Hal - 92 Vol. 4 No. 1 April 2023
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi, Sistem Administrasi Perpajakan, Dan Pemahaman Self Assessment Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi
Yang Berdomisili Di Kota Palembang
(Studi Kasus Pada KPP Pratama Ilir Barat Palembang)
Valentinus Ricky Chandra1, Anton Arisman2
Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Multi Data Palembang
1[email protected], 2[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pemanfaatan Teknologi, Sistem Administrasi Perpajakan dan Pemahaman Self Assessment terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah sebanyak 211.595 wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ilir Barat Palembang. Penentuan sampel pada peneitian ini menggunakan metode simple random sampling dan memperoleh sampel sebanyak 100 responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem Administrasi Perpajakan dan Pemahaman Self Assessment tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak, sedangkan Pemanfaatan Teknologi berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Kata kunci: Pemanfaatan Teknologi, Sistem Administrasi Perpajakan, Pemahaman Self Assessment, dan Kepatuhan Wajib Pajak.
Abstract
This study aims to examine the effect of Technology Utilization, Tax Administration System and Understanding of Self Assessment on Taxpayer Compliance. The population used in this study were 211,595 individual taxpayers registered at the Ilir Barat Palembang Primary Tax Service Office.
Determination of the sample in this study using the simple random sampling method and obtained a sample of 100 respondents. The results of this study indicate that the Tax Administration System and Understanding Self Assessment have no effect on Taxpayer Compliance, while Technology Utilization has a significant effect on Taxpayer Compliance.
Keywords: Technology Utilization, Tax Administration System, Understanding of Self Assessment, Taxpayer Compliance
PENDAHULUAN
Pajak merupakan sumber penerimaan terbesar dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Pajak bersifat dinamika dan mengikuti perkembangan kehidupan Negara serta masyarakatnya. Tuntutan Akan peningkatan pendapatan negara juga pun tidak bisa lepas dari reformasi terhadap kebijakan kementerian keuangan khususnya dibidang perpajakan dengan Harapan pajak yang dipungut bisa maksimal (Puji Rahayu, 2016).
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 93 Satu usaha untuk mewujudkan kemandirian suatu Negara dalam pembiayaan pembangunan yaitu menggali sumber dana yang berasal dari dalam Negara berupa pajak.
Pajak dipungut berdasarkan undang-undang serta aturan pelaksanaannya yang sifatnya dapat dipaksakan tanpa timbal jasa dari negara secara langsung dapat ditujukan dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pada dasarnya, pajak bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat melalui perbaikan maupun penambahan pelayanan publik, yang dialokasikan tidak hanya untuk Wajib Pajak (WP) baik Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan, namun juga untuk kepentingan rakyat yang tidak memiliki Kewajiban membayar pajak. Pajak merupakan salah satu potensi terbesar penerimaan dalam negeri yang menjadi prioritas utama karena mampu mendominasi penerimaan negara. Peran serta Wajib Pajak dalam sistem. pemungutan pajak sangat menentukan tercapainya target penerimaan pajak. Penerimaan pajak yang optimal dapat dilihat dari berimbangnya tingkat penerimaan pajak aktual dengan penerimaan pajak potensial atau tidak terjadi tax gap (Andreanto, 2016).
Oleh karena itu, kepatuhan Wajib Pajak merupakan faktor kunci yang mempengaruhi realisasi penerimaan pajak. Keluhan Wajib Pajak yang sering muncul adalah mengenai birokrasi dalam penyelesaian urusan perpajakan mereka. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan perbaikan sistem administrasi sistem perpajakan itu sendiri sehingga menjadi lebih efisien dan efektif. Sehingga diharapkanlebih meningkatkan kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya (Arif, 2020).
Fenomena yang terjadi pada kepatuhan wajib pajak adalah pada pencatatan jumlah SPT Tahunan yang sudah di sampaikan oleh wajib pajak per 30 Maret 2022 mencapai 10,6 juta laporan SPT Tahunan. Direktur penyuluhan, pelayanan, dan Humas DJP Neilmaldrin Noor mengatakan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah SPT tahunan yang diterima oleh DJP saat ini hanya meningkat sedikit yaitu 0,7%
(Wildan M, 2022).
Kepatuhan pajak (tax Compilance) dapat didedfinisikan sebagai suatu perilaku di mana wajib pajak (WP) memenuhi semua kewajiban perpajakan dan melaksanakan hak perpajakannya. Terdapat dua macam kepatuhan, yakni kepatuhan formal dan kepatuhan dan kepatuhan materil. Kepatuhan formal adalah suatu perilaku di mana wp berupaya memenuhi kewajiban perpajakan secara formal sesuai dengan ketentuan formal dalam undang-undang perpajakan. Kepatuhan Materiil adalah suatu perilaku di mana WP Secara Subtantif mem-e- nuhi se-mua ke-te-ntuan materill perpajakan, yakni sesuai isi dan jiwa undang-undang perpajakan (Nurmantu dalam Cahyonowati 2016).
Pada era globalisasi saat ini, kemajuan teknologi semakin pesat dan diiringi kemajuan sistem informasi yang berbasis teknologi. Banyaknya fasilitas kemudahan-kemudahan yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi informasi secara langsung berdampak pada kegiatan organisasi. Dampak dari globalisasi ini terasa pada berbagai aspek. Terlebih dalam bidang komputerisasi perusahaan atau organisasi telah mengakui peran komputer yang sangat membantu, terutama dalam menanggapi tuntutan era teknologi yang meningkatkan kemampuan berkomputerisasi. Salah satu syarat untuk dapat berkomputerisasi adalah penyediaan suatu sistem informasi akuntansi yang cepat, tepat dan akurat. Teknologi
Hal - 94 Vol. 4 No. 1 April 2023 merupakan komponen penting dari sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi tepat waktu (Syahroni, 2014).
Penelitian Arif Kurniawan (2020) menyatakan bahwa Pemanfaatan Teknologi berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Penelitian Aryati & Putritanti (2016) mengatakan bahwa Sistem Administrasi Perpajakan berpengaruh terhadap terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Peneliti terdahulu yang dilakukan Rohmawati dkk (2014) mengatakan bahwa Pemahaman Self Assessment berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Atas dasar penjelasan di atas maka alur pikir ini diilustrasikan sebagai berikut:
Gambar 1. Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
Menurut Sugiyono (2017:03) pengertian pendekatan penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif.
Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian yaitu Pengaruh Pemanfaatan Teknologi, Sistem Administrasi Perpajakan, dan Pemahaman Self Assessment terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah Wajib Pajak KPP Pratama Ilir Barat Palembang.
Penelitian ini menggunakan populasi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang terdaftar Pada KPP Pratama Ilir Barat Palembang sebanyak 211.595 Wajib Pajak Pribadi. Dalam penelitian ini pengambilan sampel digunakan metode Simple random yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan Rumus Slovin dengan tingkat presisi atau batas toleransi kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%.
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 95 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
Tabel 1. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Pemanfaatan_Teknologi 100 13 25 19.89 2.582
Sistem_Adminitrasi_Perpajakan 100 12 23 18.44 2.262
Pemahaman_Self_Assessment 100 13 23 18.70 2.263
Kepatuhan_Wajib_Pajak 100 14 25 20.94 2.581
Valid N (listwise) 100
Sumber: Hasil Data Primer yang Diolah, 2022
Pada tabel statistik deskriptif di atas menunjukkan nilai (N) adalah jumlah data responden yaitu sebanyak 100 yang didapat dari 211.595 WPOP yang terdaftar Pada KPP Pratama Ilir Barat Palembang menggunakan Rumus Slovin dengan margin error 10%. Nilai minimum adalah nilai terendah yang didapat dari seluruh sampel yang diamati. Nilai maksimum adalah nilai tertinggi dari seluruh sampel pengamatan. Mean yaitu nilai rata-rata yang diperoleh dari seluruh sampel pengamatan dan standar deviasi adalah akar jumlah kuadrat dari selisih nilai data dengan rata-rata dibagi banyaknya N.
Tabel 2. Uji Validitas Butir
Pernyataan
X1 X2 X3 Y
R tabel Keterangan R hitung R hitung R hitung R hitung
Pertanyaan 1 0.775 0.710 0.548 0.833 0.196 Valid
Pertanyaan 2 0.830 0.676 0.697 0.860 0.196 Valid
Pertanyaan 3 0.774 0.752 0.750 0.769 0.196 Valid
Pertanyaan 4 0.754 0.778 0.772 0.806 0.196 Valid
Pertanyaan 5 0.612 0.690 0.805 0.579 0.196 Valid
Pada Hasil Uji Validitas Nilai R Hitung > R Tabel maka dapat dikatakan “Valid”.
Tabel 3. Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Batasan Keterangan
X1 0.796 0.7 Reliabel
X2 0.768 0.7 Reliabel
X3 0.746 0.7 Reliabel
Y 0.820 0.7 Reliabel
Pada hasil uji reliabilitas Nilai Cronbach’s Alpha > 0.7 maka dapat dikatakan
“Reliabel”.
Hal - 96 Vol. 4 No. 1 April 2023 Tabel 4. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.74908947 Most Extreme Differences
Absolute .067
Positive .046
Negative -.067
Test Statistic .067
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber : Hasil Data Primer yang Diolah, 2022
Pada hasil pengujian di atas dapat dinyatakan normal jika nilai Asymp. Sig. (2 tailed) lebih besar dari 0.05. jadi dari hasil penelitian di dapat nilai Asymp. Sig sebesar 0.200 lebih besar dari 0.05 maka data peneliian dinyatakan berdistribusi normal.
Tabel 5. Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1
Pemanfaatan_Teknologi .980 1.021
Sistem_Adminitrasi_Perpajakan .572 1.749 Pemahaman_Self_Assessment .578 1.730 a. Dependent Variable: Kepatuhan_Wajib_Pajak
Sumber: Hasil Data Primer yang Diolah, 2022
Pada hasil uji di atas dapat dikatakan bahwa variabel independen dalam penelitian ini menunjukkan nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.
Tabel 6. Uji Heteroskedastisias Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.195 1.319 .906 .367
Pemanfaatan_Teknologi .022 .040 .057 .554 .581
Sistem_Adminitrasi_Perpajakan .023 .060 .051 .382 .703
Pemahaman_Self_Assessment -.035 .060 -.077 -.577 .565
a. Dependent Variable: ABRESID Sumber : Hasil Data Primer yang diolah, 2022
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 97 Pada hasil uji di atas dapat dikatakan bahwa setiap variabel penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadinya heteroskedastisitas
Tabel 7. Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 7.552 2.281 3.310 .001
Pemanfaatan_Teknologi .714 .070 .714 10.219 .000
Sistem_Adminitrasi_Perpajakan -.184 .104 -.161 -1.760 .082
Pemahaman_Self_Assessment .138 .104 .121 1.328 .187
a. Dependent Variable: Kepatuhan_Wajib_Pajak Sumber : Hasil Data Primer yang Diolah, 2022
Hasil uji analisis linier berganda di dapatkan persamaan sebagai berikut:
Y= α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
Dari persamaan diatas dapat dijelaskan dengan nilai konstanta sebesar 7,552 Pemanfaatan Teknologi (X1), Sistem Administrasi Perpajakan (X2) dan Pemahaman Self Assessment (X3) konstan dan tidak ada perubahan maka variabel Kepatuhan Wajib Pajak akan menjadi 7,552.
Nilai Koefisien Pemanfaatan Teknologi bernilai sebesar 0,714. Hal ini menunjukan bahwa jika variabel Pemanfaatan Teknologi meningkat sebesar 1% maka Kepatuhan Wajib Pajak juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,714.
Nilai Koefisien Sistem Administrasi Perpajakan bernilai sebesar -0,184. Hal ini menunjukan bahwa jika variabel Sistem Administrasi Perpajakan meningkat sebesar 1%, maka Kepatuhan Wajib Pajak akan mengalami peningkatan sebesar -0,184 .
Nilai Koefisien Pemahaman Self Assessment bernilai sebesar 0,138. Hal ini menunjukan bahwa jika variabel Pemahaman Self Assessment meningkat sebesar 1%, maka Kepatuhan Wajib Pajak akan mengalami peningkatan sebesar 0,138
Tabel 8. Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of The Estimate
1 .735a .541 .527 1.776
a. Predictors: (Constant), Pemahaman_Self_Assessment, Pemanfaatan_Teknologi, Sistem_Adminitrasi_Perpajakan b. Dependent Variable: Kepatuhan_Wajib_Pajak
Sumber : Hasil Data Primer yang Diolah, 2022
Hal - 98 Vol. 4 No. 1 April 2023 Pada hasil pengujian nilai Adjusted R Square yang dihasilkan yaitu sebesar sebesar 0,527 yang artinya pengaruh variabel Pemanfaatan Teknologi, Sistem Aministrasi Perpajakan dan Pemahaman Self Assessment terhadap variabel Kepatuhan Wajib Pajak adalah sebesar 52,7% sedangkan sisanya 47,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tabel 2. Uji Parsial (Uji T) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 7.552 2.281 3.310 .001
Pemanfaatan_Teknologi .714 .070 .714 10.219 .000
Sistem_Adminitrasi_Perpajakan -.184 .104 -.161 -1.760 .082
Pemahaman_Self_Assessment .138 .104 .121 1.328 .187
a. Dependent Variable: Kepatuhan_Wajib_Pajak Sumber : Hasil Data Primer yang Diolah, 2022
Berdasarkan tabel di atas, perolehan terhadap variabel Pemanfaatan Teknologi memperlihatkan nilai signifikan sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak atau dengan kata lain berarti H1 diterima dikarenakan nilai signifikan < 0,05. Untuk variabel Sistem Administrasi Perpajakan memperlihatkan nilai signifikan sebesar 0,082 yang menunjukkan bahwa tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak atau dengan kata lain berarti H2 ditolak dikarenakan nilai signifikan > 0,05.
Sedangkan untuk variabel Pemahaman Self Assessment memperlihatkan nilai signifikan sebesar 0,187 menunjukkan bahwa tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak atau dengan kata lain berarti H3 ditolak dikarenakan nilai signifikan > 0,05.
Diskusi
Pemanfaatan Teknologi dipengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi di karenakan Pemanfaatan Teknologi merupakan salah satu fokus dalam modernisasi pada dasarnya adalah untuk memberikan pelayanan yang optimal sehinnga proses administrasi perpajakan dan pelayanan terhadap wajib pajak lebih cepat dan efisien dan meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak. Penelitian ini dilakukan oleh Arif Kurniawan (2020) menunjukkan bahwa Pemanfaatan Teknologi berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dikarenakan apabila Pemanfaatan Teknologi Pajak semakin baik maka akan meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
Sistem Administrasi Perpajakan tidak mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Hal ini dikarenakan Peningkatan sistem Administrasi Perpajakan tidak menambah kesadaran ataupun kepatuhan Wajib Pajak untuk melakukan kewajiban dengan baik. Melainkan peningkatan ini hanya membantu proses mempercepat perhitungan hingga laporan SPT pribadinya. Penelitian ini dilakukan Damayanti dan Amah (2018) menunjukkan Modernisasi sistem Perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, meskipun fasilitas pelayanan di KPP Pratama telah di modernisasi dalam memberikan pelayanan yang prima kepada wajib pajak, namun masih banyak masyarakat yang kurang memanfaatkan pelayanan tersebut.
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 99 Pemahaman Self Assessment tidak mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi Hal ini dikarenakan bahwa masih banyak wajib pajak yang belum mampu untuk mengisi SPT nya sendiri sehingga petugas pelayanan pajak masih berusaha keras dalam membantu para wajib pajak untuk mengisi SPT nya. Penelitian ini dilakukan oleh Debby Farihun Najib (2013) menunjukkan bahwa Pemahaman Self Assessment tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dikarenakan para wajib pajak yang terhalang karena kesibukan pekerjaannya lebih memilih menyerahkan urusan perpajakannya kepada konsultan pajak dalam hal menghitung, mengisi SPT serta melaporkan SPTnya ke KPP.
KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pemanfaatan Teknologi, Sistem Administrasi Perpajakan, dan Pemahaman Self Assessment terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis Pemanfaatan Teknologi berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dengan nilai signifikansi 0.000 < 0,05. Artinya Pemanfaatan Teknologi memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak pribadi apabila Pemanfaatan Teknologi Pajak semakin baik maka akan meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
2. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis Sistem Administrasi Perpajakan dengan nilai signifikansi 0.082 > 0,05 Artinya Sistem Administrasi Perpajakan tidak memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi peningkatan ini hanya membantu proses mempercepat perhitungan hingga laporan SPT pribadinya
3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis Pemahaman Self Assessment dengan nilai signifikansi 0.187 > 0,05 Artinya Pemahaman Self Assessment tidak memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi Hal ini dikarenakan bahwa masih banyak wajib pajak yang belum mampu untuk mengisi SPT nya sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Andreanto.Y ,Widyawati.D 2016. Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi: Volume : 05 Juni 2016. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya
[2] Arif, K., 2020. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi yang Berdomisili di Surabaya Barat
[3] Aryati, T., & Putritanti, L. R. (2017). Pengaruh Pemanfaatan Teknologi dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 4(3).
https://doi.org/10.17509/jrak.v4i3.4669
Hal - 100 Vol. 4 No. 1 April 2023 [4] Cahyonowati Dwi Ratmono,Faisal ,2016,Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia
Volume 9 Nomor 2, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
[5] Damayanti, L. dwi, & Amah, N. (2018). Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi dan Pengampunan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Madiun. Assets: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan
[6] Najib, Debby Farihun. (2013). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Prang Pribadi Dalam Membayar Pajak Penghasilan. Skripsi Fakultas Ekonomi. Universitas Brawijaya, Malang.
[7] Wildan,M. 2020. News.ddtc.co.id. 31 Maret 2020. Pelaporan SPT Tahunan. Diakses pada 29 Agustus 2022, dari https://news.ddtc.co.id/sudah-106-juta-wajib-pajak- laporkan-spt-tahunan-hingga-30-maret-2022-38079
[8] Rahayu, P. (2016). Pengaruh Penerapan Aplikasi Electronic Filling (E-Fillling) Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Melaporkan SPT Tahunan (Studi Kasus pada Penyampaian SPT Tahunan Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa Universitas Islam Kadiri, Kediri). Jurnal Cendekia Akuntansi, 4(2), 22–31.
[9] Rohmawati, L., Prasetyono dan Rimawati, Y. 2014. Pengaruh Sosialisasi dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Tingkat Kesadaran dan Kepatuhan Wajib Pajak (studi pada Wajib pajak Orang Pribadi yang Melakukan Kegiatan Usaha dan Pekerjaan Bebas pada KPP Pratama Gresik Utara). Prosiding Simposium Nasional Perpajakan 4
[10] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta, CV
[11] Syahroni 2014. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kesesuaian Tugas - Teknologi Informasi, dan Kepercayaan Atas Teknologi Informasi Terhadap Kinierja Individual. Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.