• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELESTARIAN BAHASA INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI

Rizkah Nata Vahira

Academic year: 2023

Membagikan "PELESTARIAN BAHASA INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PELESTARIAN BAHASA INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI

Makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh:

Maharani Kartika Chandra K.R. (230501110128) Findiah Farah Syafira Majid (230501110139)

Rizkah Nata Vahira (230501110141) Yusnani Afida (230501110142)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Jurusan Manajemen Desember 2023

(2)

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional Indonesia. Untuk melestarikannya pada era global, diperlukan upaya dari berbagai pihak.

Peran pemerintah, media massa, sekolah, lingkungan sekolah, keluarga, remaja, dan pemuda memiliki kontribusi dalam melestarikan bahasa Indonesia. Generasi muda juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga kelestarian bahasa Indonesia. Upaya untuk melestarikan Bahasa Indonesia meliputi penggunaan Bahasa Indonesia sehari-hari, mengurangi

penggunaan bahasa asing, dan sosialisasi pentingnya penggunaan dan pemahaman bahasa Indonesia di masyarakat. Dengan demikian, melestarikan bahasa Indonesia merupakan tanggung jawab bersama untuk mempertahankan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain. Dalam kehidupan sehari-hari aktifitas kita selalu

menggunakan bahasa, baik secari lisan maupun tulisan. Bahasa indonesia sendiri secara resmi diakui sebagai bahasa resmi bangsa ini, yaitu pada saat sumpah pemuda. Pada 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia secara resmi bersumpah untuk menjunjung tinggi bahasa indonesia. yang terdapat pada sumpah ketiga dalam teks sumpah pemuda, yaitu

"Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia". Dari kutipan sumpah pemuda di atas bisa dinyatakan bahwa pemuda selalu menjunjung Bahasa indonesia. Namun seiring berkembangnya zaman peran pemuda dalam menjunjung tinggi bahasa Indonesia perlahan mulai memudar.

Bahasa Indonesia yang dipakai pada zaman sekarang sebenarnya telah dibakukan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tetapi nyatanya bahasa Indonesia telah tercemar atau telah terjadi suatu bentuk percampuran dari bahasa lainnya dan bahasa Indonesia pun telah mengalami berbagai bentuk yang lebih. Mengarah ke bahasa anak muda, yaitu yang disebut dengan bahasa gaul. Bahasa ini telah dimodifikasi sedemikian rupa agar anak muda tidak merasa bosan dan tetap bangga menggunakannya (Nahak, 2019).

Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah remaja menjadi lebih kreatif.

Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga. Sedangkan dampak negatifnya

(3)

penggunaan bahasa gaul dapat mempersulit pengguna bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar (Suleman & Islamiyah, 2018).

Sebagai generasi muda yang selalu menggunakan smartphone dan perangkat elektronik lainnya, kita milenial tentu dapat menggunakan sosial media yang kita miliki sebagai cara untuk berpartisipasi secara aktif dalam meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia.

Namun, sangat disayangkan bahwa pada era globalisasi saat ini, ada sejumlah generasi muda yang percaya bahwa menggunakan bahasa asing saat berkomunikasi sehari-hari terlihat modern dan bahwa bahasa Indonesia adalah hal yang kuno. Banyak orang takut ketinggalan zaman atau kehilangan sesuatu ketika hanya menggunakan bahasa Indonesia dalam

percakapan sehari-hari.

Pertama, cara paling mudah yang dapat kita lakukan adalah menggunakan bahasa Indonesia setiap hari, karena menggunakan bahasa Indonesia setiap hari akan mengembangkan dan membuat bahasa Indonesia semakin dikenal dan mengurangi penggunaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Mengurangi penggunaan kata-kata asing atau gaul yang memiliki konteks negatif juga merupakan hal paling dasar yang harus kita lakukan agar generasi berikutnya dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

Kedua, selain menggunakan Bahasa Indonesia secara teratur, kita juga harus

menggunakannya dengan baik. Karena banyak anak muda menggunakan bahasa Indonesia dengan bahasa asing yang digabungkan, yang disebut sebagai bahasa gaul. Tidak hanya penting untuk menggunakan kata-kata yang baik dan benar saat berbicara, tetapi juga saat menggunakan sosial media di internet. Karena banyak orang, terutama anak-anak, tidak dapat lepas dari ponsel saat ini, kita harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar saat berinteraksi di internet untuk mempertahankan eksistensinya.

Ketiga, bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dapat dipelajari oleh generasi muda.

Untuk lebih memahami dan mengikuti perkembangan dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita harus sangat tertarik pada identitas bangsa kita.

Keempat, rajin menulis dan membaca dalam bahasa Indonesia. Dengan cara ini, generasi muda dapat mengembangkan pengetahuan mereka sambil sekaligus menjaga bahasa Indonesia tetap hidup. Karena jumlah yang sangat sedikit atau bahkan hampir tidak ada karya tulis bahasa Indonesia atau karya apapun yang menggunakan bahasa Indonesia untuk

(4)

dipandang di mata dunia, membuat karangan atau karya tulis menggunakan Bahasa Indonesia dapat menjadi pencapaian yang luar biasa serta dapat menumbuhkan bakat pada generasi muda untuk terus berkarya menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu, generasi muda dapat mengikuti lomba penulisan dan pelatihan karya tulis.

Kelima, tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita juga harus meningkatkan rasa bangga ketika kita menggunakan bahasa Indonesia karena itu merupakan cerminan dari jiwa nasionalisme kita dan merupakan suatu hal kecil yang dapat kita lakukan dimulai dari diri sendiri. Rasa bangga dapat menunjukan “Inilah bahasa yang kucintai” dan akan menerapkan kebiasaan berbahasa Indonesia dalam komunikasi sehari hari. Sebagai suatu identitas yang menunjukan jati diri negara Indonesia, bahasa Indonesia wajib dicintai dan dilestarikan oleh seluruh bangsa Indonesia. Seperti semboyan yang kita kenal “Bahasa menunjukan bangsa”, maka mari kita semua terutama generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa bersama-sama menunjukan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang

mempunyai jati diri dan dengan bangga kita melestarikan bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana upaya melestarikan bahasa Indosesia pada era globalisasi?

2. Apa pentingnya melestarikan bahasa Indonesia pada era globalisasi?

3. Apa peran generasi muda dalam melestarikan bahasa Indonesia?

1.3 Tujuan

1. Mendeskripsikan upaya melestarikan bahasa Indonesia pada era globalisasi 2. Mendeskripsikan pentingnya melestarikan bahasa Indonesia di era globalisasi 3. Mendeskripsikan peran generasi muda dalam melestarikan bahasa Indonesia

2. PEMBAHASAN

2.1 Upaya Melestarikan Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi

Pola hidup masyarakat masa kini dengan masa dulu sangatlah berbeda hal ini juga dampak arus globalisasi sehingga perlu penanganan yang lebih baik. Dampak lain dari globalisasi yaitu berkembangnya teknologi-teknologi canggih yang sangat membantu manusia namun juga dapat merusak mental dan moral generasi muda.

Sesuai dengan teori dari salah satu tokoh sosiologi yaitu Emile Durkheim berpendapat bahwa dalam masyarakat ada dua jenis solidaritas yaitu solidaritas mekanik yang

(5)

kebersamaannya berdasarkan rasa kekeluargaan sedangkan solidaritas organik

kebersamaannya berdasarkan adanya kepentingan. Oleh karena itu, semua unsur budaya dari luar yang masuk pada masa sekarang, perlu dikaji terlebih dahulu sebelum menerapkan unsur tersebut.

Dalam era globalisasi informasi menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dalam

mempengaruhi pola pikir manusia. Budaya barat saat ini diidentikkan dengan modernitas (modernisasi), dan budaya timur diidentikkan dengan tradisional atau konvensional. Orang tidak saja mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi Barat sebagai bagian dari

kebudayaan tetapi juga meniru semua gaya orang Barat, sampai-sampai yang di Barat dianggap sebagai budaya yang tidak baik tetapi setelah sampai di Timur diadopsi secara membabi buta. Seorang yang sudah lama menetap di Australia kemudian mudik ke Indonesia, ia tercengang melihat betapa cepatnya perubahan budaya di Indonesia. Ia saat itu bahkan merasa berada di Amerika. Ada beberapa saluran TV yang menayangkan banyak film Amerika yang penuh dengan adegan kekerasan dan seks.

Selama beberapa minggu ia berada di tanah air, ia tidak melihat kesenian tradisional yang ditayangkan di TV swasta seperti yang pernah dilihatnya dahulu di TVRI. Ia kemudian sadar bahwa reog, angklung, calung, wayang golek, gamelan, dan tarian tradisional tidak hanya nyaris tidak ditayangkan di TV, tetapi juga jarang sekali dipertontonkan langsung di tengah-tengah masyarakatnya.

Sementara itu, ia justru menemukan Mc.Donald’s, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut, dan Dunkin Donuts di sini. Beberapa toserba dan pasar swalayan juga mirip seperti yang ia temukan di luar negeri dengan penataan yang serupa. Kedua tempat berbelanja tersebut bahkan lebih banyak menggunakan petunjuk-petunjuk berbahasa Inggris, meskipun mayoritas pengunjungnya adalah orang Melayu. Ia melihat banyak pemuda bergaya masa kini, dengan rambut panjang seperti ekor kuda, sebelah telinganya beranting, bercelana Levi’s duduk-duduk santai di Mall, seraya meneguk minuman dingin, Soft Drink. Demikian pula pemuda-pemudinya banyak sekali yang hanya menggunakan kaos sepotong yang ketat dan tidak sempat menutup pusarnya, dengan celana panjang yang ketat pula, sedangkan rambutnya disisir dengan gaya semrawut.

(6)

1. Pengertian Globalisasi Kebudayaan

Menurut Koentjaraningrat (2015: 146) kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu. Bila dilihat dari bahasa Inggris kata kebudayaan berasal dari kata latin colera yang berarti mengolah atau mengerjakan, yang kemudian berkembang menjadi kata culture yang diartikan sebagai daya dan usaha manusia untuk mengubah alam.

Berdasarkan pendapat Koentjaraningrat di atas menggambarkan bahwa kebudayaan selalu mengalami perubahan-perubahan dari waktu ke waktu sehingga masyarakat yang memiliki kebudayaan itu harus tetap mengenal, memelihara dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki agar setiap perubahan yang terjadi tidak menghilangkan karakter asli dari kebudayaan itu sendiri.

2.2 Pentingnya Melestarikan Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi

Referensi

Dokumen terkait

Benang yang akan digunakan untuk kain tenun perlu diwarna, misalkan menggunakan naptol warna merah atau diwedel untuk meng- hasilkan warna biru kehitam-hitamanan.. Tetapi untuk

Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian

menguasai bahasa Indonesia dengan baik, tidak menguasai bahasa Indonesia, tetapi banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing (Inggris), dan

Politik luar negeri adalah arah kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungannya dengan negara lain. Politik luar negeri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diabdikan

Seperti semboyan yang kita kenal “Bahasa menunjukan bangsa”, maka mari kita semua terutama generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa bersama-sama menunjukan bangsa

Dalam segi murid, banyak berbagai macam pribadi siswa dalam menuntut ilmu. Ada murid yang benar- benar konsisten dalam belajar, sehingga ia mampu merumuskan cita- citanya di

Demikian juga dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap

Media pembelajaran powerpoint atau ppt Peran Indonesia dalam Era