Penilaian sanitasi di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) merupakan salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas keamanan pangan dan kesehatan lingkungan.
Berdasarkan komponen penilaian yang dilakukan, total skor yang diperoleh sebesar 613, dengan batas minimal 75% dari skor maksimal (459,75) yang menjadi syarat kategori
“Memenuhi Syarat”. Penjelasan dari masing-masing komponen penilaian adalah sebagai berikut:
a. Sanitasi Bangunan (Skor: 202)
Komponen ini mencakup penilaian terhadap lokasi bangunan, konstruksi, kelengkapan fasilitas, serta kebersihan bangunan. Lokasi RPHU yang ideal harus jauh dari pemukiman padat dan tidak berada di daerah rawan banjir. Dari aspek konstruksi, bangunan harus kokoh, memiliki ventilasi yang baik, dan mudah dibersihkan. Fasilitas seperti dinding dan lantai harus menggunakan bahan tahan air dan tidak mudah rusak. Kebersihan ruangan sangat memengaruhi tingkat kontaminasi silang antara produk hewan dan lingkungan.
Dengan skor 202, komponen ini memiliki kontribusi besar terhadap total penilaian dan menunjukkan bahwa aspek bangunan sudah cukup memadai.
b. Sarana Sanitasi (Skor: 106)
Penilaian ini meliputi ketersediaan dan kualitas air bersih, fasilitas cuci tangan, serta sistem pembuangan limbah. Air bersih harus tersedia dalam jumlah cukup dan memenuhi syarat kualitas untuk operasional pemotongan dan pencucian. Ketersediaan wastafel atau tempat cuci tangan dengan sabun di area strategis menunjukkan penerapan prinsip higiene petugas. Sistem saluran limbah harus terintegrasi dengan baik untuk menghindari pencemaran lingkungan. Skor 106 menunjukkan bahwa aspek sanitasi sarana sudah tersedia namun masih memiliki ruang perbaikan.
c. Sanitasi Peralatan (Skor: 200)
Aspek ini meliputi kebersihan dan kondisi alat-alat pemotongan seperti pisau, panci, alat pencabut bulu, serta kandang penampungan ayam. Alat yang digunakan dalam proses pemotongan harus dalam kondisi bersih, tidak berkarat, dan dilakukan pencucian secara rutin. Kandang ayam pun perlu dibersihkan secara berkala untuk mencegah penyakit zoonosis. Skor 200 menunjukkan pengelolaan sanitasi peralatan yang sangat baik dan mendekati skor maksimal.
d. Sanitasi Ayam (Skor: 105)
Komponen ini menilai penerapan puasa ayam sebelum pemotongan, pencucian karkas, serta penanganan bangkai ayam yang mati sebelum dipotong. Puasa ayam bertujuan untuk mengurangi kontaminasi feses selama proses pemotongan. Pencucian karkas penting untuk menghilangkan kotoran dan darah yang dapat menjadi sumber patogen.
Bangkai ayam harus segera dipisahkan dan tidak dicampur dengan ayam sehat. Skor 105 menunjukkan bahwa sanitasi terhadap hewan potong telah dijalankan dengan baik.
e. Total Skor dan Kategori Penilaian
Dengan total skor sebesar 613, dan batas minimum kelulusan ≥75% yaitu 459,75, maka hasil evaluasi menunjukkan bahwa rumah potong unggas “Memenuhi Syarat”. Kategori tersebut juga melebihi ambang batas minimal kelayakan (≥443,1) yang mengindikasikan bahwa RPHU secara umum telah menerapkan prinsip sanitasi sesuai standar yang berlaku.