• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMAHAMAN DAN PEMANFAATAN HIMPUNAN DATA DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PEMAHAMAN DAN PEMANFAATAN HIMPUNAN DATA DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

PEMAHAMAN DAN PEMANFAATAN HIMPUNAN DATA DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

DI SMK N I KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN

Oleh:

Fauzil Husnah Mahasiswa

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Background of this research was there is a result of data collection that was not use maximal in counseling service. This research focused on: 1) counselor understanding to data collection, 2) the use of data collection by the counselor, 3) the obstacle counselor in using data. This is a qualitative research . the informant of this research were two counselor, coordinator and students. Data collected through the interview and documentation. The data of this research tested with used trianggulasi, membercheck and analyzed through three steps: 1. Reduction data, 2. Presenting data, 3. Conclusion. The result of this research showed that: 1) counselor understanding of data collection, 2) the use of data collection was not running well by the counselor, 3) there is no time to classical guidance service. This research recommended to counselor to increase their knowledge and perception about implementing guidance and counseling in data collection, the counselor should implementing data collection with effective and efficient.

Keywords: data collection, counselor , guidance and counseling

LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan merupakan salah satu bidang yang penting dalam pembangunan nasional karena akan mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan bangsa. Hal itu tertuang dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreaktif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut di atas diperlakukan penyelenggaraan pendidikan menyeluruh dan terpadu. Pendidikan yang dimaksud sebagaimana dijelaskan dalam undang- undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu usaha dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan. Pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam SK Mendikbud No 25/0/1995 dikemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan, maupun kelompok. Agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang bimbingan pribadi, hubungan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. Dalam pengertian bimbingan dan konseling di sekolah itu secara eksplisit disebutkan empat bidang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier.

Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan di sekolah pada

(2)

2 tanggal 18 November 2013, peneliti menemukan: 1) Di SMK N I Sutera Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan terdapat tiga guru BK. Dua orang berlatar belakang pendidikan guru BK dan satu orang berlatar belakang pendidikan Psikologi. 2) Pelaksanaan BK di sekolah itu sudah berpedoman pada BK pola 17 plus.

Namun himpunan data seperti: identitas peserta didik, catatan hasil sekolah, hasil tes, sosiometri, AUM Umum dan AUM PTSDL yang sudah ada belum dilaksanakan dan dimanfaatkan secara maksimal pada BK pola 17 plus. 3) Penyelesaian masalah peserta didik oleh guru BK tidak terselesaikan dengan baik karena guru BK tidak memanfaatkan hasil dari himpunan data ini dengan baik. 4) Pihak sekolah belum memberikan dana untuk membantu pelaksanaan himpunan data ini oleh guru BK. 5) Sudah tersedia blangko isian untuk mengumpulkan data peseta didik tetapi kemanfaatan blangko tersebut masih dipertanyakan.

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang ditemukan diantara lain:

1. Guru BK di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dua orang berasal dari pendidikan guru BK dan satu orang berasal dari pendidikan Psikologi.

2. Himpunan data yang sudah ada belum dilaksanakan dan dimanfaatkan secara maksimal. Namun himpunan data seperti: identitas peserta didik, catatan hasil sekolah, hasil tes, sosiometri, AUM Umum dan AUM PTSDL yang sudah ada belum dilaksanakan dan dimanfaatkan secara maksimal pada BK pola 17 plus.

3. Penyelesaikan masalah peserta didik oleh guru BK tidak terselesaikan dengan baik.

4. Pihak sekolah belum memberikan dana untuk membantu pelaksanaan himpunan data ini oleh guru BK.

5. Sudah tersedia blangko isian untuk mengumpulkan data peserta didik tetapi kemanfaatan blangko tersebut masih dipertanyakan.

Agar penelitian ini lebih terfokus dan tidak mengambang peneliti menetapkan batasan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Pemahaman guru BK terhadap himpunan data di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.

2. Pemanfaatan himpunan data oleh guru BK di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.

3. Kendala yang dihadapi guru BK dalam pemanfaatan himpunan data di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam penelitian ini yang menjadi masalah pokok bagi peneliti adalah bagaimana pemahaman dan pemanfaatan himpunan data dalam kegiatan bimbingan dan konseling di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.

Adapun manfaat penelitian ini adalah bagi:

1. Peneliti, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam himpunan data.

2. Konselor, sebagai bahan masukan agar pelaksanaan kegiatan himpunan data berjalan dengan efektif dan efesien.

3. Kepala sekolah, sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan khususnya untuk BK dan fasilitas yang dibutuhkannya.

4. Sekolah dan guru pada umusmnya tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah peserta didik.

5. Peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan suatu penelitian lanjutan berkenaan dengan himpunan data dalam kegiatan bimbingan dan konseling.

METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka dapat ditentukan bahwa penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Disini penulis menggambarkan tentang pemahaman dan pemanfaatan himpunan data dalam kegiatan bimbingan dan konseling di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Berkaitan dengan hal ini, Moleong (2010:6) menyatakan bahwa: Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan, dll. Secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang

(3)

3 alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

Penelitian yang akan diungkapakan oleh peneliti adalah gambaran mengenai pemahaman dan pemanfaatan himpunan data dalam kegiatan bimbingan dan konseling di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.

Adapun yang dimaksud dengan informan menurut Burhan Bugin (201:76) adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian.

Informan dalam penelitian ini adalah dua guru BK.

Tabel 1. Informan Penelitian di SMK N I Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan

No Inisial Jenis Kelamin

Latar Belakang Pendidikan

1 SO Perempuan SI BK

2 JR Laki-Laki SI BK

Sumber dari: Guru BK yang ada di SMK N I Kecamatan Sutera

Kabupaten Pesisir Selatan Tabel di atas menunjukan dua orang informan kunci penelitian, selain informan kunci ada juga informan tambahan, informan tambahan akan di tujukan pada koordinator BK dan peserta didik yang ada di sekolah tersebut.

Untuk memperoleh data yang lengkap dan tepat, maka di samping sumber data yang lengkap juga ditentukan oleh alat pengumpulan data. Adapun alat pengumpulan data yang penulis pakai adalah sebagai berikut:

1. wawancara 2. studi dokumentasi.

Menjamin keabsahan data dan kepercayaan data penelitian yang peneliti peroleh dapat dilakukan dengan cara sebagaimana dikemukakan Sugiyono (2011:302-311), yaitu:

1. Kepercayaan (credibility) 2. Keteralihan (transferability) 3. Dapat dipercaya (depenability)

Data yang telah dikumpulkan seterusnya dianalisis, Miles dan Huberman (Sugiyono, 2011:277-283) menjelaskan dalam penelitian kualitatif ada 3 tahapan analisis, yaitu:

1. Reduksi data (data reduction) 2. Penyajian data ( display data) 3. Penarikan kesimpulan (verifikasi) HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Pemahaman Guru BK terhadap Himpunan Data

a. Data Pribadi

Berdasarkan hasil penelitian adanya kerjasama yang dilakukan guru BK antara peserta didik dan tata usaha sekolah untuk mendapatkan data yang valid demi kelengkapan data pribadi peserta didik baik secara pribadi maupun tentang kondisi fisik dan kesehatan peserta didik. Datanya adalah data yang menyangkut diri pribadi peserta didik, semua data yang berhubungan dengan diri peserta didik dikumpulkan disini.

b. Data Kelompok

Berdasarkan hasil wawancara dilihat dari hubungan sosial antar individu dan kelompok dapat diperoleh hasilnya bahwa guru BK bisa melihat dan memahami karakter, potensi, minat, dan bakat peserta didik lebih jelas dan lebih terinci dengan baik.

c. Data Umum

Berdasarkan hasil wawancara dapat diperoleh hasilnya bahwa guru BK membuat bahan pribadi dan rekapitulasi peserta didik, agar data tersebut bisa digunakan oleh siapa saja.

d. Data Khusus

Berdasarkan hasil wawancara dapat diperoleh hasilnya bahwa data yang disampaikan dan diberikan dari awal telah memiliki komitmen dengan peserta didik. Data yang didapat menggunakan kode, hanya guru yang bersangkutan yang tahu.

Menurut Wanto (2009: 245) pemahaman adalah proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan. Pemahaman yang peneliti

(4)

4 maksud di sini adalah upaya guru BK untuk lebih memahami akan himpunan data beserta kegunaannya.

Dengan data yang telah didapatkan oleh guru BK, guru BK bisa melihat dan memahami karakter, potensi, dan bakat minat peserta didik lebih jelas dan lebih terinci dengan baik. Dari data itu juga guru BK dapat memotivasi peserta didik untuk bersosialisasi, beradaptasi dan bekerjasama dengan teman sebaya dalam mendiskusikan pelajaran yang telah dan yang belum dipahami oleh peserta didik. Dalam kegiatan ini data dan keterangan yang didapatkan sangat dijaga kerahasiaan jika data dan keterangan tersebut benar-benar layak diketahui oleh orang lain. Tetapi pelaksanaan ini hanya dilakukan pada peserta didik tertentu saja.

2. Pemanfaatan Himpunan Data oleh Guru BK

a. Perencanaan Layanan

Hasil wawancara yang peneliti lakukan dapat diperoleh hasil temuannya yaitu: Guru BK memberikan layanan kepada peserta didik berpedoman kepada data yang telah diberikan peserta didik.

b. Laporan Kegiatan Layanan Hasil wawancara yang peneliti peroleh adalah bahwa guru BK mendapatkan data dari data pribadi, absensi, dan dibuat didalam satkung serta agenda mingguan. Jadi laporan yang dibuat oleh guru BK berdasarkan data pribadi atau buku pribadi peserta didik dan rekapitulasi peserta didik.

Himpunan data merupakan bagian dari kegiatan pendukung.

Operasionalisasi kegiatan himpunan data menurut Prayitno (2004:18-19) meliputi:

a. Perencanaan b. Pelaksanaan c. Evaluasi

d. Analisis Hasil Evaluasi e. Tindak Lanjut

f. Laporan

Dengan mengumpulkan data pribadi guru BK dapat merencanakan layanan apa yang dibutuhkan peserta

didik sesuai dengan karakter, potensi, bakat dan minat masing-masing peserta didik. Dengan data yang telah terkumpul dan direncanakan, guru BK membuat laporan tentang apa yang dilakukakanya dengan menciptakan sebuah program, jadi program tersebutlah yang dijadikan pendukung guru BK dalam menjalankan tugasnnya, dan mempermudah guru BK untuk membuat laporan terkait dengan kegiatan yang telah dilakukannya.

3. Kendala yang Dihadapi Guru BK dalam Pemanfaatan BK.

Berdasarkan hasil penelitian, guru BK mengalami kesulitan dalam pengolahan AUM, karena sekolah belum menyediakan alat pengolahannya secara komputerisasi maka guru BK menanggulanginya dengan cara pengolahan secara manual, secara umum sarana dan prasarana BK sudah disediakan di sekolah.

Guru BK sebagai penyelenggara Himpunan Data mempunyai tiga tugas utama (Prayitno, 2004: 9-12), yaitu:

a. Menghimpun Data b. Mengembangkan Data

c.

Penggunaan Data

Guru BK diharapkan secara cerdas menggunakan data yang ada di dalam Himpunan Data seluwes dan selancar mungkin. Nilai suatu Himpunan Data terletak pada apa yang dilakukan guru BK terhadap data yang ada di dalamnya. Tahap ini mencakup pengambilan data kemudian memanfaatkan kegiatan pengumpulan data untuk berbagai jenis layanan dalam kegiatan bimbingan dan konseling serta memelihara dan mengembangkan data.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan temuan dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

1. Pemahaman Guru BK terhadap Himpunan Data

a. Adanya kerjasama yang dilakukan guru BK antara peserta didik dan tata usaha sekolah untuk mendapatkan data yang valid demi kelengkapan

(5)

5 data pribadi peserta didik baik secara pribadi maupun tentang kondisi fisik dan kesehatan peserta didik.

b. Dengan data yang telah didapatkan oleh guru BK, guru BK bisa melihat dan memahami karakter, potensi, dan bakat minat peserta didik lebih jelas dan lebih terinci dengan baik. Dari data itu juga guru BK dapat memotivasi peserta didik untuk bersosialisasi, beradaptasi dan bekerjasama dengan teman sebaya dalam mendiskusikan pelajaran yang telah dan yang belum dipahami oleh peserta didik.

c. Dalam kegiatan ini data dan keterangan yang didapatkan sangat dijaga kerahasiaan jika data dan keterangan tersebut benar-benar layak diketahui oleh orang lain.

Tetapi tidak semua peserta didik mendapatkan pelayanan yang sama karena guru BK hanya memberikan layanan kepada peserta didik yang datang ke ruang BK saja.

2. Pemanfaatan Himpunan Data oleh Guru BK

a. Guru BK memberikan layanan kepada peserta didik berpedoman kepada data yang telah diberikan peserta didik. salah satu guru BK melakukan need asessmen adalah yaitu dengan mengumpulkan data.

b. Guru BK menjadikan data-data yang diberikan peserta didik tersebut sebagai laporan guru BK dalam melaksanakan kegiatan guru BK selama berada di sekolah.

3. Kendala yang Dihadapi Guru BK dalam Pemanfaatan BK

Guru BK mengalami kesulitan dalam pengolahan AUM, karena sekolah belum menyediakan alat pengolahannya secara komputerisasi maka guru BK menanggulanginya dengan cara pengolahan secara manual, secara umum sarana dan prasarana BK sudah disediakan di sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak yang terkait, sebagai berikut:

1. Peneliti, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pemahaman dan pemanfaatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling.

2. Guru BK, untuk melengkapi sarana dan prasarana agar dapat mengatasi masalah yang terjadi di lapangan.

3. Koordinator BK, diharapkan bisa lebih memahami tentang pemahaman dan pemanfaatan himpunan data serta bisa mencari jalan keluar untuk mengatasi kendala yang dialami guru BK agar layanan BK bisa berjalan dengan optimal.

4. Kepala sekolah, diharapkan bisa lebih memahami tentang tugas guru BK serta bisa mencari jalan keluar untuk mengatasi kendala guru BK dalam menjalani tugas seperti bisa menambah guru BK agar seimbang dengan jumlah peserta didik, menyediakan jam BK serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang kegiatan bimbingan dan konseling.

5. Sekolah dan guru pada umumnya tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah peserta didik.

6. Peneliti selanjutnya, bisa melakukan penelitian lanjutan bagaimana efektifitas layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh guru BK berdasarkan pemahaman dan pemanfaatan himpunan data.

KEPUSTAKAAN

Bungin, Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif.

Jakarta: Kencana.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Moleong, J Lexi. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Roskakarya.

Putra Alfajri Wanto, dkk. 2009. Kamus Bahasa Indonesia. Padang: UNP.

Prayitno dan Erman Amti. 2004. Seri Layanan Konseling. Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.

(6)

6 Prayitno dan Erman Amti. 2004. Seri

Kegiatan Pendukung Konseling.

Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Bandung: Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Psikologi merupakan kajian tentang tingkah laku individu. Landasan psikologis dalam bimbingan dan konseling memberikan pemahaman tentang tingkah laku

Media BK yang sudah ada & dipergunakan di Sekolah Pemilihan Software Komputer WAWASAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING 1 ANALISIS KEBUTUHAN 2 PENGEMBANGAN BAHAN

Sementara itu, hasil penelitian Juli Wantoro (2016) tentang profil tingkat pemahaman guru BK di SMK Negeri se-kota Yogyakarta dalam penyusunan program bimbingan

Fungsi Pemahaman, pemahaman yang sangat perlu dihasilkan oleh pelayanan bimbingan dan konseling adalah pemahaman tentang diri klien beserta permasalahannya oleh

Pemahaman mengenai prilaku dan proses interaksi dalam kehidupan bermasyarakat menjadi factor penting dalam mewujudkan kesadaran budaya dalam Bimbingan dan Konseling Factor utama

Adapun kekhasan dari penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya yaitu bahwa peneliti memfokuskan pada “Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kegiatan Need Assesmen yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling, instrumen yang dipakai oleh guru Bimbingan dan Konseling dalam

iii GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MEMBANTU PESERTA DIDIK MENANGANI KONFLIK INTERPERSONAL ATAR TEMAN BEBAYA DI SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO