• Tidak ada hasil yang ditemukan

pelaksanaan persidangan perkara pidana - Repositori UMRAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pelaksanaan persidangan perkara pidana - Repositori UMRAH"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Manfaat Praktis

Objek penelitian ini adalah Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Secara Elektronik dan Pemutusan Perkara Pidana di Pengadilan. 4 Tahun 2020 tentang Penatausahaan dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Elektronik (Peraturan Peradilan Pidana Online). Penyelenggaraan persidangan perkara pidana secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang tentunya bukan tanpa hambatan dan keterbatasan dalam setiap prosesnya.

Aturan apa yang digunakan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dalam perkara pidana elektronik di masa pandemi COVID-19? 6. Apa saja sarana dan prasarana di Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk menyelenggarakan perkara pidana secara elektronik?

KAJIAN PUSTAKA

Tinjauan Pustaka

  • Penelitian Terdahulu
  • Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
  • Pengaturan Persidangan Perkara Pidana Secara Elektronik di
  • Asas- asas Dalam Hukum Acara Pidana

Penelitian Tessa Wulandari tahun 2021 berjudul Implementasi Persidangan Perkara Tindak Pidana Korupsi Melalui Telekonferensi Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Negeri Palembang. 2020). Melakukan Persidangan Tindak Pidana Korupsi Melalui Telekonferensi Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Negeri Palembang (Skripsi Universitas Sriwijaya Palembang). Persidangan perkara pidana melalui sarana elektronik pada masa pandemi COVID-19 terus berkembang, pada tanggal 23 Maret 2020, Mahkamah Agung menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Dalam Masa Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan di Bawahnya.

Melaksanakan pemetaan dan analisis kebutuhan penyelenggaraan pengurusan dan peradilan perkara pidana di pengadilan melalui sarana elektronik; Dan. Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut, Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Keputusan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2020 tentang Penatausahaan dan Peradilan Pidana di Pengadilan.

Gambar  2.1  Alur  waktu  terjadinya  pandemi  Corona  Virus  Disease  2019               (COVID-19)
Gambar 2.1 Alur waktu terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Kerangka Teori

  • Sistem Peradilan Pidana
  • Hukum Pembuktian

Pelanggaran hak warga negara harus berdasarkan hukum dan dilaksanakan dengan perintah (tertulis) i. Sistem peradilan pidana adalah suatu teori yang menyangkut atau berkaitan dengan upaya pengendalian kejahatan melalui kerja sama dan koordinasi antar lembaga yang diberi tugas oleh undang-undang. Dalam sistem peradilan pidana, terdapat tiga bentuk pendekatan, yaitu pendekatan normatif, administratif, dan sosial.26 Pendekatan normatif memandang keempat lembaga penegak hukum (polisi, kejaksaan, pengadilan, dan lembaga penegak hukum) sebagai lembaga pelaksana.

Perbandingan Sistem Peradilan Pidana Antar Komponen dan Proses Sistem Peradilan Pidana di Beberapa Negara Jakarta: Penerbit Pustaka Yustisia.p.21. Sedangkan menurut Mardjon Reksodiputra, sistem peradilan pidana adalah sistem pengendalian kejahatan yang terdiri dari institusi kepolisian. UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana terdiri dari beberapa tahapan kegiatan seperti tahap penyidikan, penyidikan, penuntutan, penyidikan di pengadilan, peradilan, dan tahap persidangan.

Menurut teori ini, pembuktian kesalahan terdakwa dalam melakukan suatu tindak pidana hanya didasarkan pada alat bukti dan cara penggunaannya, yang telah ditentukan sebelumnya dengan undang-undang. Apabila alat bukti itu sesuai dengan undang-undang, baik dari segi alat pembuktian maupun dari segi penggunaannya, maka hakim harus membuktikan bahwa kesalahan terdakwa melakukan tindak pidana telah terbukti. Alat bukti negatif menurut hukum (Negatif Wettelijke Bewijstheorie) merupakan gabungan sistem pembuktian antara sistem pembuktian positif menurut hukum dan sistem pembuktian menurut keyakinan hakim.

Oleh karena itu, sistem pembuktian ini merupakan keseimbangan antara dua sistem yang saling bertentangan; maka kesimpulan bahwa perbuatan salah seorang terdakwa ditentukan oleh keyakinan hakim berdasarkan cara dan alat bukti yang sah menurut hukum. Pembuktian harus dilakukan menurut cara dan dengan alat bukti yang sah menurut undang-undang, pemeriksaan silang juga harus berdasarkan metode dan dengan alat bukti yang sah menurut undang-undang; Apabila hasil pembuktian dengan menggunakan alat bukti yang ditentukan undang-undang “tidak cukup” untuk membuktikan kesalahan terdakwa, maka terdakwa dapat. Dilihat dari pengertian leksikonnya, pembuktian adalah suatu proses, cara, perbuatan pembuktian, usaha untuk menunjukkan benar atau salahnya terdakwa dalam sidang pengadilan. 31 Pasal 183 KUHAP menyatakan bahwa hakim tidak dapat tidak boleh menjatuhkan hukuman. . kejahatan pada seseorang kecuali setidaknya kekurangan.

Kerangka Pemikiran

Perkara pidana di pengadilan secara elektronik dan melihat bagaimana peraturan tersebut diterapkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Ketika proses ini dilakukan, peneliti menganalisisnya dengan menggunakan teori peradilan pidana, teori hukum pembuktian untuk mengetahui hambatan dan kendala yang dihadapi, kemudian untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan persidangan perkara pidana secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Praktik dan kendala yang dihadapi Pengadilan Negeri Tanjungpinang Kelas 1A dalam penyelenggaraan persidangan perkara pidana secara elektronik.

Definisi Konsep

Subyek penelitiannya adalah hal-hal yang akan kita kaji yaitu Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2020 tentang Tata Laksana dan Persidangan Perkara Pidana Secara Elektronik dan Praktik Persidangan Perkara Pidana Secara Elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang Pada Masa Pandemi COVID-19. 4 Tahun 2020 tentang Administrasi Elektronik dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan (PERMA E-Litigasi Pidana), mengingat PERMA ini salah satu tujuannya untuk membantu para pencari keadilan untuk mengatasi segala rintangan dan rintangan dalam mewujudkan keadilan secara sederhana. , cara cepat dan murah dengan harapan Penyelesaian kasus yang terhambat karena keadaan tertentu (termasuk pandemi COVID-19) memerlukan penyelesaian yang cepat dengan tetap menghormati hak asasi manusia. Sejak terbitnya beberapa aturan e-trial, Pengadilan Negeri Tanjungpinang juga telah menyelenggarakan e-trial perkara pidana sejak tahun 2020.

Selain itu, ia juga mengatakan, pelaksanaan sidang perkara pidana secara elektronik tidak jauh berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya, hanya saja sidang tetap dilaksanakan. Penyelenggaraan sidang pidana secara elektronik tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya kerjasama antara aparat penegak hukum seperti hakim, jaksa, jaksa, dan kepolisian. Penyebaran Covid-19 yang belum mereda membuat Pengadilan Tinggi mengambil tindakan tegas dengan menerbitkan Peraturan Pengadilan Tinggi Nomor 4 Tahun 2020 tentang Administrasi Elektronik dan Perkara Pidana di Pengadilan.

Selama persidangan pidana elektronik, terdakwa selalu berada di ruangan terpisah dari kuasa hukumnya. Penyelenggaraan peradilan pidana secara elektronik pada masa pandemi Covid-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung dan penghambat. Aparat penegak hukum yang terlibat dalam persidangan perkara pidana secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang sudah saling bekerja sama.

Penyelenggaraan persidangan perkara pidana secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang sendiri sudah dimulai sejak terbitnya Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Secara Elektronik dan Pemutusan Perkara Pidana di Pengadilan. Selain itu, persidangan perkara pidana secara elektronik masih mengandung permasalahan baik dari segi pengaturan maupun pelaksanaannya. Membentuk tim khusus aparat penegak hukum untuk bekerja sama mengawasi dan mengatur proses perkara pidana secara elektronik.

Optimalisasi Kebijakan Sistem Peradilan Pidana Elektronik di Masa Pandemi Covid-19.” Justitia: Jurnal Hukum dan Humaniora 8, no. Infografis PERMA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Administrasi Pidana dan Peradilan Secara Elektronik.” Lembaga Pengkajian dan Advokasi Independensi Peradilan.

Tabel 3.1Informan Penelitian
Tabel 3.1Informan Penelitian

METODE PENELITIAN

Kendala pada saat pelaksanaan sidang perkara pidana secara

Selain jaringan internet, pemadaman listrik secara tiba-tiba juga menjadi kendala dalam penjurian secara elektronik. Pusat penahanan perlu menggunakan ruangan yang ada dan kemudian mengubahnya menjadi ruang sidang pidana elektronik dengan menggunakan dua komputer. Hal ini tentu akan menyulitkan komunikasi antara kuasa hukum dan terdakwa, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Herman S.H. yang merupakan kuasa hukum di kantor Herman, S.H. dan Rekan Advocate, dimana beliau menyampaikan bahwa dalam melakukan persidangan perkara pidana secara elektronik pada masa pandemi Covid-19, komunikasi antara penasihat hukum dan terdakwa tidak efektif dan terbatas.

Selain kasus tindak pidana korupsi, peneliti juga banyak menyaksikan langsung persidangan secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, seperti kasus arisan online, pencurian sepeda motor, narkoba dan lain sebagainya, masih dengan permasalahan yang sama yaitu mengenai Internet. jaringan, suaranya tidak jelas, sehingga peserta sidang sering mengulangi apa yang diucapkan di depan sidang. Adriansyah, S.H., M.H selaku jaksa muda sekaligus Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan persidangan secara elektronik pada perkara pidana, pihak yang cukup dirugikan adalah terdakwa. Ia juga menambahkan, persidangan perkara pidana secara elektronik juga merupakan satu-satunya upaya untuk memastikan para pencari keadilan tetap mendapatkan keadilan dan hak-haknya meski di tengah pandemi Covid-19.

Putusan perkara pidana secara elektronik tidak diatur dalam KUHAP, namun diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2020 tentang Penatausahaan dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Elektronik, dikhawatirkan akan menimbulkan disharmoni hukum, sebagaimana dikutip peneliti dari jurnal Hanafi dkk yang berjudul Adanya Persidangan Online di Tengah Covid-19. Pandemi kasus pidana di Indonesia. Selain itu, asas kehadiran terdakwa juga berkaitan dengan asas pemeriksaan langsung dan lisan oleh hakim. pernyataan saksi, tetapi juga mencakup agenda persidangan lainnya, mungkin dari awal hingga akhir persidangan. Terkait dengan penyelenggaraan persidangan perkara pidana secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sebagaimana telah penulis jelaskan pada bab pembahasan, seluruh proses persidangan mulai dari pembacaan surat dakwaan hingga putusan dilakukan secara elektronik.

Penyelenggaraan sidang perkara pidana secara elektronik tentunya bukan tanpa kendala dan keterbatasan dalam prosesnya, kendala dalam pelaksanaan sidang perkara pidana secara elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang adalah jaringan internet yang tidak stabil, listrik padam secara tiba-tiba, suara dan gambar yang tidak jelas sehingga menyulitkan hakim. menilai dan menangkap apa yang dikomunikasikan oleh terdakwa, serta belum memadainya sarana dan prasarana di Rutan Tanjungpinang dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang sehingga mempengaruhi kelancaran persidangan perkara pidana elektronik di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Penerapan penanganan perkara pidana secara elektronik khususnya pada proses pembuktian keterangan terdakwa Berdasarkan analisa yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa pengenalannya menimbulkan kerugian bagi terdakwa, dimana terdakwa tidak dapat berkomunikasi secara langsung. dengan penasihat hukum Anda. Namun, pengadilan pidana adalah satu-satunya cara untuk melanjutkan proses penegakan hukum di Indonesia.

Kerangka hukum untuk melakukan persidangan secara elektronik dalam perkara pidana masih belum ditetapkan dengan baik, sebagaimana UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana belum mengatur putusan elektronik dalam perkara pidana. Meningkatkan sarana dan prasarana peradilan elektronik serta memberikan pelayanan profesional di bidang teknologi komputer untuk mencegah gangguan dalam persidangan pidana elektronik.

KESIMPULAN

Gambar

Tabel 1.1 Data Kasus COVID-19 Tahun 2020-2022…………………..………….1  Tabel 3.1 Informan Penelitian……………………………………………………47  Tabel 3.2 Jadwal Penelitian………………………………………………………48
Gambar 2.1 Alur waktu terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID- (COVID-19) …..………………………………..……………...………………14  Gagan 2.1 Bagan Kerangka Pemikiran…………………………………………..38
Tabel 1.1 Data Kasus COVID-19 Tahun 2020-2022 1
Gambar  2.1  Alur  waktu  terjadinya  pandemi  Corona  Virus  Disease  2019               (COVID-19)
+3

Referensi

Dokumen terkait

PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA PERKOSAAN (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Klas IA Surakarta) Dengan ini kami menilai tesis tersebut dapat disetujui untuk diajukan dalam sidang

PENERAPAN SISTEM PEMBUKTIAN DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN. (STUDI KASUS PADA PENGADILAN NEGERI

Penerapan Sistem Pembuktian Dalam Proses Perkara Tindak Pidana Pembunuhan di Pengadilan Negeri Padang…….. Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Padang Dalam Memutuskan Perkara

Penyusunan skripsi ini dengan judul ”KEKUATAN KETERANGAN SAKSI DALAM PERKARA PIDANA DI PERSIDANGAN PENGADILAN NEGERI SEMARANG (STUDI KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN

Dalam UU KDRT tidak terdapat pengaturan secara jelas bagaimana seharusnya pelaksanaan pemeriksaan dalam sidang perkara KDRT apakah harus tertutup ataukah terbuka

Proses pemeriksaan sidang pengadilan pada anak didalam tingkat pertama hanya dilakukan oleh hakim tunggal, Ketua Pengadilan dalam proses pemeriksaan perkara

Pembuktian merupakan titik sentral pemeriksaan perkara dalam sidang pengadilan. Pembuktian adalah ketentuan-ketentuan yang berisi penggarisan dan pedoman tentang

Keberadaan that bukti dipersidangan sangat diperlukan, hal ini dimalcsuclican jangan sampai terjadi kesalahan seorang hakim dalam memutus perkara pidana dan dijadikan dasar