NEO GRACIO DEO KAGATANARIBE 2203018
MANAJEMEN TRANSPORTASI JALAN/ TEKNIK PERLENGKAPAN JALAN PEMAHAMAN MENGENAI UNIT PENCAHAYAAN
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN PM 27 TAHUN 2018 TENTANG ALAT PENERANGAN JALAN. Cahaya mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari misalnya cahaya lampu, dimana iluminansi cahaya bergantung pada jarak terhadap sumber cahaya tersebut. Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam desain dan operasionalisasi sarana pendidikan. Ruang kelas adalah salah satu sarana dengan aktivitas utama baca -tulis, sehingga iluminansi cahaya minimum yang diharapkan adalah 250 lux.
Sedangkan standar di negara kita tentang iluminansi cahaya untuk kelas yaitu 200 - 300 lux.
luminansi cahaya perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia memerlukan pencahayaan yang cukup. Iluminansi cahaya adalah suatu besaran fisika yang sangat mempengaruhi kondisi suatu tempat misalnya kelembaban, suhu dan lain-lain. Alat untuk mengukur iluminansi cahaya adalah luxmeter atau light meter.
Pencahayaan (iluminance) adalah salah satu aspek penting dalam desain dan arsitektur yang melibatkan pengaturan tingkat cahaya pada suatu area untuk mencapai efek visual yang diinginkan dan memastikan kenyamanan visual bagi penggunanya. Iluminance diukur dalam satuan lux (lx), yang menggambarkan jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan per satuan area.
Ada beberapa prinsip dasar pencahayaan:
1. Kuantitas Cahaya (Iluminance): Ini adalah jumlah cahaya yang diterima oleh suatu area. Pengukuran dilakukan dalam lux. Pencahayaan yang tepat memastikan bahwa aktivitas visual dapat dilakukan dengan nyaman dan efektif.
2. Kualitas Cahaya: Ini melibatkan faktor-faktor seperti distribusi cahaya, warna cahaya (temperatur warna), dan kemampuan cahaya untuk mereproduksi warna dengan akurat (indeks reproduksi warna).
POLITEKNIK
TRANSPORTASI DARAT BALI
3. Distribusi Cahaya: Bagaimana cahaya tersebar di suatu area mempengaruhi bayangan dan kontras. Pencahayaan yang merata penting untuk menghindari silau dan menciptakan lingkungan yang nyaman.
4. Efisiensi Energi: Penggunaan sumber cahaya yang efisien dan pengaturan yang tepat dapat mengurangi konsumsi energi tanpa mengorbankan kualitas pencahayaan.
Dalam merancang pencahayaan, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik ruang dan aktivitas yang akan dilakukan di sana, misalnya pencahayaan kantor berbeda dengan pencahayaan galeri seni.
Contoh konsep iluminance, luminance, luminous, flux, dan luminous intensity 1. Iluminance
Poltrada memiliki banyak sekali lampu. Lampu yang poltrada milikipun berbeda- beda sesuai dengan 4 konsep pencahayaan. Iluminasi cahaya adalah bagaimana cahaya digunakan untuk menerangi suatu area atau objek. Ini melibatkan berbagai aspek fisik dan teknis yang mempengaruhi cara kita melihat dan merasakan lingkungan sekitar. Contoh:
Televisi, monitor, dan Layar komputer. Contoh dari pengaplikasian dalam kampus Poltrada Bali ini adalah pada layar HP masing-masing Taruna
2. Konsep Iluminance
Konsep Iluminance jumlah cahaya yang jatuh pada suatu permukaan per satuan luas. Illuminance mengukur seberapa banyak cahaya mencapai atau menerangi suatu area, sehingga pen�ng untuk menilai kecukupan pencahayaan dalam berbagai kondisi atau lingkungan.
3. Luminous Flux (F atau φ)
Radiasi energi cahaya yang keluar per de�k dari bodi dalam bentuk luminous light wave. Satuan luminous flux adalah lumen. Dan didefinisikan sebagai flux yang terbawa pada solid angle dari sumber satu candela atau standart candela. 1 lumen = 0.0016 wat. Konsep Luminous Flux adalah jumlah total cahaya yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya ke segala arah yang dapat dilihat oleh mata manusia. Luminous flux mengukur kekuatan total energi cahaya yang berguna secara visual, tanpa memper�mbangkan arah penyebarannya.
Namun, tetap memper�mbangkan sentsi�vitas mata terhadap panjang gelombang tertentu.
Contoh aplikasi dalam kampus poltrada adalah penerangan lapangan hijau.
4. Luminous Intensity (I) atau Candle
Konsep Luminous Intensity adalah kekuatan cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya dalam arah tertentu atau kesatu arah. Luminous intensity fokus pada seberapa terang cahaya tampak dari sudut pandang tertentu, �dak memperhitungkan total cahaya yang dipancarkan ke semua arah. Contoh penerapan luminous intensity yaitu lampu sorot (spotlight) dan lampu kendaraan. Dalam lingkungan kampus Poltrda Bali ini, peneraopan konsep ini pada lampu sorot yang ada di