• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Eco House di Banjarbaru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pembangunan Eco House di Banjarbaru"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

Hasil pengukuran kadar air papan semen dengan perekat kapur pozzolan dapat dilihat pada Tabel 8. Rusaknya papan semen dengan perekat kapur pozzolan pada saat pembuatan benda uji mengakibatkan dilakukannya pengukuran massa jenis dan uji kuat lentur statik. . tidak dapat dilakukan. Hasil pengukuran pengujian kadar air, massa jenis dan kuat lentur statis papan kayu semen dengan perekat gipsum pozzolan ditunjukkan pada Tabel 9, Tabel 10.

Hasil pengukuran kadar air papan semen serut kayu dengan menggunakan perekat pozzolan gipsum-kapur dapat dilihat pada Tabel 12. Seluruh sampel uji pembuatan papan semen serut kayu dengan perekat semen pozzolan kapur gipsum juga dimusnahkan, sehingga tidak ada pengukuran untuk pengujian kepadatan dan kekuatan lentur statis. Hal serupa terjadi pada pembuatan papan semen serutan kayu dengan menggunakan perekat semen pozzolan kapur.

Hasil pengukuran kadar air, massa jenis dan kuat lentur statik papan semen geser rotan dengan menggunakan perekat semen pozzolan kapur disajikan pada Tabel 13. Tabel 14. Hasil pengukuran kadar air, massa jenis dan uji kuat lentur statik papan semen geser rotan menggunakan perekat gipsum-pozzolana ditunjukkan pada Tabel 16, Tabel 17. Hasil pengukuran kadar air, massa jenis dan uji kuat lentur statik papan semen geser kayu dengan menggunakan perekat gipsum-kapur pozzolana ditunjukkan pada Tabel 18, Tabel 19.

Data analisis berbagai jenis papan semen geser rotan dengan menggunakan perekat semen gipsum pozzolan terdapat pada Tabel 22. Uji beda Duncan untuk kadar faktor komposisi kandungan perekat pada papan semen geser rotan dengan perekat gipsum pozzolan. Uji beda Duncan untuk kadar faktor komposisi kandungan lem pada papan semen serutan rotan dengan perekat gipsum kapur pozzolan.

Jika lembaran semen rotan dengan perekat semen pozzolan kapur berukuran 600mm x 1200mm x 100mm dijual dengan harga Rp. Dari proyeksi keekonomian yang telah digarap, produksi ubin semen serut rotan dengan perekat semen kapur pozzolan cukup layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Tabel 1. Kerangka Kerjasama Kegiatan
Tabel 1. Kerangka Kerjasama Kegiatan

GREEN BUILDING

ECOTECT

Dilengkapi dengan pemodelan 3D yang terintegrasi dengan berbagai fungsi analisis dan simulasi yang mudah digunakan bagi desainer bangunan. Informasi iklim pertama-tama dimasukkan untuk menghitung potensi berbagai strategi pasif yang mengoptimalkan penggunaan radiasi dan cahaya matahari. Oleh karena itu, Ecotect tidak dapat merekomendasikan solusi desain pasif yang paling sesuai, namun mampu memberikan informasi tentang berapa banyak radiasi matahari yang melewati jendela, kapan dan di mana jatuhnya.

Namun, fase ini juga merupakan fase yang paling diabaikan oleh perangkat lunak analisis dan simulasi bangunan lainnya, terutama karena program ini tidak berisi data kuantitatif. Padahal, masukan pada tahap ini akan bermanfaat bagi para desainer, sehingga dapat memandu mereka dalam proses pengambilan keputusan sejak awal untuk mendapatkan solusi desain yang lebih efektif dan efisien, sehingga terhindar dari hasil kerja yang tidak konsisten akibat salah mengambil keputusan. Desain konseptual adalah proses berulang yang melibatkan pencarian ide untuk diuji dan dievaluasi, segera dihapus, atau direvisi.

Misalnya saja dengan melihat animasi bayangan dapat memberikan banyak informasi berguna bagi seorang desainer untuk merevisi desainnya. Sama seperti desainer yang dapat bermain-main dengan berbagai pilihan bentuk hanya dengan sketsa pensil yang dibantu oleh imajinasi mereka, di Ecotect pilihan pencahayaan dan termal yang sederhana dapat dengan cepat "digembirakan" dan diuji. Artinya ecotect dirancang sedemikian rupa sehingga kita dapat, misalnya, dengan cepat mengubah berbagai zona/lapisan, mencoba berbagai pilihan material, mengubah ukuran jendela, dan menghasilkan berbagai strategi peneduh.

Menggunakan model yang sederhana tidak menjamin bahwa pencahayaan ruangan yang sebenarnya akan sama. 230,87 lux, namun mengetahui perbandingannya dengan aperture yang lebih lebar, Anda pasti mendapatkan peningkatan pencahayaan sebesar 15%. Analisis tersebut secara otomatis menentukan isi setiap zona, karakteristik geometrisnya, dan yang terpenting, hubungan spasialnya dengan zona lain. Ecotect tidak dimaksudkan sebagai program validasi desain yang pada akhirnya dapat menjawab semua permasalahan.

GREEN BUILDING ANALYSIS DALAM ECOTECT

Tepat Guna Lahan (potensi 5 poin dari 18 poin atau 28 %)

Efisiensi Energi dan Refrigran (potensi 28 poin dari 34 poin atau 82 %)

Pencahayaan alami, pemanfaatan cahaya alami secara optimal, sehingga paling sedikit 30% luas lantai yang digunakan untuk pekerjaan mendapat intensitas cahaya alami minimal 300 lux (2 titik); Apabila poin 1 terpenuhi dan ditambahkan sensor lux untuk mengotomatisasi pencahayaan buatan sebagai pengganti intensitas cahaya alami kurang dari 300 lux (2 poin); Tindakan efisiensi energi: Untuk setiap penghematan energi sebesar 2,5% di bawah referensi prasyarat 1, Anda akan menerima nilai 1 poin (maksimum 10 poin). Dampak Perubahan Iklim Memberikan perhitungan pengurangan emisi CO2 yang berasal dari penghematan energi IKE dengan menggunakan konversi antara CO2 dan listrik yang ditetapkan oleh pemerintah (1 poin).

Energi baru dan terbarukan bersumber di lokasi, menggunakan sumber energi baru dan terbarukan yang mampu menggantikan setiap 0,5% dari daya listrik maksimum yang dibutuhkan dalam gedung (maksimal 5 titik).

Konservasi Air

Sumber & Siklus Material (potensi 3 poin dari 8 poin atau 37,5 %)

Kualitas Udara & Kenyamanan Ruangan (potensi 4 poin dari 11 poin atau 36 %)

PERANCANGAN BIOKLIMATIK BERBASIS KOMPUTER

Software ecotect menjadi pilihan penting dalam memberikan ruang agar pendekatan bioklimatik dapat diimplementasikan dengan lebih mudah karena software ini memiliki sejumlah fitur simulasi bioklimatik yang mudah digunakan. Dengan Ecotect diharapkan kinerja bangunan dapat dipertimbangkan lebih awal pada tahap konseptual dibandingkan pada akhir proses desain, sehingga menghemat waktu dan biaya. Ecotect adalah perangkat lunak analisis bangunan paling inovatif saat ini yang mengintegrasikan pemodelan 3D dengan berbagai analisis dan simulasi kinerja bangunan.

Berbagai fitur analisis dan simulasi diterapkan secara interaktif, setiap perubahan desain akan terlihat secara interaktif dan terbaca dampaknya. Untuk menentukan suhu internal dan beban panas, Ecotect mengadaptasi metode penerimaan Chartered Institute of Building Services Engineers (CIBSE). Metode Penerimaan merupakan suatu metode penyederhanaan yang menghitung dengan sangat cepat dan dapat digunakan untuk menghasilkan sejumlah besar informasi yang berguna dalam proses perancangan.

Metode ini telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia dan terbukti menjadi alat desain yang sangat berguna. Metode yang digunakan mulai dari yang sederhana yaitu Average Daylight Factor dan Sky Points Overlay, hingga yang cukup rumit yaitu Metode BRE Split-Flux. Sedangkan untuk pencahayaan buatan, Ecotect hanya menggunakan metode point by point sebagai panduan awal dalam proses desainnya.

Ecotect berguna sebagai alat desain pada tahap konseptual untuk memprediksi kinerja desain, sehingga ketika desain mendekati penyelesaian akhir, sebaiknya lanjutkan analisis dengan perangkat lunak yang lebih spesifik seperti EnergyPlus untuk beban pendinginan dan RADIANCE untuk penerangan. Selain itu, terdapat keterbatasan yang dimiliki Ecotect yaitu belum tersedianya diagram penghitungan besaran radiasi langsung dan radiasi difusi, serta fitur penghitungan waktu tunda dan perolehan panas matahari, serta fitur penghitungan OTTV dan EEI. secara langsung.

INPUT AWAL

Ada dua jenis model dalam ecotect, yaitu model yang diimpor dari software 3D lain seperti 3dmax atau Revit Architecture; model kedua adalah model yang dibuat khusus di Ecotect. Model yang diimpor ditujukan untuk simulasi naungan dan pencahayaan matahari karena kedua simulasi tersebut tidak memerlukan perhitungan yang rumit. Sedangkan untuk simulasi termal, karena perhitungannya sangat kompleks, maka modelnya harus dibuat khusus di Ecotect.

Apabila sifat suatu bahan cukup baik maka akan mampu menurunkan beban panas atau mengoptimalkan cahaya alami. Terdapat dua kategori bahan sebagai dasar perhitungan, yaitu bahan padat/buram dan bahan transparan. Sifat-sifat seperti reflektansi, transmitansi, masuk, nilai-u, spekularitas, kekasaran, dan emisivitas diperlukan untuk kedua jenis bahan tersebut.

Banyak properti seperti nilai-u, masuk, penurunan termal, dan indeks bias dapat dihitung oleh Ecotect dengan data input tambahan, yaitu konduktivitas, panas spesifik, kepadatan, dan ketebalan material. Untuk perolehan dan transmisi panas matahari dapat diambil dari data pemasok material atau dihitung melalui ESP. Ciri-ciri ruangan yang dimaksud oleh Ecotect adalah kondisi dalam ruangan yang berkaitan dengan kenyamanan termal dan pencahayaan.

Penataan pakaian penghuni yang khas, jumlah orang yang menginap di setiap ruangan, jenis aktivitas yang dilakukan, waktu menginap dan keluaran panas dari lampu dan peralatan elektronik akan mempengaruhi beban panas dalam suatu ruangan dan selanjutnya mempengaruhi AC. . beban dalam mengkonsumsi listrik atau disebut dengan beban pendinginan. Jadi fitur ini terutama berfungsi untuk membuat skenario tipe penghuni tipikal yang memengaruhi beban panas ruangan dan perilaku penghuni saat menggunakan sistem AC.

SIMULASI

Hal ini dipengaruhi oleh pengaturan nilai clo, kelembaban, kecepatan udara, tingkat pencahayaan, hunian, aktivitas, penguatan internal, laju infiltrasi, sistem aktif, jangkauan termostat dan jam pengoperasian. Jenis AC yang dipilih, baik ventilasi alami, mode pendingin saja atau mode campuran serta pengaturan pita kenyamanannya, tentunya juga akan mempengaruhi tingkat konsumsi listrik pada suatu ruangan. Variabel yang terdapat pada rumus OTTV adalah serapan, nilai u, rasio jendela terhadap dinding, beda suhu ekuivalen, koefisien peneduh kaca, koefisien peneduh alat peneduh, faktor radiasi matahari dan beda suhu rencana antara dinding luar dan dalam.

Rata-rata hasil simulasi radiasi yang ditransmisikan setiap jam untuk memprediksi OTTV. Di Ecotect tidak termasuk istilah OTTV, namun terdapat fungsi simulasi bernama Average Hourly Transmissed Radiation yang mirip dengan OTTV. Variabel seperti beda suhu ekuivalen, faktor radiasi matahari, dan beda suhu desain antara dinding luar dan dalam diambil dari SNI. Simulasi MRT pada Ecotect ditampilkan dalam bentuk kontur warna sesuai dengan tingkat suhu yang dihasilkan pada setiap titik dalam suatu ruangan.

Seperti OTTV, istilah EEI juga tidak disebutkan di Ecotect, namun variabel pendukung perhitungan EEI dapat diprediksi di Ecotect, seperti jam kerja per tahun, total konsumsi listrik per tahun, dan total luas ruangan ber-AC. Sumber konsumsi listrik di Ecotect dibagi menjadi 3 variabel utama yaitu beban pendingin, objek peralatan dan objek lampu. Selanjutnya variabel-variabel yang diperoleh dari Ecotect dapat dimasukkan ke dalam ESP untuk mendapatkan prediksi nilai EEI.

Terakhir, dengan menganalisis desain rumah tinggal di Banjarbaru menggunakan software Ecotect, dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan produk genteng semen dan batako yang memenuhi standar SNI yang berlaku sebagai bahan bangunan yang digunakan dalam produksi Eco House. Jika dilihat dari luas rumah yang sedang dikembangkan, maka luas lahan yang dikembangkan pada sampel hunian adalah 22,65 m2, sedangkan konsep rumah terbarukan adalah 11 m2. Jika dibandingkan dengan total biaya pembangunan rumah sampel sebesar Rp, sedangkan rumah berkonsep terbarukan sebesar Rp.

Dibandingkan dengan sampel waktu pembangunan perumahan 11 minggu, maka efisiensi waktu yang dicapai adalah: 11 minggu – 8 minggu.

Gambar 39. Hasil simulasi mean radiant temperature sebagai parameter heat island
Gambar 39. Hasil simulasi mean radiant temperature sebagai parameter heat island

Gambar

Gambar 5. Grafik Kebutuhan Psikis terhadap Bentuk dan Tampilan Estetika Rumah
Gambar 6. Grafik Kebutuhan Psikis terhadap Warna Rumah  2. Ruang dan Komponen Bangunan yang Dominan Direnovasi
Gambar 8. Pola Dasar dan Pengembangan Rumah Tipe 2 pada Objek Penelitian
Gambar 7. Pola Dasar dan Pengembangan Rumah Tipe 1 pada Objek Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan pelanggan jasa go-jek di kota bandung Survey pada Mahasiswa-Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan Bandung