Technopreneurship
Istilah Technopreneur hadir karena adanya penggabungan dua kata yaitu technology dan entrepreneur. Artinya apa? artinya technopreneur adalah seseorang yang membuat sebuah peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini.
Dalam dunia entrepreneurship, teknologi dianggap sebagai sebuah “peluang” yang dapat diidentifikasi dan digunakan untuk membuat, mengelola, dan mengembangkan suatu usaha yang tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan.
Dari karakteristik di atas, dapat dikatakan bisnis ini sangat cocok untuk diterapkan para generasi millenial bahkan Gen-Z. Mengapa demikian? Yaps, para generasi ini dianggap memiliki peluang yang lebih besar, karena memiliki pengetahuan yang lebih baik teknologi serta penerapannya, sehingga jauh lebih inovatif.
Terobosan ini menciptakan sebuah dunia baru dalam berbisnis, karena fokus dari Technopreneur adalah mengembangkan bisnisnya berbasis dan terintegrasi dengan teknologi. Sedangkan, Entrepreneur fokusnya adalah bagaimana menciptakan inovasi bisnis dan menciptakan peluang usaha yang ujung-ujungnya adalah meningkatkan revenue.
Contoh dari Entrepreneur adalah mengedepankan pada mutu produk yang tidak dibarengi dengan pemanfaatan teknologi, misalnya adalah bisnis toko baju. Sebaliknya, seorang Technopreneur akan menjadikan toko baju ini dapat dijangkau dengan mudah oleh pelanggan dalam pemesanan misalnya dengan membuat aplikasi.
Apa sih Tujuan dari Technopreneur ini?
Secara umum, tujuan utama menjadi Technopreneurship adalah memaksimalkan potensi bisnis dengan mengintegrasikan kecanggihan teknologi. Adanya pemanfaatan teknologi dapat meringankan beban pekerjaan manusia. Adapun rincian tujuannya sebagai berikut:
1. Menyelesaikan masalah sehari-hari
Sebuah bisnis yang berbasis pada integrasi teknologi sudah jelas membantu menyelesaikan berbagai masalah di sekitar dan menjadi solusi yang dicari oleh masyarakat karena dianggap memudahkan. Contohnya adalah menggunakan aplikasi untuk memesan makanan karena kita tidak perlu keluar rumah untuk membelinya.
2. Mendorong kemajuan teknologi
Kehadiran bisnis ini juga mendorong pesatnya kemajuan teknologi. Tentunya, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang akan memicu hadirnya teknologi baru yang bermunculan untuk menggantikan yang terdahulu. Contohnya adalah forum jual beli online yang sangat marak muncul seperti Tokopedia dan Shopee, jika dahulu kita mengenal adanya Kaskus.
3. Mendongkrak perekonomian
Munculnya berbagai bisnis berbasis teknologi ini selain bisa menyerap ribuan tenaga kerja baru, tentunya secara langsung akan berdampak pada peningkatan pendapatan negara yakni dengan adanya penerapan pajak.
Skill Apa Saja yang Harus Dimiliki Seorang Technopreneur?
1. Memiliki minat dan pengetahuan yang baik di teknologi
Pertama, kamu harus mulai membangun minat dan kesadaran akan perkembangan teknologi yang terus berkembang setiap waktu. Sehingga, bisnis kamu nantinya akan terus relevan dengan perkembangan zaman dan adaptif.
2. Mengedepankan teamwork dan kemampuan problem solving yang baik
Kedua, dalam bisnis sangat jarang kamu dapat merintis usahamu sendiri. Tentunya kamu akan berjejaring dengan banyak rekanan nantinya untuk membuat bisnismu dapat terwujud dan bertahan. Hal ini karena dalam bisnis kamu pasti memerlukan bantuan, keahlian, dan ide dari berbagai pihak. Ketiga hal ini nantinya akan berimplikasi pada proses penyelesaian masalah yang ada di bisnis kamu nantinya.
Sehingga, kamu akan mendapatkan solusi yang terbaik agar bisnismu tidak sampai gulung tikar atau shut down.
Karakteristik Technopreneurship
Seorang technopreneur selalu berusaha "mencari cara baru" untuk meningkatkan utilitas sumber daya yang dimiliki secara efisien. Dikutip dari buku Technopreneur karya Dr. Angga Kurniawan, berikut karakteristik yang perlu dimikili seorang technopreneur:
1. Penyelesaian Masalah
Untuk menjadi technopreneur yang sukses, kamu juga perlu memiliki skill penyelesaian masalah. Dalam proses membangun bisnis tak semua jalanmu akan berjalan lancar. Pasti banyak permasalahan tak terduga yang akan terjadi. Oleh karena itu, dituntut untuk memiliki skill ini agar perusahaan bisa terus bertahan.
2. Kerjasama Tim
Technopreneur yang sukses bukan ia yang bisa menjalankan bisnisnya secara mandiri.
Berjalan sendirian justru akan membuatnya kesulitan berkembang. Seorang technopreneur bisa dikatakan berhasil jika ia mampu membuat tim yang kompak.
Tim yang berjalan beriringan akan membuat perusahaan semakin kuat. Tim yang kuat in terdiri dari orang-orang dengan berbagai latar belakang berbeda yang bekerja sama mengembangkan perusahaan agar lebih maju.
3. Decision Making (Pengambilan Keputusan)
Bisnis adalah sesuatu yang dinamis dan bergerak cepat. Seorang technopreneur perlu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat.
Hal ini berkaitan dengan pemanfaatan peluang yang ada. Sekali peluang datang, ia tak akan datang dua kali. Oleh karena itu, technopreneur harus cepat mengambil keputusan ketika peluang datang.
Tujuan Technopreneur
Tujuan seorang technopreneur dalam berbisnis sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis pelaku usaha lainnya. Berikut beberapa tujuan utama seorang technopreneur dalam berbisnis:
1. Meningkatkan Pemanfaatan Sumber Daya yang Ada
Seorang technopreneur menciptakan bisnis dengan cara memberikan solusi atas masalah yang ada. Mereka menyelesaikan masala sehari-hari dengan menggunakan sumber daya yang ada di sekitarnya. Contoh, ojek online yang memanfaatkan masyarakat sekitar sebagai mitra.
2. Membuka Lapangan Kerja
Masi berhubungan dengan poin sebelumnya, dengan melakukan kerjasama bersama mitra, itu berarti keberadaan technopreneurship bisa membuka lapangan kerja.
3. Mendorong Perkembangan Teknologi
Technopreneurship dapat berpeluang untuk mendorong perkembangan teknologi. Dengan banyaknya bentuk bisnis yang berbasis teknologi, hal ini membuat semua orang berlomba untuk menciptakan inovasi baru agar dilihat oleh konsumen.
Contoh Technopreneur
Ada banyak technopreneur yang sukses dan berhasil mengembangkan bisnis berbasis teknologi, baik dari luar maupun dalam negeri. Beberapa dari technopreneur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bill Gates
Bill Gates ialah technopreneur yang berhasil mendirikan perusahaan korporat global, Microsoft. Pada 1975, Bill Gates bersama Paul Allen mulai mengembangkan Microsoft agar memudahkan pengguna desktop komputer. Saat ini, software yang dikembangkan Microsoft telah digunakan oleh lebih dari 1,4 miliar pengguna.
2. Elon Musk
Pada 1995, Elon Musk mulai merintis perusahaan Zip2 yang berfokus pada pengembangan software web. Empat tahun kemudian, Elon Musk menjual Zip2 dan membuat perusahaan teknologi baru bernama X.com (sekarang Paypal).
Karena komitmen serta inovasinya, Elon Musk bahkan sampai menerima penghargaan Edison Achievement Award. Perusahaan teknologinya saat ini pun terus bertambah dan berkembang cukup pesat, mulai dari Neuralink, Tesla, SpaceX, dan masih banyak lagi.
3. Nadiem Makarim
Nadiem Makarim merupakan sosok technopreneur suskes asal Indonesia yang berhasil mendirikan Gojek. Platform ini lahir dari kegelisahaan Nadiem saat melihat ojek pangkalan yang biasanya menunggu lama untuk mendapatkan penumpang.
Selain itu, Nadiem juga merasa bahwa ojek sangat dibutuhkan, namun keberadaannya cukup langka. Nadiem akhirnya memiliki gagasan untuk mengembangkan layanan transportasi yang memudahkan pihak ojek dan penumpang.
Tidak hanya itu, Gojek kini makin berkembang dan menawarkan layanan menarik lainnya seperti GoFood, GoSend, GoPay, GoGames, GoMart, dan sebagainya.