• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Garam Beryodium oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Sumber Jaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pemanfaatan Garam Beryodium oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Sumber Jaya"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

78

Pemanfaatan Garam Beryodium oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah

Tasya Indriana, Nelviana Surya Darni, Afdalul Magfirah

Stikes Payung Negri Aceh Darussalam Email : [email protected]

ABTRAK

Yodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah yang dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 17 Desember 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Desa Sumber Jaya yang berjumlah sebanyak 615 KK yang terdiri dari 86 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan didapatkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer dengan nilai P value = 0,053 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa Adanya Hubungan Sikap Ibu dengan Pemanfaatan Garam Beryodium di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2020 .

Kata Kunci : Garam beryodium, Ibu rumah tangga PENDAHULUAN

Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki prevelensi gangguan akibat kurang yodium (GAKY) yang masih cukup tinggi. Gangguan akibat kurang yodium ini dapat menyebabkan beberapa dampak, diantaranya penyakit gondok, lemahnya fungsi mental, terhambatnya perkembangan motorik, terhambatnya pertumbuhan, stunting, kerusakan syaraf, serta kerusakan pada pendengaran dan kemampuan berbicara (Irviani, dkk 2018).

Yodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Rendahnya pemanfaatan garam beryodium di masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain disebabkan rendahnya pengetahuan ibu tentang garam beryodium, harga garam, tingkat pendidikan ibu, ketersediaan garam dipasaran.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari (2014) bahwa rendahnya pemanfaatan garam beryodium di masyarakat disebabkan karena kebiasaan keluarga mengkonsumsi garam non yodium dengan alasan rasa garam beryodium dirasa agak pahit, kurangnya pengetahuan tentang garam beryodium, harga garam, distribusi dan ketersediaan garam dipasar. Pendapat lainnya oleh Sudarto (2014) yang menyatakan bahwa rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kurangnya persediaan dan peredaraan garam beryodium di pasar yang dikarenakan kurangnya produksi dan distribusi oleh sentra garam rakyat.

(2)

Jurnal Sains dan Aplikasi eISSN 2656 – 8446

79 Berdasarkan survey nasional GAKY (2004), sekitar 35.8% daerah di Indonesia termasuk kedalam daerah endemik GAKY ringan, 13.1% termasuk kedalam daerah endemik GAKY sedang, dan 8.2% termasuk ke dalam daerah endemik GAKY berat (Yuni, 2017). Program yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah GAKY tersebut adalah iodisasi pada garam sebagai program penanggulangan jangka panjang.

Dari hasil survey awal yang dilakukan di di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah di dapatkan bahwa dari 10 ibu rumah tangga yang diwawancarai semuanya menjawab menggunakan garam tidak beryodium/garam biasa yang mereka ambil dan menjawab belum pernah membeli garam beryodium karena cara memperoleh garam tidak beryodium lebih praktis, dan harga garam beryodium relatif lebih mahal dibandingkan yang mereka produksi sendiri.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional karena pada penelitian ini variabel dependent dan variabel independen akan diamati pada waktu (periode) yang sama (Nursalam, 2014). Penelitian ini dilakukan di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah yang dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 17 Desember 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah dengan jumlah KK sebanyak 615 KK.

Data yang telah terkumpul lalu di olah dengan cara manual dengan langkah- langkah sebagai berikut (Notoatmodjo, 2010) :

a. Editing (penyuntingan data)

Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau ternyata masih ada data atau informasi yang tidak lengkap, dan tidak mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut dikeluarkan (drop out).

b. Coding (lembar kode)

Instrumen berupa kolom-kolom untuk merekam data secara manual. Lembaran atau kartu kode berisi nomor responden, dan nomor- nomor pertanyaan.

c. Entry (memasukkan data)

Mengisi kolom-kolom atau kotak-kotak lembar kode atau kartu kode sesuai dengan jawaban masing-masing pertanyaan.

d. Tabulating (tabulasi)

Membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian atau yang diinginkan oleh peneliti.

Data dianalisis dengan analisis Univariat, dan analisis Bivariat a. Analisa Univariat

Analisis ini dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2015). Data hasil penelitian dideskripsikan dalam bentuk tabel, grafik dan narasi untuk mengevaluasi besarnya proporsi masing-masing karakteristik.

(3)

80

b. Analisa Bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis dua variabel. Analisa yang digunakan adalah hasil tabulasi silang. Untuk menguji hipotesa dilakukan analisa statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (X2) untuk menghubungkan variabel terikat dan variabel bebas pada tingkat kemaknaannya adalah 95% (p ≤ 0,05).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian terhadap pemanfaatan garam beryodium oleh masyarakat ditunjukkan dalam Tabel 1.

Tabel: Distribusi Frekuensi Pemanfaatan Garam Beryodium Oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2020.

No Harga Garam Frekuensi Persentase (%)

1 Mahal 42 48,8

2 Murah 44 51,2

Jumlah 86 100

(Sumber: data primer, diolah 2020)

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari 86 responden mayoritas harga garam berada pada kategori mahal sebanyak 42 responden (48,8%). Rendahnya pemanfaatan garam beryodium di masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Rendahnya pemanfaatan garam beryodium di masyarakat disebabkan karena kebiasaan keluarga mengkonsumsi garam non yodium dengan alasan rasa garam beryodium dirasa agak pahit, kurangnya pengetahuan tentang garam beryodium, harga garam, distribusi dan ketersediaan garam dipasar. Pendapat lainnya oleh Sudarto (2012) yang menyatakan bahwa rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kurangnya persediaan dan peredaraan garam beryodium di pasar yang dikarenakan kurangnya produksi dan distribusi oleh sentra garam rakyat.

Tingkat pendidikan formal membentuk nilai–nilai progresif bagi seseorang terutama dalam menerima hal-hal baru. Tingkat pendidikan formal merupakan faktor yang ikut menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan menekuni pengetahuan yang diperoleh. Peningkatan di bidang pendidikan akan mempunyai dampak yang positif terhadap derajat kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan diharapkan bahwa kemampuan masyarakat dalam pembangunan kesehatan juga akan meningkat. Tingkat pendidikan ibu rumah tangga memegang peranan penting dalam membantu perkembangan anak, bila didukung dengan pendidikan formal dan informal. Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu maka akan mudah dalam menyerap pengetahuan yang ada, misalnya dalam menyerap informasi akan gizi keluarga (Anna, 2010). Hasil pengolahan data tentang hubungan pendidikan ibu dengan pemanfaatan garam beryodium ditunjukkan dalam Tabel 2.

(4)

Jurnal Sains dan Aplikasi eISSN 2656 – 8446

81 Tabel 2. : Distribusi Frekuensi Hubungan Pendidikan Ibu dengan Pemanfaatan Garam

Beryodium Oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.

No Pendidika n Ibu

Pemanfaatan Garam Beryodium Oleh Ibu Rumah Tangga

Total

P value

Memanfaatkan Tidak

Memenfaatkan

F % F % F %

1 Tinggi 31 36,0 17 18,8 48 100

0,020

2 Rendah 15 17,4 23 26,7 38 100

Jumlah 46 53,5 40 46,5 86 100

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari 86 responden berpendidikan Tinggi yang ya melakukan pemanfaatan garam beryodium berjumlah 31 responden (36,0%), pendidikan ibu tinggi yang tidak melakukan pemanfaatan garam beryodium berjumlah 17 responden (18,8%). Sedangkan pendidikan ibu rendah dan memanfaatkan garam beryodium berjumlah 15 responden (17,4%), dan pendidikan ibu rendah dan tidak memanfaatkan garam beryodium berjumlah 23 responden (26,7%). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,020 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa Adanya Hubungan Pendidikan Ibu dengan Pemanfaatan Garam Beryodium di desa Sumber Jaya Kecamata Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2020. Dari 86 responden ibu yang berpengetahuan baik dan memanfaatkan garam beryodium sebanyak 25 orang (29,1%) yang tidak memanfaatkan 13 responden (15,1%). Ibu yang berpengetahuan cukup yang memanfaatkan garam beryodium sebanyak 13 responden (15,1%) yang tidak memanfaatkan 11 responden (12,8%). Dan Ibu yang berpengetahuan kurang dan memanfaatkan garam beryodium sebanyak 8 responden (9,3%) sedangkan yang tidak memanfaatkan garam beryodium sebanyak 16 responden (18,6%).

Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,045 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemanfaatan Garam Beryodium di Desa Sumber Jaya Kecamata Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2020. Kecenderungan ibu rumah tangga menggunakan garam beryodium akan semakin besar jika menurut mereka harganya murah. Demikian pula sebaliknya, kecenderungan ibu rumah tangga menggunakan garam beryodium akan berkurang jika menurut mereka harganya mahal. Sebagaimana teori yang dikemukakan oleh Anne Mills dan Lucy G. yang menyatakan bahwa semakin berharga suatu komoditi, maka semakin tinggi konsumen akan membayar untuk mendapatkannya. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi konsumen dalam penyediaan komoditi tersebut, sebab harga sendiri telah menjadi petunjuk bagi konsumen dalam melihat suatu barang (Noviani, 2015).

Hasil penelitian yang diperoleh ini sejalan dengan penelitian Megawati (2016) yang memperoleh ada hubungan antara harga garam beryodium dengan konsumsi

(5)

82

garam beryodium di Desa Mattirowalie Kec. Kindang Kab. Bulukumba. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,004 < 0,05 dimana dari 83 responden yang menyatakan harga garam beryodium murah, terdapat 41,0% yang telah menggunakan garam beryodium sedangkan 59,0% tidak menggunakan.

Asumsi peneliti Ibu rumah tangga yang mengatakan garam beryodium mahal dan tidak memanfaatkan dalam rumah tangganya dikarenakan masyarakat beranggapan garam beryodium itu ukurannya sangat kecil, tidak bertahan lama dan cepat habis.

Selain itu mereka beranggapan sangat tidak puas dalam hal pemakainya. Harga garam beryodium apabila mereka bandingkan dengan harga garam kasar yang tidak beryodium yang sekarang mereka gunakan sangat berbanding jauh harganya. Garam halus yang di kenal dengan garam beryodium hargannya mencapai Rp 4000,- perbungkus dan di bandingkan garam biasa yang di kenal garam yang tidak mengandung yodium harganya

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan pada tanggal 14 s/d 17 Desember 2020 Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,053 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa Adanya Hubungan Sikap Ibu dengan Pemanfaatan Garam Beryodium di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2020 .

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2019 Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Cet.IX. PT. Gramedia Pustaka Utama; Jakarta.

Amalia, Leily, Dkk. 2017. Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Gizi Ibu Terkait Iodium Dan Pemilihan Jenis Garam Rumah Tangga Di Wilayah Pegunungan Cianjur. ISSN 1978-1059; Jurnal Gizi Pangan

Arisman. 2010.Gizi Dalam Daur Kehidupan : Buku Ajar Ilmu Gizi Ed 2. Jakarta.

Astuti, widya. 2018.Analisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Gizi Ibu Rumah Tangga Dengan Penggunaan Garam Beryodiumdi Wilayah Kabupaten Bogor.

Departemen kesehatan, RI. 2017. Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan masyarakat. Jakarta.

Erlangga, Yoga Pratama. 2014. Hubungan Frekuensi Konsumsi Bahan Makanan Sumber Yodium Dengan Fungsi Kognitif Anak Dan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar Penderita Gaky Di Sd Negeri Ngargoyoso 2 Kabupaten Karanganyar. Skripsi;Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gusti Ayu M.P dan NI Komang E.2013. Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Rumah Tangga terhadap Garam Beryodium di Desa Lodtuduh Wilayah Kerja UPT Kesehatan Masyarakat Ubud, Community Healt, Volume 1, No.2.

(6)

Jurnal Sains dan Aplikasi eISSN 2656 – 8446

83 Meliansari. 2018. Gambaran Garam Beryodium Pada Berbagai Merek Garam Di Pasar Ciputat. Skripsi Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah.Jakarta.

Mustamin dkk. 2017. Gambaran Pengetahuan Dan Praktek Penggunaan Garam Beriodium Di Lingkungan Belang-Belang Kelurahan Maccini Baji Kabupaten Maros.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2017. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:

Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2019. Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi.

Jakarta:Rineka Cipta.

Novitasari,Siti. 2017. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Rumah Tangga Dengan Penggunaan Garam Beryodium Di Desa Selo Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Skripsi; Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakatra.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku dan persepsi Ibu Rumah Tangga terhadap garam beryodium di wilayah kerja Puskesmas Toroh

Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan garam beryodium pada ibu rumah tangga Desa Agungmulyo Juwana Pati.. Jika

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan pemilihan garam di Kelurahan

Sedangkan variabel tergantungnya meliputi: tingkat konsumsi garam beryodium ( µ g/l) yaitu perkalian dari jumlah garam dalam gram dikalikan dengan kadar yodium dalam ppm dari

Berdasarkan hal tersebut, maka perlu perhatian lebih lanjut terhadap faktor yang berhubungan dengan konsumsi garam beryodium di rumah tangga serta faktor lain

Berdasarkan hasil pemantauan garam beryodium tingkat masyarakat tingkat kecamatan pada bulan Februari 2009 di Desa Bukit Tinggi diperoleh rumah tangga yang

Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada 3 faktor yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan konsumsi garam beryodium, yaitu pendidikan, pengetahuan, dan sikap

Selain itu penelitian (Hariyanti, 2010) menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap terhadap penggunaan garam beryodium dengan kejadian Gondok pada wanita usia