuning, Indonesia, Email: [email protected]

b Fakultas Hukum, Universitas Lancang Kuning, Indonesia, Email: [email protected]

c Fakultas Hukum, Universitas Lancang Kuning, Indonesia, Email: [email protected]

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of workers/workers' right to association in the Berlian Mitra Inti Limited Company (PT) in accordance with Law No. 21 of 2000 on Trade Unions/Trade Unions. The research methodology used is qualitative and based on a case study approach. Data were collected through interviews with company managers and workers/workers. The results of the study show that the implementation of workers' rights of association in the Berlian Mitra Inti Limited Liability Company (PT) remains incomplete. There are several barriers to implementation, such as: B. Lack of information and understanding of the right to organize, fear of termination of employment contracts, lack of support from management. Efforts are therefore needed to improve the implementation of workers' right to organize. When starting and developing a business, there are multiple factors that need to be considered such as capital, natural and labor factors. History has shown that trade unions/unions have been very instrumental in securing rights for their members, so workers benefit greatly from organizing in these unions/unions. Independently and consistently fight for labor rights. One form of employee protection is a trade union or federation. Another function of the transaction. The trade union/union is the party to the settlement of the labor dispute, i.e. H. the differences that lead to conflict between them. The employer or the labor- management group/employee or trade union/trade union due to rights disputes, interest disputes, or disputes over the termination of labor relations. Disputes between trade unions/unions in only one institution. The policy setting function could not be executed correctly. It seems that the law, which was originally a means of control, cannot play the best role for the interests of society, especially the laborers who want to maintain the law (the rule of law). This is where the effectiveness of law enforcement begins to be called into question, especially how successful it is at serving the industry.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh di Perusahaan Terbatas (PT) Berlian Mitra Inti berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan perusahaan dan pekerja/buruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh di Perseroan Terbatas (PTBerlian Mitra Inti masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya informasi dan pemahaman tentang hak berorganisasi, ketakutan akan pemutusan

(2)

PENDAHULUAN

Pekerja/buruh merupakan tulang punggung suatu perusahaan. Pekerja memiliki peran yang begitu penting, sehingga pekerja disebut sebagai perusahaan tulang punggung. Tanpa pekerja, perusahaan tidak dapat beroperasi dan berpartisipasi dalam pembangunan1. Menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja berbunyi “Serikat pekerja/Serikat buruh ialah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh, baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela, serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh dan keluarganya”.

Dalam pembangunan nasional, perlindungan pekerja/buruh sangat diperlukan dan sangat penting, sehingga persamaan hak dan perlakuan tanpa perlakuan atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan hak-hak dasar pekerja/buruh harus dijamin. Setiap perusahaan yang mengadakan hubungan kerja dengan pekerja wajib memberikan perlindungan hukum bagi pekerjanya dalam hubungan kerja tersebut. Mengingat faktor tenaga kerja dalam proses pembangunan, maka perhatian harus diberikan pada perlindungan tenaga kerja, yang pada dasarnya dapat dilakukan, baik dengan mengajukan tuntutan, maupun dengan meningkatkan pengakuan hak asasi manusia, perlindungan fisik

1 Asikin, Zainal, dkk. Dasar-Dasar Hukum Perburuhan (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2002), 95.

(3)

dan teknis, serta sosial dan ekonomi. melalui norma-norma yang berlaku di lingkungan kerja.

Dalam rangka pelaksanaan perlindungan tenaga kerja.

Pasal 86 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan berbunyi “Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Perlindungan pekerja/buruh dimaksudkan untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya serta menjamin perlakuan yang nyaman tanpa ancaman atas dasar apapun dan untuk menjamin hak-hak dasar pekerja serta memperhatikan perkembangan dunia usaha dan kepentingan pekerja/buruh. pekerja/buruh. pemberi pekerjaan.

Terciptanya perlindungan hukum tergantung pada pekerja/buruh, seharusnya pekerja/buruh sudah mengetahui apa saja yang termasuk hak dan kewajiban pekerja, dengan mengadakan perjanjian kerja dengan pihak penyelenggara guna mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan hak pekerja/buruh. Perlindungan hukum terhadap pekerja/buruh harus dapat menjamin adanya kepastian hukum dalam hubungan kerja antara pekerja dengan pengusaha, sesuai dalam Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 berbunyi “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum”. Akan tetapi dalam upaya memperjuangkan aspirasi hak pekerja tersebut, pekerja tidak memiliki organisasi serikat pekerja.

Teori Keadilan

Menurut Aristoteles, keadilan bukanlah persamaan, melainkan pembagian hak yang tidak selalu berarti persamaan. Ungkapan ini diimplementasikan ketika hal yang sama membutuhkan hal yang sama dan tidak membutuhkan hal yang sama, sehingga asas ini tidak selalu menggunakan asas penjual, tetapi juga mengembalikan cara pemberian hak. Melanjutkan penjelasan Aristoteles, keadilan yang kompleks bukanlah keadilan itu sendiri, tetapi keadilan yang kompleks menjadi semakin kompleks ketika keadilan juga dirasakan oleh orang lain. Dalam

(4)

pandangan Rawls, ia memposisikan situasi setiap individu dalam kehidupan sosial secara setara.

Menurut Aristoteles, keadilan bukanlah persamaan, melainkan pembagian hak yang tidak selalu berarti persamaan. Ungkapan ini diimplementasikan ketika hal yang sama membutuhkan hal yang sama dan tidak membutuhkan hal yang sama, sehingga asas ini tidak selalu menggunakan asas persamaan, tetapi juga mengembalikan cara pemberian hak. Melanjutkan penjelasan Aristoteles, keadilan yang kompleks bukanlah keadilan itu sendiri, tetapi keadilan yang kompleks menjadi semakin kompleks ketika keadilan juga dirasakan oleh orang lain. Dalam pandangan Rawls, ia memposisikan situasi setiap individu dalam kehidupan sosial secara setara.

Teori Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh manusia sejak awal manusia itu dilahirkan. Hak asasi bisa diartikan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia dimana apabila tidak ada hak tersebut, tidak mungkin kita dapat hidup sebagai manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata-mata karena ia manusia, tidak berasal dari pemberian masyarakat atau pemberian negara. Oleh karena itu hak asasi manusia tidak menanggung pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain.

Teori hak asasi manusia yang terkait dengan Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja adalah bahwa setiap pekerja atau buruh memiliki hak untuk membentuk serikat pekerja atau bergabung dengan serikat pekerja untuk melindungi dan memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja. Hak ini diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi dan hukum internasional.

Dalam hal ini, hak-hak yang terkait dengan Serikat Pekerja meliputi:

a. Hak untuk membentuk serikat pekerja dan melakukan kegiatan-kegiatan serikat pekerja tanpa diskriminasi dan campur tangan dari pihak lain, termasuk majikan dan pemerintah.

(5)

b. Hak untuk bergabung dengan serikat pekerja dan berpartisipasi dalam kegiatan serikat pekerja tanpa takut akan tindakan diskriminasi atau represi dari pihak majikan atau pihak lain.

c. Hak untuk melakukan negosiasi kolektif dengan majikan dalam rangka memperjuangkan hak-hak dan kepentingan pekerja, termasuk upah, jam kerja, kondisi kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, dan lain sebagainya.

d. Hak untuk melakukan mogok kerja atau aksi protes lain sebagai bentuk ekspresi hak-hak serikat pekerja, dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku.

e. Hak untuk mengajukan gugatan atau tuntutan hukum terhadap majikan atau pihak lain yang melanggar hak-hak serikat pekerja atau hak-hak individu pekerja.

Teori Penegakan Hukum

Menurut Soerjono Soekanto, mengatakan bahwa penegakan hukum adalah kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan dalam kaidah-kaidah mantap dan sikap tindak sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir. Untuk menciptakan, memeliharadan mempertahankan kedamaian pergaulan hidup.

Teori Berserikat

Kehadiran Serikat Pekerja merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Mouzelis, Ormas juga diciptakan untuk menegakkan hukum yang efektif demi melindungi kepentingan masyarakat dari kesewenang-wenangan pemerintah. Hal ini juga dirasa penting dengan hadirnya Serikat pekerja/buruh sebagai upaya untuk memberikan dukungan terhadap penegakan hukum yang lebih efisien di negara Indonesia. Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Buruh telah memberikan jaminan dan perlindungan hukum atas kebebasan berserikat bagi

(6)

pekerja/buruh, tidak hanya sebatas pada hak pekerja/ buruh secara individu untuk membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja, tetapi juga hak serikat pekerja untuk menjalankan kegiatannya baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan2. Dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh memberikan definisi yang jelas mengenai Serikat Pekerja/Serikat Buruh, yaitu: “Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dan, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.”

Pekerja/buruh yang akan mendirikan Serikat pekerja/serikat buruh baik di dalam atau di luar perusahaan, harus memenuhi syarat dan melewati prosedur yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 beserta peraturan pelaksananya3. Setiap pekerja berhak untuk membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1

Perlindungan Hukum bagi pekerja/buruh atas Pelaksanaan Hak Berserikat pada PT Berlian Mitra Inti Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat pekerja/buruh yang diatur dalam pasal 4 ayat (1) “Serikat pekerja/buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/ buruh bertujuan memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya”.

Pekerja merupakan bagian dari bangsa Indonesia, sehingga berhak untuk mendapatkan perlindungan yang layak untuk dilindungi.

2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Buruh

3 Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh

(7)

Perlindungan hukum adalah segala upaya untuk memberikan rasa aman kepada saksi atau korban dengan memenuhi hak dan pemberian bantuan, perlindungan hukum sebagai bagian dari perlindungan masyarakat, dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti melalui pemberian ganti kerugian, kompensasi, dan bantuan hukum.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di PT Berlian Mitra Inti, perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat pada PT Berlian Mitra Inti belum sesuai dengan Undang-

Undang nomor 21 tahun 2000. Dimana seharusnya pekerja/buruh mendapatkan perlindungan hukum atas pelaksanaan hak berserikat. Bahwa penting dilakukannya perlindungan hukum bagi pekerja/buruh agar pekerja/buruh dapat dilindungi berdasarkan Undang-Undang nomor 21 tahun 2000.

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan bapak Wardiono S.P selaku Asisten di PT Berlian Mitra Inti, bahwa perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat masih ada pelaksanaan perlindungan yang belum terlaksana bagi pekerja/buruh. Dalam hal perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat, ada beberapa pekerja/buruh yang belum mendapatkan perlindungan hukum atas pelaksanaan hak berserikat sebagaimana diatur dalam Undang- Undang nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh. Maka dari itu, PT Berlian Mitra Inti harus memberikan perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat sehingga pekerja/buruh mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh.4

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Ibu Suhartini

4 Hasil wawancara dengan Bapak Wardiono, S.P. selaku Asisten PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 10.00 WIB

(8)

S.P selaku sekretaris di PT Berlian Mitra Inti mengenai perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat, masih ada pelaksanaan perlindungan yang belum terlaksana bagi pekerja/buruh. Pekerja/buruh belum terlindungi oleh PT Berlian Mitra Inti. Disisi lain, kurangnya pemahaman pekerja/buruh mengenai perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat yang membuat pekerja/buruh merasa tidak terlindungi oleh PT Berlian Mitra Inti.5

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Hendra Kurniawan selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti mengatakan bahwa masih banyak pekerja yang tidak memperoleh haknya sesuai dengan aturan yang ada, dengan terbuktinya beliau belum mendapatkan perlindungan yang dimana Beliau sudah bekerja di PT Berlian Mitra Inti selama 25 tahun sebagai pekerja/buruh namun beliau hanya menerima uang pesangon selama 15 bulan upah, tanpa mendapatkan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Disamping itu juga proses pelaksanaannya masih belum sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Dengan terbuktinya beliau belum mendapatkan perlindungan, yang dimana beliau di PHK (pemutusan hak kerja) dengan alasan ketidakmampuan perusahaan mempekerjakan para pekerja/buruh akibat musibah kebakaran. Menurut beliau ini sangat tidak adil karena PHK ini dilakukan oleh perusahaan secara sepihak. Dikatakan sepihak karena banyak pekerja yang memperoleh haknya tidak sesuai aturan yang ada. 6

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Warsan

5 Hasil wawancara dengan Ibu Suhartini, S.P. selaku Sekretaris PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 10.00 WIB

6 Hasil wawancara dengan Bapak Hendra Kurniawan selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

(9)

Ziliwu selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti mengatakan masih ada pekerja/buruh yang bekerja diluar jam kerja tanpa adanya hitungan upah kerja lembur dari perusahaan. Beliau mengatakan pekerja/buruh yang bekerja diluar jam kerja atau lembur itu disebut dengan loyalitas saat kerja dan tidak ada nya hitungan lembur saat bekerja maupun saat libur. Beliau juga mengatakan bahwa upah kerja lembur merupakan hak dari setiap pekerja/buruh, dimana perusahaan dapat memberikan upah lembur kepada pekerja/buruh karena hal itu merupakan hak setiap pekerja/buruh. Namun masih terdapat ketidaksesuaian jam kerja pekerja/buruh dengan upah diberikan.7

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Rinto Guntoro selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti mengatakan bahwa pelaksanaan pada PT Berlian Mitra Inti para pekerja/buruh tidak diberikan alat pelindung diri (APD) tetapi beliau hanya diberikan fasilitas perumahan sama seperti pekerja/buruh biasanya, tetapi kalau alat pelindung diri (APD) kami tidak diberikan oleh perusahaan maka beliau hanya menggunakan alat pelindung diri (APD) dari inisiatif beliau sendiri supaya beliau menjaga keselamatan dirinya sendiri8.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 2

Hambatan yang terjadi bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat pada PT Berlian Mitra Inti Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000

Setiap aturan yang telah dibuat menjadi suatu pedoman yang harus diikuti dan ditaati yang bertujuan untuk keadilan, kesejahteraan dan keamanan bagi semua pihak. Namun bila aturan yang sudah dibuat

7 Hasil wawancara dengan Bapak Warsan Ziliwu selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

8 Hasil wawancara dengan Bapak Rinto Guntoro selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

(10)

tersebut tidak terpenuhi maka akan menimbulkan sanksi yang harus diterima oleh pihak yang melanggar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Wardiono S.P selaku Asisten di PT Berlian Mitra Inti mengenai hambatan dalam pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh. Hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum bagi pekerja/buruh belum terlaksana bagi semua pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti.9

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Ibu Suhartini S.P selaku Sekretaris di PT Berlian Mitra Inti. Hambatan pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti, bahwa perlindungan hukum bagi pekerja/buruh berjalan cukup baik. Dimana terdapat pekerja/buruh yang belum mendapatkan perlindungan dari PT Berlian Mitra Inti. Seharusnya PT Berlian Mitra Inti memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh tetapi, disisi lain kurangnya pemahaman pekerja/buruh mengenai perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat yang membuat pekerja/buruh tidak terlindungi oleh PT Berlian Mitra Inti10.

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Hendra Kurniawan selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti, hambatan dalam pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh terdapat adanya PHK bagi pekerja/buruh dengan alasan ketidakmampuan perusahaan mempekerjakan pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti.11

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Warsan Ziliwu selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti, hambatan dalam

9 Hasil wawancara dengan Bapak Wardiono, S.P. selaku Asisten PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 10.00 WIB

10 Hasil wawancara dengan Ibu Suhartini, S.P. selaku Sekretaris PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 10.00 WIB

11 Hasil wawancara dengan Bapak Hendra Kurniawan selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10

(11)

pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti masih ada pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti yang belum menerima upah kerja lembur yang dimana pekerja/buruh bekerja diluar jam kerja harus mendapatkan upah lembur bagi pekerja/buruh. Perusahaan dapat memberikan upah lembur kepada pekerja/buruh karena hal itu merupakan hak setiap pekerja/buruh. Namun masih terdapat ketidaksesuaian jam kerja pekerja/buruh dengan upah diberikan12.

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Rinto Guntoro selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti. Bahwa hambatan pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh pada PT Berlian Mitra Inti terdapat pekerja/buruh tidak diberikan alat pelindung diri (APD) oleh PT Berlian Mitra Inti. Perusahaan tidak memberikan perlindungan berupa APD kepada pekerja/buruh sehingga pekerja/buruh berinisiatif menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan diri pekerja/buruh13.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 3

Upaya Mengatasi Hambatan Bagi Pekerja/Buruh Atas Pelaksanaan Hak Berserikat Pada PT Berlian Mitra Inti Berdasarkan Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2000

Upaya yang dilakukan oleh PT Berlian Mitra Inti dalam pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh adalah memberikan upaya penyadaran mengenai hal-hal yang belum diketahui oleh pekerja/buruh bahwasanya pada saat pekerja/buruh dalam pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh.

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Wardiono

S.P selaku Asisten pada PT Berlian Mitra Inti, mengenai upaya mengatasi hambatan bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat. Bahwa upaya

12 Hasil wawancara dengan Bapak Warsan Ziliwu selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

13 Hasil wawancara dengan Bapak Rinto Guntoro selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10

(12)

dalam mengatasi hambatan bagi pekerja/buruh atas perlindungan hukum bagi pekerja/buruh atas pelaksanaan hak berserikat yaitu dengan cara negoisasi atau musyawarah oleh kedua belah pihak antara PT Berlian Mitra Inti dengan pekerja/buruh yang juga dihadiri oleh pengurus serikat pekerja/buruh.14

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Ibu Suhartini S.P selaku Sekretaris di PT Berlian Mitra Inti. Upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti, bahwa perlindungan hukum bagi pekerja/buruh berjalan cukup baik. Dimana terdapat pekerja/buruh yang belum mendapatkan perlindungan dari PT Berlian Mitra Inti. Seharusnya, PT Berlian Mitra Inti memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh dan memberikan pemahaman bagi pekerja/buruh mengenai perlindungan hukum bagi pekerja/buruh agar pekerja/buruh dapat mengetahui perlindungan yang diterima dari PT Berlian Mitra Inti.15

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Hendra Kurniawan selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti, mengenai upaya dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh terdapat adanya PHK bagi pekerja/buruh dengan alasan ketidakmampuan perusahaan mempekerjakan pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti. Beliau mengatakan pembayaran uang pesangon yang di berikan PT Berlian Mitra Inti kepada pekerja/buruh yang di PHK belum mendapatkan haknya secara penuh. Upaya yang harus dilakukan adalah melakukan upaya hukum melalui pengadilan hubungan industrial untuk memperjuangkan hak- haknya. 16

14 Hasil wawancara dengan Bapak Wardiono, S.P. selaku Asisten PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 10.00 WIB

15 Hasil wawancara dengan Ibu Suhartini, S.P. selaku Sekretaris PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 10.00 WIB

16 Hasil wawancara dengan Bapak Hendra Kurniawan selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

(13)

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Warsan Ziliwu selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti, mengenai upaya mengatasi hambatan dalam pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti masih ada pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti yang belum menerima upah kerja lembur yang dimana pekerja/buruh bekerja diluar jam kerja harus mendapatkan upah lembur bagi pekerja/buruh. PT Berlian Mitra Inti dapat memberikan upah lembur kepada pekerja/buruh karena hal itu merupakan hak setiap pekerja/buruh. Namun masih terdapat ketidaksesuaian jam kerja pekerja/buruh dengan upah diberikan. Upaya dalam mengatasi hambatan dengan diadakannya penyuluhan hukum tentang hak-hak pekerja/buruh khususnya pada PT Berlian Mitra Inti karena banyaknya para pekerja/buruh yang belum mengetahui mengenai hak-hak para pekerja/buruh yang semestinya mereka dapatkan dari PT Berlian Mitra Inti. Akan tetapi, PT Berlian Mitra Inti wajib mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan apa yang menjadi haknya untuk mengukur tingkat dari kewajiban PT Berlian Mitra Inti. PT Berlian Mitra Inti wajib memberikan hak- hak dari pekerja/buruh tanpa adanya diskriminatif yang hanya untuk keuntungan PT Berlian Mitra Inti.17

Berdasarkan hasil penelitian wawancara dengan Bapak Rinto Guntoro selaku pekerja/buruh di PT Berlian Mitra Inti. Mengenai upaya mengatasi hambatan pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh pada PT Berlian Mitra Inti terdapat pekerja/buruh tidak diberikan alat pelindung diri (APD) oleh PT Berlian Mitra Inti. Perusahaan tidak memberikan perlindungan berupa APD kepada pekerja/buruh sehingga pekerja/buruh berinisiatif menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan diri pekerja/buruh. Upaya untuk menciptakan pelaksanaan perlindungan keselamatan kerja adalah dengan memberikan perlindungan pada pekerja/buruh selama dia bekerja.

Perlindungan ini diberikan dengan

17 Hasil wawancara dengan Bapak Hendra Warsan Ziliwu selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

(14)

maksud agar pekerja/buruh aman dan nyaman bekerja dilingkungan kerjanya. Perlindungan kepada pekerja/buruh selama menjalankan pekerjaan dengan mengikutsertakan pekerja/buruh dalam program pemberian alat pelindung diri (APD) menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PT Berlian Mitra Inti18.

KESIMPULAN

Pelaksanaan Undang-Undang No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Buruh Terhadap pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh pada PT Berlian Mitra Inti tidak berjalan dengan baik karena pekerja/buruh masih tidak mendapatkan perlindungan hukum dari PT Berlian Mitra Inti, hal ini tidak sesuai dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Buruh bertujuan untuk memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya. Hambatan Pelaksanaan Undang-Undang No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/buruh Terhadap pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh pada PT Berlian Mitra Inti adalah kurangnya pemahaman pekerja/buruh tentang Pelaksanaan hak berserikat yang diatur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000. Upaya Pelaksanaan dalam pasal 4 Undang-Undang No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/buruh Terhadap pelaksanaan hak berserikat bagi pekerja/buruh pada PT Berlian Mitra Inti adalah Serikat Pekerja ialah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan

kepentingan pekerja atau buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluargannya. Bukan hanya memperjuangkan dan melindungi hak para

18 Hasil wawancara dengan Bapak Hendra Rinto Guntoro selaku Pekerja/buruh PT Berlian Mitra Inti pada hari Kamis 10 januari 2023, jam 14.00 WIB

(15)

pekerja/buruh saja, serikat pekerja/buruh juga berfungsi sebagai jembatan antara perusahaan dengan pekerja/buruh, serta tugas serikat pekerja juga menjaga hubungan yang baik antara serikat pekerja/buruh dengan perusahaan atau antara pekerja/buruh dengan perusahaan. Oleh sebab itu dengan adanya serikat pekerja/buruh, dapat membantu pekerja untuk mendapatkan haknya sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya pun terjamin.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Asikin, Zainal, dkk. Dasar-Dasar Hukum Perburuhan (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2002), 95.

Bertand Russell, Sejarah Filsafat Barat, terj. Sigit Jatmiko, dkk, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2021), hal. 235.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekarja/Buruh

Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekarja/Buruh

Referensi

Dokumen terkait

aspek perlindungan Hak Jaminan Sosial yang belum terlaksana dengan baik bagi. pekerja/buruh yang telah bekerja lama atau tidak lama yang berada di

hak yang sama untuk dapat ikut serta dalam organisasi serikat pekerja/buruh guna melindungi hak dan kepentingan mereka. Namun dengan pelaksanaan outsourcing hak berserikat tidak

Analisis Yuridis Dampak Pemborongan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh Terhadap Hak-Hak Pekerja Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan” adalah

3.2.1 Perlindungan Hukum Bagi Pekerja/Buruh Perempuan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam Pasal 1

Perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja musiman di PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Prajekan, Bondowoso, lebih di fokuskan pada draft perjanjian kerja

penghalang-halangan kebebasan berserikat (anti union) maka diperlukan suatu pendekatan yang berorientasi kebijakan hukum pidana. Kebijakan penanggulangan dengan hukum

serikat pekerj a belum mencerminkan hukum yang berperspekt if keadilan maka perlu diaj u- kan sebuah model baru t ent ang kebebasan hak berserikat pekerj a, yang

Pengusaha yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menghalangi terbentuknya serikat pekerja/serikat buruh seperti yang tercantum pada Pasal 28